Home » kamera DSLR

Semua tentang kamera DSLR Canon EOS

28 August 2010 49,013 views 21 Komentar

Bagi anda pecinta DSLR Canon, atau yang sedang merencanakan membeli sistem DSLR Canon, apakah anda sudah kenal seluk-beluk DSLR Canon? Bagaimana konsep EOS dan EF mount, seperti apa auto fokus di kamera Canon, apa beda lensa EF dan EF-S, dan masih banyak lagi. Kali ini kami buatkan sebuah artikel yang khusus membahas DSLR Canon EOS secara lengkap hanya untuk anda. Selamat membaca..

Asal mula kamera EOS

EOS adalah singkatan dari Electro Optical System yang berarti sistem optik yang memiliki rangkaian elektronik. Canon pertama kali memperkenalkan kamera film EOS pada bulan Maret 1987 dengan meluncurkan EOS 650 dengan kemampuan auto fokus. Kamera EOS memiliki mount EF, sehingga Canon mendesain lensa khusus untuk mount EF dengan nama lensa Canon EF, dan semua lensa EF ini pasti kompatibel dengan kamera EOS.

Kamera EOS Digital pertama dari Canon adalah EOS DSC 3 dengan sensor CCD 1,3 MP (kerjasama dengan Kodak) dan tahap penting dalam manufaktur EOS ada saat Canon akhirnya bisa memproduksi sendiri kamera EOS dengan meluncurkan EOS D30 pada tahun 2000 dengan sensor CMOS beresolusi 3 MP. Sebagai prosesor dari EOS Digital, digunakanlah prosesor dengan nama Digic yang kini sudah mencapai generasi ke empat.

fd_mount

Kamera Canon sebelum 1987 memiliki mount FD yang hanya cocok untuk lensa Canon FD. Lensa FD (lihat contoh di atas) hanya bisa manual fokus dan lensa FD ini tidak bisa dipasang di mount EOS karena berbeda bentuk dan ukuran. Hal ini berbeda dengan sistem Nikon dimana semua lensa Nikon sejak jaman dahulu masih bisa dipasang di DSLR Nikon terbaru.

Transisi dari mount FD ke mount EOS menjadi saat-saat bersejarah Canon yang penuh kritik dan terkesan spekulatif. Namun akhirnya kini Canon berhasil menikmati hasilnya karena transisi berjalan sukses dan Canon menebusnya dengan memproduksi banyak lensa khusus mount EF untuk sistem EOS Digital yang berkualitas.

Lensa EF dan EF-S

Lensa EF  (electrofocus) adalah lensa buatan Canon yang memiliki mount EF sehingga pasti kompatibel dengan kamera EOS. Lensa EF bisa dipasang di bodi SLR Canon EOS film (35mm) maupun di bodi EOS digital apapun, baik dengan sensor full frame, APS-H maupun APS-C. Lensa EF kini memiliki banyak varian baik jenis prime (fix) ataupun zoom. Bahkan lensa kelas mewah dari Canon juga banyak diproduksi yaitu lensa dengan kode L-series (luxury) yang memiliki ciri ada gelang merah di ujungnya. Lensa L series ini memiliki kualitas optik yang prima dan kemampuan menahan gangguan cuaca berkat adanya weathersealing didalamnya.

drebel

Pada tahun 2003 Canon meluncurkan DSLR EOS 300D (Digital Rebel) dengan lensa kit EF-S 18-55mm. Inilah pertama kalinya diperkenalkan lensa EF-S dalam sejarah Canon. Lensa EF-S memiliki diameter image circle yang lebih kecil dari lensa EF, didesain khusus untuk DSLR dengan sensor APS-C seperti EOS 50D atau 500D. Jadi kamera EOS Digital dengan sensor APS-C bisa saja dipasangi lensa EF (tidak harus lensa EF-S), tapi sebaliknya lensa EF-S tidak bisa dipasang di bodi DSLR full frame. Huruf ‘S’ pada kode EF-S sendiri adalah singkatan dari Short (back focus), maksudnya lensa EF-S memiliki jarak yang lebih dekat antara lensa dengan sensor.

