Home » review

Review : Lensa Tokina 11-16mm f/2.8 AT-X

9 May 2010 26,791 views 9 Komentar

Kali ini kami sajikan review lensa Tokina yang populer di kalangan fotografer yaitu Tokina SD 11-16mm f/2.8 (IF) DX AT-X. Dari rentang fokalnya kita bisa simpulkan kalau lensa ini termasuk ke dalam kelas lensa ultra wideangle dimana fokalnya bermula dari 11mm dan berakhir di 16mm. Simak bagaimana kesan kami terhadap lensa ini, beserta hasil pengujian yang kami lakukan lengkap dengan contoh fotonya.

tokina-d40a

Ditinjau dari segi harga, Tokina 11-16mm ini tergolong sangat terjangkau untuk ukuran lensa wide. Dengan kisaran harga 6,5 juta lensa ini jauh lebih murah bila dibanding lensa wide dari Canon ataupun Nikon. Selain itu, lensa ini juga dikagumi karena memiliki bukaan aperture konstan f/2.8 yang besar dan bisa diandalkan di saat dipakai di tempat kurang cahaya. Lensa ini juga memiliki rancang bangun yang solid, dengan mount logam yang kokoh, bodi yang tidak terkesan murahan serta adanya distance scale window yang sangat bermanfaat. Dalam paket penjualannya disediakan sebuah lens hood untuk mencegah flare akibat sinar dari samping yang masuk ke lensa.

Lensa, hood dan box

Lensa, hood dan box

Berikut spesifikasi lensa Tokina 11-16mm f/2.8 :

  • rentang fokal : 11-16mm (setara dengan 16-24mm pada sensor APS-C)
  • bukaan maksimal : f/2.8 (pada seluruh panjang fokal)
  • bukaan minimaal : f/22
  • jumlah blade diafragma : 9 blade
  • optik : 13 elemen dalam 11 grup
  • fokus terdekat : 30 cm (1 : 11.6 rasio reproduksi maksimum)
  • diameter filter : 77 mm

Adapun arti dari kode-kode pada lensa Tokina 11-16mm ini diantaranya :

  • AT-X : Advanced Technology - Extra (lensa terbaik dari Tokina)
  • SD : elemen lensa Super Low Dispersion untuk ketajaman ekstra
  • IF : Internal Focusing, elemen lensa fokus yang berputar di dalam
  • DX : didesain untuk sensor APS-C, tidak untuk DSLR full frame

Lensa Tokina 11-16mm memiliki rancang bangun dan material bodi yang baik, jauh dari kesan murahan. Putaran zoom terasa mantap meski hanya sedikit (karena rentang 11-16mm cukup pendek). Tidak ada bagian lensa yang bergerak maju mundur saat lensa di zoom. Ada satu hal yang unik dari beberapa lensa Tokina (termasuk lensa ini), yaitu bila pada umumnya selektor auto fokus di lensa lain memakai tuas, di lensa ini justru dengan menggeser ring manual fokus pada bagian depan lensa. Artinya bila ingin beralih dari auto fokus ke manual fokus, cukup geser ring manual fokus ke arah dalam. Praktis dan cepat, tak perlu lagi mencari letak tuas dan menggesernya. Lensa ini terasa berat, lebih dari setengah kilogram, salah satunya karena digunakannya mount berbahan logam yang lebih berat dari plastik.

tokina-scale

Posisi fokal lensa Tokina ini bermula di 11mm (atau setara dengan 16mm) dan berakhir di 16mm (atau setara dengan 24mm). Memang bukan rentang yang panjang untuk sebuah lensa zoom, perbedaan hasil foto antara zoom out hingga zoom in pun tak begitu terasa. Bila ingin memakai manual fokus di lensa ini amat mudah, karena sudah tersedia indikator jarak fokus di lensanya. Lensa ini bisa diset manual fokus mulai jarak 30cm hingga infinity, akan lebih mudah bila di kamera terdapat indikator fokus (berupa lampu hijau yang menyala saat didapat fokus terbaik).

Dari pengujian yang kami lakukan terhadap lensa ini, tampak kalau hasil foto memiliki ketajaman yang amat baik, bahkan saat memakai bukaan maksimal f/2.8. Warna dan kontras tampak natural serta distorsi optik (cembung) dapat terjaga dengan baik, dalam arti garis tegas masih tetap dijaga supaya lurus. Karena lensa wide memiliki angle of view yang lebar, maka perspektif yang dihasilkan juga berbeda dengan lensa standar. Seperti lensa wide pada umumnya, obyek yang berada dekat dengan lensa akan mengalami  distorsi secara perspektif sehingga tampak miring. Oleh karenanya lensa wide memang tidak untuk dipakai foto potret wajah.

