nikonv3_1

Nikon 1 V3 hadir, kamera mungil tapi cepat

Hari ini Nikon mengumumkan kehadiran kamera mirrorless terbaru mereka di kelas premium, yaitu Nikon 1 V3 dengan harga 13 jutaan plus lensa kit. Apa yang membuat Nikon berani pasang harga setinggi ini disaat penjualan Nikon 1 sebelumnya boleh dibilang kurang laku? Kami melihat inilah yang seharusnya dilakukan Nikon secara teknis dalam membuat kamera mirrorless-nya, yaitu desain yang keren, modular dan fungsional untuk para penghobi serius. Desain Nikon 1 V3 berubah total dan kini bentuknya lebih terkesan ‘normal’ dan tidak ‘aneh’ seperti V2, dan dibalik kamera mahal ini ada sensor mungil berukuran 1 inci resolusi 18,4 MP yang dibuat oleh Aptina. Kita akan simak hal-hal apa yang membuat kamera berformat CX ini bisa dijual begitu mahal.

Tinjauan bodi dan lensa :

nikon v3 depan

nikonv3 blkg

Fitur utama :

  • 18.4MP CX-format CMOS sensor tanpa low-pass filter
  • Expeed 4a processor
  • LCD layar sentuh 3-inch, 1.037 juta titik
  • ISO 160 hingga 12,800
  • 6fps continuous shooting dengan mechanical shutter
  • 20fps continuous shooting dengan AF tracking (tercepat di dunia)
  • 60fps (!!!) continuous shooting kalau fokus dikunci di posisi pertama
  • sistem AF cepat dengan 171 titik contrast detect AF dan 105 titik phase detect AF
  • 120fps slow-motion 720p video
  • eVR electronic stabilization dalam mode movie
  • Virtual horizon
  • Built-in WiFi
  • lensa kit baru power zoom 10-30mm 3.5-5.6 VR

Perbedaan utama desain Nikon 1 V3 dengan sebelumnya adalah dalam hal konsep modular, atau adanya aksesori tambahan yang bisa dipasang terpisah bila mau, seperti jendela bidik elektronik dan ekstra grip yang membuat kamera ini jadi tampak lebih gagah. Grip ini juga punya tombol rana, roda pengatur setting dan tombol Fn3. Bila grip dipasang, maka tampak atas kamera ini akan terlihat seperti ini :

nikonv3 grip

Nikon memposisikan kamera ini untuk mereka yang mengutamakan kecepatan sekaligus kualitas gambar dari kamera yang berukuran kecil. Seperti kamera Nikon 1 lainnya, kamera V3 ini juga memakai sensor ukuran 1 inci yang artinya akan mengalami crop factor 2,7x sehingga kamera ini bukan untuk yang menyukai fotografi wideangle. Tapi bagi penyuka foto satwa liar, format CX menarik karena lensa yang dipasang bisa mengalami peningkatan kekuatan zoom 2,7x dari fokal lensa yang dipasang, misal lensa 100mm akan setara dengan lensa 270mm, dahsyat kan..  Untuk itu Nikon juga meluncurkan satu lensa tele baru 1Nikkor 70-300mm f/4.5-5.6 VR yang fokalnya akan ekivalen dengan 189-810mm di kamera ini.

vr_70_300_b

Yang menarik pada sensor Aptina di kamera ini adalah sudah dibenamkan 150 titik auto fokus berbasis deteksi fasa, sehingga sensor ini sudah bisa dibilang sensor hybrid AF. Dengan teknologi hybrid AF ini, kamera akan terlebih dahulu memakai cara deteksi fasa untuk mendapat fokus ke obyek yang diinginkan tanpa mengalami focus hunting, lalu dilanjutkan dengan memakai deteksi kontras untuk mencari fokus terbaik dan paling akurat. Selain itu cara ini juga diyakini lebih akurat dalam mendeteksi arah gerakan obyek sehingga obyek yang bergerak dapat terus dikunci fokusnya.

nikon-1-v3-mirrorless-camera
Nikon 1 V3 dengan tambahan grip dan jendela bidik

Masih nyaman dengan penjualan kamera DSLR-nya, Nikon seakan tanpa beban dalam mendesain kamera format CX dengan sensor 1 inci ini. Bagaimana tidak, saat kompetitor berlomba membuat kamera mirrorless dengan sensor APS-C bahkan full-frame, Nikon justru membuat format mungil dengan sensor 1 inci. Tapi sisi positifnya bisa dirasakan saat kita melihat lensa-lensa mount CX yang ukurannya kecil, sejalan dengan konsep miniaturisasi kamera (bandingkan dengan kamera mirrorless lain yang lensanya jauh lebih besar dari kameranya). Tinggal apakah di kemudian hari nanti Aptina (atau produsen sensor lainnya) bisa membuat sensor 1 inci yang kualitas fotonya lebih baik, paling tidak di ISO 800 hingga ISO 1600 hasilnya masih minim noise.

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..