drybox

Hal-hal yang sebaiknya dilakukan setelah membeli kamera digital

Anda baru saja membeli sebuah kamera DSLR atau kamera mirrorless? Selamat, tentu ini adalah momen yang menyenangkan buat anda. Apalagi kalau kamera ini adalah yang pertama kali anda beli, pasti terasa lebih spesial. Anda tentu akan banyak mengutak-atik kamera tersebut dan akan sering memotret apa saja dan menikmati hasil fotonya. Tapi sebelum anda lebih jauh mengeksplor kamera baru itu, ada baiknya hal-hal berikut ini dilakukan. Apa saja? Inilah dia..

Baca buku manual

Buku manual, atau mungkin dokumentasi dalam format PDF, sangat dianjurkan dibaca baik-baik sebelum kamera anda dipakai. Cari informasi mengenai panduan singkat, apa yang dilarang, bagaimana cara mengisi (charge) serta memasang baterai dan sebagainya. Pahami betul bagaimana pengaturan kamera, fungsi tombol-tombolnya, mode kamera dan bagaimana memaksimalkan fiturnya. Tips : bila anda perlu dipandu dalam hal ini, kami punya kelas kupas tuntas kamera DSLR di Jakarta, rutin setiap bulan sekali.

Siapkan kartu memori baru

Kadang sebagai bonus dari toko, kita diberi kartu memori secara cuma-cuma. Tapi untuk lebih aman dan terjamin, pastikan kita membeli kartu memori sendiri sesuai kebutuhan. Carilah yang asli, kapasitas tinggi (misal 16 GB) dan kecepatan tinggi (misal kelas 10). Dengan begitu kamera siap untuk dipakai memotret cepat dan merekam video tanpa masalah. Memori palsu atau tidak jelas bisa beresiko membuat kamera error, atau minimal foto-foto anda gagal disimpan.

Belilah aksesori dasar

Alokasikan sedikit dana untuk membeli aksesori dasar yang lumayan dibutuhkan, seperti tisu lensa, peniup debu dan tas kamera. Dengan demikian kamera akan selalu terlindung saat dibawa, dan selalu siap dibersihkan saat terkena noda atau debu. Hindari pakai tisu biasa yang banyak seratnya, tisu lensa bisa dibeli di toko kacamata atau di toko kamera.

Investasikan sebuah Dry box atau kotak kedap udara

drybox

Idealnya menyimpan kamera bukan di tas, tapi di dry box. Di tas itu hanya saat kamera akan dibawa bepergian. Dry box dibutuhkan untuk menyimpan kamera dan lensanya, sehingga tidak berjamur akibat lembab. Bila dry box terlalu mahal, belilah kotak plastik kedap udara lalu masukkan silica gel atau serap air. Lensa yang berjamur akan sulit dibersihkan, dan bila nanti akan dijual harganya bakal jatuh. Saat di dalam dry box, lepaskan lensa dari kamera dan keluarkan juga baterainya.

Bekali pengetahuan dasar manajemen file foto

Foto-foto anda akan bertambah banyak setiap hari. Tidak mungkin semuanya hanya disimpan di kartu memori kan? Bagi yang awam dengan komputer, mulailah membiasakan mengerti manajemen file foto karena anda akan punya ribuan foto yang perlu disimpan. Buatlah alur kerja yang baik mulai dari proses pemindahan foto dari kartu memori ke komputer, pengaturan folder dan editing dasar (rename, resize, rotate, crop, enhance dan convert). Biasakan juga rutin melakukan backup ke DVD/hardsisk eksternal.

Mulai menyusun daftar belanja

Ini yang paling seru, sekaligus penuh racun, hehe… Banyak hal yang tadinya tidak terpikirkan tiba-tiba jadi terasa perlu untuk dibeli. Cobalah untuk dipilah secara bijak mana dulu yang prioritas, misalnya :

  • lensa tambahan, bisa lensa fix yang murah (seperti 50mm f/1.8) atau lensa tele murah (seperti 55-200mm)
  • pengganti lensa kit, bila lensa kit kurang memuaskan bisa pertimbangkan lensa lain untuk jadi pengganti lensa kit (misal lensa 18-200mm, atau lensa bukaan besar seperti 17-50mm f/2.8)
  • tripod, ini juga penting untuk memotret dengan stabil dan tidak goyang/blur
  • flash eksternal, perlu untuk menambah kekuatan flash dan menghemat baterai kamera (dibanding memakai flash built-in)
  • aneka filter (CPL, ND, atau setidaknya UV) sesuai kebutuhan
  • baterai cadangan (apalagi baterai di kamera mirrorless lebih cepat terkuras)
Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..