Home » review

Review : Yongnuo YN460 dan YN465 flash speedlite

13 December 2009 51,756 views 35 Komentar

Merk lampu kilat Yongnuo mungkin terdengar asing di telinga kita, meski di pasaran banyak dijumpai merk lampu kilat lain yang biasa disebut merk 3rd party, sebut saja misalnya Nissin, Sunpak atau Tronic. Bila di kesempatan lalu kami menguji lampu kilat profesional merk Nissin, kali ini kami ingin menguji lampu kilat murah meriah yaitu Yongnuo YN460 dan YN465. Keduanya hampir sama secara spesifikasi, kecuali YN465 sudah mendukung mode TTL sementara YN460 sepenuhnya dioperasikan secara manual.

yn460-465
Yongnuo YN460 dan YN 465

Yongnuo YN460 dan YN465 adalah lampu kilat ukuran standar yang ditenagai 4 buah baterai AA. Keduanya diklaim memiliki GN 33 dan memakai rangkaian sirkuit elektronik modern IGBT. YN460 memiliki mount universal (kecuali untuk DSLR Sony) dengan hanya 1 pin kontak, sedang YN465 sementara ini hanya ada versi Nikon dengan pin kontak yang mendukung fasilitas TTL flash dari DSLR Nikon. Yongnuo YN460 lebih dahulu dikenal karena harganya yang murah dan kemampuan pengaturan daya output secara manual, sehingga banyak dipakai oleh pecinta strobist. Tak lama berselang barulah Yongnuo meluncurkan YN465 dengan kelebihan bisa memilih mau pakai mode TTL atau mode manual. Hadir sebagai flash 3rd party ekonomis, keduanya sama-sama tidak dilengkapi dengan zoom head, baik auto ataupun manual.

Pin kontak data TTL YN465
Pin kontak data TTL YN465

Lampu kilat merk Yongnuo secara mengejutkan ternyata memiliki material plastik yang cukup baik dan kokoh. Pada saat kami memutar flash head ke atas bawah ataupun kiri kanan kami rasakan begitu mantap dan tidak terkesan murahan. Tidak ada magazine baterai untuk menampung empat buah baterai AA, kami harus memasukkan keempat baterai satu per satu. Untuk YN460 proses on off lampu dilakukan dengan menekan tombol power selama 3 detik, sedang pada YN465 dengan memutar knob. Setelah diputar, YN465 akan masuk ke mode TTL dan bila knob diputar lagi barulah mode berpindah ke manual. Baik YN460 maupun YN 465 memiliki 7 tingkat daya output dari 1/64 hingga 1/1 yang diwakili oleh 7 indikator LED. Bedanya, pada YN460 pengaturan daya ini dengan menekan tombol plus/minus, sedang pada YN465 dengan memutar potensio ke arah kanan.

Dalam paket penjualan disertakan pula flash stand, soft pouch dan manual singkat dalam bahasa Inggris dan China. Baiklah, kita tinjau lebih jauh keduanya dengan menilik spesifikasinya :

  • Circuit design: IGBT
  • Up/down ward angle: 0-90 degree
  • Left/right angle: 0-270 degree
  • Power Source: 4 X AA size batteries (Alkaline or Ni-MH are usable)
  • Battery Life: 100 - 1500 times (with alkaline batteries)
  • Recycle Time: 5 sec(with alkaline batteries)
  • Color Temperature: 5600K
  • Flash Duration: 1/800S - 1/20000S
  • Flash adjustment: 7 difference flash power level ( 1/1, 1/2, 1/4, 1/8, 1/16, 1/32, 1/64 )
  • Power Saving:  Stand by mode, 30mins to power off mode. 60mins to power off when using the optic mode (YN460)
  • Dimensions: 72X135X85mm
  • Weight: 250g

Yongnuo YN460

YN460 tampak depan
YN460 tampak depan

Kami sampaikan dulu di awal bahwa YN460 ini sepenuhnya dioperasikan secara manual. Artinya, kalau pengaturan daya lampu tidak tepat maka hasil foto akan over atau under. YN460 bisa dipakai di DSLR apa saja kecuali Sony, bahkan bisa dipakai di kamera non DSLR selama tersedia flash hot-shoe. Hanya ada satu pin kontak pada YN460 yang berfungsi untuk menerima sinyal trigger dari kamera, sementara tiga buah pin data yang ada di kamera tidak tersambung kemana-mana. Saat kami uji memakai Nikon D40 kamera tidak mengenali lampu yang terpasang (ada pesan di LCD : lighting is poor, flash recommended). Hal ini membuat kamera selalu menganggap bahwa kita sedang memotret tanpa lampu kilat, sehingga eksposur akan dihitung berdasar hasil metering apa adanya. Untuk itu bila dipakai di tempat kurang cahaya, lebih aman fitur Auto ISO dimatikan saja, gunakan mode shutter priority (S) dan asumsikan kamera akan memakai bukaan maksimal. Untuk mencegah blur akibat getaran tangan, gunakan speed 1/60 detik dan aturlah kendali daya yang ada pada tombol di bagian belakang YN460.