Kini di pasaran tersedia banyak lensa EF dan juga EF-S. Bila anda berencana akan memiliki DSLR EOS dengan sensor full frame seperti EOS 5D mark II, maka carilah hanya lensa EF saja. Namun bila anda merasa cukup puas dengan DSLR EOS sensor APS-C seperti EOS 550D, EOS 60D atau EOS 7D (dan tidak berencana membeli DSLR full frame di masa mendatang), maka lensa EF-S bisa jadi pilihan untuk dibeli.

Sistem auto fokus kamera EOS

Pada prinsipnya auto fokus (AF) di kamera EOS memakai motor AF yang ada di lensa, dengan kata lain semua lensa Canon EF memiliki motor AF didalamnya. Hal ini berbeda dengan Nikon yang memiliki motor AF di bodi kamera (meski tidak semua DSLR Nikon punya motor AF), dengan kata lain tidak semua lensa Nikon punya motor AF (hanya lensa Nikon buatan sejak 1992 yang ada motor fokusnya, diberi kode AF-S). Namun Canon tidak memperlakukan setiap lensanya dengan sama, dimana lensa murah dan lensa mahal diberikan motor AF yang berbeda jenis dan kualitasnya.

Terdapat dua jenis motor di lensa Canon, yaitu :

  • motor AFD (arc-form drive) atau micromotor drive -> untuk lensa murah
  • motor USM (ultrasonic motor) -> untuk lensa mahal

usm-ring

Motor AFD merupakan motor mikro yang konvensional dan murah. Didalamnya terdapat koil magnet yang berputar bila dialiri tegangan listrik. Motor ini bersuara berisik saat sedang berputar dan kecepatannya pun sedang-sedang saja. Perhatikan kalau lensa Canon EF/EF-S yang tidak diberi label USM artinya motor di dalamnya memakai sistem AFD (bedakan dengan lensa Nikon AF-S yang pasti sudah memakai motor SWM).

Motor USM merupakan tekolonogi baru yang menggerakkan motor dengan gelombang yang memberikan kecepatan lebih tinggi namun dengan suara yang lebih halus. Namun lagi-lagi Canon membagi lensa dengan teknologi USM ini kedalam dua kelompok, yaitu lensa USM untuk lensa mahal dan USM untuk lensa yang biasa.

Adapun dua jenis motor USM di lensa Canon, yaitu :

  • USM berbasis ring untuk lensa mahal (lihat contoh gambar di atas)
  • USM berbasis micromotor untuk lensa yang lebih murah

Perbedaan keduanya ada di prinsip kerja dan kemampuan manual fokus instan (FTM : full-time manual). Pada lensa USM berbasis ring, kita bisa langsung memutar ring manual fokus kapan saja kita mau. Jadi berpindah dari auto fokus ke manual fokus bisa dilakukan langsung tanpa memindah tuas AF ke MF. Bila memakai lensa non USM atau lensa USM murah (dengan micromotor), kita harus memindahkan tuas AF ke MF baru memutar ring manual fokus.

Lensa dengan kode USM atau bukan tidak akan berpengaruh pada kualitas optik, karena USM hanya menandakan sistem kerja motor AF saja. Bila anda dalam keseharian sering memotret benda yang bergerak, atau ajang olah raga dan perlu kinerja tercepat dari sistem AF lensa Canon, maka pilihlah lensa dengan teknologi USM didalamnya.

Mode dial khas Canon

Canon EOS Digital memiliki mode dial yang tidak banyak berbeda dengan kebanyakan kamera DSLR lain. Terdapat satu mode Auto, lima mode kreatif dan beberapa preset untuk kondisi yang spesifik (basic zone atau scene mode). Sekilas penjelasan tentang mode kreatif yaitu :

eos-dial

  • P (Program) : seperti mode Auto tapi kita bisa beralih dari beberapa kombinasi aperture dan shutter yang mungkin
  • Tv (Shutter Priority) : kamera menentukan setting terbaik, sementara kita menentukan berapa kecepatan shutter yang akan digunakan
  • Av (Aperture Priority) : kebalikan dari Tv, kita menentukan bukaan diafragma sementara kamera mengatur kecepatan shutter yang sesuai
  • M (Manual) : kendali akan shutter dan aperture murni pada kita sebagai pemakai
  • A-DEP (Depth of Field/DoF Preview) : kamera akan memakai bukaan terkecil (stop down) untuk preview DoF (karena mengurangi cahaya yang masuk maka tampilan di viewfinder akan menjadi agak gelap).

