d7100-seal

Nikon D7100 hadir, percaya diri tanpa low-pass filter

Hari ini Nikon resmi meluncurkan kamera DSLR D7100, regenerasi dari produk sebelumnya D7000. Beberapa hari sebelumnya di internet sudah beredar rumor lengkap dengan spek dan gambarnya, yang mengindikasikan kalau rumor tersebut  99,99% pasti terbukti. Kita tahu kalau D7000 adalah kamera DSLR Nikon yang sangat populer dan tidak ada hal negatif yang fatal darinya, sehingga orang tidak terlalu penasaran dengan apapun kamera yang hadir setelahnya. Tapi tetap saja kepastian hadirnya D7100 banyak dinantikan para fotografer, karena mereka ingin memastikan apakah Nikon akan melebur segmen consumer dan segmen semi-pro pada D7100. Dan hadirnya D7100 hari ini seperti menegaskan kalau Nikon memang sudah bertekad tidak akan membuat penerus dari D300s di segmen semi-pro.

d7100

Nikon D7100 memang ditujukan untuk mengisi dua segmen sekaligus, menjadi produk kelas menengah yang relatif terjangkau, sekaligus menjadi produk semi-pro yang cepat, sarat fitur dan bodi kokoh. Jadi dengan dimensi yang relatif sama seperti D7000, kamera ini justru punya jeroan yang lebih mumpuni seperti 51 titik AF dan kecepatan tembak 6 fps dalam resolusi 24 MP. D7100 seakan ingin dijadikan top class-nya kamera DX, sedangkan bagi yang dananya lebih dipersilahkan meminang low class-nya kamera FX yaitu D600.

d7100-b

Uniknya di D7100 kali ini adalah Nikon tidak menyematkan filter low-pass pada sensor. Hal ini persis sama pada kamera Nikon D800E yang dibuat khusus untuk pecinta landscape. Di D7100 tidak ada pembagian versi, artinya semua kamera D7100 pasti tanpa low-pass filter. Sekedar info bahwa filter ini dibuat awalnya untuk mengurangi moire yang muncul pada foto, tapi sebagai resikonya foto jadi tidak terlalu tajam. Dengan menghilangkan fiter ini (biasa disebut juga filter anti aliasing) maka ketajaman naik tapi resiko moire akan muncul saat bertemu obyek dengan pola garis rapat seperti pada kain.

Jadi lengkaplah sudah trinity Nikon DX saat ini, dengan sensor 24 MP semuanya : D3200 (basic DSLR), D5200 (basic DSLR dengan layar lipat) dan D7100 (DSLR menengah). Kenapa kami menempatkan D3200 dan D5200 dalam kelas basic? Karena keduanya relatif sama dalam banyak hal, seperti logical tombol dan menu, bodi, prisma, roda dial, tanpa LCD kecil di bagian atas hingga ketiadaan motor AF di bodi. Hanya saja D5200 punya jeroan yang lebih modern seperti titik fokus dan metering. Tapi kita kan tidak sedang membahas D5200, maka kita kembali bahas D7100 ya..

Peningkatan utama

Sensor

sensor

APS-C CMOS 24 MP tanpa low pass filter. Ketajaman ekstra ini akan diapresiasi oleh pecinta landscape.

Bodi

d7100-seal

Bagian depan polycarbonate, bagian atas dan belakang adalah logam (magnesium alloy), weather sealed yang aman dipakai saat hujan atau debu. Disukai para petualang atau wartawan.

Titik Fokus

viewfinderdisplay

Modul AF sudah memakai 51 titik fokus, dengan 15 cross type. Modul di D7000 dengan 39 titik AF sudah diwariskan ke D5200. Dengan titik sebanyak ini akan berguna untuk melacak benda bergerak supaya tetap fokus. Disukai para fotografer sport atau satwa liar.

