Home » kamera DSLR

Pilihan lensa ekonomis untuk DSLR pemula

14 September 2009 106,797 views 53 Komentar

Banjirnya produk DSLR pemula (entry level) telah membawa perubahan pada segmentasi pembeli kamera digital. Bila dahulu mereka yang punya DSLR kebanyakan adalah para fotografer yang sudah punya koleksi lensa lama, maka kini banyak pemilik DSLR (pemula) yang baru pertama kali bergabung di dunia DSLR. Dengan demikian, umumnya kelompok ini barulah berkenalan dengan satu macam lensa, yaitu lensa kit yang disediakan dalam paket penjualan. Kalaupun sedang berencana membeli DSLR, adakalanya mereka bingung apakah akan membeli DSLR plus lensa kit ataukah DSLR body-only.

lensaSebelum membahas lebih jauh, kami luruskan dahulu bahwa lensa kit yang umum dijadikan paket penjualan DSLR adalah lensa zoom dengan rentang fokal yang setara dengan 28-85mm, dengan bukaan f/3.5-5.6 dan berbahan plastik. Pada dasarnya tidak ada yang salah dengan lensa kit semacam ini. Harga jualnya yang tergolong murah tidak berarti lensa kit memakai elemen optik murahan. Harga murah karena desain lensa kit ini memakai bukaan variabel (tidak konstan) yang tergolong kecil, pemakaian material bodi dan mounting dari bahan plastik, dan minimnya fitur profesional seperti distance marking skale. Namun lensa kit masa kini sebagian sudah dilengkapi dengan fitur yang bermanfaat seperti motor fokus dan stabilizer optik.

Bila  anda sedang mempertimbangkan lensa lain selain lensa kit, atau saat anda hanya ingin membeli DSLR body only dan perlu mencari lensa ekonomis yang bisa diandalkan, berikut kami hadirkan beberapa jenis lensa ekonomis dengan harga dibawah 5 juta, sebagai bahan pertimbangan anda.

Lensa fix/prime

Lensa dengan fokal tetap memang jadi unggulan utama karena ketajaman dan bokehnya yang tak tertandingi oleh lensa zoom, maka itu wajar bila ada yang menganggap lensa prime merupakan lensa wajib untuk fotografer. Selain itu lensa fix jauh lebih murah bila dibanding dengan lensa zoom, karena hanya memiliki sedikit komponen optik. Namun memakai lensa fix tentu perlu banyak ekstra usaha untuk berganti komposisi karena anda tidak bisa bermain zoom. Fokal lensa fix yang cukup populer adalah lensa prime dengan fokal ‘normal’ 50mm, meski ada juga fix yang wide hingga fix yang (sangat) tele. Meski demikian, untuk urusan potret wajah, anda bisa memilih lensa fix dengan fokal berapapun asal diatas 35mm (dibawah 35mm sudah tergolong wideangle yang kurang cocok untuk potret wajah karena efek distorsi lensa).

Contoh lensa prime 50mm f/1.8

Contoh lensa prime 50mm f/1.8

Lensa fix yang populer karena harganya adalah lensa normal (sekitar 50mm) dengan bukaan berkisar antara f/1.8 hingga f/2.8 karena secara ukuran bukaan diafragma sudah cukup besar (atau biasa disebut lensa cepat) sehingga sudah sangat handal dipakai di kondisi low-light, meski bukaannya tentu tidak sebesar lensa fix kelas mahal seperti f/1.4 apalagi f/1.2.

Pilihan lensa prime normal dengan harga terjangkau diantaranya :

  • Canon EF 50mm f/1.8 II (1 jutaan)
  • Nikon AF 50mm f/1.8 (1 jutaan - tidak bisa auto fokus bila dipakai di D40-D5000)
  • Nikon AF-S 35mm f/1.8 DX (3 jutaan, bisa autofokus di D40-D5000)
  • Sony SAL 50mm f/1.8 DT (2 jutaan)
  • Pentax DA 40mm f/2.8 (2,5 jutaan)
  • Olympus Zuiko 35mm f/3.5 macro

