Olympus E-M1 with 12-24mm

Kamera kelas pro untuk Micro Four Thirds : Olympus OM-D E-M1

Hari ini Olympus meluncurkan kamera seri OM-D yang bernama Olympus E-M1, sekaligus menggantikan posisi produk sebelumnya E-M5 sebagai pengisi kasta tertinggi dari jajaran kamera Micro Four Thirds dari Olympus. Berbekal peningkatan dalam performa auto fokus dan kendali eksternal, kamera seharga 14 jutaan ini juga sekaligus menjadi penerus dari DSLR kelas atas di masa lalu (Olympus E-5) karena memang tidak akan ada lagi DSLR yang akan dibuat oleh Olympus.

oly-e-m1

Selamat tinggal DSLR. Kamera mirrorless E-M1 ini bentuknya mirip DSLR mini, dan siap menjadi kamera idaman fotografer pro dengan spek utama berupa :

  • sensor Four Thirds 16 MP Live MOS (2x crop factor)
  • ISO 100-25.600
  • 5 axis stabilizer
  • shutter 60 detik sampai 1/8000 detik
  • flash sync 1/320 detik
  • 9 frame per detik
  • WiFi built-in
  • 2 mode HDR

e-m1-top-miring

Dan berikut adalah itur unggulan dari Olympus E-M1 :

Bodi mantap

Meski cukup kecil, kamera dengan bodi magnesium alloy ini tangguh dan tahan cuaca, tersedia banyak opsi kustomisasi berkat banyaknya tombol/roda kendali di sekeliling kamera ini. Terdapat juga  jendela bidik elektronik yang besar serta layar LCD lipat yang berjenis layar sentuh. Dilihat dari segala sisi pun kamera bergaya retro ini memang tampak keren..

Auto fokus cepat

Auto fokus tercepat dengan 37 titik detektor fasa di sensor, atau 81 area detektor kontras. Lensa Zuiko Digital (atau lensa yang didesain untuk DSLR Olympus) akan bisa menikmati cepatnya auto fokus deteksi fasa layaknya DSLR (namun hanya bisa manual fokus saat merekam video). Sebelumnya, kinerja auto fokus lensa Zuiko mengalami kompromi saat dipasang di kamera Micro 4/3 (memakai adapter). Sedangkan lensa Micro 4/3 (namanya adalah lensa M.Zuiko) akan menikmati deteksi kontras dan deteksi fasa di kamera ini, tergantung mode fokusnya. Di mode fokus kontinu maka yang dipakai adalah deteksi fasa. Performa fokus kontinu kamera ini menyamai kamera DSLR. Di mode fokus single atau rekam video yang dipakai adalah deteksi kontras.

Hasil foto terbaik diantara semua kamera Olympus

Setidaknya itulah klaim dari press release kamera ini, dengan dukungan prosesor TruePic VII dan dihilangkannya low pass filter, membuat hasil foto E-M1 tentu akan lebih tajam. Hebatnya penajaman foto bersifat adaptif, diberikan seperlunya tergantung lensa dan angka bukaan lensa yang dipilih. Soal pengaturan foto pun bisa dilakukan di kamera, seperti mengatur kurva shadow dan highlight, sera pengaturan lain seperti gamma, hue dan saturasi untuk hasil foto yang ‘matang’ tanpa perlu mengedit lagi di komputer. Apalagi Art Filter di kamera Olympus terkenal lengkap dan berguna.

Jendela bidik elektronik terbaik

Jendela bidik di E-M1 ini cerdas dan bisa mengatur tingkat kecerahan tampilan sesuai cahaya lingkungan di luar. Dengan begitu saat di tempat gelap, tampilan jendela bidik tidak ‘dipaksakan’ untuk terang dan akan terlihat lebih alami seperti melihat jendela bidik optik. Kerapatan piksel di jendela bidik ini punya 2,35 juta titik sehingga detilnya luar biasa tajam. Selain itu tidak ada lag yang terlihat di jendela bidik ini, jadi mirip seperti melihat langsung aslinya.

Pilihan kit lensa profesional M.Zuiko 12-40mm f/2.8

Olympus E-M1 with 12-24mm

Bila mencari lensa yang fokalnya setara dengan 24-80mm bukaan konstan f/2.8 kali ini Olympus sudah meluncurkan lensa profesional M.Zuiko 12-40mm f/2.8 yang diameter filternya 62mm. Lensa 14 elemen dalam 9 grup ini tahan debu, cuaca dan beku. Kemampuan makronya lumayan dengan jarak minimum 20cm. Sebagai pelengkap lensa ini, di tahun depan juga akan keluar lensa yang setara dengan 80-300mm yaitu M.Zuiko 40-150mm f/2.8

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..