Yongnuo YN460

Bermacam produk off-shoe untuk pecinta strobist

Komunitas pecinta fotografi strobist saat ini sudah semakin banyak. Kepuasan menghasilkan foto dengan teknik pencahayaan yang diatur sedemikian rupa itu ternyata membuat banyak orang terus ingin berkreasi memotret dengan lampu kilat. Foto yang dibuat dengan teknik ini mampu memberi kesan profesional, berkarakter, berdimensi dan unik. Jangan sangka untuk menggeluti hobi ini kita harus merogoh kocek amat dalam, karena ternyata gear yang diperlukan harganya cukup terjangkau.

Inti dari teknik strobist adalah memotret dengan lampu kilat yang terpisah dari kamera (off-shoe). Lampu kilat ini diatur di posisi tertentu sehingga akan memberi hasil yang berbeda dibanding lampu kilat terpasang di hot-shoe. Bagi yang perlu hasil lebih profesional, bisa digunakan lebih dari satu lampu yang menyala bersamaan. Antara kamera dan lampu kilat perlu adanya sinkronisasi sehingga timingnya tepat.

Cara yang umum dipakai untuk men-trigger lampu kilat yang terpisah dari kamera yaitu :

  • memakai kabel
  • memakai sensor cahaya (mata kucing)
  • memakai gelombang infra-red (IR)
  • memakai gelombang radio (RF)

Kabel flash
Kabel flash

Cara apa yang dipilih tentu tergantung pada kebutuhan dan dana yang ada. Kabel lebih kepada kemudahan pemakaian namun terbatas penempatan dan jumlah lampu yang bisa di-trigger. Mata kucing juga praktis meski di siang hari jadi kurang sensitif. Sistem infra merah sudah jarang dipakai karena repot, antara kamera dan lampu harus segaris, tidak boleh terhalang. Metoda RF dianggap sebagai metode off-shoe yang terbaik meski juga yang termahal. Lampu kilat kelas atas umumnya sudah memiliki pemancar RF terintegrasi sehingga bisa bermain wireless trigger dengan puas.

RF transmit receive unit

Yongnuo CTR-301P RF trigger
Yongnuo CTR-301P RF trigger

Bila anda hanya memiliki lampu kilat biasa (tanpa kemampuan wireless) maka anda perlu memiliki satu set pemancar-penerima sinyal yang dipasang apda hot-shoe kamera dan pada lampu kilat. Merk yang umum dipakai diantaranya Pocket Wizard, PT-04 dan Yongnuo CTR-301P. Perhatikan kalau tidak semua merk lampu kilat kompatibel dengan merk pemancar ini, untuk itu tanyakan pada penjual sebelum membeli.

Lampu kilat eksternal

Yongnuo YN460
Yongnuo YN460

Sebagai sumber cahaya utama kebutuhan strobist, tentulah yang dibutuhkan adalah lampu kilat (eksternal). Karena digunakan dalam kondisi terpisah dari kamera, maka pada dasarnya merk apa pun tidak masalah. Tidak ada resiko perbedaan tegangan yang berbahaya buat kamera karena lampu kilat ini tidak dipasang langsung pada kamera. Namun dengan memakai lampu kilat semerk dan ditrigger dengan commander yang sesuai, maka fungsi TTL bisa dinikmati secara off-shoe.

Anggaplah anda sudah cukup puas dengan pengaturan intensitas daya lampu secara manual (non TTL), maka beberapa merk lampu kilat ekonomis ini bisa saja dipakai untuk berkreasi secara off-shoe :

  • Nissin : Di466, Di 622 dsb
  • Tronic : TR 20, TR 26, TR 28, CN 505
  • Yongnuo : YN 460 dan YN 462
  • Merk lain seperti Metz, Vivitar, Sunpak dll

Aksesori lain yang perlu dimiliki untuk mendukung hobi ini diantaranya baterai AA atau NiNH dalam jumlah cukup banyak, kaki lampu kilat dan bila perlu tiang penyangga lampu atau tripod.

So, berkreasi dengan strobist? Mengapa tidak?

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

One thought on “Bermacam produk off-shoe untuk pecinta strobist”

  1. pak mau tanya, apakah lampu kilat ini bisa difungsikan seperti soft lamp? maksud saya lampu kilat ini nyala terus dalam posisi offshoe, tanpa mengikuti release shuter. trima kasih infonya… saya punya yongnuo 460

Comments are closed.