aLumix-DMC-GX8

Panasonic Lumix DMC-GX8 dan GX85, pilih yang mana?

Panasonic tetap eksis di kancah kamera digital khususnya dengan produk mirroress, walau segmentasi produknya agak membingungkan. Kita tahu ada seri GH untuk yang serius, ada seri G untuk yang lebih umum (keduanya berbentuk seperti mini DSLR), lalu ada juga seri GX, GM dan GF yang ketiganya lebih kompak dan ringkas (ala rangefinder). Seri GX sendiri adalah seri teringgi di kelas kompak, dengan produk yang cukup sukses saat itu adalah Lumix GX7 (2013) dan kini diteruskan dengan suksesornya yaitu Lumix GX8 (2015). Tak lama berselang, uniknya Panasonic kembali hadirkan kamera di seri GX yaitu Lumix GX85 (atau GX80 di negara lain), dan lebih unik lagi kamera ini diberi nama lain GX7 mark II. Lho..?

Desain EVF lipat yang unik di GX8, meneruskan desain di serupa di GX7
Desain EVF lipat yang unik di GX8, meneruskan desain di serupa di GX7

Untuk bisa mengerti penamaan ini, kita perlu tahu dulu seperti apa Lumix GX8 dan apa bedanya dengan GX7. Kamera GX8 adalah penerus GX7 yang dinanti-nanti karena diyakini akan membawa Panasonic bisa bersaing dengan Olympus EM-5 mk II atau kamera lain sekelasnya. Sebagai kamera top tier / flagship, GX8 menyempurnakan beberapa hal di GX7 seperti sensor baru 20 MP (Sebelumnya 16 MP), Dual IS (di sensor dan di lensa), 8 fps memotret kontinu dan 4K UHD video. Masih seperti GX7, jendela bidik di GX8 bisa dilipat ke atas untuk memotret sambil menunduk. Masalah dengan GX8 adalah harganya yang termasuk tinggi (15 juta belum dapat lensa), lalu ukurannya jadi membesar (dan lebih berat) serta issue shutter shock yang mengganggu (di shutter speed tertentu foto jadi kurang tajam).

Desain shutter di GX85 (kiri) dan GX8 (kanan)
Desain shutter di GX85 (kiri) dan GX8 (kanan)

Maka itu (mungkin) akhirnya Panasonic memutuskan membuat satu kamera lagi, berada diantara GX7 dan GX8 baik dari segi fitur, ukuran dan harga. Berangkat dari rancang desain GX7, namun dengan jendela bidik yang tidak bisa dilipat, Lumix GX85 hadir bulan lalu sebagai pelipur lara. Mengapa? Karena di GX85 teknologi shutter yang bermasalah di GX8 diperbaiki dengan sistem peredam sehingga tidak membuat foto kurang tajam. Kami sendiri kurang setuju bila GX85 diberi nama GX7 mk II, karena istilah mark II biasanya peningkatan dari produk sebelumnya. Mungkin akan lebih tepat dinamai GX7 lite saja karena jendela bidiknya juga tidak bisa dilipat.

GX8 - GX85 - GX7
GX8 – GX85 – GX7

Apa perbedaan antara GX85 dengan GX7 dan GX8? Wah ini agak membingungkan, tapi kami coba uraikan untuk anda :

Sensor :

  • GX7 : 16 MP
  • GX85 : 16 MP tanpa low pass filter
  • GX8 : 20 MP

Shutter :

  • GX7 : 1/8000 detik, 5 fps
  • GX85 : 1/4000 detik, 1/16000 elektronik, 8 fps
  • GX8 : 1/8000 detik, 1/16000 elektronik, 8 fps

Layar / jendela bidik :

  • GX7 : LCD
  • GX85 : LCD
  • GX8 : OLED

Video :

  • GX7 : Full HD
  • GX85 : 4K
  • GX8 : 4K

So, pilih yang mana? Saat ini Lumix GX7 juga masih dijual, boleh dibeli kalau mengejar harga diskon atau cuci gudang. Tapi bila tidak perlu EVF lipat, tunggu saja sampai GX85 masuk pasaran tanah air, estimasi sekitar 12 jutaan sudah dapat lensa. Tapi bila anda ingin mencari yang top-nya, misal untuk resolusi ekstra tinggi dan fitur terkini maka GX8 layak dibeli.

Kompetisi yang cukup berat buat duo kamera Lumix ini :

GX85 : Olympus EM10 mk II, Fuji XT10, Sony A6000

GX8 : Olympus EM5 mk II, Fuji X-T1, Sony A6300

Good luck Panasonic..

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..