Category: kamera digital

saku

Tips memilih kamera saku untuk pemula

Kamera saku menjadi kamera yang penjualannya paling laris dan banyak dicari orang karena kepraktisan dalam pemakaian dan harganyanya yang terjangkau. Kamera generasi baru boleh dibilang sudah canggih, bahkan saking canggihnya calon pembeli (pemula) sampai bingung akan istilah-istilah yang ditulis di iklan, brosur dan spesifikasinya. Kali ini kami sajikan tips menarik sebagai pedoman dalam membeli kamera saku sehingga anda bisa mendapat kamera sesuai anggaran dan harapan.

Fuji FinePix S200EXR (credit : DCRP resource)

Fujifilm luncurkan kamera prosumer FinePix S200EXR

Seperti yang sudah lama dirumorkan, Fujifilm akhirnya benar-benar meluncurkan kamera prosumer dengan sensor SuperCCD EXR yang bernama FinePix S200EXR. kamera ini menjadi penerus dari kamera S100FS yang meraih banyak penghargaan di tahun lalu berkat kualitas hasil foto, dynamic range yang baik dan lensanya yang bisa diputar seperti lensa SLR. Kini Fuji menjadikan penerus S100FS ini lebih baik lagi dengan menanam sensor ‘SuperCCD EXR’ untuk kemampuan memberikan dynamic range yang lebih baik lagi plus kemampuan ISO tinggi yang lebih bersih dari noise. Apakah kamera ini akan menjadi ‘prosumer ideal’ dan menjadi alternatif pengganti DSLR? Simak selengkapnya disini.

fuji-s1500

Buyer guide : Delapan kamera prosumer super zoom baru

Perkembangan teknologi fotografi digital masa kini telah mengantar kamera prosumer menjadi kamera praktis yang bisa diandalkan untuk fotografi sehari-hari, mulai dari memotret makro, landscape, hingga foto tele di alam terbuka. Belum lagi soal harga dan bobotnya yang lebih ringan dari DSLR, membuat prosumer sebenarnya masih punya harapan untuk mendapat tempat di kalangan fotografer. Bila anda termasuk orang yang tidak ingin ribet memakai kamera DSLR, simaklah daftar kamera prosumer super zoom baru yang kami susun kali ini, siapa tahu satu diantaranya cocok di hati anda.

face-detect

Berbagai fitur baru pada kamera digital modern

Dasar fotografi digital tetap saja tiga hal : shutter, aperture dan ISO. Dengan kombinasi ketiganya, berbagai variasi foto yang baik bisa dihasilkan. Namun setiap kehadiran fitur baru yang bisa memudahkan pemakaian dan mampu memperbaiki hasil foto tentu perlu direspon positif. Yang perlu dihindari, penambahan fitur yang belum tentu diperlukan tapi membuat harga kamera justru jadi lebih mahal. Dengan mengetahui fitur apa saja yang diperlukan, dan mana yang tidak, bisa mencegah kita dari memboroskan anggaran dengan membayar mahal akan sebuah kamera yang dijejali fitur yang sebenarnya tidak kita perlukan.