s95_vs_lx5_thb

Lumix LX5 vs Canon S95 : Pertarungan dua kamera berlensa cepat

Tidak banyak kamera saku yang mampu mencuri perhatian banyak pihak karena kualitasnya. Tampil beda dari kebanyakan kamera saku yang begitu-begitu lagi, Canon S90 dan Lumix LX3 di tahun lalu sudah membuktikan popularitasnya dengan membukukan penjualan yang tinggi. Kunci sukses keduanya ada di lensa. Keduanya memakai lensa yang tidak umum, yaitu punya bukaan (lebih) besar untuk memasukkan cahaya lebih banyak. Kini kedua kamera tersebut terlahir kembali dengan nama Canon S95 dan Lumix LX5 (Panasonic jarang mau memakai angka empat) dengan berbagai perbaikan minor, lalu kembali bertarung di tahun ini untuk meraih posisi kamera berlensa cepat terbaik di dunia.

Sebelum membedah kedua kamera ini, kami ulas dulu soal bukaan lensa yang agak bersifat teoritis. Prinsipnya setiap lensa punya diafragma yang punya diameter tertentu, bisa dibuat lebih besar (untuk memasukkan lebih banyak cahaya) atau dibuat mengecil. Tentunya ada nilai bukaan maksimal (dan minimal) untuk setiap lensa, dan ini dinyatakan dalam f-number. Lensa yang punya bukaan besar biasa disebut lensa cepat, artinya bisa memakai kecepatan shutter tinggi. Umumnya bukaan maksimal lensa di pasaran berkisar antara f/2.8 hingga f/3.5 dimana f/2.8 punya bukaan yang lebih besar daripada f/3.5. Nah, kedua kamera ini punya lensa dengan bukaan f/2.0 yang secara teknis artinya sanggup memasukkan cahaya 2x lebih banyak daripada f/2.8. Jadi lensa f/2.0 identik dengan lensa cepat, berguna saat ingin memakai kecepatan shutter tinggi atau saat memotret di tempat low light (yang pastinya kecepatan shutter akan turun dengan drastis).

Canon S95
Canon S95, mungil namun sarat fitur
Lumix LX5
Lumix LX5, tampak profesional dan retro

Kedua kamera ini, Lumix LX5 dan Canon S95, punya berbagai kesamaan spesifikasi yang tidak mengherankan karena memang keduanya didesain untuk saling berkompetisi. Sebutlah misalnya memakai material bodi berbahan logam, sensor CCD 10 MP, layar 3 inci resolusi 461ribu piksel, HD movie dan RAW file format. Keduanya juga memakai lensa dengan bukaan maksimal f/2.0 tentunya. Keduanya bahkan memakai lampu kilat yang bersistem pop-up, untuk memakainya perlu ditonjolkan ke atas terlebih dahulu.

Namun untuk mengenal lebih dekat masing-masing kandidat, ada baiknya kita simak sekilas keduanya :

Panasonic Lumix LX5

Lumix LX5 merupakan kamera premium, kamera saku high-end dan sekaligus kamera saku termahal yang pernah dibuat oleh Panasonic. Dengan kisaran harga jual 4,75 juta rupiah, Lumix LX5 bahkan lebih mahal daripada kamera DSLR EOS 1000D atau Nikon D3000. Lumix LX5 mengandalkan lensa Leica yang dinamai DC Vario Summicron, kini dengan rentang fokal 24-90mm dan rentang diafragma f/2.0-3.3 yang mengagumkan. Berbalut bahan logam, kamera saku ini pastinya sudah sarat fitur wajib untuk menyandang gelar kamera mewah. Perbedaan nyata antara LX5 dan LX3 adalah pada lensanya yang lebih panjang (90mm dibanding 60mm) sehingga rentang fokalnya lebih serba-bisa untuk dekat maupun jauh.

lx5

lx5c

lx5b

Lumix LX5 menawarkan beberapa fitur unggulan seperti :

  • selektor multi aspect ratio (1:1, 3:2, 4:3 atau 16:9) tanpa menurunkan resolusi
  • manual eksposure P/A/S/M, turn-and-push jog dial di bagian belakang
  • ISO maksimum 3200 (dan bisa ditingkatkan namun resolusi diturunkan)
  • flash hot shoe (juga bisa dijadikan dudukan viewfinder tambahan)
  • HD movie, 720p, 30 fps, AVCHD lite, stereo
  • bisa zoom optik saat merekam video
  • dukungan aksesori seperti wide/tele lens conversion (memerlukan adapter)

