Canon-EF-50mm-F1.8-STM-lens

Yang perlu diketahui tentang lensa Canon STM

Sejak hadirnya kamera DSLR Canon terbaru seperti 700D, 70D dan 7D mark II, kita semakin sering dengar tentang lensa STM. Sebelumnya mungkin kita hanya tahu tentang lensa USM yang identik dengan auto fokus cepat, lalu apa lagi lensa STM ini? Ada dua macam lensa Canon dengan STM, yaitu lensa baru (misal EF-S 40mm f/2.8 STM) dan juga lensa eksisting yang dibuat versi STM, misal lensa 18-55mm, 55-250mm dsb. Apa tujuan Canon untuk semua ini? Admin mencoba menjelaskannya untuk anda.

Pertama kita bedah singkatan STM dulu yaitu Stepper Motor, sebuah teknik putaran dengan motor khusus untuk auto fokus. Berbeda dengan USM (Ultra Sonic Motor), STM tidak mengedepankan kecepatan fokus untuk fotografi, tapi lebih menonjolkan kemulusan transisi auto fokus saat live view dan khususnya saat rekam video. Selain itu lensa STM dirancang silent dalam arti tidak ada suara perputaran motor fokus yang terekam saat sedang rekam video. Maka itu di web Canon mereka menyebut STM dengan Smooth Transistion for Motion. Jadi lensa STM bukan untuk kecepatan fokus, untuk foto aksi cepat anda tetap perlu lensa USM.

Canon-EF-50mm-F1.8-STM-lens

Sejauh ini ada beberapa lensa yang sudah berkode STM, diantaranya :

  • lensa kit (18-55mm, 18-135mm, 24-105mm)
  • lensa wide/tele zoom (10-18mm, 55-250mm)
  • lensa fix (24mm, 40mm, 50mm)

Apa perbedaan fisik utama lensa STM dengan lensa DSLR lain pada umumnya? Ada dua ciri utama, yaitu lensa STM manual fokusnya adalah elektronik. Jadi apa yg kita putar di lensa bukanlah secara langsung memutar elemen fokus, jadi untuk itu kamera harus dalam kondisi on. Bagi yang tidak terbiasa manual fokus secara elektornik mungkin akan merasa aneh, apalagi yang sudah terbiasa manual fokus dengan lensa lama pasti rasanya beda sekali. Kedua, karena manual fokusnya elektronik, pasti tidak ada jendela informasi jarak fokus di lensa. Jadi sulit (bahkan mustahil) untuk memotret dengan panduan tabel hiperfokal dengan lensa STM, juga sulit mengatur fokus manual ke infinity seperti saat mau memotret bintang di langit.

Apakah kita memerlukan lensa STM?

Anda pengguna DSLR Canon generasi lama, atau DSLR Canon full frame, tidak ada bedanya saat memasang lensa STM atau non STM di kamera anda. Lensa STM yang dipasang di kamera anda akan tetap berfungsi normal, tapi tentu anda kehilangan kemudahan manual fokus yang sesungguhnya. Tapi anda yang pakai DSLR Canon 700D-750D/760D-70D-7D mk II maka dengan lensa STM akan lebih mulus auto fokusnya saat live view dan rekam video. Apalagi dengan kemudahan layar sentuh, kita tinggal sentuh di layar dan kamera akan set fokus ke obyek yang kita sentuh itu. Sebagai info, pemilik DSLR Canon 700D-750D/760D-70D-7D mk II juga tetap bisa live view dan rekam video dengan lensa non STM, tapi auto fokusnya akan kurang mulus transisi-nya dan (tergantung lensanya) maka suara motor auto fokus bisa jadi ikut terekam dalam rekaman video.

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..