Fuji X-S1, kamera premium seri X dengan sensor EXR 2/3 inci

9 Responses

  1. Ridzal says:

    Hallo om Admin

    Makasih banyak infonya…

    Ini dia salah satu kamera yang saya tunggu. Kenapa begitu? Karena dulu mau beli HS-20 ternyata yang masuk ke Indonesia terbatas banget kudu pesen ke luar negeri.
    HS-20 aja sdh sangat bagus terlebih fitur lensa 30x yang mirip DSLR dgn manual zooming walo ga bs dilepas … belum lagi ada hotshoe … itu yg bikin saya mengidolakan Fuji HS-20 sebagai kamera prosumer favorit ane sampai saat ini disamping Canon SX-1 yang saya beli untuk menutup kekecewaan karena tidak berhasil mendapat HS-20. Yg jelas, fitur HS-20 dan X-S1 berupa manual zooming dan flash hot shoe yang menjadikan kamera prosumer ini punya karakter dan ciri khas tersendiri.

    Nah dgn adanya X-S1 ini mungkin kerinduan dengan HS-20 saya bisa terobati, walo utk ukuran zoom dan reslousi sensornya yang berkurang dari kakaknya HS-20. Tapi materialnya sangat canggih. Sayang layar LCD tidak bs sviwel sebebas Canon SX-1 atau Canon SX-20.

    Oh ya ada satu lagi kebutuhan yg penting buat saya utk ditanyakan selain manual zooming … bagaimana dengan kecepatan autofocus-nya? Terutama jika background atau sekeliling obyek utama banyak obyek lainnya. Seberapa cepat dia memfokus dan mengunci fokusnya? apa sdh ada review atau penjelasan ttg itu?

    Sementara itu dulu ya om admin ulasan singkat dan pertanyaan saya. Terakhir, harapan saya ini kamera ga mahal-mahal amat …. rekomendasi harga 5-6 juta aja. Mohon diinfokan ya om kalo dah masuk Indonesia.

    Tabek
    Ridzal – 08179970505
    pin : dua tiga nol dua B delapan nol tujuh

  2. admin KG says:

    Kinerja auto fokus kamera ini tergolong biasa saja, tidak diulas kalau ada fitur tertentu yg membuatnya lebih istimewa, misal seperti Nikon 1. Untungnya ada ring manual fokus di lensa Fuji X-S1 ini, meski yg diputar bukan langsung elemen lensa tapi secara elektronik.

  3. Ronggo Warsito says:

    Akhirnya Fuji betul-betul merealisasi tidak lagi membuat kamera di China. HS 20 sudah cukup hebat, tapi bodynya yang plastik memang terasa ringkih. EVF yang kecil, kurang bisa dimanfaatkan. Syukurlah, hadir penerus yang lebih bagus. Bagi yang belum sempat beli HS 20, layak menunggu kamera ini saja. Memang lebih mahal, bisa lebih dua kali lipat(HS20 sekarang sudah turun hingga 3,3jt saja). X-S1 bodynya metal, lebih tahan banting. Semoga saja juga tahan air dan debu. EVF bisa diandalkan: 1,44jt pixel! Lensa juga lebih besar dibanding HS 20 yang 58mm. X-S1 62mm. Video HS20 sering out of focus, semoga sudah diperbaiki juga di kamera ini.

    Saya sebenarnya berharap penerus HS20 yang dibuat di Jepang itu mempunyai bukaan diafragma konstan 2,8, LCD minimal 920ribu pixel. Atau perlu menunggu keluarnya X-S2?

  4. admin KG says:

    Bukaan diafragma konstan? Andai saja benar bisa terwujud… saya jadi ingat dulu Lumix FZ-20 dengan lensa leica bukaan f/2.8 konstan. Saat ini berharap ada kamera non DSLR dengan lensa semacam itu seperti cuma mimpi.

  5. dengue says:

    gan mohon ulasan pertimbangan antar fuji s3000, s4000 serta comparasi dengan x-s1, pgn bli tp minta masukan lengkapny gan.
    Thx

  6. iwelgraphy says:

    saya pakai Fuji HS20 EXR aja udah puas (tajam hasil fotonya) apalagi pakai X-S1 ?? hasilnya pasti wow hehehe…..I Like FujiFilm.

  7. MAS RIS says:

    Boss, kapan ada resensi lengkap kamera ini, bukan hanya sekedar ambil dari brosur? Toko Camzone jual dengan harga 9,5 jt, sama dengan harga Nikon D7000 yang juga punya body kelas satu? Harganya bersaing dengan produk LEICA juga. Nah, apakah harga Fuji X-S1 itu sebanding dengan kualitas photonya? Kalau sekedar untuk hobby rasanya sayang banget ngeluarin dana segitu. Salam…

  8. MAS RIS says:

    Tambahan catatan saja, Fuji X-S1 LCD-nya kalah dengan Nikon P500 yang sudah 921000 pixel. Harga Nikon P500 cuma 3,5jt-an. X-S1 menang di viewfinder yang sudah 100%. Sebagai kamera ‘jalan-jalan’ X-S1 mustinya juga sudah ada GPS-nya… Atau itu semua baru muncul di X-S2?

  9. HS 20 camera dengan kualitas baik dan dapat diandalkan. Hanya camera ini apabila digunakan untuk kegiatan foto outdoor dengan panas matahari yang cukup terik ternyata tidak tahan panas dan kamere tidak berfungsi dengan info yang muncul dalam layar LCD kameranya overheat. Apabila suhu udara panas membuat kamera tidak dapat dioperasikan maka kamera harus dimatikan/off selama beberapa menit untuk proses pendinginan dan setelah pendinginan beberapa menit kemudian di on kan lagi akan berfungsi normnal kembali. Ini pengalaman saya menggunakan Fujifilm HS 20.