a6300n80d cr

Pilih Canon 80D atau Sony A6300?

Kalau ditanya saat ini duel apa yang dianggap mewakili DSLR vs mirrorless favorit dan terbaru, maka boleh jadi jawabnya adalah Canon EOS 80D berhadapan dengan Sony A6300. Keduanya walau berangkat dari format kamera yang berbeda (satu pakai cermin, satu tanpa cermin) tapi punya banyak kesamaan seperti harga jual, sensor dan segmentasinya. Canon 80D dan Sony A6300 baru saja resmi diluncurkan di Indonesia dengan harga 14 jutaan bodi saja.

Mari cek sejarah kedua produk ini. Uniknya keduanya adalah kamera yang hadir menyempurnakan produk yang populer dimana Canon 80D adalah penerus 70D dan Sony A6300 adalah penerus A6000. Keduanya membawa beban target yang sama beratnya yaitu mesti jadi produk yang juga sukses seperti sebelumnya. Kita tahu Canon 70D termasuk sukses dalam memadukan kualitas, kinerja, dan harga dari sebuah kamera DSLR, demikian juga Sony A6000 membuat standar baru untuk kamera mirrorless performa tinggi.

Kedua kamera, Canon 80D dan Sony A6300 sama-sama pakai sensor APS-C dengan resolusi 24 MP. Canon 80D punya 45 titik fokus (semuanya cross-type) di mode normal, dan saat pakai live view juga auto fokusnya tetap handal berkat dual-pixel AF (pertama di temui di 70D).

Sony A6300 area fokusnya meningkat pesat dari 179 area menjadi 425 area, tertinggi di semua produk mirrorless yang ada. Kedua kamera juga sama-sama dirancang lebih tangguh (80D dinyatakan tahan cuaca, A6300 hanya disebut tahan debu dan kelembaban) dan mengusung fitur terkini seperti WiFi dan NFC.

80D A6300

Canon EOS 80D punya kekuatan di kematangan sistem, seperti pilihan lensa, flash dan aksesori (termasuk buatan pihak ketiga). Penyuka desain bodi kamera konvensional juga akan menyukai 80D yang gripnya lebih enak, tahan cuaca dan jendela bidik optiknya lebih besar dan terang. Bodi DSLR memang besar dan cenderung tidak praktis untuk traveling, tapi dibalik bodi yang besar jadi bisa ditempati banyak tombol dan LCD tambahan yang berguna. Layar lipat dan bisa disentuh juga jadi nilai plus Canon 80D, saat pakai live view atau rekam video akan terbantu saat ingin menentukan area fokus dengan menyentuh layar. Baterainya yang besar juga bisa tahan hampir 1000x memotret dalam sekali charge. Canon 80D dirancang juga untuk videografer, misalnya ada port headphone dan fitur video lebih lengkap. Tapi anehnya di 80D banyak juga kekurangan di sisi video seperti tidak ada 4K, tidak ada clean HDMI out, tidak ada zebra dan tidak ada S-log flat profile.

80D A6300 b

Di sisi lain Sony A6300 melanjutkan sukses A6000 dengan filosofi bodi kecil tapi lengkap dan handal. Masih sehebat A6000, di A6300 juga bisa menembak hingga 11 foto per detik, jauh diatas Canon 80D yang ‘hanya’ 7 foto per detik. Anda yang cenderung menyukai kamera modern mungkin akan lebih suka A6300 misalnya banyak fitur canggih seperti jendela bidik elektronik yang jernih, 4K video, hingga kebebasan menambah aplikasi di dalam kamera. Bagi yang menyukai street photography, A6300 sudah mendukung silent shutter sehingga tidak ada suara apapun saat memotret.80D A6300 c

Tapi perlu diingat bodi A6300 termasuk kecil sehingga gripnya kurang mantap, juga layar LCD-nya juga tidak mendukung layar sentuh. Beruntung adanya built-in flash dan hot shoe di A6300 membuat kamera ini makin serbaguna untuk berbagai pemakaian, meski tidak ada fitur wireless flash di A6300 sehingga penyuka strobist perlu membeli trigger sendiri. Masalah lain khas mirrorless adalah daya tahan baterai yang memaksa kita untuk punya beberapa baterai cadangan.

Yang kami suka dari Canon 80D :

  • ergonomi (bodi, grip, tombol, ada LCD tambahan)
  • auto fokus hybrid (oke juga saat live view)
  • layar sentuh
  • wireless flash
  • daya tahan baterai
  • Kecepatan startup lebih cepat (0.5 vs 1.4 detik)
  • Max shutter speed 1/8000 detik vs 1/4000

Yang kami suka dari Sony A6300 :

  • sarat fitur dalam bodi yang ringkas
  • cepat (burst cepat, AF cepat)
  • fitur video lengkap (4K, slow motion dsb)
  • jendela bidik jernih
  • sensor berkualitas tinggi (tajam, DR oke, noise rendah)
  • Ada focus peaking membantu saat manual fokus
  • Bisa diadaptasi dengan lensa-lensa SLR dengan adaptor

Jadi keduanya sebagai kamera dengan sensor APS-C memang hampir setara untuk harga, fitur dan kinerja, namun berbeda dalam jenisnya. Canon 80D mewakili kubu DSLR juga sebetulnya punya misi berat karena harus melawan Nikon D7200, serta tidak boleh overlap fitur dengan sang kakak yaitu 7D mk II. Saat ini kalau anda mencari DSLR kelas menengah yang handal dan mencukupi untuk banyak kebutuhan, kami tak ragu menyarankan Canon 80D, bahkan saat dana terbatas maka Canon 70D juga masih oke untuk dipilih.

Di sisi lain Sony A6300 mewakili kubu mirrorless juga bebannya berat karena banyak saingan di kisaran harga sama (Fuji X-Pro 2, Fuji X-T1, Samsung NX1 dan bahkan dari kubu micro 4/3 seperti Olympus E-M5 mk II atau Panasonic GX8).  Kami pun tak ragu untuk merekomendasikan Sony A6300 untuk aneka kebutuhan fotografi anda, khususnya sport atau travelling, bahkan kalau dana terbatas maka Sony A6000 pun masih oke untuk dipilih. Jadi, pilih sesuai keinginan dan kemampuan, dan mulailah menikmati hobi fotogafinya..

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..