aperture

Aperture, bukaan, f-number, diafragma : apakah sama?

Salah satu komponen penting dalam eksposur yang punya banyak penyebutan adalah aperture, atau bukaan, atau diafragma, dan dinyatakan dalam f number. Berbeda dengan shutter speed dan ISO, aperture ini cukup rumit dan sulit dimengerti, baik arti definitifnya maupun dampaknya dalam terang gelap foto. Bahkan pemula kerap terbalik antara angka f number dengan besarnya bukaan lensa ini. Kami coba susun artikel untuk anda, semoga bisa lebih paham akan fundamental fotografi yang satu ini. Untuk definisi dan penjelasan istilah-istilah fotografi lebih lengkap tersedia buku Kamus Fotografi yang kami buat, tersedia di toko buku terdekat.

Pendahuluan

Fotografi pada dasarnya menangkap cahaya, merubahnya menjadi gambar. Tidak ada cahaya, maka tidak ada foto (hitam total), terlalu banyak cahaya, foto menjadi over (bahkan bisa jadi putih total). Tugas kita, atau kamera (bila pakai mode Auto) adalah mengatur banyaknya cahaya yang masuk supaya didapat eksposur yang tepat, dengan mengatur tiga hal : lamanya shutter dibuka (shutter speed atau kecepatan rana), sensitivitas sensor (atau film) dalam satuan ISO (atau ASA) dan besarnya bukaan di lensa, yaitu aperture.

Jadi, aperture adalah lubang yang menjadi jalan masuknya cahaya dari lensa menuju sensor kamera.

Aperture ini adanya di lensa, maka itu kerap disebut bukaan lensa (lens opening). Jadi setiap lensa kamera punya aperture, bahkan kamera ponsel sekalipun (pada mata manusia biasa disebut pupil). Karena fungsinya untuk mengatur banyaknya cahaya yang masuk maka aperture harus bisa diatur bukaannya (bayangkan seperti membuka keran air, mau dibuka besar atau kecil). Aperture yang dibuka besar, maka foto akan jadi terang. Dibuka kecil, foto jadi gelap. Simpel kan?

aperture

Contoh kiri atas adalah aperture lensa dibuka besar, lalu kanan atas adalah contoh aperture lensa dibuka kecil. Bagaimana aperture bisa dibuat besar atau kecil? Dengan menyusun sejumlah (bisa 5, 7, 9 atau lebih) bilah (blade) diafragma sehingga membentuk lingkaran seperti di bawah ini :

blade

Contoh diatas adalah diafragma yang dibentuk oleh 7 bilah dan sedang dalam posisi membuka cukup kecil. Pada mata manusia, diafragma biasa disebut juga dengan iris.

F-number

Dalam fotografi terang gelap foto selalu diatur dalam kelipatan 1 stop. Menambah 1 stop artinya foto kita akan 2x lipat lebih terang. Pengaturan bukaan lensa mengikuti teori F-number yang baku seperti ini :

aperture-sizes

Perhatikan kalau f/2.8 termasuk bukaan besar, dan pada f/16 bukaan lensa menjadi sangat kecil. Kita bisa merubah/mengganti berapa F-number yang mau kita pakai dengan memutarnya di lensa (untuk lensa-lensa lama) atau memilih melalui kamera. Saat merubah angka-angka ini ingatlah : (asumsi ISO dan shutter speed tetap)

  • dari f/2.8 ke f/4 artinya turun 1 stop, foto akan lebih gelap
  • dari f/8 ke f/4 artinya naik 2 stop, foto akan jauh lebih terang

Deret yang lebih lengkap sebenarnya adalah begini :

f/1.4 – f/2 – f/2.8 – f/4 – f/5.6 – f/8 – f/11 – f/16 – f/22 – f/36

Anda tidak harus menghafal angka-angka diatas, cukuplah mengingat hubungan angka dengan besar kecilnya bukaan supaya tidak tertukar.