Lensa zoom - tele

Bila seseorang telah memiliki sebuah lensa kit, umumnya telah merasakan kurangnya kemampuan telephoto dari lensa kit yang memang terbatas. Maka itu untuk memenuhi hasrat ingin menjangkau lebih jauh, pemilik DSLR plus lensa kit lalu mencari lensa kedua yang berjenis lensa zoom tele. Lensa zoom tele artinya lensa zoom dengan variabel fokal yang berkisar di rentang tele, biasanya dimulai dari 50mm hingga 400mm. Tidak semua lensa tele itu berjenis lensa zoom, ada juga lensa tele yang fix di suatu fokal tertentu, misal 500mm. Dalam hal ini kami pilihkan lensa zoom tele supaya praktis dan sekaligus kami pilihkan yang harganya juga terjangkau. Diantara beberapa pilihan lensa zoom tele, rentang yang dianggap cukup ekonomis adalah rentang 50-200mm dan 70-300mm.  Lensa zoom semacam ini punya bukaan diafragma yang variabel sehingga bisa dijual lebih murah dan ukurannya lebih kecil, bedakan dengan lensa zoom tele yang punya bukaan konstan f/2.8 atau f/4 yang berukuran besar dan harganya mahal.

Lensa zoom tele 40-150mm (setara 80-300mm)

Lensa zoom tele 40-150mm (setara 80-300mm)

Pilihan lensa zoom tele ekonomis diantaranya :

  • Canon EF-S 55-250mm f/4-5.6 IS (2,5 jutaan)
  • Nikon AF-S 55-200mm f/4-5.6 VR (2,5 jutaan)
  • Pentax DA 50-200mm f/4-5.6 ED (2,5 jutaan)
  • Sony SAL 55-200mm f/4-5.6 DT (2,5 jutaan)
  • Olympus Zuiko 40-150mm f/4-5.6 (2,5 jutaan)
  • Sigma APO 70-300mm f/4-5.6 DG macro (3 jutaan)
  • Tamron AF 70-300mm f/4-5.6 Di LD (2,5 jutaan)

Lensa zoom - all-round

Lensa zoom all-round atau all in-one diterjemahkan sebagai lensa zoom yang memiliki rentang fokal yang efektif untuk segala keperluan dari wide hingga tele. Tak seperti lensa kit yang zoomnya umumnya pendek (3x), lensa zoom all-round dirasa lebih praktis dan lebih panjang (5-10x). Praktis karena cukup punya satu lensa sehingga mengurangi frekuensi berganti lensa hanya untuk mendapat fokal tertentu (apalagi bila sering berganti lensa beresiko masuknya debu ke dalam sensor), meski secara optik tentu semakin panjang zoom lensa maka ketajamannya juga akan semakin menurun. Meski tidak ada aturan baku, lensa zoom all-round ini biasanya bermula dari 18, 24 atau 28mm dan berakhir di 100 hingga 200mm. Bila anda memilih membeli lensa zoom all-round, maka lensa kit yang sudah anda miliki bisa dijual saja.

Kekurangan lensa zoom semacam ini adalah masalah bukaan lensa yang tidak mungkin dibuat besar dan konstan. Sebagai konsekuensi dari rumitnya susunan optik didalam lensa, maka desain aperture di dalam lensa semacam ini umumnya bermula dari f/3.5 di posisi wide-end dan mengecil hingga f/6.3 di posisi tele-end. Maka itu lensa ini biasa disebut dengan lensa lambat, dan tidak cocok dipakai di daerah kurang cahaya.

Lensa all-around Pentax 18-250mm

Lensa all-around Pentax 18-250mm

Pilihan lensa zoom all-round yang cukup terjangkau diantaranya :

  • Canon EF-S 18-135mm f/3.5-5.6 IS baru (4 jutaan)
  • Nikon AF-S 18-105mmf/3.5-5.6 DX VR (3.5 jutaan)
  • Tamron 18-200mm f/3.5-6.3 (3 jutaan)
  • Sigma 18-200mm f/3.5-6.5 DC OS (4 jutaan)

