Home » kamera DSLR

Tidak puas dengan punya DSLR dan lensa kit saja?

4 December 2010 10,207 views 4 Komentar

Tidak banyak yang menyadari kalau memiliki DSLR sejatinya adalah sebuah komitmen jangka panjang untuk membangun sebuah “sistem kamera”. Kebanyakan pembeli DSLR hanya berangkat dari niat untuk mendapatkan hasil foto yang lebih baik dari kamera saku, atau tergiur oleh murahnya harga kamera DSLR belakangan ini. Tentu saja bagi pemula yang belum pernah memiliki lensa apapun, pilihan paling logis adalah memilih DSLR dengan lensa kit, atau lensa yang dijual satu paket dengan bodi kamera. Sebagian orang mungkin puas dengan apa yang dimilikinya, sebagian lagi mungkin tidak. Lalu apa saja yang mesti dilakukan bila pasangan DSLR dan lensa kit belum memuaskan anda? Inilah saran kami.

Kamera DSLR dengan lensa kit 18-55mm

Kamera DSLR dengan lensa kit 18-55mm

Kebanyakan orang yang tidak puas akan menyalahkan lensa kitnya yang dianggap kurang bagus karena murah. Saran kami, sebelum menyalahkan lensa kit pastikan dulu anda sudah mengetahui bagaimana mengoperasikan kamera anda dengan benar. Pahami juga konsep dasar mengenai eksposure dan pencahayaan, apalagi lensa kit punya bukaan diafragma yang tidak besar sehingga perlu selektif mengamati cahaya sebelum memotret. Kebanyakan lensa kit modern sudah punya fitur stabilizer, ketahui apa manfaatnya dan kapan digunakannya (umumnya untuk mencegah blur karena speed lambat). Bila perlu, jangan ragu menaikkan ISO karena inilah cara termudah saat bukaan lensa tidak bisa dibuat lebih besar lagi, dan shutter tidak bisa dibuat lebih lambat lagi.

Lensa kit itu tajam dan bisa memberi hasil foto yang sama baiknya dengan lensa yang lebih mahal asal kita mengetahui pada bukaan berapa lensa kit yang kita punya bisa memberikan ketajaman terbaik, yang umumnya pada nilai bukaan f/8. Memang beberapa hal yang  menjadi ciri lensa kit (lensa murah) tidak bisa dipungkiri akan membatasi kreativitas kita dan membuat kita mempertimbangkan mencari lensa lain, seperti :

  • motor Auto Fokus lambat : bila anda perlu kecepatan AF, cari lensa lain
  • elemen depan lensa berputar : bila anda memakai filter CPL, lupakan lensa seperti ini
  • tidak ada weather sealing : bila anda memotret ditengah hujan atau debu Merapi, carilah lensa profesional
  • distorsi yang nyata : bila anda perlu foto bebas distorsi, pertimbangkan lensa normal 50mm
  • plastik (mount plastik, bodi plastik) : takut patah? carilah lensa dengan mount logam
  • bokeh jelek : untuk mendapat bokeh yang menawan bisa cari lensa fix atau tele
  • bukaan kecil : profesional yang mencari lensa dengan bukaan besar tidak akan membeli lensa kit kan?

Bila anda hanya memakai lensa kit untuk kegiatan sehari-hari, seperti tamasya, acara keluarga sampai usaha jasa fotografi kecil-kecilan, rasanya lensa kit masih sangat mencukupi buat memberi hasil yang baik. Tapi bila anda memang sedang merencanakan membangun “sistem kamera” maka memiliki satu atau dua lensa lagi bisa jadi langkah bijak anda selanjutnya, seperti lensa tele (zoom) maupun lensa fix normal. Untuk memudahkan, baca lagi panduan kami dalam membeli lensa dan panduan bagaimana menilai kualitas dari sebuah lensa.

