the-lens

Review lensa Nikon AF-S 18-300mm VR

Review kali ini akan mengulas lensa sapujagat baru dari Nikon yaitu AF-S 18-300mm f/3.5-5.6 VR. Lensa seharga 10 juta rupiah ini memiliki kode DX yang artinya didesain untuk DSLR Nikon APS-C, bukan full frame. Fokal lensa ini sangat serbaguna, ekivalen mulai dari 27mm hingga 450mm sehingga secara teori cukup bawa satu lensa ini bisa dipakai apa saja. Lensa ini juga melengkapi koleksi lensa sapujagad Nikon lainnya yang lebih dulu populer yaitu AF-S 18-200mm.

Tinjauan fisik

Lensa sepanjang 12cm dan berbobot 830 gram ini termasuk lensa berukuran besar, bila dipadankan dengan kamera DSLR kecil maka tampak kurang proporsional, alias lebih besar lensa daripada kamera. Saat diletakkan di meja pun yang menyentuh meja adalah lensanya, bukan kameranya :)

d510018300

Didalam lensa besar ini ada 3 elemen lensa ED dan 3 elemen lensa aspheris, total berjumlah 19 elemen dalam 14 grup. Lensa berbahan plastik ini memakai diameter filter 77mm, dan memakai 9 bilah diafragma. Teknologi di lensa ini yang paling menarik adalah 4 stop VR dengan mode Active dan Normal. Selain itu ring manual fokus di lensa ini bisa diputar kapan saja, tak perlu harus menggeser tuas mode AF dulu.

switch

Ada juga kunci 18mm untuk mencegah lensa ini melorot kalau mengadap bawah. Terdapat jendela pengukur jarak dengan indikasi fokus minimum adalah 45cm, lumayan untuk kebutuhan close up. Di bagian bawah ada serial dengan tulisan kalau lensa ini dibuat di Thailand. Mount lensa tentu saja terbuat dari logam, namun tidak terdapat gelang karet untuk mencegah air seperti lensa kelas pro.

Rentang Fokal

Lensa ini didesain untuk mereka yang perlu satu lensa untuk segala kebutuhan, dari wideangle hingga telefoto. Seiring lensa di zoom, bagian depannya akan memanjang dari posisi terpendek (12cm) hingga terpanjang (22cm).  Putaran zoom terasa mantap, tidak terlalu longgar maupun berat. Indikator fokal ditandai dengan angka 18mm, 28mm, 50mm, 105mm, 200mm dan 300mm. Dari posisi 105mm ke 300mm putarannya sangat dekat, sepertinya lensa ini tidak ditujukan untuk memilih fokal yang presisi untuk telefotonya, cukuplah memilih 105mm, 200mm dan 300mm. Bukaan maksimal lensa ini adalah f/3.5 di 18mm, lalu menjadi f/4 di 28mm dan sudah mengecil sampai f/5.6 di 70mm.

zoom-18-300mm

Rentang fokal seluas ini menghindarkan kita membawa dua lensa, misal 18-55mm dan 55-300mm, atau 18-70mm dan 70-300mm. Dengan hanya satu lensa maka kita tidak membuang waktu untuk mengganti lensa dan mencegah debu masuk ke sensor. Perbedaan gambar yang dihasilkan antara fokal 200mm dan 300mm tidak terlalu signifikan, kita bisa juga lakukan cropping dari fokal 200mm kalau mau.

200vs300

Perhatikan gambar diatas yang menunjukkan perbedaan fokal 200mm dan 300mm dari lensa yang sama.

Kinerja

Untuk menilai kinerja lensa ini, kami menguji kemampuan VR dan fokusnya. Untuk kecepatan mencari fokus, kami rasakan lensa ini cukup cepat dan akurat, tapi tidak semantap fokusnya lensa Nikon kelas pro. Paling tidak kita bisa memutar ring manual fokus kapan saja, tanpa takut merusak mekanisme fokus didalamnya. Tidak ada elemen lensa yang maju mundur ataupun berputar saat kamera mencari fokus.

Lensa dengan klaim 4 stop VR ini kami uji memang memberi kinerja baik. Dengan VR diaktifkan, kami bisa dapatkan hasil tajam tanpa tripod di kecepatan 1/20 detik pada fokal 300mm.

vr-testing

Kualitas Optik

Bokeh

crop-asli

Lensa dengan fokal tele (diatas 100mm) bisa juga dinikmati bokehnya, meski bukaan maksimalnya hanya f/5.6 saja. Hal ini membuat lensa ini juga bisa menghasilkan bokeh yang lumayan bak lensa fix asal diputar ke posisi 200mm hingga 300mm.

Ketajaman dan kontras

crop-300mm

Lensa Nikon terkenal tajam, demikian juga dengan lensa 18-300mm ini. Pada bukaaan maksimal, lensa ini tajam dari fokal 18mm hingga 300mm, dengan titik terlemah adalah di 300mm (agak soft sedikit seperti crop foto diatas). Pada bukaan f/8 didapat ketajaman optimal. Soal kontras dan tone tidak ada masalah, hasil foto tampak natural dan warnanya akurat. Ditemui sedikit purple fringe di area kontras tinggi dan pada fokal wide.

Sampel foto (resolusi asli)

Sampel 1 :

1/500s, f/9, ISO 800, 300mm

Sampel 2 :

1/1250s, f/5.6, ISO 400, 300mm

Kesimpulan

Lensa yang nyaris ideal ini justru memiliki kelemahan dalam harga dan ukurannya. Harganya yang mahal dan bentuknya yang besar dan berat, membuat lensa 18-200mm masih lebih menarik dan perbedaan antara 200mm hingga 300mm hampir tidak kentara. Untuk mengatasi kekurangan jangkauan lensa, hasil foto 200mm pun bisa dicrop. Tapi bagi anda yang mencari pengganti kombinasi dua lensa, maka lensa 18-300mm ini tidak ada masalah dalam hal optik dan kinerja. Bagi anda yang dananya terbatas, dengan harga 1/3 dari lensa ini, anda juga bisa menjajal lensa tajam yaitu 18-105mm yang pernah kami review sebelumnya.

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

4 thoughts on “Review lensa Nikon AF-S 18-300mm VR”

  1. mas gaptek, mau tanya nih, sebenernya image quality dari hasil foto yang dihasilkan oleh lensa nikkor 18-300, 18-200 dengan lensa 16-85, perbedaannya apakah signifikan, terutama dari ketajaman dan kontrasnya….untuk obyek yang sama pada keadaan normal sama lowlight…

  2. Dibanding SIGMA baru yang 18-250, hasilnya jauh beda gak mas? Terima Kasih

  3. Mas, di kesimpulannya kasih nilai, dong… antara 0-100. Atau A,B,C…

  4. Royyan : bedanya tidak signifikan, kalo distorsi jelas si 16-85 lebih rendah. Kalo low light ya sama2 kedodoran karena ketiganya bukaannya agak kecil dan variabel.

    Mas Ris : Sigma/Tamron superzoom memang menarik untuk pembanding, tapi hasil jelas masih bagus Nikon. Soal kasi skor itu bukan hal yg gampang, kan parameternya banyak. DP review aja yg kasi skor banyak dikritik karena konsistensi skor setiap review dipertanyakan.

Comments are closed.