Adapun lensa zoom all-round lain yang dijual di kisaran 5 hingga 10 juta, bagi sebagian orang masih tergolong ekonomis meski tak dipungkiri bagi sebagian lainnya sudah tergolong mahal. Padahal banyak lensa-lensa berkualitas di kisaran harga ini, maka sebagai bonus kami sampaikan juga beberapa produk lensa yang mungkin menarik minat anda bila dananya mencukupi :

  • Canon : EF-S 18-200mm f/3.5-5.6 IS (7 jutaan), EF-S 15-85mm f/3.5-5.6 IS USM (6 jutaan)
  • Nikon : AF-S 18-200mm f/3.5-5.6 VR (8 jutaan), AF-S 16-85mm f/3.5-5.6 DX VR (6 jutaan)
  • Olympus : Zuiko 14-54mm f/2.8-3.5 II (6,5 jutaan),  Zuiko ED 12-60mm f/2.8-4.0 SWD (9,5 jutaan)
  • Pentax : DA 18-250mm f/3.5-6.3 ED SMC (6 jutaan)
  • Sony : 18-200mm f/3.5-6.3 DT (6 jutaan), SAL 16-105mm f/3.5-5.6 DT ( 7 jutaan)

Related posts:

  1. Panduan memilih lensa DSLR
  2. Akhirnya Samsung NX10 diluncurkan, plus 3 pilihan lensa
  3. DSLR untuk pemula di 2009, pilih yang mana?
  4. Lensa Canon vs Lensa Nikon
  5. Cara menilai kualitas lensa kamera DSLR

53 komentar »

  • ilham saibi said:

    om, bahas tentang lensa lensa wide dan super wide donk.
    dari yang ekonomis ampe yang muahal. kalo bisa yang canon, hehehehe
    makasih om :)

  • admin KG (author) said:

    Memangnya lensa wide ada yang ekonomis? :)

  • ilham saibi said:

    wuahahaha. iya juga ya….
    manut aja deh mas. yang penting saya request. boleh disini, boleh juga di forum. tak tunggu ya :)

  • lolop said:

    Wow!!
    krenzzzz !! ^06

  • hirza said:

    trimakasih infonya nih mas…bgs bgt bt referensi saya bt cari lensa kedua.

  • Kalbu said:

    Sebagai pemula, saya disarankan seseorang untuk memakai kamera canon eos 500D BO, lensa utk traveling canon 22-135mm, lensa foto model 55mm f2.8

    menurut Anda gimana nih? Thx.

  • ripbro said:

    siip, gw salut ma ni blog,,
    bang skalian kasi tips & trik menjepret donk ..
    ahaha

    thx and regards

  • tawon said:

    bro, ada yg punya info lengkap Tamron 18-200mm? lg tertarik bgt neh…kl ada yg mau jual baru or 2nd,or TT sama Canon 75-300mm (jarang bgt pakai,sll di drybox,br beli 2 bln yg lalu,dulu mau konsen ke foto stage,tp trnyta jarang ada ksmptn). bisa pm or sms saya di 08123450005.thanks

  • admin KG (author) said:

    Jual beli di forum saja..

  • admin KG (author) said:

    Maksudnya mungkin lensa 18-135mm kali? Lensa ini belum masuk pasaran tanah air, tapi bakal jadi lensa travelling yg laris manis. Foto model memang biasanya pakai lensa fix, entah 35mm hingga 85mm dengan bukaan antara f/1.4 hingga f/2.8

  • didin ismail said:

    tulisan yang bagus banget gan, berguna banget buat pemula seperti saya. termasuk keputusan untuk memakai canon eos 500d dengan lensa EF-S 18-200mm f/3.5-5.6 IS.

    dari tulisan agan juga yang sukses membuat saya kepincut nissin di866, hehe walaupun akhirnya cuma bisa beli di622.

    semoga sehat selalu, dan ditunggu up date selanjutnya gan !.

  • Adji said:

    Permisi pak Admin KG, mau numpang komen.

    saya newbie di DSLR. saya pake canon 500D dan sejauh ini saya puas.
    lensa kit canon 18-55mm banyak yang bilang kalau soft tapi sejauh ini buat saya hasilnya memuaskan

    lensa ke dua saya 55-250mm (biar nyambung sama 18-55mm kit lens saya). sejauh ini saya juga puas, hanya walaupun IS tapi kalau handheld lebih baik turunnya nggak lebih dari 1 stop saja dari 1/fl rule.