YB460 tampak belakang
YB460 tampak belakang

Keuntungan dari masalah diatas adalah, kita bebas untuk memakai nilai shutter berapa pun tanpa harus dibatasi oleh maksimum sync-speed dari kamera. Di siang hari kita bisa memilih memakai bukaan besar (untuk mengejar bokeh) tanpa harus kuatir speed yang akan naik tinggi. Kami bahkan pernah mencoba memakai speed 1/1000 detik dan hasilnya tetap baik. Tak heran kalau lampu kilat manual semacam ini begitu disukai para strobist photographer.

Fill-in flash, 1/1000s, f/4
Fill-in flash, 1/1000s, f/4

Untuk lebih menunjang hobi strobist, YN460 telah dilengkapi dengan sensor slave untuk menjadi off-shoe flash alias lampu yang terpisah dari kamera. Sensor ini akan terpicu oleh cahaya dari lampu kilat lain selama dalam jarak yang wajar. Cukup tekan tombol mode di lampu kilat dan YN460 akan berpindah dari mode manual (M) ke mode slave (S), bahkan kendali manual pun tetap bisa diatur saat memakai mode slave ini. Sayangnya posisi sensor slave ini berada di dalam lampu itu sendiri sehingga saat kita memasang aksesori seperti diffuser atau dome, sensor ini jadi terhalang. Yongnuo baru-baru ini telah meluncurkan YN460 mark II yang memiliki sensor slave di belakang plastik merah di bagian depan (pada YN460, plastik merah di depan hanya hiasan saja, dia bukan AF assist light).

Yongnuo YN465 (for Nikon)

Nikon D40 plus YN465
Nikon D40 plus YN465

YN465 bisa jadi merupakan lampu kilat TTL termurah yang ada di pasaran saat ini. Dengan memakai mode TTL, komunikasi data antara kamera dan lampu berjalan dengan sinkron. Kamera akan mengenali lampu yang ada dan mengirim informasi mengenai daya pancar lampu yang harus dikeluarkan berdasar hasil metering. Tak peduli mode apapun yang dipakai, entah itu auto, program (P), aperture priority (A) atau shutter priority (S), dan tak peduli pada posisi fokal lensa berapa pun, kamera akan berupaya membuat daya pancar lampu akan memberikan eksposur yang tepat. Hal ini akan sangat memudahkan saat kita memotret peristiwa yang cepat dimana bila memakai mode manual akan beresiko ketinggalan momen. Sayangnya YN465 tidak memiliki sensor slave untuk bermain strobist. Namun mengingat YN465 sudah mendukung TTL menurut kami sebaiknya YN465 ini digunakan on-shoe saja (dipasang di kamera). 

Tampilan belakang YN465
Tampilan belakang YN465

Hasil pengujian kami, digunakan di dalam ruangan YN465 mampu menerangi ruangan dengan baik dan eksposur yang dihasilkan pun tepat. Kami juga menguji memotret model yang lucu di bawah ini dengan berbagai fokal lensa yaitu 18mm,  30mm dan 60mm untuk melihat konsistensi eksposur. Inilah crop yang diambil dengan tiga posisi fokal lensa yang berbeda, dengan posisi flash dihadapkan langsung ke objek (tidak di-bouncing) :

yn465-18mm

yn465-30mm

yn465-66mm

Tampak meski tingkat eksposur yang dihasilkan masih wajar, namun konsistensi TTL bukanlah hal yang mudah didapat untuk Yongnuo YN465. Di posisi 18mm sebaran cahaya yang dihasilkan tidak merata kecuali jika ditambah diffuser built-in. Di posisi 30mm didapat eksposur yang paling tepat, sedangkan memakai fokal 66mm foto tampak sedikit under. Mungkin juga under ini dikarenakan tiadanya fitur zoom-head pada lampu kilat Yongnuo. Kabar baiknya, AF assist lamp pada YN465 berfungsi dengan baik yaitu saat cahaya kurang mencukupi, kamera akan menginstruksikan lampu kilat untuk memancarkan sinar merah untuk membantu kamera mencari fokus.

