Home » kamera DSLR

Memilih lensa sesuai ukuran sensor DSLR

28 June 2011 36,983 views 11 Komentar

Kamera DSLR yang biasa kita pakai umumnya memakai sensor ukuran APS-C atau yang lebih kecil dari sensor ukuran full frame 35mm. Sensor APS-C akan membawa dampak adanya crop factor terhadap lensa yang dipasang, sehingga rentang fokal lensa akan 1.5 kali lebih panjang.  Awalnya di era SLR film, setiap fokal lensa akan memberikan fokal aktual yang apa-adanya. Sebuah lensa 50mm akan memberikan perspektif dan sudut gambar yang memang seperti yang semestinya sebuah lensa 50mm. Dengan era digital yang menggunakan sensor APS-C, maka ada penyesuaian dimana setiap lensa yang dipasang akan mengalami koreksi 1.5x sehingga lensa 50mm akan jadi ekuivalen 85mm. Alhasil di APS-C, lensa wide tidak lagi terlalu wide, dan lensa tele akan jadi semakin tele.

crop factorMengapa bisa terjadi demikian, jawabannya sederhana, karena sensor APS-C ukurannya lebih kecil dari sensor full frame, sehingga bidang gambar yang dicakup juga lebih kecil. Untuk itu produsen lensa juga berpikir, kenapa tidak membuat lensa yang sesuai dengan sensor APS-C saja? Akhirnya saat ini sudah banyak diproduksi lensa khusus sensor APS-C, seperti lensa EF-S (Canon), lensa DX (Nikon) dan juga buatan produsen lensa lain seperti dari Tamron, Sigma atau Tokina. Lensa-lensa ini bentuknya lebih kecil, dengan diameter bidang gambar yang lebih kecil (disesuaikan dengan ukuran sensor) dan tidak cocok untuk dipasang di DSLR full frame.

Apakah kita harus selalu memilih lensa semacam ini? Tidak juga, tidak ada pantangan bagi pemilik DSLR APS-C untuk memakai lensa full frame, apalagi lensa full frame punya pilihan yang lebih banyak dan umumnya lensa profesional adalah lensa full frame. Baik lensa full frame maupun lensa khusus DSLR APS-C keduanya tetap dibuat dengan spesifikasi fokal lensa yang sesuai standar mengacu pada angle of view (sudut gambar yang dibentuk). Sebagai contoh, lensa Nikon DX 35mm meski dibuat khusus untuk Nikon APS-C, namun lensa ini tetaplah punya sudut yang ekivalen dengan lensa 35mm, walau nantinya akan mengalami crop sehingga sudut yang dibentuk akan setara dengan 52mm. Jadi yang menentukan hasil foto kita bukan fokal lensanya saja tapi sudut ekivalennya, dan itu tergantung dengan berapa crop factor atau ukuran sensornya.

angle_view

Kesalahan mendasar pemula dalam memilih lensa adalah dia mengabaikan crop factor, meski tidak fatal tapi bisa membawa kekecewaan. Seorang yang membeli lensa Canon 17-40mm bisa jadi akan kecewa saat memasang lensa ini di kamera EOS 60D, karena dia tidak akan pernah bisa merasakan fokal wide 17mm yang dibayangkannya, melainkan setara dengan lensa 28mm. Seorang yang membeli lensa 28-300mm bisa jadi akan terheran-heran saat kemampuan paling wide sebenarnya dari lensa ini adalah 42mm, bukannya 28mm (42mm bukan lagi tergolong wide).

crop-factor-sensor-size

Berikut kami sajikan beberapa fokal lensa favorit di era fotografi film, dan bagaimana efeknya bila terkena crop factor, dan lensa seperti apa yang perlu dibeli oleh pemilik DSLR APS-C untuk bisa memiliki fokal lensa yang sama seperti lensa tersebut :

1. Fix normal : lensa populer 50mm

Inilah lensa paling populer di kalangan fotografer dari jaman dulu. Sesuai namanya, lensa fix tidak bisa dizoom, namun keuntungannya bisa memiliki bukaan lensa amat besar. Lensa ini bila dipasang di kamera APS-C akan terkoreksi menjadi 75mm. Untuk itu bila ingin merasakan fokal 50mm, carilah lensa 30mm atau 35mm.

2. Wide zoom : lensa pemandangan 17-40mm (Canon), 16-35mm (Nikon) dsb

Inilah lensa wide kelas mewah yang jadi idaman pecinta fotografi wideangle. Lensa semacam ini umumnya dijual di atas 10 juta rupiah. Bila lensa ini dipasang di kamera APS-C maka fokalnya akan menjadi 26-60mm yang kurang begitu wide. Solusinya, carilah lensa wide untuk APS-C seperti 10-22mm (Canon), 10-24mm (Nikon), 10-20mm (Sigma) dsb.

3. Zoom normal 1 : lensa pro 24-70mm

Inilah lensa zoom normal paling disukai para fotogafer karena kemampuan widenya yang cukup dan telenya yang lumayan. Bila lensa ini dipasang di DSLR APS-C akan menjadi 36-105mm yang sudah tidak wide lagi. Untuk bisa merasakan fokal 24-70mm, pemakai DSLR APS-C semestinya membeli lensa 17-55mm (Canon-Nikon), 17-50mm (Tamron-Sigma).

4. Zoom normal 2 : lensa ekonomis 28-80mm (Canon), 28-70mm (Nikon)

Pilihan lain lensa zoom normal khususnya di jaman dulu adalah 28-80mm yang akan jadi tanggung bila dipasang di DSLR APS-C, karena fokalnya akan menjadi 42-120mm yang tidak umum. Saat ini bila anda punya DSLR pemula dengan lensa kit 18-55mm, inilah lensa masa kini yang fokalnya bisa dibilang menyamai lensa 28-80mm di jaman dulu. Opsi lain ada juga lensa 16-70mm atau 17-70mm.