    50mm prime 1.4mm bokehnya top, tapi kalau di crop 1.6 jatuhnya jadi bukan lensa normal lagi (80mm). akhirnya saya cari yang 35mm f/2 (tapi barangnya sekarang lagi hilang).

    nissin 622 bagusan buat slave aja. saya mo cari yang canon 580.

    tripod giottos mt9351b nggak nyeel belinya, + ballhead giottos 1001? they are couple made in heaven!

  • kamal fauzan said:

    om aku punya Lensa zoom tele olympus zuiko 40-150mm f/3.5 kl kata om setara 80-300mm itu gimana si????? masalahnya sy penasaran dg lensa 300nya olympus,…. berarti stara berapa tu om?

  • admin KG (author) said:

    300mm ya setara 600mm, kan cuma dikali 2 aja. Kenapa, karena crop factor sensor olympus itu 2x sehingga semua lensa yg terpasang maka panjang fokalnya akan setara dgn 2x yg tertulis di lensa.

  • pandora vega said:

    utk newbie spt saya dgn canon 550d,lensa mana yg cocok utk motret landscape,macro,architecture dan potret.mhn infonya,kg-btw,tks bgt.

  • amy said:

    mas lg bingung nh mau pilih tamron yg 17-50 f/2,8 dengan sigma yg bukaan variabel 17-70 f2,8-4,5 dc macro

  • admin KG (author) said:

    Sigma sudah ada yg baru yaitu 17-70mm f/2.8-4.0 OS. Pilihan yg sulit antara sigma ini dgn Tamron 17-50mm f/2.8 karena yg satu fokalnya lbh panjang yg satu bukaannya konstan.

  • rud said:

    om mw tanya kl yg lensa fix 50mm 1.8 itu ada yg built in mtr/auto fokus g bt d3000?maap masih gaptek..pemula.sy png nyoba dg lens lain,selain 18-55 tp bngung mw pake yg mn?soalny budget sy minim?tlg saranya om…

  • admin KG (author) said:

    Utk D3000 ‘terpaksa’ memilih 50mm f/1.4 yg punya motor fokus. Sayang harganya cukup mahal, makanya saran kami lebih terjangkau 35mm f/1.8 tapi kalau anda tidak masalah dgn fokalnya yg bukan 50mm.

  • didi said:

    mas, numpang nanya..trus beda fungsi antara lensa kit sama fix/prime itu apa ya?

  • Ewan said:

    Pak mau tanya.
    Saya relative pemula dalam hal fotografi.
    Beberapa bulan terakhir baru tertarik, setelah istri beli DSLR Canon EOS 1000D. Saya sudah coba-coba pakai, ternyata menyenangkan juga. Kebetulan saya hobby travelling. Memang saya merasakan kendala utk memfoto obyek yang jauh posisinya.

    Saya berencana beli EOS 50D dengan lensa EF-S 55-250mm f/4-5.6. Apakah itu kombinasi yang baik? Mohon advise…

    terima kasih dan salam

  • admin KG (author) said:

    Kombinasi keduanya sih oke-oke saja. Perlu diingat kalau 50D tergolong kamera semi-pro sedangkan lensa 55-250mm tergolong lensa murah meriah. Tidak salah memang, toh yg anda perlukan kemampuan tele dari sebuah lensa kan? Tapi bila perlu kualitas maksimal, pertimbangkan lensa terbaik utk kamera anda spt 70-200mm.

  • Budi_81 said:

    Pak Admin mau tanya:
    Kamera saya CANON EOS 500D+Lens Kit EF-S18-55mm f/3.5-5.6 IS.
    Ada rencana beli kamera zoom, dan tertarik pada 2type;
    1. Canon; EF 55-200mm f/4.5-5.6 II USM
    2. Canon; EF-S 55-250mm f/4-5.6 IS
    Diantara keduanya mana yang kira2 lebih baik dalam hal harga dan hasil fotonya.
    Kemudian perbedaan antara “UMS dan IS” apanya ya.
    Mohon bantuannya
    Terimakasih

  • admin KG (author) said:

    IS : stabilizer optik di lensa
    USM : motor fokus ultrasonic

    Berhubung anda pakai EOS 500D (APS-C) saran kami lebih baik ambil EF-S 55-250 meski tidak ada USM tapi sudah ada IS.