Indoor shot

Indoor shot

Performa bokeh atau out of focus dari lensa ini tergolong standar. Pemakaian lensa wide memang cenderung lebih ke DOF lebar untuk arsitektur maupun landscape. Namun berhubung lensa ini punya bukaan besar f/2.8 maka kami pun mencoba bagaimana bokeh yang bisa dihasilkan lensa ini pada bukaan terbesarnya.

Bokeh pada f/2.8
Bokeh pada f/2.8

Zoom wide
Zoom wide

Zoom in
Zoom in

Salah satu masalah umum lensa adalah purple fringing yang muncul di area dengan kontras tinggi. Lensa Tokina inipun tak lepas dari masalah fringing seperti tampak pada contoh di bawah ini.

Purple Fringing
Purple Fringing

Kesimpulannya, lensa Tokina 11-16mm f/2.8 ini merupakan lensa alternatif yang sanggup bersaing dengan lensa merk Canon atau Nikon. Build quality yang diatas rata-rata, performa optik yang amat baik, bukaan konstan f/2.8 yang membuatnya bisa diandalkan saat low light, serta harganya yang terjangkau membuat lensa ini jadi favorit para fotografer landscape dan interior.

Related posts:

  1. Review : Lensa Tokina AT-X 12-24mm f/4 Pro DX II
  2. Lensa wide cepat baru dari Tokina 16-28mm f/2.8
  3. Lensa Tokina 16.5-135mm f/3.5-5.6 DX
  4. Review : Lensa Nikon AF-S 10-24mm f/3.5-4.5 DX
  5. Review : lensa Nikon AF-S 18-105mm VR

9 komentar »

  • masteg said:

    wah akhirnya muncul juga reviewnya .. tapi ada yang kelupaan nih, mas waktu diuji dengan nikon d40 apakah bisa auto fokus ataukah memakai manual fokus ? Lalu jika memakain manual fokus apakah tidak sulit untuk mencari fokus pada obyeknya terutama pada waktu cahaya temaram (seperti contoh ).

  • admin KG (author) said:

    Murni manual fokus, karena tidak ada motor AF di lensa ini. Tidak sulit kok, karena ring manual fokus di lensa ini nyaman dan putarannya sedikit. Cukup lihat jendela distance scale, sesuaikan dgn jarak ke obyek dan lihat lampu konfirmasi fokus di viewfinder. Bahkan lensa wide ini saat dipakai landscape cukup diset manual fokus ke infinity, aman-aman saja.

  • masteg said:

    Jika dibandingkan dengan lensa sejenis tapi dengan bukaan yang lebih rendah misalnya Tamron for Nikon SP AF 10-24mm F/3.5-4.5 Di-II LD Aspherical (IF)karena didalamnya sudah ada micro motor bagaimana mas ? apakah pemilihan lensa ini karena faktor bukaannya yang lebih besar saja (f/2.8 vs f/3.5-4.5) tidak karena faktor widenya sendiri 10 mm dengan 11 mm pada wide lens apakah cukup memberi cakupan area yang lebih luas ? thanks ya mas

  • admin KG (author) said:

    Memang lensa wide tidak terlalu perlu bukaan f/2.8 karena sering dipake stop down bahkan sampai bukaan terkecilnya. Kalau lebih perlu motor fokus maka mending cari lensa lain dgn built-in motor dan saran kami nikon 10-24mm sudah sangat baik utk format DX. Beda antara 10mm dan 11mm tidak signifikan.

  • cameraaddict said:

    mas… menarik sekali reviewnya, pas banget sy lg cari lensa ini..
    cuman masih belum ketemu toko yg jual dan tentunya harganya yg termurah. :(

    pls help
    tq and keep review!

  • admin KG (author) said:

    Lensa ini termasuk yg sangat populer, mungkin karena banyak peminat maka stoknya sulit dicari. Kalau mau rekomendasi toko yang lengkap dan murah bisa ke tokocamzone di ITC Fatmawati.

  • Budi said:

    Sy menggunakan lensa super wide ini,,,dan so far, sy puas banget…bener-bener bersaing dengan lensa nikkor (yang selama ini jadi andalan sy)…

  • Jil Kalaran said:

    Mas, mau tanya ya. tempat sewa kamera tokina 11-16 dimana ya dan brp harga sewa per harinya. makasih

  • debagus said:

    mohon pencerahan…kira2 bisa dicompare ga antara tokina 11-16 atx Versus Sigma 10-20mm f4-5.6 EX DC HSM for nikon…kira2 apa kelebihan dan kekurangan lensa tersebut untuk nikon d90
    trims