Pengujian kedua adalah melakukan kompensasi flash yang diatur pada kamera. Tujuannya untuk melihat apakah perintah kamera untuk menaikkan atau menurunkan daya output lampu dapat dilakukan dengan benar. Kami mencoba memotret dengan tiga macam nilai kompensasi yaitu Ev nol, Ev plus 1 stop dan Ev minus 1 stop. 

ev-test

Hasil foto diatas menunjukkan kalau kompensasi flash berhasil dilakukan dengan tepat. Kamera diset di mode A dengan f/5.6 dan kamera memilih nilai shutter di 1/60 detik, dan terbukti pengaturan daya output lampu bisa mengimbangi kompensasi yang diinginkan. Pada Ev 0 eksposur tampak pas, sedang Ev +1 tampak bagian putih bunga menjadi clipping/over, sedang pada Ev -1 foto keseluruhan tampak under.

Kesimpulan

Tak banyak yang bisa anda lakukan dengan lampu kilat seharga 400 ribuan (YN460) dan 700 ribuan (YN465). Saat ini Nikon SB400 sebagai lampu kilat TTL Nikon termurah pun harganya diatas satu juta. Dengan dana satu jutaan, SB400 disaingi ketat oleh Nissin Di622 dan merk lain seperti Sunpak yang juga sudah mendukung TTL. Yongnuo mencuri celah di segmen di bawah 1 jutaan, dengan menawarkan kepraktisan dengan kendali yang simpel, namun disisi lain tetap menjaga prinsip minimalis dengan tiadanya fitur zoom-head ataupun port data.

Bagi anda yang suka bermain flash manual, atau suka bereksperimen dengan off-shoe, maka YN460 cocok untuk dimiliki. YN460 bahkan memungkinkan kita memakai shutter speed tinggi tanpa masalah. Hanya saja untuk berkreasi wireless total diperlukan radio trigger semacam PT-04 atau CTR-301. YN460 akan membuat pemakainya sedikit kesulitan pada awalnya, mengingat diperlukan setting yang tepat antara kamera (shutter, aperture, ISO) dan power level di lampu kilat. YN460 bisa dibilang lampu kilat untuk strobist yang ideal : murah, praktis, bisa manual dan bisa slave.

Sebaliknya, bila anda akan sering memakai flash pada kamera (on-shoe) maka anda perlu flash yang mendukung fitur TTL kamera. Untuk itu YN465 lebih cocok untuk anda, lagipula saat hasil TTL ternyata meleset, toh kendali manualnya pun tetap ada. Satu hal yang disayangkan, YN465 tidak memiliki mode slave optik, meski tetap kompatibel dengan radio trigger (kami tidak tahu apakah fungsi TTL tetap berfungsi saat memakai radio trigger). Bila anda bingung pilih yang mana, ambil saja keduanya (YN465 dan YN460) sekaligus. Jadikan YN465 sebagai master yang terpasang di kamera, lalu YN460 bisa sebagai flash cadangan, atau bisa dipakai sebagai slave flash yang powernya bisa diatur secara manual. Total harga keduanya tidak sampai 1,5 juta kok, masih lebih murah dari Nissin Di622. Hanya saja urusan ketahanan alias keawetan adalah hal yang lain lagi. Produk Yongnuo masih belum teruji bisa bertahan berapa lama, apalagi quality control tiap item bisa saja berbeda.

Related posts:

  1. Flash Yongnuo YN560 kini dengan fitur zoom head
  2. Review : Sunpak PZ42X flash
  3. Yongnuo RF-602 wireless flash trigger plus remote shutter
  4. Bermacam produk off-shoe untuk pecinta strobist
  5. Review : Nissin Di866 Professional Flash

35 komentar »

  • geblek said:

    wakakaa flash mumer, apalagi dikawinkan sama trigerYONGNUO RF-602 tembokpun tembus hahaha

  • admin KG (author) said:

    Mas Joko sekarang pakenya flash apa? Kayanya tertarik sama YN465 nih :)

  • iksa said:

    Terima kasih reviewnya, sebagai pemula mungkin bisa cocok (di kantong) dengan flash ini daripada beli SB400 ya …

  • geblek said:

    saya belinya yg yn460 mas sama trigernya rf602 :)

  • Sony user said:

    YN 460 & 465 (dan flash merk lain) juga bisa dipakai di kamera Sony asalkan ditambah adapter, yang fungsinya merubah dudukan khas Sony/Minolta menjadi dudukan yg “umum”.

