A6000 12-24mm

Mengapa lensa DSLR bisa dipasang di kamera mirrorless (dengan adapter)

Saat ini kamera mirrorless semakin berjaya, penggunanya semakin banyak. Ukuran yang lebih kecil dari DSLR dibarengi peningkatan fitur membuat mulai banyak yang tertarik mencobanya. Sebagian besar penggunanya tentu akan memakai lensa yang sesuai mount-nya, misal Sony Alpha dengan lensa-lensa E mount atau Olympus dengan lensa Micro 4/3 mount. Tapi ada juga sebagian pengguna mirrorless yang justru memasang lensa DSLR di kamera mirrorless mereka. Mengapa hal ini bisa dilakukan? Kita bahas sama-sama yuk..

Pertama kita mesti melihat dulu lensa DSLR seperti apa yang dipasang di kamera mirrorless. Sebagian besar ternyata adalah lensa lama, alias lensa manual, seperti Canon FD, Nikon AF atau bahkan lensa mount M42. Lensa-lensa ini bisa jadi koleksi lawas, atau didapat di pasar lensa bekas, yang kemudian dipakai di mirrorless. Walau ada juga lensa modern yang dipasang di mirrorless seperti lensa Canon EOS atau Nikon AF-S.

A6000 12-24mm

Apa alasan dibalik semua ini? Tentu jawabannya bisa beragam, misal ingin nostalgia dengan lensa lamanya, atau cari lensa yang terjangkau, atau memang lensa yang diinginkan belum tersedia sehingga terpaksa memasang lensa DSLR. Ingat kalau sistem mirrorless masih tergolong baru, pilihan lensa yang ada memang belum sebanyak sistem DSLR yang sudah berpuluh-puluh tahun ada.

m_FLANGE_2

Bagaimana penjelasan teknis dari fenomena ini? Untuk bisa memahami itu kita perlu tahu dulu desain lensa, bahwa setiap lensa dirancang untuk mengirim gambar ke sensor. Jarak dari belakang lensa ke sensor namanya flange back distance. Di sistem DSLR kira-kira jaraknya 4 cm, dan itu sudah sejak jaman SLR film begitu. Alasannya karena di DSLR ada cermin yang membuat sensor jadi harus agak mundur ke belakang, sehingga semua lensa harus dirancang untuk punya jarak flange back sekitar 4 cm. Di mirrorless yang tentunya tanpa cermin, jarak flange back ini bisa dibuat lebih pendek, sekitar 1-2 cm. Perancang lensa mirroless harus mendesain ulang rancangan lensa karena menyesuaikan flange back yang jauh lebih pendek.

flange DSLR

Selisih jarak ini yang membuka peluang memasang lensa DSLR di mirrorless, dengan adapter. Prinsip adapter memang hanya merubah desain mount, misal mount lensa Nikon supaya bisa masuk ke E-mount di bodi Sony Alpha/NEX. Tapi kegunaan penting lain dari adapter adalah menambah jarak flange back kamera yang tadinya pendek jadi panjang sehingga memungkinkan dipasang lensa DSLR. Bila tidak dipanjangkan, maka fokus dari lensa DSLR akan jatuh dibelakang sensor dan itu artinya kamera tidak akan bisa fokus.

flange mirr

Memasang adapter punya kompromi sendiri. Pertama adalah mayoritas adapter dibuat simpel tanpa chip atau kontak elektronik. Artinya jangan harap lensanya bisa auto fokus, maka itu adapter yang simpel memang dirancang untuk lensa-lensa lama yang manual fokus dan manual aperture. Di kamera pun harus pakai mode M, dan perlu pakai kamera yang ada opsi untuk bisa memotret tanpa lensa. Tidak ada bantuan light meter di kamera, kita harus andalkan histogram untuk akurasi eksposur dan memakai focus peaking (bila ada) untuk manual fokus.

Metabones-Canon-EF-Sony

Tapi untuk anda yang tidak suka cara lama, ada juga adapter yang canggih dengan kemampuan menterjemahkan perintah AF dari kamera (misal kamera Sony A) dan mengkode ulang perintahnya dan dikirimkan ke lensa (misal lensa Canon EOS) sehingga auto fokusnya berfungsi. Tapi adapter semacam ini harganya mahal, pilihannya lebih sedikit dan kadang AF-nya terasa lebih lambat. Ada juga adapter yang dibuat untuk antar sistem dalam satu merk, misal kamera mirrorless Canon EOS-M bisa dipasangkan dengan lensa Canon EF dan auto fokusnya tetap jalan, karena adapternya dibuat oleh Canon juga.

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

One thought on “Mengapa lensa DSLR bisa dipasang di kamera mirrorless (dengan adapter)”

  1. Mamntap infonya..saya baru tau kalo lensa dslr bisa dipasang dikamera mirrorless

Comments are closed.