Category: kamera digital

lumix-gm1

Lumix DMC-GM1 : kamera mirrorless mungil dari Panasonic

Jajaran produk kamera mirrorless Panasonic Lumix dengan standar Micro Four Thirds semakin banyak saja. Setelah hadir seri G, GH, GF dan GX, kini hadir pula seri GM dengan nama Lumix DMC-GM1 yang mengusung konsep kamera mini atau kecil. Walau kecil, tapi kamera ini tetap memakai sensor yang sama dengan kakak-kakaknya yaitu sensor Four Thirds (2x crop factor), hanya saja supaya lensa yang dipasang juga tampak sepadan, Lumix GM1 dibekali lensa zoom mungil G Vario 12-32mm f/3.5-5.6 OIS dengan diameter filter hanya 37mm.

sony-a7r

Sistem kamera full frame mirrorless dari Sony : A7 dan A7R

Sony kembali menjadi headline dengan meluncurkan kamera mirrorless dengan sensor full frame, yaitu A7 dan A7R. Kedua kamera ini berbagi bentuk yang sama, hanya beda dalam hal sensor yaitu A7 memakai sensor 24 MP dengan low pass filter, sedangkan A7R memakai sensor 36 MP tanpa low pass filter. Jadilah kedua kamera kembar ini menjadi kamera terkecil untuk jenis kamera full frame dengan lensa yang bisa dilepas (interchangeable lenses). Simak fakta-fakta penting seputar kamera A7 dan A7R ini.

Nikon 1 AW1

Perkembangan positif dari kamera mirrorless Nikon 1

Melengkapi artikel kami tahun 2011 lalu tentang Nikon 1, kali ini kami akan ulas kembali perkembangan Nikon 1 sebagai ‘anak bawang’ di kancah mirrorless yang semakin beragam. Awalnya Nikon 1 hadir untuk jadi andalan Nikon dalam dunia mirrorless, dengan memperkenalkan sensor 1 inci dan format CX dengan crop factor 2,7x. Format CX ini sukses membuat kamera-kamera (dan lensa) yang mungil seperti Nikon seri V, seri J dan seri S. Kali ini hadir Nikon AW1 sebagai kamera underwater.

ax1view1

Seperti apa kemampuan handycam dengan resolusi Ultra HD?

Handycam adalah merk dagang dari Sony, tapi istilah ini sudah akrab ditelinga dan jadi istilah umum yang artinya sama juga dengan camcorder. Sebagai alat yang memang didesain untuk merekam video, perjalanan handycam cukup panjang, mulai dari format kaset, DVD, hardisk hingga flash (solid state) dipakai untuk media rekamnya. Ukuran gambar (yang berhubungan dengan kualitas) juga berkembang, dari Standard Definition (SD), lalu ke High Definition (HD) yang cirinya punya bidang gambar widescreen 16:9.