Lampu kilat

Canon EOS memiliki sistem lampu kilat dengan teknologi E-TTL (Electronic Through-The-Lens). E-TTL sendiri merupakan proses pengukuran cahaya (metering) melalui lensa sehingga bisa ditentukan berapa intensitas lampu kilat yang terbaik untuk tiap kondisi pemotretan. Hal ini akan menghindarkan hasil foto yang terlalu gelap atau terlalu terang saat menggunakan lampu kilat, baik saat memotret memakai lampu built-in ataupun eksternal.

Algoritma E-TTL Canon dilakukan berturut-turut yaitu :

  1. Saat tombol rana ditekan setengah, proses auto fokus dan metering (mengukur cahaya sekitar) dilakukan.
  2. Lampu pre-flash akan menyala, pantulannya kembali diukur oleh kamera.
  3. Dari situ kamera menghitung dan membandingkan dua hasil pengukuran sebelumnya.
  4. Saat tombol ditekan penuh, cermin terangkat, shutter membuka dan lampu kilat menyala.
  5. Shutter kembali menutup, cermin kembali turun dan hasil foto tampil di layar LCD.

580ex_ii

Untuk lampu kilat eksternal, Canon juga menggunakan teknologi high speed sync (FP mode) dan wireless mode. FP mode memungkinkan pemakaian lampu kilat eksternal dengan kecepatan shutter diatas kecepatan sync maksimum kamera, dengan cara lampu akan terus menyala dengan interval 50 kHz selama shutter terbuka. Hal ini cocok dipakai untuk melawan backlight meski konsekuensinya dapat menguras baterai lampu kilat. Wireless mode memungkinkan pengaturan beberapa lampu kilat sekaligus secara nirkabel, dengan satu commander dan beberapa slave. Komunikasi antara sistem lampu kilat memakai gelombang Radio Frequency (RF).

Produk lampu kilat terbaru yang pasti kompatibel dengan kamera EOS digital diantaranya :

  • Speedlite 580EX II (4 baterai AA - GN 58)
  • Speedlite 430EX II (4 baterai AA - GN 43)
  • Speedlite 270EX (2 baterai AA - GN 27)

Segmentasi produk

Kamera DSLR Canon EOS terkenal akan segmentasi produk (diversifikasi) yang jelas. Secara umum EOS Digital terbagi tiga kelompok yaitu kamera kelas pemula (juga diberi nama Digital Rebel), kelas menengah dan kelas pro.

EOS kelas pemula :

canon_eos550dInilah EOS yang biasa diincar oleh para pemula, untuk dokumentasi keluarga atau untuk sekedar menyalurkan hobi. Kamera EOS pemula ini berukuran kecil, berbahan plastik, memakai pentamirror untuk prismanya, tidak memiliki LCD di bagian atas, minim tombol dan kinerja burst yang pas-pasan.

Saat ini di pasaran ada tiga produk EOS Digital di kelas pemula yaitu :

  • EOS 1000D (10 MP, live view)
  • EOS 500D (15 MP, HD movie)
  • EOS 550D (18 MP, HD movie)

EOS kelas menengah :

canon_eos5dmkiiInilah EOS untuk para fotografer serius yang lebih dari sekedar hobi atau untuk mendukung profesimya. Kamera EOS kelas menengah punya bodi yang lebih kokoh (bisa fiber atau magnesium), sudah memakai pentaprism untuk prismanya, dilengkapi bermacam tombol akses langsung dan layar LCD tambahan di bagian atas. Fitur kamera kelas ini pun semakin lengkap dan punya ergonomi yang lebih nyaman.