  • Suhendra Adi said:

    saya lagi mau coba…mudah2an yn460 II + trigger 602 yg saya beli pagi tadi sesuai rekomendasi dari beberapa temen utk flash murah tapi hasil tidak murah2an…..mohon saran temen2 semua

  • grundog said:

    saya juga pakai tapi YN460-II, dipakai strobist-an enak ditambah softbox juga maknyus, takut saya kalau pakai SB, takut sama harganya hihihihi. flash ini juga maknyus buat yang belajar strobis, recomended deh menurutku :D

  • endro said:

    Hai Mas,
    aku tuh punya kamera Canon A580…ada solusi MurMer gak neh utk Flash

  • admin KG (author) said:

    @ Endro : pakai flash eksternal merk Tronic atau sejenisnya, tapi yang disambungkan ke kamera via bracket, diikat ke lubang tripod di bawah kamera.

  • Chris said:

    YN460-II pas ndak ya dipasang ke canon semi-profesional S5IS saya, butuh pencerahan nih sblm mo beli, maklum pemula. sama dimana ya untuk dapet harga yg agak miring mohon share-nya, Thx.

  • revie pasla said:

    nice inpoh gan,…apalagi sekrg dah keluar YN465 bwt canon,…

  • newbe13 said:

    Om KG,, YN460-II (nikon D200) sy flash speednya kok g bs lebih dr 1/320s, lbih dr itu flash g merata,,terlihat jlas hnya sbgian yg terang (ga singkron). di review fill in 1/1000s hasilnya bagus/rata..Thx Infonya

  • admin KG (author) said:

    @ Newbe 13 : Mungkin karena mekanisme shutter D40 dan D200 berbeda di speed tinggi, jadi saat YN460 dicoba di kamera lain hasilnya bisa berbeda-beda.

  • Adi said:

    permisi numpang tanya neh, kebetulan gw lagi berpikir untuk membeli flas YN460II, gw lagi seneng ama highspeed fotografi nih, terakhir gw nyoba photo waterdrop dengan pop up flash, tapi speed cuma mentok di 1/200, nah yang saya mau tanyakan klo YN460 II itu pas dipasang on shoe bisa ga kita seting manual di speed 1/500 or lebih cepat lagi, dan batas maksimal speed nya berapa yah? thx buat infonya yah

  • admin KG (author) said:

    Flash internal/pop-up atau flash TTL akan menyesuaikan speed maksimal sesuai kemampuan sync shutter kamera. Sementara flash eksternal tanpa TTL alias flash manual, pada prinsipnya bisa diset pada speed diatas maksimum flash sync speed. Nantinya silahkan dicoba sendiri pada speed berapa kita mulai mengalami masalah shuuter block atau tidak sinkronnya antara durasi flash dengan kecepatan shutter. Ini semua tergantung tipe kamera apa yg dipakai.

  • Berry said:

    Numpang nanya bos….jenis speedlite tipe begini compatible gak buat Fuji S200 EXR ?

  • admin KG (author) said:

    Kalo yg versi TTL tentu tidak kompatibel. Kalo yg versi manual (YN460) semestinya bisa, tapi prinsipnya pengaturan level output dilakukan di flash (bukan di kamera). Setting di kamera (shutter dan aperture) juga harus dibuat manual.

  • Hansen said:

    hello kakak admin, itu di review atas foto anak kecil nya pake camera apa dan yongnuo tipe berapa bisa fill-in 1/1000 flash nya?? tertarik buat belajar flash nih tapi masih bingung mau beli yang mana.

  • edy purwantoro said:

    mas KG mau tanya, klo flash yongnuo 460 ini bisa di fungsikan nyala terus gak? maksud saya kayak softlamp/lampu sorot gitu.. gimana caranya yaa..trims

  • hary said:

    bos mau tanya nich,udh pernah ada yg ngalamin trouble sama yn-465.soalnya 3 bln br beli,awalnya gak masalah,tp sekarang kok bermasalah.saya pake yn-465 di d80 kok miss melulu cahayanya.dr 5 kali pengambilan cuma sekali keluar,udh ganti batre baru msh aja.mohon petunjuknya dunk…

  • admin KG (author) said:

    Udah dicoba di mode manual dan diset full power? Soalnya kalo TTL mungkin ada masalah sama komunikasi datanya.

  • h3los said:

    salam kenal dan ngikut nimbrung mas, saya pemula di fotografi oleh karenanya mesti tanya tanya klo diperbolehkan; saya pake kamera 400D dan flash YN465, dan lampu slave yang laen, ketika YN465 saya pasang di kamera dan dan mode saya pilih M (manual) di YN465 tetapi lampu slave kok gak bisa nyala bareng dengan bukaan kamera, sehingga hasil tetap gelap ( dua duanya nyala bareng tapi gak bersamaan dengan bukaan kamera)apa yang salah di settingnya mas? tolong di jawab yaaaa. makasih banget

  • admin KG (author) said:

    Setting shutter waktu itu berapa? Hindari memakai speed terlalu tinggi yang beresiko kamera dan lampu tidak sync. Opsi lain coba pake wireless trigger dan cek apa masalahnya masih tetap ada.