Canon S95

Canon S95 memang hanya merupakan update kecil dari S90 dengan perbedaan utama di fitur HD movie. Keunggulan Canon S95 (dan sebelumnya S90) adalah kualitas dan fitur yang sebanding dengan harganya. Meski S95 masih tergolong agak mahal (4 juta) namun diprediksi harganya akan turun seperti S90 yang kini sudah dijual di kisaran 3,3 jutaan. Canon S95 juga menyempurnakan beberapa masalah kecil dari seri sebelumnya seperti tata letak tombol shutter dan rotate dial yang lebih keras (tidak mudah terputar tanpa sengaja). Canon tidak merubah lensa yang ada di S90, jadilah S95 ini memakai lensa Canon 28-105mm f/2.0-4.9 yang mengagumkan saat wide (f/2.0 di 28mm) dan biasa saja saat tele (f/4.9 di 105mm). Canon S95 berbagi sensor yang sama dengan saudaranya sesama kamera mewah – Canon G12 yaitu CCD 10 MP, namun punya lensa yang lebih cepat (G12 punya bukaan maksimal f/2.8) padahal di masa lalu seri G itu identik dengan lensa cepatnya.

canon-s95

canon-s95-top

canon-powershot-s95-2

Beberapa hal menarik dari Canon S95 :

  • ring di lensa yang bisa diprogram untuk berbagai kebutuhan (zoom, diafragma, kompensasi eksposur, manual fokus)
  • manual eksposure P/A/S/M, rotate-dial di bagian belakang
  • ISO maksimum 3200
  • HD movie, 720p, 24 fps,  stereo
  • in-camera HDR
  • multi aspek rasio 3:2, 4:3, 1:1, 16:9 dan 4:5 (melalui menu)
  • dukungan aksesori underwater casing

Pilih yang mana?

Tidak mudah memang. Pertama tentu perlu kita tinjau beberapa aspek utama dalam menentukan pilihan, yaitu :

Harga

Harga keduanya berbeda hampir satu juta. Sesuaikan dulu anggaran dan kebutuhan. Lumix LX5 dijual dengan kisaran harga bervariasi antara Rp. 4.750.000 hingga Rp. 4.950.000 sedang Canon S95 dijual di kisaran Rp. 3.900.000 hingga Rp. 4.000.000 (tergantung toko dan garansi).

Sensor

Keduanya memakai sensor jenis CCD 10 MP dengan sensitivitas tinggi. Sensor di Lumix LX5 agak sedikit lebih besar (1/1.63 inci) dibanding Canon S95 (1/1.7 inci) sehingga di ISO tinggi Lumix punya noise yang sedikit lebih rendah. Namun secara umum hasil foto keduanya hampir sama dengan foto yang noisenya masih baik hingga ISO 800 dan cukup jelek di ISO 1600 (ingat ini bukan sensor DSLR).

Lensa

Lumix LX5 unggul di posisi wide yang lebih berguna yaitu 24mm, sedang Canon S95 hanya sanggup hingga 28mm. Namun Canon memiliki posisi tele lebih panjang dengan 105mm, sedang Lumix LX5 hanya 90mm. Dalam fotografi, perbedaan hasil antara 24mm dan 28mm sangat banyak, namun perbedaan 90mm dan 105mm hampir tidak signifikan. Lumix juga unggul di bukaan lensa yang tetap besar saat tele yaitu f/3.3 sedang Canon mendesain lensa yang bukaannya mengecil drastis saat di zoom hingga f/4.9. Bila anda perlu lensa yang tetap punya bukaan besar di fokal tele, maka lensa Leica dari Lumix adalah jawabannya.

Fitur unggulan

Lumix LX5 menawarkan kemudahan berganti aspek rasio hanya dengan menggeser tuas di dekat lensa. Bila anda merasa fitur ini sangat memudahkan, jadikan ini alasan utama anda dalam memilih Lumix. Tetapi kami lebih tertarik justru oleh fitur Canon S95 yang menyediakan ring di lensa yang bisa diprogram untuk beberapa kebutuhan seperti zoom, diafragma, kompensasi eksposur, manual fokus hingga white balance. Hal ini membuat kita bisa memanfaatkan ring yang disediakan untuk mengatur dengan cepat fungsi yang paling kita sukai. Andai saja semua kamera saku bisa dibuat seperti ini..

Performa

Biasanya kami menilai performa kamera dari tiga hal yaitu shutter, auto fokus dan burst. Dalam urusan shutter, Lumix LX5 jauh lebih menunjukkan kelasnya dengan kemampuan shutter terlambat 60 detik dan tercepat 1/4000 detik, bandingkan dengan Canon S95 yang memiliki kemampuan 15 detik hingga 1/1600 detik. Untuk auto fokus keduanya membukukan catatan yang sama baik dan sama cepat, saat terang ataupun kurang cahaya. Urusan burst atau memotret bertuturan, Lumix LX5 agak lebih baik dengan 2.5 fps dibanding 1.9 fps milik Canon S95.