Pilihan produk EOS di kelas ini adalah :

  • EOS 60D (18 MP, HD movie dengan layar LCD lipat)
  • EOS 7D (18 MP, HD movie, inilah kamera EOS tercanggih di kelompok sensor APS-C, sekaligus pengganti EOS 50D)
  • EOS 5D mark II (sensor full-frame 21 MP, HD movie)

EOS kelas pro :

canon_eos1dmkivInilah EOS untuk fotografer profesional yang berkecimpung di dunia bisnis fotografi seperti studio, produksi iklan maupun jurnalis olahraga. Kemera EOS kelas pro ini punya bodi yang besar (sehingga tidak perlu lagi memasang vertical grip), kinerja tertinggi, titik AF yang berlimpah (45 titik)  dan punya sensor besar.

Dua produk elit Canon di kelas ini yaitu :

  • EOS 1D mark IV (sensor APS-H 16 MP, HD movie)
  • EOS 1Ds mark III (sensor full-frame 21 MP)


Related posts:

  1. Canon umumkan kamera DSLR EOS 700D dan EOS 100D
  2. Daftar lengkap kamera DSLR Canon dan Nikon
  3. Perbedaan prinsip kerja motor AF pada kamera DSLR
  4. Mau pakai lensa Nikon di DSLR Canon? (Uji singkat Novoflex adapter)
  5. Canon 15-85mm/Nikon 16-85mm vs Sigma 17-70mm

21 komentar »

  • Wildan said:

    450d termasuk kelas mana mas?

  • krisna said:

    thanks, infonya komplit banget dan mudah dimengerti, kayaknya saya cocoknya eos buat pemula hehe

  • Budi said:

    Tulisan yang informatif, sangat bermanfaat untuk pemula yang sedang mencari tahu / mempelajari fotographi dan juga merupakan panduan bagi pemula yang ingin membeli peralatan agar tidak salah beli. Terimakasih telah berbagi ilmu.

  • yoyo said:

    apa kamera juga bisa kita upgrade,, diluar body nya,,, biar hasil bisa maksimal?
    thx

  • mas bowo said:

    Thanks infonya, kita tunggu artikelnya ALL ABOUT NIKON

  • Voucher Hotel Bali said:

    Setuju dengan Mas bowo, ditunggu artikel all about nikon :-)
    Makasih banyak untuk sharenya ^_^

  • rofiq said:

    informatif , nice gan ^_^

    saya juga mau sekalian nnya , mode apa yg biasanya kita gunakan untuk membuat foto sejenis speedlight ? ada yang tahu ? mohon bantuannya :D

  • robert said:

    , terima kasih untuk penjelasannya…

    kalo untuk investasi,.. secara pribadi pilih mana:
    Nikon D90 Lensa NIKON AF-S DX 18-200mm f/3.5-5.6G ED VR
    atau Canon 7D Lensa EF-S 18-135mm f/3.5-5.6 IS.

    terima kasih

  • Sulai Rahmat said:

    Mohon pencerahan….sebagai pemula saya tergiur dengan membeli kamera SLSLR Canon EOS Kiss X3 yang katanya sama specifikasinya dengan EOS 500D. saat kamera diterima dan langsung dibuka dan dicoba dipasang baterey dan SDHC card SanDisk. kamera lama sekali menyala dan tidak dapat membaca memory Card. saat dipakai shoot muncul INSERT CARD/REPLACED CARD. tetapi saat CARD tdk terpasang kamera bisa dipakai untuk shooting dan lampu juga menyala dan lensa juga bekerja tetapi tidak dapat tersimpan karena tdk ada memory. kira-kira kenapa kamera saya ya….

  • admin KG (author) said:

    Itu karena memory card rusak, coba ganti memory lain. Kalau masih tetap bermasalah kemungkinan kamera anda rusak / cacat produksi.