  • arief said:

    permisi mas. saya mau tanya ya. saya udah pake pernah YN460 beberapa bulan yang lalu selama 1 bulan tapi sekarang udah rusak karena jatoh. selama kurang lebih 1 bulan saya ngerasain baterai nya sangat boros ya mas ? bener ga sih ?

  • admin KG (author) said:

    Tergantung power yg anda pakai. Kalau selalu full power, sering dipake jepret ya cepat habis. Saya pakai sampai 100 lebih foto dgn variasi power baterainya masih kuat (cuma pake alkaline).

  • Andhika said:

    salam kenal mas saya pemula dalam fotografi, saya pengen nyoba strobist dengan harga yang ekonomis, jadi saya mau numpang nanya nih..

    1. YN-460 itu sudah dilengkapi dengan mata kucing yang memungkinkan dapat menyala jika tersambar dengan flash lain kan?artinya tidak memerlukan receiver lagi untuk menyala kan mas?
    2. pernahkah ada masalah dengan mata kucing tersebut?
    3. saya menggunakan Nikon D90 apakah YN-460 memungkinkan untuk highspeed fotografi?

    terima kasih banyak buat infonya mas…

  • admin KG (author) said:

    1. Ya. Tapi utk trigger secara wireless (pake gelombang RF) maka perlu beli satu set transmit - receive unit.
    2. Sering. Mata kucing banyak kelemahan, misal di siang hari dia tidak peka. Belum lagi kalo dia ditrigger lampu kilat orang lain, mau?
    3. High speed tidak didukung oleh YN-460. Utk itu cari flash yg dukung mode FP.

  • Andhika said:

    hmmm…begitu yah…jadi kalo saya mau beli YN-460 2unit berarti saya harus memiliki 2unit receiver dan 1unit transmitter (sperti RF-602 ya mas?)

    maap ni mas mode FP itu apa ya?

    thx beraat buat ilmunya….
    salam..

  • muhammad fariz said:

    mas bukannya flash sync d40 cuma 1/500 kok itu bisa 1/1000

  • admin KG (author) said:

    Nikon D40 punya electrical shutter jadi diatas 1/200 detik dia sudah tidak pakai mekanik shutter. Maka itu pada prinsipnya dia bisa memakai flash pada speed berapapun. Tapi sistem kamera membatasi hingga max. 1/500 detik. Dgn flash manual non TTL spt Yongnuo ini, kamera tidak mengenali flash yg terpasang di hotshoe dan tidak membatasi pemakaian speed max 1/500 detik (bandingkan dgn lampu built-in / pop-up kita tidak bisa menaikkan speed diatas 1/500 detik).

  • muhammad fariz said:

    tapi kan tadi mas menyebutkan bahwa d40 tidak mengenali flash yg terpasang, nah kalau kita onshoe dikamera pas kita tekan shutter nyala gak mas flashnya? , kan katanya tidak terbaca di kameranya (maaf mas banyak nanya :) )

  • admin KG (author) said:

    Perhatikan pin yg ada di flash hot shoe, ada satu yg besar di tengah dan beberapa yg kecil. Yg besar itu untuk trigger tegangan untuk memerintahkan si lampu menyala, sedang yg kecil itu pin data supaya kamera bisa menganali dan mengirim informasi lainnya ke lampu. Misal kita pasang lampu yg tidak mendukung TTL, memang kamera tidak mengenali lampu yg terpasang (karena lampu tidak ada chip TTL) tapi untungnya kamera tetap mentrigger lampu melalui pin yg besar setiap memotret. Jadi jgn kuatir, lampu pasti menyala cuma kalo tidak TTL ya terpaksa pengaturan intensitas / flash power dilakukan secara manual.

  • Theo said:

    Permisi,
    mau ikut numpang nanya mas KG,
    1. Apakah flash Yongnuo 460II bisa ditrigger menggunakan Meike MK-CR7?
    2. Apakah bisa juga men-slave Nissin Di466?

    Saya pakai Canon 50D. Trims untuk berkenan menjawab.

  • Olympus User said:

    Slmt malam….

    Saya abis beli yongnuo YN460-II, cara mengaturnya bagaimana ?
    Kamera saya olympus e-420

    Thx

  • Adnan Lakoro said:

    saya pake yongnuo dah 2tahun.