Home » fotografi

Cara mudah membuat foto lebih indah

18 February 2010 13,133 views 3 Komentar

Apapun kamera yang kita pakai, tiap kita memotret tentu harapannya adalah menghasilkan foto yang indah. Terkadang yang terjadi justru kekecewaan karena hasilĀ  foto kita kurang memuaskan, padahal di saat yang sama orang lain bisa membuat foto yang lebih baik. Bisa jadi kita lupa akan hal-hal sepele namun penting yang menentukan bagus tidaknya hasil sebuah foto. Kami sampaikan disini cara-cara mudah yang perlu selalu diingat guna mendapat foto yang indah.

Inilah cara mudah yang bisa diterapkan oleh siapa saja (termasuk pemula sekalipun) untuk mendapat foto yang lebih indah :

Perhatikan komposisi

Memotret dengan kamera ponsel sekalipun, titik berat pada komposisi akan membuat hasil foto yang berbeda dan bisa tampak indah. Sebaliknya, bila memakai kamera mahal yang canggih sekalipun tapi tidak mengindahkan komposisi akan menghasilkan foto yang tidak bisa ‘bicara’.

sawah

Komposisi berarti kejelian menempatkan objek pada bidang foto, bagaimana kita berpikir mencari point-of-interest untuk tiap foto, membuat kesan kedalaman dengan bermain framing hingga mengikuti aturan rule-of-thirds. Bila foto sudah terlanjur diambil namun ternyata komposisinya kurang enak dilihat, kita bisa selamatkan dengan melakukan cropping untuk membuang bidang yang tidak perlu.

Perhatikan pencahayaan

Selalu, sebelum kita memotret, perhatikan dengan seksama cahaya sekitar. Kenali sumber cahaya utamanya (matahari, lampu neon, lampu pijar atau lainnya), estimasi tingkat keterangannya (intensitas cahayanya) lalu arah datangnya cahaya (side light, back light dsb). dari sini kita bisa menentukan apakah cukup mengandalkan auto WB pada kamera atau perlu dilakukan WB manual.

siluet

Pada saat cahaya kurang, kita juga perlu mengukur kemampuan kamera kita (berapa shutter speed minimum, berapa bukaan lensa maksimum, berapa ISO tinggi yang masih layak/noise rendah) sehingga foto yang diambil tidak under-eksposur. Perhatikan juga bila cahaya datang dari arah belakang objek akan menghasilkan siluet sehingga perlu diputuskan apakah objek harus pindah posisi, atau kita kompensasi dengan menambah lampu kilat.

Perhatikan latar belakang

Ada kalanya yang paling ingin ditonjolkan dari sebuah foto adalah latar belakangnya. Berpose di depan Candi Borobudur atau gunung Bromo tentu maksudnya ingin menceritakan kalau ’saya pernah kesana’. Untuk itu aturlah latar bisa tampak jelas, sementara objek tetap proporsional.

Tapi kadang kita justru si objek adalah fokus utama dalam sebuah foto, sementara latar belakang bisa diabaikan. Untuk itu pilihlah latar yang tidak mengganggu fokus orang yang melihat foto kita. latar yang terlalu ramai dan penuh warna bisa membuat orang justru sibuk mengamati latar daripada objek foto. Bila kamera anda mampu membuat latar menjadi blur/out-of- focus, maka lakukanlah.

bunga

Perlu diingat juga kalau tiap posisi fokal lensa yang berbeda mampu memberi perspektif yang berbeda terhadap objek dan latar. Saat anda memakai lensa zoom dan akan memotret objek yang relatif terhadap latar, aturlah posisi anda, posisi fokal lensa, posisi objek dan posisi latar agar memberi perspektif yang diinginkan.

Perhatikan kamera anda

Terakhir, diluar faktor eksternal diatas, ujung-ujungnya juga kembali pada kamera sebagai alat yang menentukan hasil foto. Banyak orang kecewa setelah melihat hasil foto yang diambilnya, tanpa memperhatikan apakah dia sudah melakukan yang terbaik saat memotret. Cek kembali setting kamera anda saat akan memotret :

  • jangan goyang saat memotret, sedikit saja handshake akan membuat foto blur, apalagi saat shutter speed rendah (dibawah 1/30 detik) atau saat memakai lensa tele (diatas 100mm)
  • pastikan auto fokus mengunci pada objek yang dituju, bukan salah memfokus pada latar belakang atau objek lainnya
  • periksa histogram sebelum memotret, bila under atau over bisa dikompensasi dengan Exposure Compensation (Ev) ke arah plus atau minus
  • tentukan apakah anda perlu memakai lampu kilat atau tidak, bahkan di siang hari sekalipun

Tentu saja apa yang diuraikan di atas hanyalah hal-hal yang bersifat mendasar, masih banyak faktor teknis atau non teknis yang mempengaruhi kualitas hasil foto. Tapi umumnya hal-hal sederhana ini kadang terlupakan saat memotret dan kita berpotensi kehilangan hasil foto terbaik yang semestinya bisa kita dapatkan.

Related posts:

  1. Kenali aneka kesalahan yang dilakukan pemula saat memotret
  2. Basic lighting dalam fotografi digital

3 komentar »

  • danang767 said:

    nice topik…

    aku mau sharing aja…

    tiga hal yang aku perhatikan ketika melakukan komposisi
    1. bentuk (shape) dari objek, foreground, dan background
    2. pencahayaan dan bayangan (meliputi juga bagaimana bentuk cahaya dan bayangan yang terbentuk)
    3. warna, dan kombinasinya

  • Monang Sirait said:

    Salam kenal! Mas! Saya ingin belajar ttg memotret. Masih sangat awam. Pemula! Camera apa yang disarankan untuk pemula ya? Terimkasih!

  • Kiki said:

    Salam kenal ya :)