  • ronald said:

    Pak mau tanya nih, utk eos 1000d dengan lensa kit 18-55 mau saya upgrade di zoom all around, pilihan saya utk ekonomis di canon 18-135 atau tamron 18-200 mohon pencerahan Pak utk pilihan yang tepat, thx :)

  • Wildan said:

    mas, saya awam nih, mau nanya, nilai zoom itu diukur dari apa ya? benarkah lensa 50-200mm bernilai (200/50=) 4x zoom?

  • admin KG (author) said:

    Benar begitu. Jadi lensa 28-280mm disebut juga 10x zoom, sedang 35-105mm disebut 3x zoom. Mudahnya adalah rasio dari fokal terpanjang terhadap fokal terpendeknya. dalam praktek dilapangan, istilah berapa kali zoom ini tidak ada artinya, tetap saja kita harus berfokus pada panjang fokal yg mau dipakai. Istilah ini lebih sering digencarkan justru di toko saat penjual merayu pembeli dengan membuat kesan kamera/lensa yg dijualnya hebat.

  • arief said:

    Pak, saya ingin membelikan hadiah lensa untuk istri saya ..
    Kamera istri saya canon 1000d, ia senang sekali foto makanan.
    Mengingat budget pilihan saya diantara tamron 70-300mm atau 18-200mm…
    Sebaiknya yang mana ya pak ?

  • admin KG (author) said:

    EOS 1000D pasti dengan lensa kit kan? Kalau 18-200mm nanti lensa kitnya tidak terpakai dong? Mending ambil EF-S 55-250mm saja untuk melengkapi rentang lensa dari 18mm hingga 250mm.

  • jealousy said:

    maaf mas saya baru rencanaain, ini mau beli camera,
    posisinya body :CANON 50D
    tapi bingung lensanya yang mana antara,lensa Canon 17-55mm atau
    Canon 18-55mm,
    pilih mana ya mas cocoknya, buat pemula kaya saya/
    tolong pencerahannya.

  • agus said:

    salm kenal nih buat admin KG, saya newbie nih rencana mau beli camera nikon D90, untuk lensa Kit nya 18-105 V, saya juga ada rencana mau beli tele nya yang AF-S 55-200mm f/4-5.6 VR atau Nikon AF-S 18-105mmf/3.5-5.6 DX VR atau ada rekomen yg lain, mohon pencerahan ? terimakasih

  • akbar said:

    kalo 50mm f/1.4 kira-kira harganya berapa ya pak?
    trus kalo 35mm f/1.8

  • moemoe said:

    mas saya mo tanya nih, sy punya canon 500D masih pake lensa satndar 18-55mm mau ganti ke lensa zoom, pengennya sih ke canon jg, yg pas buat pemula spt sy canon efs 55-250mm apa yg mana?, tp klo pake TAMRON AF 28-300mm f/3.5 - 6.3 XR cocok nggak? trims.

  • Adri said:

    Lensa yang diulas canggih-canggih. Kalau mau sedikit tantangan coba deh pakai lensa manual focus, lensa jadul, umur lensa bahkan lebih tua umur lensa daripada umur saya. Selain lens kit, semua lensa saya lensa manual focus, lensa murah meriah…hehehe, ada 7 lensa manual, fix focal length (28mm, 35mm, 50mm, 55mm, 58mm->2 buah dan 135mm) semuanya saya beli tidak lebih dari Rp 3 juta (tapi nyicil 1-1), paling murah Revuenon 55mm f1,7 seharga 230 ribu, paling mahal Carl Zeiss Jena DDR 135mm f3.5 seharga 800 ribu. Tetapi tetep asyik kok low light aja masih tetep OK, karena bukaan lebar2, dan bokehnya asyik2….buat makro juga bisa, tinggal beliin reverse ring seharga 70 ribu.
    Silahkan lihat di:

    Tapi jangan buka yang ini, bisa mengganggu kehidupan berumah tangga

  • admin KG (author) said:

    Terima kasih atas masukannya..