Nah, terlepas apapun lensa yang anda punya, kami sajikan juga apa-apa yang diperlukan untuk menjadikan kamera dan hasil foto anda lebih baik. Inilah dia :

sunpak-pz42x

Flash

Pertama adalah lampu kilat. Anda tentu menyadari kalau tidak setiap saat kita menghadapi kondisi pencahayaan yang ideal. Saat terik matahari lampu kilat tetap diperlukan untuk menghindari tingginya kontras dan mencegah backlight. Saat gelap lampu kilat juga mutlak diperlukan. Meski kamera DSLR sudah dibekali lampu kilat kecil, namun anda perlu lampu tambahan yang berdaya besar dan bisa di bouncing ke langit-langit untuk hasil yang lebih natural. Bahkan dengan memiliki lampu kilat tambahan, anda bisa berkreasi dengan wireless flash alias off-shoe flash, alias strobist untuk kreativitas lebih. Lampu kilat yang mendukung fitur TTL tentu lebih baik karena lampu dan kamera bisa berkomunikasi dengan baik sehingga intensitas cahaya bisa diatur supaya foto tidak terlalu terang atau gelap.

tiffen

filter

Kedua adalah filter. Penggunaan filter rupanya masih dibutuhkan dari sekedar untuk melindungi lensa hingga menghasilkan foto yang lebih baik. Filter juga bisa dipakai seperti kaca mata hitam yaitu menurunkan intensitas cahaya yang masuk hingga beberapa stop, gunanya kita bisa memakai speed lambat di siang hari. Filter semacam ini dinamakan filter ND atau Neutral Density. Ada baiknya kita punya satu filter ND misalnya filter ND untuk turun 4 stop (ND4). Ada juga filter yang cocok dipakai untuk membuat hasil foto lebih natural seperti Gradual ND ataupun Circular Polarizer, meski tentunya harganya juga lumayan mahal.

Ketiga adalah aksesori pendukung. Untuk mereka yang serius, menenteng tripod saat hendak memotret bukanlah suatu hal yang dianggap merepotkan. Mereka paham manfaat tripod dan bagaimana menggunakannya dengan baik. Tripod memang menjadi aksesori penting yang kerap diabaikan, padahal saat tiba-tiba kita perlu tripod namun tidak punya akan terasa ruginya. Aksesori lain ada juga battery grip yang berfungsi ganda sebagai vertical grip, untuk menambah daya kamera, untuk kamera tertentu seperti Nikon D300 bisa menambah kecepatan burst kamera, juga membantu anda saat memotret vertikal.

Inilah mengapa kami sampaikan di awal kalau membeli DSLR sama saja dengan membangun “sistem kamera”. Apa yang anda beli hari ini merupakan permulaan untuk membeli lagi dan lagi, tentunya dengan pertimbangan yang matang. Dengan diimbangi pengetahuan fotografi yang baik dan tekun berlatih, bukan tak mungkin anda yang merasa saat ini adalah pemula, suatu saat nanti akan menjadi seorang profesional.

Bila anda suka artikel ini dan hendak membantu kami dalam operasional pemeliharaan website (biaya internet, hosting, domain dsb) pertimbangkan membeli produk fotografi melalui kami yang telah didukung oleh sponsor situs ini, yaitu Tokocamzone. Dengan membeli melalui kami, anda sudah ikut membantu kami untuk terus membantu pembaca lainnya dengan membuat artikel bermutu.

Related posts:

  1. Pilih gear yang sesuai minat fotografi anda

4 komentar »

  • Kojack said:

    sebagai orang yang baru masuk ke dunia DSLR maka sepertinya saya harus siap - siap mengalokasikan sumberdaya lebih untuk membangun sistem saya. :)

  • Raung said:

    Pertama beli DSLR EOS 450D (sekarang sdh upgrade ke 7D) beserta lensa kitnya EFS 18-55 mm, belum ada satu bulan langsung terasa betapa amat terbatasnya kemampuan lensa kit, dg susah payah bulan berikutnya akhirnya “harus” beli lagi lensa EF-S 55-250 mm dan sekarang sdh tambah lagi lensa fix EF 50 mm…..dan masih banyak lagi peralatan tambahan yg ada di angan-angan….tp masih nunggu giliran…nunggu dana dulu…..

  • endri cahyo saputro said:

    wah, keren tulisannya om. buat newbie seperti aku, bisa dapet pengetahuan banyak dari tulisan di sini…

  • septian said:

    baca tulisan ini
    membuat hati semakin “tergoda” bwt UPGRADE