canon_eos-m-with-speedlite-90ex

Canon EOS M, kamera mirrorless Canon pertama dengan sensor APS-C

Canon menjadi satu-satunya produsen kamera yang belum meluncurkan varian kamera mirrorlessnya, setidaknya sampai akhirnya hari ini dia mengumumkan kehadiran EOS M, sistem kamera baru dengan sensor APS-C dan lensa EF-M. Kamera pertama yang diluncurkan Canon ini memang sangat terlambat, namun begitu diumumkan cukup melegakan karena Canon tidak mengikuti langkah Nikon yang membuat kamera mirrorless bersensor kecil. Canon justru bersaing dengan Sony NEX, Samsung NX dan Fuji X-Pro yang memakai sensor APS-C. Sebagai pasangan lensanya, tersedia lensa EF-M 22mm f/2 STM pancake dan 18-55mm f/3.5-5.6 STM IS.

canon_eos-m-with-speedlite-90ex

Kamera EOS M sendiri berdesain tipikal kamera mirrorless compact, dengan ciri ukuran kecil, tanpa viewfinder, tanpa lampu kilat (tapi ada hot shoe) dan tanpa roda mode eksposur. Namun karena sensor yang dipakainya berukuran besar (sama seperti DSLR Canon APS-C) maka bodinya tidak bisa dibuat sekecil Lumix GF3 atau Olympus Pen E-PM1 misalnya. Meski memakai sensor APS-C, kamera EOS M memakai mount yang berbeda dengan DSLR Canon, namun lensa Canon EF dan EF-S bisa dipasang di kamera ini dengan bantuan adapter. Bodi kamera berbahan magnesium alloy ini ada pilihan warna merah, hitam, silver dan putih.

canon_eos-m-silver-back

Spesifikasi dasar kamera EOS M :

  • sensor APS-C, 18 MP, hybrid MOS (sama seperti EOS 650D)
  • prosesor 14 bit Digic 5, bisa rekam RAW
  • 4,3 fps continuous shooting
  • ISO 100-12.800, bisa diangkat sampai ISO 25.600
  • LCD 3 inci, 1 juta titik, ¬†layar sentuh, kapasitif, multi touch
  • flash hot shoe yang standar Canon
  • full HD 1080p 30 fps, stereo, continuous tracking AF

Cukup mengesankan, salah satu kamera mirrorless yang sarat fitur dan jaminan kualitas gambar karena sensornya yang besar. Apalagi harapan Canon kalau foto dan video akan bisa dibuat sama baiknya semakin mendekati kenyataan dengan sensor hybrid (bisa AF deteksi fasa via sensor) dan lensa STM (stepper motor). Masih ingat pengumuman EOS 650D? Saat itu Canon juga mengumumkan lensa STM yang cocok untuk rekam video, dimana auto fokusnya akan berjalan kontinu (tracking AF) namun suara motornya tidak akan terekam dalam rekaman video karena teknologi motor stepper baru ini.

eos-m-top-down

Tinggal apakah kamera ini akan disukai oleh fotografer ataukah oleh keluarga yang perlu kamera kecil dengan hasil maksimal. Fotografer mungkin akan menyayangkan ketiadaan lampu kilat ataupun jendela bidik, ataupun roda eksposur P/A/S/M yang biasa dijumpai di DSLR (tapi kamera EOS M tetap punya mode manual). Tapi yang jelas persaingan di era mirrorless kini sudah lengkap, semua merk punya perwakilan dan seharusnya ini membawa dampak positif bagi kita : produk semakin membaik, harga semakin terjangkau :)

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

2 thoughts on “Canon EOS M, kamera mirrorless Canon pertama dengan sensor APS-C”

  1. Pada akhirnya yang di tunggu muncul, . . . Drybox menanti kehadiranmu guys, tks bqnget ya CANON

  2. Akhirnya canon terjun juga, hangs sayang bentuj dari mirroless ini modern, alangkah bagusnya kalau bentuknya klasik seperti canon seri lama

Comments are closed.