Canon Powershot SX200IS, mungil dan powerful

Masih ingat kamera Canon SX100IS dengan resolusi 8 MP? Kamera dengan lensa zoom 10x optikal itu tampak gemuk dan tidak terkesan mewah, sungguh disayangkan karena semestinya Canon bisa berbuat lebih banyak untuk membuat kamera saku dengan zoom tinggi. Kali ini Canon telah ‘kembali ke jalan yang benar’ dengan meluncurkan penerus SX100IS yang bernama Powershot SX200IS, dengan resolusi 12 MP dan lensa zoom 12x optikal. Sekaligus menjadi pesaing Lumix TZ6/TZ7, Canon SX200IS ini dikemas dalam bodi yang ramping dan anggun, disertai lensa wide 28mm dan bukaan lensa yang cenderung lambat f/3.4-5.3. Kamera ini memakai layar LCD 3 inci, prosesor Digic 4 dan kemampuan movie HD 720p dengan codec H.264 yang efisien.

Canon SX200 IS
Canon SX200 IS

Seiring dengan peluncuran SX200IS ini, Canon juga meluncurkan jajaran kamera Powershot barunya yang memeriahkan pasaran kamera digital masa kini, seperti :

  • PowerShot SD970 IS, SD960 IS, SD780 IS dan SD1200 IS Digital ELPH (kelas premium, biasa dikenal kamera IXUS)
  • PowerShot A2100 IS, A1100 IS dan A480
  • Powershot D10 kamera anti-air pertama dari Canon
Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

Lumix GH1, Micro Four Thirds plus movie HD

Kabar baik bagi pecinta format baru Micro Four Thirds. Kamera Lumix G1 yang tidak dilengkapi fitur movie akhirnya disempurnakan dengan versi baru bernama Lumix GH1 plus lensa kit baru 10x zoom 14-140mm f/4-5.8 (ya, lumayan lambat). Tidak tanggung-tanggung, fitur movie pada Lumix GH1 ini benar-benar impresif dengan kompresi AVCHD H.264, plus resolusi 1920 x 1080 piksel 24 fps. Kehebatan movie ini masih ditambah dengan stereo audio recording, tombol khusus movie dan fitur manual untuk movie (termasuk kendali akan bukaan aperture).

Lumix GH-1
Lumix GH-1

Disamping fitur movie, Lumix GH1 ini relatif sama dengan sebelumnya baik dalam hal fitur, desain dan spesifikasi. Berbekal sensor Four Thirds 12 MP multi aspect ratio, kamera tanpa cermin ini mengandalkan metoda live-view sepenuhnya, plus contrast-detect AF 23 titik yang tercepat dikelasnya. Urusan LCD baik di jendela bidik dan pada layar utama sama-sama mengagumkan. Pada jendela bidik Lumix GH1, terdapat LCD beresolusi 1.44 juta piksel yang punya refresh-rate 60 fps. Pada layar utama, tersedia LCD selebar 3 inci yang bisa diputar untuk fleksibilitas ekstra. Di bagian atas, tersedia flash hot shoe untuk pemasangan lampu kilat eksternal. Sebagai jantung kamera ini ada prosesor Venus Engine HD dual core sudah disiapkan untuk mengolah data jumlah besar dari file RAW ataupun HD movie.

Inilah kamera non DSLR terlengkap, termahal dan tercanggih yang pernah ada. Bila harga Lumix G1 harganya saja sudah 8 juta, maka Lumix GH1 ini dijual 12 juta plus lensa kit. Berminat?

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..