Bila anda termasuk yang penasaran dari mana angka-angka F-number diatas berasal, jawabannya ternyata cukup matematis, melibatkan rumus akar dan kuadrat. Rasanya tidak perlu lah dibahas disini..

Kita akan luruskan beberapa hal-hal yang mungkin masih membingungkan :

  • setiap lensa punya bukaan maksimal yang berbeda-beda, misal ada yang f/1.4 dan ada yang cuma f/4
  • walaupun bukaan maksimal tiap lensa itu berbeda, tapi setiap lensa bisa dikecilkan bukaannya sampai bukaan minimum (paling kecil lubangnya)
  • lensa cepat maksudnya lensa yang punya bukaan besar (karena dengan bukaan besar bisa didapatkan shutter speed yang lebih cepat)
  • huruf ‘f’ dalam bukaan lensa ini singkatan dariĀ focal length (alias panjang fokal lensa), misal bila kita pilih f/4 artinya diameter bukaan (lubang) lensanya adalah 1/4 dari panjang fokal lensanya, penjelasan lebih detilnya seperti ini :

Setiap lensa punya panjang fokal tertentu. Kita ambil contoh yang gampang misalnya lensa tele 100mm. Maka, bila kita set bukaan lensa 100mm ini ke f/4, diameter bukaan lensanya adalah 1/4 dari 100mm, atau 25mm (atau 2,5 cm). Inilah mengapa lensa tele punya ‘moncong’ yang besar, apalagi kalau lensa tersebut punya bukaan f/2.8.

lens-f-number-2

Kita coba bandingkan dua lensa yang sama-sama f/2.8 tapi beda fokal lensa :

  • lensa 50mm f/2.8 punya diameter lubang 17.8mm (tidak sampai 2 cm)
  • lensa 200mm f/2.8 punya diameter lubang 71.4mm (7 cm lebih)

Contoh aktual :

tamron-17-50mm
Lensa 17-50mm f/2.8 masih cukup kecil ukurannya
Lensa pro 70-200mm f/2.8 besar, panjang dan diameter lubangnya juga besar
Lensa pro 70-200mm f/2.8 besar, panjang dan diameter lubangnya juga besar

Jadi..

secara fisik, kedua lensa diatas walau sama-sama f/2.8 pasti berbeda ukuran lubangnya TETAPI karena sama-sama f/2.8 maka kedua lensa punya kemampuan yang sama dalam memasukkan cahaya. Dengan kata lain, kedua lensa bila dipakai di f/2.8 dan dites dengan ISO dan shutter speed yang sama maka akan menghasilkan foto yang eksposurnya SAMA. Kok bisa? Waduh ini lebih rumit lagi penjelasannya. Sederhananya begini : semakin tele/panjang fokal lensa, sebetulnya semakin panjang juga bentuk fisik lensanya (jadi seperti tabung) yang menyebabkan kemampuan menangkap cahaya menjadi berkurang, sehingga dibutuhkan diameter lubang yang lebih besar untuk mengimbanginya.

Konsekuensi ini membawa dampak pada besarnya ukuran fisik lensa secara keseluruhan, dan juga diameter filter yang akan dipasang di depan lensa. Maka itu pemakai lensa-lensa tele sudah akrab dengan filter yang diameternya besar (dan mahal) seperti 72mm, 77mm atau 82mm.

Dengan begitu lupakanlah hasrat untuk mencari lensa yang fokalnya bisa panjang, bukaannya juga besar dan mau yang ukuran lensanya kecil, tidak akan pernah ada (kecuali kamera saku karena sensornya juga kecil).

Sigma 200-500mm f/2.8 punya diameter bukaan 17.9 cm, kira-kira lubangnya seukuran piring makan kita
lensa Sigma 200-500mm f/2.8 punya diameter bukaan 17.9 cm, kira-kira lubangnya saja seukuran piring makan kita..
Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..