Kecepatan tembak

Untuk continuous shooting bisa mencapai 6 fps dalam resolusi 24 MP, bisa jadi 7 fps dalam crop mode 15 MP (dibahas nanti). Meski kecepatan 6  hingga 7 fps di era sekarang relatif biasa tapi tetap saja kamera ini sudah tergolong pekerja cepat.

Crop mode

Bila tadinya hanya kamera FX Nikon yang ada crop mode, kini kamera DX juga bisa merasakan crop mode. Untungnya sensor D7100 sudah 24 MP sehingga di crop mode masih menghasilkan file dengan resolusi 15 MP (hampir sama dengan resolusi sensor D7000). Bisa jadi inilah alasan orang membeli D7100 dibanding D5200 atau D3200 walau ketiganya punya sensor yang sama-sama 24 MP. Dengan crop mode, kamera hanya mengambil sebagian area sensor (yang tengah) sehingga hasil fotonya seolah-olah di crop. Fokal efektif  akan terkoreksi 1,3x sehingga membantu bila jangkauan tele lensa kita kurang jauh. Misal lensa kita adalah 200mm, karena crop factor sensor APS-C adalah 1,5x jadi fokal lensa setara dengan 300mm. Bila memilih crop mode, maka lensa kita akan setara dengan 390mm (hampir 2x), sangat lumayan kan..

Keuntungan lain crop mode ini adalah kecepatan tembak meningkat jadi 7 fps (masuk akal karena resolusi foto lebih kecil, sehingga kamera punya waktu lebih cepat untuk memproses data). Keuntungan lain adalah titik AF sebanyak 51 titik itu akan menjadi tersebar hingga ke tepi area foto, sangat berguna bila kita sedang melacak obyek yang bergerak tidak beraturan. Crop mode ini juga bisa dimanfaatkan saat merekam video, sehingga bisa memilih opsi 60 fps untuk video yang lebih mulus.

Perubahan eksternal

Sepintas tidak terlalu tampak perbedaan antara D7000 dan D7100. Tapi bila diperhatikan lagi Nikon melakukan perubahan cukup banyak dalam tata letak tombol dan desain, mengikuti tren DSLR Nikon era saat ini seperti D600 dan D5200. Yang paling terlihat berbeda adalah tombol live view, lalu LCD yang agak lebih besar dan bodi yang lebih mengkilap karena unsur logam.

Semua hal baik di D7000 tetap dipertahankan disini. Dual slot memori, wireless flash, viewfinder yang lega dan tentunya adalah ergonomi yang tepat. Tak diragukan D7100 akan kembali meraih sukses, paling tidak dia bisa merengkuh multi segmen market :

  • penghobi fotografi yang tak mau sekedar kamera pemula
  • amatir serius yang mencari kamera menengah
  • fotografer semi pro yang mencari kamera tangguh dan cepat
  • pecinta landscape yang perlu hasil foto tajam dan resolusi tinggi
  • videografer yang mengandalkan DSLR untuk membuat video kelas pro
  • fotografer senior yang sudah punya banyak lensa Nikon jadul

Untuk harga pasaran estimasi adalah 12 jutaan bodi only, masih relatif wajar untuk fitur yang ditawarkan. Head to head dengan kompetitor rasanya lebih tepat melawan Canon EOS 7D dan mungkin 7D mark II nanti bila jadi keluar. Seperti biasa, kita tunggu saja reaksi Canon..

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

4 thoughts on “Nikon D7100 hadir, percaya diri tanpa low-pass filter”

  1. wah udah keluar nih nikon d7100, berarti lensa yang bisa ngimbangi sensornya paling ga harus yang mumupuni donk ya mas gaptek… seperti af-s 16-85 VR, 70-300VR, AF-S 35 f1.8 sama AF-S 50 f1.4 ato yang AFD 50 f1.4, bener ga mas …….( untuk kelas yang harganya reasonable maksudnya..heheheh )

  2. Wah, keren bangetzzzz……..
    gak jadi ambil D7000 lah! ambil ini aja, trs pricenya brp mas bro???

Comments are closed.