  • nangz said:

    Tulisan yang luar biasa, detail, jelas, & cerdas. walaupun saya sudah lama berhubungan dengan sistem EOS masih banyak yang bisa saya ambil dari sini.
    Terimakasih

  • savundu said:

    Om, bikin artikel ALL ABOUT SONY jg donk plis

  • mars said:

    sorry bos, mau nanya.
    aku punya Kamera Canon 500D
    Aku punya problem ama Baterai nya
    setiap aku charge, brp menit kemudian lampu di Chargerannya mati, padahal baterai belum terisi penuh.
    lalu kalau aku cabut, pasang lagi, nyala lampu nya, tp brp menit, mati lg, begitu terus. Jika aku biarkan saja, Baterai tidak terCharge.
    itu Eror dmn nya y?
    Apa Solusi nya?
    apakah saya harus membeli Baterai kamera baru?
    tqiu.
    MARS_

  • admin KG (author) said:

    Kemungkinan pin kontak antara baterai dan charger longgar atau kotor. Baterai itu baru perlu diganti kalau sudah diisi penuh tapi dipakai sebentar sudah habis.

  • dezet said:

    saya juga nih boss, berarti battery kamera harus di ganti ya? trus itu rusaknya kenapa ya? biasanya battery kamera ori sama engga beda harganya berapa? kualitasnya? hehe maap banyak nanya.. makasi

  • admin KG (author) said:

    Baterai non ori biasanya tidak akan bertahan lama, dan takutnya tegangan dan arusnya berbeda dgn spesifikasi yg ditentukan. Jangan ambil resiko lah, beli aja yg ori demi keamanan.

  • Meiyo said:

    bro, gw baru beli EOS 60D, masih belajar n utak atik, baru hari kedua, pas neken 1/2 shutter release, flash ga mau naik, muncul ket error 05 di LCD. Udah bawa ke datascript, mereka nawarin tuk service / ganti flash part +/- sebulan.. e buset lama amat kata gw. Menurut bro ini gimana ya ?. Apa gw yg bloon makenya..?. Thanks!

  • admin KG (author) said:

    Kalau ada tulisan di LCD error seperti itu memang ada yg tidak beres dgn kamera anda. Jadi dibawa ke datascript udah benar kok, kalau layanan perbaikan agak lama itu kami kurang tahu juga, mungkin perlu tunggu parts tertentu yg harus impor.

    Untuk masukan, flash tidak mau naik saat menekan tombol jepret itu asumsi kami anda pakai mode AUTO ya? Karena kalau di mode lain (P/A/S/M) flash hanya akan naik kalau kita menekan tombol flash. Apakah sudah dicoba juga? Siapa tahu tidak error lagi.

  • Meiyo said:

    Yg bikin gondok karna belum 3 minggu umurnya. Jadi apa gw dapat bad copy ya ?. Sangat mengesalkan.

    Yes, gw waktu itu nyoba mode Auto, flash gagal naik. Anehnya setelah itu gw coba terus flashnya bolak balik (pake mode Auto) terus pake mode manual (tekan tombol flash bolak balik). Sampai sekarang error #05 ny belum muncul2 lagi, bro. Kenapa bisa begitu ya ?.

    Menurut bro, apa saya diamkan saja dan gunakan terus untuk memantau apa errornya masih muncul2 lagi atau secepatnya di opname saja di datascript ya, bro ?. Thanks b4 tuk sarannya.

  • admin KG (author) said:

    Flash di mode AUTO hanya naik kalau dibutuhkan, jadi dibilang gagal kalau di saat gelap pakai mode AUTO tapi flashnya tidak naik. Saran kami sih diamati dulu kamera anda ini apa masih error lagi di kemudian hari, sambil mengumpulkan cukup informasi seandainya nanti mau klaim garansi.

  • Meiyo said:

    oke, kamera udah gw bawa travelling, ga muncul2 problem error 05 itu. Mungkin kamera itu keseleo ya :-?.

    O iya bro, mau tanya, saya jadi kepikiran beli lens hood juga, pake yg KW alias non ori katanya berpotensi bikin ujung lensa kegores ya ?. Benarkah ?. Thanks b4.