5. Super zoom / all round : lensa sapu jagat 28-200 atau 28-300mm

Dulu pun sudah dikenal lensa sapu jagat yang bisa menjangkau fokal wide 28mm sampai tele 200mm bahkan super tele 300mm seperti lensa 28-200mm dan 28-300mm. Bila lensa ini dipasang di kamera DSLR APS-C, lagi-lagi posisi wide 28mm akan jadi tanggung karena terkena crop factor ke 42mm. Bila anda suka akan rentang lensa sangat panjang, belilah lensa 18-135mm atau 18-200mm untuk kamera DSLR APS-C anda.

6. Tele zoom 1 : lensa pro 70-200mm

Inilah lensa tele zoom kelas profesional yang biasa disebut dengan lensa termos (karena besarnya) dan harganya sekitar 20 juta. Bila anda iseng membeli lensa ini di kamera DSLR APS-C, anda akan mendapat keuntungan yaitu mendapat jangkauan tele yang lebih panjang yaitu menjadi 100-300mm. Tapi bila anda punya DSLR APS-C dan memang menginginkan lensa dengan fokal persis 70-200mm, anda bisa membeli lensa seperti Tokina 50-135mm atau Sigma 50-150mm.

7. Tele zoom 2: lensa ekonomis 70-300mm

Inilah lensa tele paling populer di kalangan pemula dan hobi fotografi, karena murah dan telenya lumayan panjang. Bila lensa ini dipakai di DSLR APS-C, keuntungannya adalah fokal lensa efektif menjadi sangat panjang yaitu 100-450mm. Maka itu lensa ini sangat disukai oleh baik pemilik DSLR full frame maupun DSLR APS-C. Namun bila anda pemilik DSLR APS-C merasa ingin memiliki lensa dengan fokal efektif 70-300mm, maka anda cukup membeli lensa tele murah meriah seperti 55-200mm.

Sebagai rangkuman, berikut tabel konversi crop factor untuk beberapa fokal umum, dimana Nikon, Fuji, Sony dan Samsung itu perkaliannya 1,5 sedangkan Canon itu 1,6 kali.

Fokal lensa

Related posts:

  1. Panduan memilih lensa DSLR
  2. Memilih kamera sesuai kebutuhan
  3. Lensa-lensa favorit para fotografer
  4. Ricoh GXR dengan sensor dan lensa terpisah
  5. Cara menilai kualitas lensa kamera DSLR

11 komentar »

  • tomfreakz said:

    Artikel yang bagus.
    Memperjelas untuk temen-temen yang masih kurang paham crop censored.

    Ada contoh hasil gambarnya ga mas?
    Misal 10-22 di crop censored 1.6x canon dengan 16-35 di full frame canon.
    Kalo ada mungkin lebih kebayang ya.

  • admin KG (author) said:

    Untuk contoh gambar sudah pernah dicontohkan di artikel ini :
    http://kamera-gue.web.id/2011/01/26/serba-serbi-kamera-dslr-nikon/

  • nikkorku said:

    manapun yang dipilih, tentunya kembali kepada kualitas optik dari lensa tersebut yang paling utama…

  • Aditya said:

    “8-80mm yang akan jadi tanggung bila dipasang di DSLR APS-C, karena fokalnya akan menjadi 42-120mm ” gmas kok yang DSLR APS-C jadi agak gede ya?saya masih bingung, mohon bimbingannya mas :)

  • admin KG (author) said:

    Lensa 28-80mm itu lensa kit jaman dulu di era kamera film. Saat ini sudah era DSLR dgn sensor crop (APS-C), kalau lensa 28-80mm ini masih mau dipakai akan kena faktor koreksi, jadi misalnya dikali 1,5 maka hasilnya 42-120mm (lihat tabel di atas).

  • Al Hilal said:

    mas mau tanya…
    ini yang dikoreksi sebenarnya fokal lensa apa lebar sudut view nya…?

  • admin KG (author) said:

    Fokal lensa aktual tidak berubah, tapi fokal efektif akan terkoreksi, sehingga sudut pandang (angle view) akan berubah. Terima kasih atas masukannya.

  • rhonald said:

    Mas mau nanya,, kalo canon crop factor x 1,6..

    Lensa ada ef dan ef – s..

    Kalo kita pake lensa ef s, apakan tetap dkali 1,6? Atau hanya saat kita menggunakan lensa ef pd sistem aps c?

  • admin KG (author) said:

    Pada DSLR APS-C, fokal lensa EF-S tetap dikali 1,6 sama halnya seperti kita memakai lensa EF. Bedanya, diameter lensa EF-S lebih kecil karena disesuaikan dengan ukuran sensor APS-C.

  • Dady said:

    Pak/Mas mau tanya, lensa EF-S 15-85mm cocok ga bila dipasang ke EOS 550D. Lensa EF-S 15-85mm dan EF-S 18-200mm mana yang lebih baik? Mohon saran dan masukannya pak karena sedang menimbang-nimbang mau beli yang mana. Terima kasih.

  • endro said:

    maaf nanya. saya ngga faham fotografi. baru beli D300s + tamron 17-50mm f/2.8.
    pingin lensa fix yang hasilnya paling tajam & dapat perspektif normal.
    saya bingung antara 50mm f/1.8 (katanya paling tajam) tapi secara hitungan mungkin jadi 75mm (perspektif tidak normal, koreksi jika salah) atau 50mm f/1.4 atau 35mm f/1.8?
    jawabannya sangat saya tunggu. terimakasih :)