Nikon hadirkan kamera ‘compact’ kelas atas : Coolpix P7700

Nikon kemarin mengumumkan kehadiran kamera prosumer kelas atas, Coolpix P7700 yang merupakan penyempurnaan dari seri sebelumnya yaitu P7100 (2011) dan P7000 (2010). Kamera compact sarat fitur yang berukuran  agak besar ini hadir cukup terlambat, karena saat ini persaingan sudah semakin keras dengan hadirnya berbagai kamera saku berlensa cepat maupun kamera mirrorless dengan lensa yang bisa dilepas. Lalu apakah P7700 masih akan diminati oleh para fotografer? Simak saja sederet fiturnya berikut ini.

p7700

Coolpix P7700 menjadi kamera tercanggih dan terbaik dari Nikon di kelas kamera compact, untuk lensa yang menyatu dengan bodi. Kamera ini semestinya masuk ke daftar kamera compact dengan harga selangit yang artikelnya kami susun bulan lalu. Meski di kelompok yang sama Canon sudah meluncurkan Canon G1X dengan sensor besar 1,5 inci, Nikon tidak meladeninya bahkan sensor yang dirumorkan akan berukuran 1 inci pun tidak terbukti. Nyatanya P7700 masih memakai sensor kecil 1/1.7 inci yang kerap dipakai kamera prosumer compact seperti Lumix LX7 atau Canon S100. Lalu apa keuntungan dari kecilnya sensor BSI CMOS 12 MP ini? Sensor kecil memudahkan desain lensa yang bisa membuka besar dan punya rentang zoom yang panjang, tak heran kalau P7700 punya lensa yang impresif yaitu Nikkor ED 28-200mm f/2-4 dengan stabilizer optik VR generasi kedua.

p7700-top

Kami menyukai desain bodinya yang tampak mantap digenggam, berbahan magnesium alloy dan dilengkapi berbagai tombol dan kendali eksternal di sana sini. Belum lagi ada tiga roda kendali layaknya kamera profesional, yaitu satu di depan atas (diputar dengan telunjuk), satu di belakang atas (diputar dengan jempol) dan ketiga adalah roda yang berfungsi juga sebagai tombol empat arah (juga diputar dengan jempol). Roda untuk kompensasi eksposur juga masih dipertahankan di P7700 ini, demikian juga dengan roda pengaturan cepat untuk berbagai setting seperti ISO, WB, QUAL, BKT, Picture Style dan My Menu (bahkan roda ini tidak dijumpai di DSLR Nikon).

p7700_back

Layar LCD lipat seperti jadi hal wajib di kamera masa kini, karena memudahkan untuk merekam video maupun memotret dengan sudut-sudut tidak umum. Nikon menghilangkan jendela bidik optik di P7700, suatu hal yang dikritik banyak orang meski fungsinya bisa dibilang tidak terlalu penting (berbeda dengan jendela bidik optik di DSLR). Nikon memberikan lampu kilat built-in yang bisa mengendalikan flash eksternal secara TTL, juga menyediakan hot shoe untuk aksesori flash maupun GPS.

Spesifikasi dasar P7700 :

  • sensor BSI-CMOS 12 MP, ukuran 1/1,7 inci
  • lensa 7,1 x zoom, 28-200mm f/2-4 dengan built-in ND filter
  • full manual mode, RAW
  • 8 foto per detik
  • ISO 80-3200, bisa diangkat ke 6400
  • full HD, bisa manual esksposur, stereo, bisa zoom optik
  • layar 3 inci, 900 ribu piksel, bukan layar sentuh

Kamera dengan harga hampir 5 juta ini mungkin hanya akan dibeli oleh sebagian kecil fotografer saja, baik itu sebagai hobi maupun sebagai cadangan untuk bekerja. Kamera ini juga mungkin cocok untuk anda yang :

  • tidak suka kamera dengan lensa yang bisa dilepas
  • perlu lensa zoom 7x dengan bukaan besar
  • perlu kamera yang ada manual mode, dengan banyak  tombol dan kendali eksternal layaknya DSLR
  • perlu kamera yang bisa bekerjasama dengan flash Nikon
  • jarang memakai ISO tinggi
  • tidak perlu lensa yang lebih wide dari 28mm
  • tidak mencari bokeh seperti DSLR

Note :

di hari yang sama dengan peluncuran P7700, Nikon juga memperkenalkan kamera saku pertama di dunia dengan OS Android (versi 2.3 Ginger Bread) dengan nama Coolpix S800c.

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

2 thoughts on “Nikon hadirkan kamera ‘compact’ kelas atas : Coolpix P7700”

  1. Bagaimana hasil jepretan kamera ini, Mas? Dibandingkan hasil Nikon D5000 atau D90 yang juga 12MP bagusan mana? Terus terang saya lagi mikir-mikir untuk beli. Kamera ini atau Fujifilm XS-1 yang harganya sudah turun jadi 5,250.000 di Camzone… Terima kasih sebelumnya.

  2. Hasil foto sebaik-baiknya sensor kecil masih kalah dgn DSLR, tapi di ISO tinggi hasil foto kamera ini bisa lebih baik dari kamera saku lain yg sensornya 1/2.5 inci.

Comments are closed.