sunpak-pz42x-detail

Review : Sunpak PZ42X flash

Lengkap, handal dan terjangkau. Itulah yang orang cari saat akan membeli sebuah peranti fotografi termasuk aksesori lampu kilat eksternal. Kalau ketiga kriteria itu yang dikehendaki, rasa-rasanya lampu kilat dari Sunpak dengan nama PZ42X ini layak dinominasikan. Betapa tidak, lampu kilat ini sudah punya fitur lengkap yang bakal memuaskan hobi anda, pun kinerjanya handal dan harganya terjangkau. Kali ini kami berkesempatan mencoba unit ini dan kami tuliskan reviewnya untuk anda.

sunpak-pz42xSunpak PZ42X dijual di kisaran harga 1,4 jutaan. Produk yang ditenagai 4 buah baterai AA ini diklaim memiliki GN 42 yang lumayan kuat. Sepintas Sunpak PZ42X tampak tak banyak berbeda seperti produk flash lain yang sekelas (semisal Nissin atau Yongnuo) namun saat melihat lebih dekat barulah kehebatan lampu kilat ini terlihat. Karena PZ42X sudah mendukung TTL, maka saat membeli produk ini pastikan memilih jenis yang sesuai untuk kamera yang anda miliki, seperti Canon, Nikon atau Sony. Sunpak PZ42X ini tidak memiliki port apapun untuk memasang kabel syncro.

Beberapa nilai plus dari Sunpak PZ42X diantaranya :

  • bekerja secara TTL maupun manual (M)
  • ada fitur zoom head, dan bisa auto maupun manual
  • memakai layar LCD yang besar
  • tersedia lampu AF assist
  • bebas mengatur level output dan kompensasi (Ev)

Bila anda menyukai lampu kilat yang selalu terpasang di kamera (on shoe) maka anda akan menyukai fitur TTL dari Sunpak ini. TTL sendiri maksudnya adalah daya pancar lampu kilat akan disesuaikan dengan pengaturan kamera seperti shutter, aperture dan ISO. Jadi resiko foto terlalu terang atau terlalu gelap bisa dihindari dengan memakai mode TTL.

Fitur zoom head sendiri memungkinkan gerakan maju mundur pada lampu kilat sesuai posisi zoom lensa. Fitur ini memastikan meski kita melakukan zoom sekalipun, jangkauan lampu akan tetap mampu mencapai obyek yang dimaksud. Zoom head pada Sunpak ini memiliki rentang setara dengan 24mm hingga 105mm (atau 16-70mm untuk kamera yang memakai lensa APS-C). Bila digerakkan secara manual (dengan menekan tombol) mekanik zoom akan bergerak pada posisi zoom 24mm, 28mm, 35mm, 50mm, 70mm, 85mm dan 105mm.

Bila tidak suka memakai mode TTL, seperti saat memakai lampu terpisah dari kamera (off shoe), maka bisa mencoba mode M (manual). Pengaturan manual membolehkan kita untuk memakai daya full power (1/1) hingga daya terendah (1/64). Selain itu kita juga bisa melakukan kompensasi Ev ke arah positif atau negatif (bisa juga diatur lewat kamera).

Pemakaian

Untuk menghidupkan lampu kilat Sunpak PZ42X cukup dengan menggeser tuas on-off yang lebih praktis daripada menekan tombol seperti pada lampu merk lain. Hanya ada dua tombol utama sebagai kendali sekaligus mengatur menu lampu kilat ini, yaitu tombol MODE dan tombol SELECT. MODE dipakai untuk berganti setting sementara SELECT untuk mengganti settingnya, simpel meski perlu menekan tombol berkali-kali. Bila salah satu tombol ditekan, layar LCD akan diterangi oleh backlight berwarna merah.

sunpak-pz42x-detail

Lampu ini bisa ‘diangguk-angguk’ dan ‘digeleng-geleng’ seperti layaknya lampu kilat lain (untuk keperluan bouncing), juga tersedia wide diffuser bila perlu. Saat kami mencoba Sunpak PZ42X ini dalam kondisi on-shoe, fitur TTL berfungsi dengan baik. Kamera mengenali lampu kilat ini dan fitur TTL memberikan hasil yang konsisten di berbagai fokal lensa. Fitur zoom head juga bekerja sesuai namanya, terasa ada gerakan di bagian lampu saat lensa di zoom maju mundur (dan indikator fokal di LCD juga ikut menyesuaikan). Demikian juga dengan AF assist lamp berwarna merah yang akan menyala saat kondisi gelap, sayangnya intensitas cahaya merahnya masih kurang terang bila dibanding dengan AF assist lamp built in di DSLR Nikon.

Pengaturan kompensasi Ev bisa dilakukan di lampu kilat maupun di kamera. Kali ini kami mencoba mengubah nilai flash Ev di kamera, yaitu Ev +1 (over 1 stop), Ev 0 dan Ev -1 (under 1 stop). Inilah hasilnya :

Flash Ev +1
Flash Ev +1
Flash Ev 0
Flash Ev 0
Flash Ev -1
Flash Ev -1

Kami menemukan sesekali kamera tidak bisa mengenali lampu kilat Sunpak ini, sehingga fitur TTL otomatis tidak bekerja. Sebuah resiko yang memang bisa saja terjadi pada produk 3rd party apapun karena secara prinsip produsen kamera tidak pernah berbagi rahasia TTL mereka untuk pihak luar. Namun secara umum fitur dan kinerja Sunpak PZ42X ini sudah memenuhi standar, bahkan bisa menjadi alternatif merk dedicated seperti Canon 430 Ex-II atau Nikon SB600.

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

One thought on “Review : Sunpak PZ42X flash”

Comments are closed.