Home » kamera DSLR

Mengapa shutter kamera DSLR punya batasan umur?

1 September 2010 31,594 views 13 Komentar

Pertanyaan ini kerap muncul dalam perbincangan di forum atau diskusi pemula. Kamera digital yang nota bene tak lagi memakai film kerap dibayangkan sebagai sebuah kamera yang bisa dipakai terus menerus tanpa batas. Jepret sesukanya, lihat hasilnya, tidak suka ya tinggal hapus saja. Tanpa sadar jumlah foto yang sudah kita ambil mencapai ribuan hanya dalam waktu sebentar saja. Memang tidak ada salahnya apalagi demi alasan belajar fotografi, namun bila kita hanya memotret iseng saja, maka jangan gunakan kamera DSLR. Mengapa, karena kamera DSLR punya shutter unit yang umurnya terbatas.

Jawaban dari judul diatas jelas, karena shutter pada kamera DSLR bagaimanapun juga adalah masih sama seperti pada kamera SLR film, berupa shutter mekanik yang meski sudah dikendalikan secara elektronik namun bekerja membuka-menutup secara vertikal setiap foto diambil. Gerakan shutter inilah yang menimbulkan suara khas dari kamera DSLR saat memotret. Banyak yang belum tahu kalau shutter itu bila terus menerus dipakai suatu saat akan rusak (macet atau tidak berfungsi). Kisah yang umum terjadi adalah saat seseorang baru membeli kamera DSLR dia begitu kegirangan memotret sesukanya dan tiba-tiba dia terkejut saat mengetahui kalau shutter kamera DSLR itu ada batasnya, lalu terbayang sudah berapa banyak foto yang  dihambur-hamburkannya di masa lalu.

shutterunitUsia shutter (diistilahkan dengan Shutter Count) memang tidak ada yang bisa memastikan. Pabrik hanya mendesain shutter unit dan melakukan pengujian hingga jumlah tertentu dan merilis hasilnya di spesifikasi kamera DSLR. Kamera kelas pemula dinyatakan lolos uji hingga 50.000 kali pemakaian, sementara kamera kelas diatasnya bisa mencapai 100.000 kali bahkan hingga 300.000 kali. Angka ini tidak mengikat, ada kamera pemula yang bisa melampaui angka 50.000 dan ada juga yang baru 25.000 sudah rusak. Untuk melihat sudah berapa kali sebuah kamera DSLR itu dipakai, lihat shutter count di data EXIF-nya.

Yang jadi pertanyaan selanjutnya adalah, mengapa shutter mekanik semacam ini masih diperlukan di kamera DSLR? Padahal kamera digital biasa mulai dari kamera ponsel sampai kamera prosumer memakai shutter elektronik dengan hanya mengandalkan sensor saja. Tak lain jawabannya adalah karena sensor pada kamera DSLR tidak bisa melakukan ‘gating’ atau on-off tanpa bantuan shutter unit ini. Saat shutter masih tertutup, sensor mengalami kondisi ‘gelap’ dan saat kita memotret shutter membuka sejenak (sesuai shutter speed yang diatur oleh kita atau kamera) lalu menutup lagi. Dari gelap pertama menuju gelap kedua itulah trigger bagi sensor untuk bekerja. Di masa depan shutter mekanik bisa saja sudah tidak digunakan, bila produsen berhasil mendesain alternatif lain yang lebih murah namun tetap handal.

Related posts:

  1. DSLR dan shutter count
  2. Kenali lebih jauh seputar kamera DSLR

13 komentar »

  • Kiss X said:

    samsung dah pake shuter elektronik…

  • rizal said:

    bagaimna klo kita ingin mengetahui
    berapa kali kita melakukan shutter,??
    misalkan kita beli kamera second kita kan gak tau berapa klai di jeprat-jepret???

    please info via email..

    trims

  • wimpi said:

    Pertanyaan yg sama dg mas Rizal
    Saya pake canon 1000d ,bagaimana cara mengetahui sudah berapa kita motret.? kalau sudah habis count shutternya apa bisa diganti ? kira2 berapa harganya?

    Terima kasih.

  • admin KG (author) said:

    Paling mudah lihat di EXIF file JPGnya. Kalau tidak muncul, berarti mesti pakai software lain spt Opanda, XNview dsb. Shutter unit bisa diganti di service center resmi, kabarnya harganya sekitar 1 jutaan per penggantian.

  • bangka said:

    mas, kalo untuk Prosumer berlaku batasan umur gak?..
    thanks infonya…

  • admin KG (author) said:

    Prosumer tidak pakai shutter mekanik, jadi tidak ada masalah dgn usia shutter. Bedakan dgn kamera mirrorless spt Sony NEX yg masih pakai shutter meski bukan DSLR.

  • lienda said:

    kalo liat di EXIF caranya gimana? trima kasih sblumnya.

  • taufan said:

    gw lihat lewat flikr kok yg muncul
    Shutter- AELock AF/AE lock
    gimana tuh….? gw beli bekas kameranya.

  • andhi said:

    saya pemakai canon eos 7 d, bagaimana cara mengetahui shutter count nya ? saya pengguna baru, jd blm paham betul terhadap data exif. kalau berkenan mohon langkah langkah nya.

    terima kasih.

    andhi chandra

  • grandhia said:

    mas, klu usia shutterny sdh melampaui batas,,
    dan sudah rusak,,
    apakah kamera dslr itu msh bsa diperbaiki ??
    Dan biayanya gede gak ??
    Mksh sbelumnya,,

  • admin KG (author) said:

    Bisa diperbaiki dgn ganti shutter unit, biaya sekitar 1 juta.

  • ruffio said:

    kalu beli shutter kamera DSLR canon 20d di mana ya..?