Home » kamera DSLR, review

Review : Lensa Sigma 70-300mm DG OS

31 July 2010 40,670 views 4 Komentar

Inilah review kami terhadap lensa tele buatan Sigma yang punya nama lengkap Sigma 70-300mm f/4-5.6 DG OS yang kehadirannya diumumkan September tahun silam. Rentang fokal 70-300mm memang identik dengan rentang tele populer yang disukai para pencari lensa tele. Sigma sendiri sudah membuat beberapa versi lensa 70-300mm dan inilah versi terbaru mereka, cocok dipakai oleh pemilik DSLR crop sensor ataupun full-frame.

sigma_70_300_os

Saat ini jajaran lensa tele 70-300mm yang dimiliki Sigma cukup banyak disesuaikan dengan kebutuhan pembelinya, diantaranya :

  • Sigma 70-300mm : paling murah
  • Sigma 70-300mm APO : lebih mahal, dengan ekstra lensa ED
  • Sigma 70-300mm OS : paling mahal, dengan stabilizer

Sigma melakukan langkah yang tepat dengan membenamkan fitur stabilizer OS pada lensa 70-300mm OS ini, meski untuk itu harga jual lensa ini terpaksa naik hampir dua kali lipatnya.  Sayangnya lensa ini tidak lagi memiliki fitur makro seperti lensa non OS sehingga hilanglah kemampuan lensa ini dalam mengunci fokus pada benda yang berada dekat dengan kamera.

Pada produk yang kami coba (Nikon-mount) telah dilengkapi dengan motor fokus untuk menjamin kompatibilitas dengan DSLR Nikon entry level semisal D5000/D3000. Namun motor pada lensa ini bukan motor HSM khas Sigma melainkan motor biasa (seperti pada lensa Canon non USM) yang bersuara keras dan tidak terlalu cepat dalam mencari fokus. Kami mencoba auto fokus lensa ini di kamera Nikon D40 dan tidak ada masalah dengan sistem auto fokus di lensa ini, kamera dan lensa berkomunikasi dengan baik tanpa masalah.

d40-sigma-70-300mm

Kesan pertama

Lensa Sigma 70-300mm memiliki desain yang tergolong standar dengan kualitas rancang bangun yang cukup baik. Terdapat dua putaran di lensa ini yaitu untuk zoom dan untuk manual fokus. Putaran zoom terasa seret dan agak berat, sementara putaran manual fokus lebih terasa ringan. Sayangnya elemen depan lensa ini yang punya diameter filter 62mm ikut berputar saat mencari fokus.  Ada dua tuas di sisi kiri lensa yaitu On-Off sistem stabilizer OS dan tuas AF-M untuk auto fokus - manual fokus. Semua lensa Sigma memakai mount berbahan logam, tak terkecuali lensa ini juga memakai mount logam yang kokoh dan kuat.

Elemen optik dan fokus

Susunan optik Sigma 70-300mm terdiri dari 16 elemen dalam 11 grup, memiliki 9 blades diafragma dengan bukaan maksimal f/4 (di 70mm) dan f/5.6 (di 300mm) dan bukaan minimum f/32. Lensa berbobot 600 gram ini hanya mampu mengunci fokus ke obyek yang berada 1,5 meter di depannya, akibat dihilangkannya fitur makro yang dijumpai di lensa Sigma 70-300mm versi sebelumnya. Dalam paket penjualannya disertakan juga lens hood untuk mencegah flare.

Rentang fokal lensa Sigma ini adalah 70-300mm yang setara dengan 105-450mm pada kamera APS-C. Pada posisi fokal 70mm, lensa ini berada di dimensi terpendeknya yaitu 12 cm dan lensa ini akan semakin memanjang saat dizoom dan terukur panjangnya menjadi 18 cm saat di zoom ke posisi 300mm. Panjang lensa ini masih bisa bertambah sedikit bila ring manual fokus diputar. Ring fokus sendiri berfungsi bila kita ingin memakai manual fokus, dan tuas AF-M dipindah ke posisi M. Putaran manual fokus cukup presisi dan nyaman, sayangnya elemen lensa di depan harus maju mundur dan ikut berputar. Lampu konfirmasi fokus di viewfinder (titik berwarna hijau) akan menyala bila fokus terbaik telah didapat saat proses manual fokus.

Lensa ini memiliki bukaan aperture maksimal f/4 pada posisi 70mm, lalu berturut-turut mengecil menjadi f/4.8 pada posisi 100mm, f/5 pada posisi 135mm, f/5.3 pada posisi 200mm dan f/5.6 pada posisi 300mm. Bukaan terkecil dari lensa ini adalah f/32 dimana pastinya telah terjadi efek difraksi yang nyata bila kita memakai bukaan sangat kecil.

Zoom power

Pengujian pertama yang kami lakukan adalah melihat picture angle pada posisi fokal ekstrim 70mm dan 300mm, inilah hasilnya.

Ketajaman dan Difraksi

Selanjutnya kami menguji ketajaman dan efek difraksi yang terjadi untuk beberapa macam bukaan lensa (fokal lensa 200mm) mulai f/5.3 hingga f/32 dan inilah hasilnya. Seperti yang telah kami duga, ketajaman lensa ini pada fokal 200mm masih sangat baik, dan perbedaan ketajaman antara f/5.3 dan f/8 hampir sulit dibedakan. Mulai f/16 didapat latar yang semakin jelas dan mulai muncul kesan penurunan ketajaman akibat bukaan kecil. Pada f/22 danf/32 obyek yang difoto sudah semakin blur namun latar justru semakin tampak jelas.

