Home » kamera DSLR

Kamera Sigma dengan sensor Foveon kembali hadir

22 February 2010 929 views
Tech tipsComputer Tricks

Di ajang Photo Marketing Association (PMA) 2010 kali ini, kejutan besar justru datang dari Sigma. Selain merilis banyak lensa baru atau menyempurnakan lensa lama, Sigma juga menghadirkan tiga kamera bersensor Foveon. Sensor Foveon memiliki karakteristik khas dengan tiga lapis filter warna RGB yang menjamin keindahan warna seperti aslinya. Ketiga kamera itu adalah Sigma SD15 (DSLR), Sigma DP2s dan Sigma DP1x (kamera saku). Ingin tahu seperti apa ketiganya? Kami ulas semuanya untuk anda.

Sensor Foveon X3 adalah sensor dengan tiga lapis filter warna berjenis CMOS dengan ukuran yang sama seperti sensor DSLR APS-C, sehingga crop factor yang dihasilkan juga sama. Sensor Foveon X3 ini memiliki resolusi 14 MP total, artinya resolusi ini adalah penggabungan dari 3 layer warna RGB yang ditumpuk, sehingga resolusi aktual foto sesungguhnya adalah 2652 x 1768 piksel (atau kurang dari 5 MP). Karena di tiap pikselnya sensor ini memiliki filter RGB tersendiri, maka tidak dikenal interpolasi warna yang selama ini dijumpai di sensor konvensional. Hasilnya, warna mampu direproduksi seindah aslinya, tidak pucat karena teknik interpolasi. Apalagi dengan memakai format RAW, menghasilkan foto dengan warna warni indah bisa diwujudkan lebih mudah lagi.

Ketiga kamera Sigma baru ini merupakan penerus dari seri sebelumnya, kini dengan memakai layar LCD berukuran 3 inci yang sedang jadi tren di tahun ini. Inilah ketiga kamera Sigma baru di tahun 2010 :

Sigma SD15

sigma-sd15

Kamera DSLR yang diperkenalkan tahun 2008 ini akhirnya siap untuk diproduksi masal tahun ini. Berbekal sensor Foveon X3 14 MP, kamera ini siap bersaing dengan merk lain dengan sederet fitur menawan. Sejak tahun 2002, Sigma telah meluncurkan beberapa produk DSLR seri SD seperti SD9, SD 10 dan SD14. Kamera dengan mounting lensa Sigma SA ini memang cuma punya 5 titik AF, tapi kalau ditinjau dari fitur lainnya sudah tergolong lumayan, seperti sensor metering dengan 77 segmen dan finder berjenis prisma. Untuk adu spesifikasi dengan merk lain mungkin Sigma SD15 ini masih kalah, tapi inilah kamera DSLR satu-satunya dengan sensor Foveon yang ada di pasaran.

Sigma DP2s

sigma-dp2s

Kamera saku yang lensanya tidak bisa di-zoom ini mungkin tidak membuat kebanyakan orang tertarik. Desainnya yang kotak berwarna hitam dengan lensa fix 24mm memang tidak akan mencatat rekor dalam penjualan. Tapi secara esensi, kamera ini menjadi idaman para profesional yang mencari kualitas hasil foto terbaik yang bisa diberikan oleh sebuah kamera saku. Dibalik ukurannya yang kecil, tersimpan sensor Foveon X3 14 MP yang sama seperti yang dipakai Sigma SD15. Karena sensor ini berukuran setara dengan sensor DLSR APS-C, maka lensa fix 24mm di kamera ini akan setara dengan fokal 41mm dengan bukaan f/2.8 yang cepat, sehingga cocok untuk dipakai foto potret atau low light. Tersedia RAW file format dan flash hot shoe untuk mendukung kerja para profesional. Urusan kecepatan fokus yang jadi kekurangan Sigma DP2 sudah disempurnakan di Sigma DP2s ini.

Sigma DP1x

sigma-dp1x

Kamera ini merupakan penerus Sigma DP1s yang lensanya juga fix, hanya berbeda di fokal lensa saja dengan DP2. Bila DP2 memakai lensa 24mm yang setara dengan 41mm, disini digunakan lensa yang lebih wide yaitu 16mm (setara 28mm) namun bukaan maksimalnya lebih kecil yaitu f/4. Sigma DP1x juga memakai sensor Foveon X3 14 MP berukuran APS-C, RAW dan flash hot shoe serta ditunjang dengan kinerja auto fokus yang telah disempurnakan. Kamera ini cocok untuk dipakai untuk para profesional saat memotret landscape dan interior, namun lensanya yang hanya bisa membuka di f/4 kurang cocok dipakai untuk urusan kecepatan tinggi, apalagi tidak tersedia fitur stabilizer pada kamera Sigma DP apapun.

Contoh hasil foto Sig,aa DP2 dengan sensor Foveon

Contoh hasil foto Sigma DP2 dengan sensor Foveon

Lensa Sigma

Selain meluncurkan tiga kamera, di ajang PMA 2010 Sigma juga meluncurkan banyak lensa baru dengan mount Nikon, Canon, Pentax, Sony dan Sigma, yaitu :

Lensa untuk DSLR Full Frame (berkode DG) :

  • Sigma APO 70-200mm f/2.8 EX DG OS HSM (lensa tele profesional cepat kini dengan stabilizer OS)
  • Sigma APO 50-500mm f/4.5-6.3 DG OS HSM (lensa super tele juga kini dilengkapi OS)
  • Sigma 85mm f/1.4 EX DG HSM (lensa prime kelas elit)

Lensa untuk DSLR crop / APS-C (berkode DC) :

  • Sigma 8-16mm f/4.5-5.6 DC HSM (lensa paling wide yang pernah ada untuk APS-C)
  • Sigma 17-50mm f/2.8 EX DC OS HSM (lensa profesional normal untuk APS-C, kini dengan OS)

Related posts:

  1. Panduan memilih lensa DSLR

Beri komentar disini..

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Fokus pada topik, jangan melakukan SPAM.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.