Home » kamera DSLR

Nikon AF-S 35mm f/1.8, lensa prime DX pertama dari Nikon

3 July 2009 1,241 views
Tech tipsComputer Tricks

Kabar gembira bagi pemakai D40, D60 atau bahkan D80 hingga D300.  Nikon baru saja meluncurkan sebuah lensa prime 35mm (ekuivalen 52.5mm) yang punya bukaan maksimal f/1.8 dengan motor SWM built-in. Lensa yang bernama AF-S DX Nikkor 35mm f/1.8G ini punya diameter filter 52mm, metal mount dan bisa mengunci fokus sedekat 30 cm.  Faktanya, inilah satu-satunya lensa prime ekonomis f/1.8 yang bisa auto fokus di D40/D60. Lensa prime Nikon lain yang bukaan maksimum di f/1.8 semuanya hanya bisa manual fokus. Karena bukaan maksimalnya ‘hanya’ f/1.8, maka lensa ini masih cukup ekonomis (harga 3  jutaan), setidaknya masih lebih murah daripada lensa bukaan ekstra besar seperti Sigma 30mm f/1.4 EX DC HSM atau AF-S Nikkor 50mm f/1.4G yang dijual diatas 5 juta.

nikon-af-s-35mm-f18
Setidaknya ada tiga alasan mengapa pemakai DSLR Nikon format DX patut bergembira atas hadirnya lensa ini :

  1. Pertama, lensa ini memakai motor SWM sehingga proses auto fokus menjadi cepat dan halus. Dengan teknologi AF-S yang memungkinkan kita memutar focus-ring kapan saja kita mau (tanpa harus merubah tuas A/M) menambah kemudahan dalam mengatur bagian mana dalam foto yang ingin dibuat fokus.
  2. Kedua, soal panjang fokal yang 35mm. Kamera Nikon DX akan memberi crop factor 1,5x pada tiap lensa yang dipasang, artinya lensa 35mm ini akan menjadi 52.5mm yang tergolong standar untuk foto potret. Lensa 50mm akan menjadi 75mm sehingga dirasa terlalu close-up untuk sebagian orang.
  3. Alasan ketiga adalah harga jualnya yang berkisar tiga jutaan, tergolong masih bersahabat dengan kantong.

Di lain pihak, ada tiga alasan mengapa para profesional akan menghindari untuk membeli lensa ini :

  1. Pertama, lensa DX ini tidak cocok untuk kamera full-frame/FX. Para pro berpandangan : ‘Nikon boleh membuat kamera DX, tapi janganlah membuat lensa DX’.
  2. Alasan kedua, bukaan maksimum lensa ini yang ‘cuma’ f/1.8 dianggap masih kurang besar karena mereka memerlukan lensa f/1.4 atau bahkan f/1.2 untuk bokeh yang lebih creamy dan kemampuan low light yang lebih baik.
  3. Ketiga adalah fokal 35mm dianggap masih cenderung mengalami distorsi yang tidak ditemui pada lensa fix 50mm. Namun soal distorsi ini tentu bisa diminimalisir oleh elemen lensa aspherical di dalam lensa ini.

Jadi pilihan ini kembali kepada anda, bila tidak masalah dengan lensa DX, tentu lensa ini sudah sangat baik. Namun bila di kemudian hari ada rencana gandi bodi kamera ke tipe FX / full-frame, tentu hindari saja membeli / investasi lensa DX.

Related posts:

  1. Lensa wide baru dari Nikon untuk DSLR format FX
  2. Lensa Canon vs Lensa Nikon
  3. Panduan memilih lensa DSLR

Beri komentar disini..

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Fokus pada topik, jangan melakukan SPAM.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.