  • agus said:

    pak Admin KG, mohon masukan nih, saya punya Nikon D7000 Kit 18-105 VR, kalau untuk cari lensa tele yang pas type mana ya, 55-200, 55-300 atau ada yang lain pak, dan untuk lensa fix sya tertarik af 50mm f1.8, afs 35mmf1.8, mohon pencerahan yang cocok untuk type di atas, maklum masih newbi, terimakasih.

  • admin KG (author) said:

    55-200 : murah, optik tergolong bagus, AF lambat, bodi plastik, mount plastik

    55-300 : agak mahal, optik sama spt 55-200, AF juga lambat, bodi juga plastik tapi mount logam

    Jadi pilih 55-300 kalau dananya cukup, perlu range 200-300mm dan perlu mount logam.

    Untuk 50mm f/1.8 dia belum AF-S, auto fokus dari motor kamera. Kalau 35mm f/1.8 sudah AF-S, tapi bagi sebagian orang lebih suka fokal 50mm yg lebih masuk kategori perspektif normal.

  • sams said:

    Dear mas admin,
    Saya newbie dengan D90. Awalnya saya merasa lensa kit 18-105 VR cukup memuaskan untuk all round. Tapi saat ada kesempatan pinjam 50mm/F 1.8, wah…. terasa hasil cepretan makin indah, jadi ngiler pengen beli.

    Ketertarikan:
    - Tertarik sekali dengan foto alam & binatang liar, yg besar dan yang kecil2 (~9% foto)
    - Outdoor Activity (70% foto)
    - Indoor activity (20% foto)
    - Video (1%)

    Planning:
    50mm/F1.8 (~ 1.2jt) => indoor & outdoor, night & macro (+inverse adapter).
    18-105 kit => All rounder, traveling.
    Samyang 500mm f8 (lensa, bukan yg mirror) (~2jt) => extra zoom untuk wild photography.

    Pertanyaan:
    - Mohon sarannya Mas.
    - Samyang 500mm F8 ini sangat susah dicari reviewnya. Mohon saran tentang lensa ini. Bagaimana bisa mendapatkan gambar tajam dengan lensa super zoom yang “lambat” dan tanpa VR ini?

    Terimakasih sebelumnya.

  • admin KG (author) said:

    Untuk Samyang 500mm memang minim literatur. Prinsipnya dgn lensa tele bukaan kecil kita akan kesulitan mendapat foto yg bebas blur kecuali di tempat yg benar2 terang atau dengan tripod yg kokoh.

  • yulianti said:

    nanya dong….sy punya camera nikon D40, bisa ganti lensa tele ga? kalo bisa tolong sarannya, yang sesuai dengan camera tersebut? terinma kasih

  • admin KG (author) said:

    Tentu bisa, pilihannya misal AF-S 55-200mm atau 55-300mm.

  • mardi said:

    Mas klo buat D3100 bisa ganti lensa ga? Mohon sarannya txs

  • lontong_balap said:

    Dear Admin,
    Saya baru aja beli kamera canon 1100D dan lagi pengen belajar fotografi. Kebetulan beberapa bulan lagi mau ke eropa buat belajar disana. Nah…kebetulan lagi, disana saya pengen jeprat-jepret landmark. Bisa tolong kasih saran lensa apa yang cocok untuk dipasangkan sama kamera tersebut.

    Terima Kasih.

  • PING said:

    Mo nanya mas admin,,
    Saya seorang pemula yg baru beli D3100 KIT, untuk pilihan lensa Tele sebaiknya sy ambil NIKON AF-S 55-200MM F/4-5.6G ED DX VR ZOOM atau TAMRON 18-200mm f/3.5-6.3 XR Di II LD Asp (IF)????? atau mas punya rekomendasi yg lain????
    Trims,,, web KG bener2 sangat membantu kami.

  • admin KG (author) said:

    Anda kan sudah punya lensa kit, lagipula kamera DSLR nikon pemula perlu lebih selektif dalam memilih lensa (harus yg ada motor fokusnya). Jadi saran kami cukuplah AF-S 55-200 VR utk mendampingi lensa kit dan kalau masih ada dana, bisa coba AF-S 35mm utk low light.