Ini gambar aslinya :

Dan ini hasil crop untuk berbagai bukaan diafragma :

crop1

crop2

crop3

crop4

crop5

Optical Stabilizer test

Satu hal yang paling membuat penasaran banyak pihak adalah kemampuan OS dari lensa ini (yang diklaim mampu hingga 4 stop). Pengujian kami lakukan pada posisi fokal 200mm dan kecepatan 1/40 detik dengan mengambil dua gambar (satu OS posisi off, satu posisi on). Dalam kondisi tanpa stabilizer, diperlukan setidaknya kecepatan 1/200 detik bila memakai fokal 200mm. Maka kami anggap menguji kinerja stabilizer lensa ini dengan kecepatan 1/40 detik masih cukup fair, karena sudah 2 stop lebih rendah dari 1/200 detik. Foto sebelah kiri adalah hasil yang didapat dengan OS off, tampak blur akibat getaran tangan. Sedangkan foto sebelah kanan tampak tajam berkat fitur OS on.

os-test

Bokeh test

Lensa tele memiliki keindahan bokeh yang mendekati lensa prime meski tentu untuk itu perlu memakai fokal terjauh dan bukaan terbesar. Kami coba mencari tahu bokeh yang dihasilkan pada fokal 300mm dan f/5.6 dan inilah hasilnya.

bokeh

Fringing test

Purple fringing adalah hal yang umum terjadi saat kamera menangkap obyek dengan perbedaan kontras tinggi terutama pada posisi fokal terpendeknya, dan lensa ini pun tak luput dari masalah serupa. Muncul kesan warna keunguan pada batas tepi daun dan hal ini bisa diminimalisir dengan memakai fokal yang lebih panjang atau bukaan lebih kecil.

fringing

Kesimpulan

Lensa third party seperti lensa Sigma ini merupakan pilihan kedua apabila lensa semerk seperti Canon atau Nikon dirasa diluar dari budget, memang secara optik dan kualitas bodi memang tidak bisa sebaik lensa aslinya. Namun lensa Sigma 70-300mm OS ini punya bandrol harga yang berbeda tipis dengan misalnya Nikon AF-S 70-300mm VR yang membuatnya terasa terlalu mahal. Bila anda memerlukan lensa 70-300mm yang terjangkau, lensa Sigma non OS (seperti Sigma APO) bisa dibeli dengan harga 2 jutaan, adapun kualitas optik antara Sigma non OS dan Sigma OS kami yakin relatif sama.

Lensa Sigma 70-300mm OS ini secara umum memiliki performa optik yang baik, ketajaman yang baik (terutama di fokal 70mm hingga 200mm) dan relatif aman dari masalah lensa seperti flare dan purple fringing. Karakter warna yang dihasilkan cukup natural dengan kontras yang memuaskan. Lensa ini juga memiliki fitur wajib lensa tele yaitu stabilizer optik yang efektif setidaknnya untuk 2 stop. Ada dua hal yang kami sayangkan pada lensa ini, pertama tidak digunakannya motor HSM untuk auto fokus, kedua adalah dihilangkannya fitur makro yang sangat berguna.

Dengan harga 4 jutaan anda bisa memiliki lensa ini, atau anda bisa menabung lagi untuk membeli lensa Canon 75-300mm IS USM/Nikon 70-300mm VR yang lebih baik, atau menunggu hadirnya Tamron 70-300mm dengan VC (stabilizer optik) dan motor USD (Ultrasonic Silent Drive) yang secara umum sekelas dengan Sigma 70-300mm ini.

Utuk contoh hasil foto lainnya bisa dilihat disini (klik untuk resolusi asli 6 MP) :

Related posts:

  1. Review lensa Nikon AF-S 18-300mm VR
  2. Lensa Tamron 70-300mm baru dengan stabilizer dan motor micro
  3. Review : lensa Nikon AF-S 55-200mm VR
  4. Sigma 17-70mm f/2.8-4 OS HSM, lensa zoom normal untuk semua
  5. Lensa makro 180mm f/2.8 dari Sigma

4 komentar »

  • masteg said:

    mas .. berarti lensa ini tidak bisa dipasang filter cpl dong.. karena elemen depan lensa kan ikut berputar, tapi kalo melihat gambarnya memang tajam hanya saja fitur macronya hilang. Saat ini masih kepingin lensa lagi antara wide lens atau tele lens. Satu lagi mas mengenai qc dari Sigma apakah benar sering ada bad copy seperti yang dikeluhkan oleh banyak forum ? thanks

  • admin KG (author) said:

    Filter CPL atau grad ND tidak bisa karena elemen depan ikut berputar saat mencari fokus (auto atau manual). Kalo mau yg pake sistem inner focus tunggu produk sejenis dari Tamron.

    Soal bad copy memang perlu cek sebelum membeli, pastikan tidak mengalami front focus atau back focus.

  • anton said:

    bos, saya lg nyari lensa. apakah lensa sigma 70-300 ini masuk dg canon eos 400D ? tq

  • Bamby said:

    Kalo 60D enaknya pakai Sigma 70-300 yg pake makro ato lensa bawaan 18-135 ??