Ergonomi

Lumix LX5 tampil lebih besar dan berat, namun dengan ergonomi lebih baik daripada Canon S95. Soal ukuran memang S95 unggul berkat dimensinya yang real-pocketable, alias mungil. Satu hal yang disayangkan dari S95 adalah masih tidak adanya grip sehingga rentan jatuh saat digenggam. Untuk itu Lumix LX5 jauh terasa lebih nyaman (dan aman) saat digenggam. Canon S95 memiliki tata letak dan ukuran tombol yang lebih baik dari LX5, plus rotate-dial di bagian belakang yang memudahkan. Lumix LX5 justru melakukan perubahan yaitu meniadakan joystick yang sempat ada di LX3 dan menggantinya dengan turn-and-push jog dial di bagian belakang.

Movie

Oke, syukurlah keduanya kini sudah dipersenjatai dengan kemampuan merekam video High Definition meski hanya memiliki resolusi 1280×720 piksel dengan scanning proggresive. Berkat pemakaian sensor CCD, tidak usah kuatir video yang dihasilkan akan mengalami efek rolling shutter. Namun sensor CCD memiliki keterbatasan dalam frame rate sehingga Lumix hanya menyediakan frame rate maksimal 30fps dan Canon lebih rendah dengan 24fps, meski masih tergolong memenuhi standar minimal untuk video komersil. Keduanya memakai format audio stereo, meski Lumix kini menyediakan Dolby Digital Creator yang kami belum pahami benar manfaatnya.

Keterbatasan

Adalah hal bijak apabila kita mengenal keterbatasan dari kamera yang akan kita pilih. Tentu saja keduanya bukan DSLR, bukan pula rajanya ISO tinggi atau pemecah rekor kecepatan burst. Keduanya hanyalah kamera saku bersensor kecil (meski lebih besar dari kamera saku kebanyakan), memakai auto fokus berbasis deteksi kontras (yang tidak mungkin secepat DSLR) dan sejumlah keterbatasan lainnya. Namun juga kita perlu mengenali perbedaan keduanya dalam hal keterbatasan seperti :

  • Lumix LX5 dijual terlalu mahal dan akan tetap mahal untuk tahun mendatang (mengacu pada pengalaman LX3). Untuk hasil foto yang hampir sama baiknya, kita bisa memilih S95 yang dijual sekitar 1 juta lebih murah.
  • Lumix LX5 tidak memiliki mode HDR di dalam kamera, sebuh keanehan saat kamera saku lain termasuk S95 telah memilikinya.
  • Lumix LX5 belum didukung dengan aksesori resmi underwater casing.
  • Canon S95 tidak memiliki flash hot shoe, tidak mungkin menambahkan lampu kilat eksternal di atas kamera ini (kecuali memakai sistem wireless trigger, beberapa lampu kilat eksternal bisa di trigger dengan cahaya lampu kilat kamera).
  • Canon S95 tidak bisa zoom optik saat merekam video, meski masih ada digital zoom. Lumix LX5 akan memanjakan pecinta videografi yang sering zoom in-zoom out saat merekam video.
  • Lensa Lumix LX5 tidak otomatis terbuka dan tertutup, kita harus membuka tutup lensanya (lens cap) secara manual seperti lensa SLR.
Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

6 thoughts on “Lumix LX5 vs Canon S95 : Pertarungan dua kamera berlensa cepat”

  1. Trims atas ulasannya Mas. Btw, untuk seri bernomor 4, kelihatannya bukan cuma panasonic deh, kebanyakan vendor elektronik memang tidak memakai angka empat pada seri gadget mereka (misal Canon Powershot dari G3 langsung ke G5, juga Nokia dll) alesannya karena mereka menghormati budaya timur dimana pelafalan angka empat dalam beberapa bahasa negara asia itu terdengar mirip dengan pelafalan kata yang berarti kematian. lebih jauh, silahkan google “tetraphobia”
    Trims.

  2. Great Review…..thanks lot

    Belum sempat baca review ini saat beli, sore tadi sudah pilih LX-5 dengan bentuknya yang manis dan lensanya yang LEICA… untuk istri.. he… kalau saya sih tetep pilih G12 yang gagah….

  3. hmmm…review yg lengkap. 😀
    saya sukaaaa lumix…lumix..lumix…LX5
    karena lumix dr panasonic ini hasilnya memang bagus, hampir sama dgn DSLR.
    Tapi…harganya boook! kagak nahaaann…
    tp ya ada harga ada rupa. mantaplah buat lumix lx5

Comments are closed.