  • Iin said:

    Om admin, mo numpang tanya yah, saya pemula di dslr, dan sekarang megang d3100 dgn lensa tamron 18-250mm 1:3.5-6.3 (if) ld di II, menurut admin apakah kit saya sudah cukup atau ada saran lain untuk lensa yg lebih baik, kebetulan saya suka memotret landscape, apakah range tersebut sudah cukup wide atau ada rekomendasi lensa lain yg lebih wide? Lalu jika saya ingin beli lensa fix berapa range lensa yg cocok untuk kamera saya 35 atau 50 mm? Mohon masukannya
    Thanx

  • admin KG (author) said:

    Yang menentukan cukup tidaknya itu anda sebagai pemakai, bukan kami. Ada yg merasa cukup dgn kit 18-55mm, ada yg suka 16-85mm dan ada yg suka lensa praktis 18-200mm atau bahkan 18-270mm. Kembali soal cukup, urusan wide juga kembali ke anda. Kalau 18mm (setara 28mm di D3100) sudah tergolong wide tapi kebutuhan wide tiap orang berbeda. Lagipula landscape tidak melulu harus wide lho. Terakhir, soal lensa 35mm atau 50mm saran kami sih kalau ingin mendapat fokal yg normal (eqiv. 50mm) maka pilih lensa 35mm, tapi kalau mau lebih tele ambil lensa 50mm.

  • ari said:

    Slmt pagi bapak, saya pakai nikon d7000 vr dgn kit 18-105, kalau mau nambah lensa lg ada yg sarankan pakai 70-300 tamron atau sigma namun bapak pernah jelaskan kpd penanya yg lain kl memakai 55-300. Saya jadi bingung dan mohon saran bgmn sebaiknya? Lalu kalau lensa low lightnya sebaiknya pakai yg 35 atau 50mm? Terima kasih sebelumnys.

  • admin KG (author) said:

    Pertimbangan kami, lensa Tamron dan Sigma 70-300mm untuk yg versi non stabilizer itu akan banyak membuat foto blur karena getaran tangan, sedang yg versi stabilizer (OS/VC) harganya hampir sama seperti Nikon 70-300mm VR, kan lebih baik nambah dikit dapat yg Nikon.

    Untuk dana terbatas kami sarankan lensa tele murah yg sudah ada stabilizernya, dan itu hanya ada di merk Nikon 55-200mm VR atau 55-300mm VR. Untuk pemakai Canon bisa pilih EF-S 55-250mm IS.

  • wawan said:

    met malem pak….saya pemakai pemula yg berencana mo beli kamera canon EOS 7D n dengan lensa EF-S 17-55mm f/2.8 IS USM, kamera rencana mo dipakai buat indoor maupun outdor ( buat acara2 keluarga atau acara kantor gue)…kira2 sdh pas atau belum pilihan saya…atau mungkin ada pertimbangan lensa lain yg bisa jd bahan masukannya..

    makasih…

  • admin KG (author) said:

    Pilihannya sudah bagus. Kalau pun mau tambah lensa lain bisa tele lens seperti 70-300 atau 70-200.

  • tony said:

    Siang Om Admin , lensa nikon buat tele , antara 80-200 atau 70-200 apakah kelebihan dan kekurangan masing2 , secara harga terpaut sangat jauh . Saya pakai d300s , mohon tanggapan dan advis Om Admin . Terima kasih

  • admin KG (author) said:

    Bedanya di motor SWM dan sistem peredam getar VR. Lensa 80-200mm adalah lensa tele zoom bukaan besar yg populer tapi AF-nya ditenagai dari motor fokus di bodi (anda pakai D300s jadi lensa ini tidak masalah dipakai di kamera anda) tapi tentu tanpa VR akan ada saat2 tertentu yg membuat anda kesulitan memotret handheld misalnya saat cahaya kurang mencukupi. Tanpa VR, fokal 200mm minimal perlu memakai shutter speed 1/200 detik untuk hasil yg tajam.