novo-package

Mau pakai lensa Nikon di DSLR Canon? (Uji singkat Novoflex adapter)

Produsen kamera DSLR Canon dan Nikon memiliki mount sendiri untuk lensa mereka, yaitu F-mount untuk Nikon dan EF-mount untuk Canon. Bagi pemilik DSLR Canon, tidak ada cerita dia bisa memakai lensa Nikon atau sebaliknya (meski lensa Nikon bisa dipasang di DSLR Fujifilm karena Fuji mengadopsi F-mount untuk kameranya). Tapi kini untuk memakai lensa Nikon di kamera Canon bukan lagi hal yang sulit karena tersedia adapter mekanik berbentuk ring, salah satunya bermerk Novoflex yang kami uji secara singkat.

Novoflex merupakan produsen aksesori fotografi dan sudah membuat banyak adapter seperti untuk lensa four thirds dan lensa Leica. Namun bisa jadi produknya yang paling diminati adalah Novoflex EOS-NIK, alias untuk digunakan di DSLR Canon EOS, dengan lensa Nikon. Adapter buatan Novoflex ini berbentuk ring berbahan logam dan tertulis merk, tipe dan tempat pembuatannya (di Jerman). Pemakaiannya sangat mudah, adapter ini harus terlebih dahulu dipasang di lensa Nikon (atau bisa juga lensa third party dengan F-mount) dengan diputar di mount lensa sampai bunyi klik. Setelah itu, barulah lensa dipasang di kamera Canon layaknya memasang lensa Canon biasa. Untuk melepas adapter ini, pertama lensa harus dilepas dulu dari kamera, barulah adapter dilepas dari lensa (dengan menekan tuas kecil di adapter).

novo-package

Kami menguji adapter ini pada lensa AF-S 18-105mm tipe G dan kami rasakan adapter ini terpasang secara kokoh dan presisi tanpa ada kesan longgar atau goyang.

novo-af-s-181105

Sebagai bodi kamera kami gunakan Canon EOS 50D dan lensa Nikon yang sudah dipasangi adapter kami pasangkan ke kamera tersebut. Kami kagum akan presisinya adapter ini, terbukti setelah lensa terpasang di kamera, tidak ada kesan longgar sama sekali. Karena adapter Novoflex ini cukup tipis, sepintas tak ada yang tahu kalau antara bodi dan lensa ada sebuah adapter.

novo-50dnovo-50d2

Sebelum kami membahas soal pengujian adapter ini, ada beberapa catatan penting yang perlu disampaikan. Pertama yaitu Nikon dan Canon adalah dua merk yang berbeda dalam hal desain kamera, termasuk komunikasi data dari lensa dan kamera. Artinya, adapter ini tidak untuk menghubungkan pin kontak elektrik dari kedua musuh bebuyutan ini. Jadi lupakan soal auto fokus dan sistem stabilizer, tidak ada satu pun fitur itu yang bekerja. Bahkan konfirmasi fokus saat melakukan manual fokus pun tak ada, sepenuhnya mengandalkan mata saja.

Kedua, lensa modern sudah tidak dilengkapi dengan ring aperture, seperti lensa Nikon G. Proses penentuan bukaan lensa diatur sepenuhnya melalui kamera, dimana ada tuas kecil pada kamera yang terhubung ke lensa. Dengan dipasangnya adapter ini, kamera (Canon) tidak lagi bisa mengatur aperture lensa (Nikon) sehingga lensa yang tidak ada ring aperture terpaksa dipakai dalam bukaan terkecilnya (stop down). Untuk bisa mengatur diafragma dengan lensa Nikon G, tersedia adapter Novoflex yang dimodifikasi dengan penambahan tuas kendali diafragma.

Saat kamera EOS 50D dihidupkan, indikator pada layar menunjukkan F-00 yang menandakan kalau lensa tidak dikenali oleh kamera. Kami mencoba adapter ini dengan lensa G sehingga tidak lagi bisa mengontrol bukaan diafragma (alias memakai bukaan terkecil). Dengan memakai bukaan kecil, tampilan di viewfinder jadi gelap dan manual fokuspun jadi lebih sulit. Kami mencoba berbagai variasi mode seperti Av, Tv dan M. Meski metering tetap jalan, namun konsistensinya masih sering melenceng. Untuk kompensasinya, kami bermain ISO supaya mendapat eksposur yang diharapkan. Pada contoh foto berikut ini, kami memakai kecepatan shutter 1/40 detik dan ISO 1000 di siang hari (untuk mengimbangi kecilnya bukaan lensa, itupun masih terlihat under).

sample-novoflex

Jadi tidak mudah memang dalam mencoba memakai lensa Nikon G di DSLR Canon dengan memakai adapter ini. Tapi bagi anda yang punya lensa Nikon lawas seperti lensa AI atau AF dengan ring aperture, maka dengan adapter ini anda bisa berbuat banyak terutama dalam hal bermain eksposur. Hanya saja pemakaian lensa Nikon apapun tetaplah secara manual fokus saja.

Bila berminat, adapter Novoflex ini bisa dibeli seharga Rp. 2.350.000.

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

7 thoughts on “Mau pakai lensa Nikon di DSLR Canon? (Uji singkat Novoflex adapter)”

  1. kira-kira apa yang hendak dicapai dengan pemasangan lensa yang bukan merk aslinya seperti body canon dipasang lensa nikon ? apalah ada perbedaan yang cukup signifikan ataukah hanya sekedar coba-coba saja ?

  2. Misal ada orang punya kamera (film) dan lensa Nikon lawas, saat ini kameranya sudah rusak tapi lensanya masih bening. Nah dia skrg ingin beli DSLR Canon tapi mau lensa Nikon lawasnya tetap bisa dipakai, maka dia perlu adapter ini (yg dipasang permanen di lensanya). Jadi belum tentu sekedar coba2 saja.

  3. berarti ini akan membantu buat yang punya lensa lawas,,
    tapi dari sisi gambar apa tetap kokoh tuh mas,,,

  4. sebetulnya yang akan sangat efektif adalah memakai lensa yang bukaan aperture besar di bawah f/2.0 agar viewfinder masih tetap nyaman diintip (karena melakukan fokus manual)

    Lensa zoom kurang direkomendasikan mengingat kurang bagus hasilnya.

    Saran saya, sebaiknya memilih lensa yang sangat bagus agar hasil fotonya boleh setara bahkan di atas lensa AF di body Canon

  5. wah mantaph nih postingannya, moga2 bisa dijadikan sebagai modal menang di eksklusifimaginaction.com, lumayan gratis jalan2 ke Jepang hehehe

  6. kalo adapter + chip dari pentax ke canon ada ga yaa?
    atau kira2 ada yang tau ,, dimana tempat jualnya yang ga begitu mahal lah.thx.

Comments are closed.