<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>kamera gue</title>
	<atom:link href="http://kamera-gue.web.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kamera-gue.web.id</link>
	<description>kupas tuntas kamera digital</description>
	<pubDate>Sun, 07 Mar 2010 11:39:56 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Panasonic luncurkan Lumix DMC-G2 dan G10</title>
		<link>http://kamera-gue.web.id/2010/03/07/panasonic-luncurkan-lumix-dmc-g2-dan-g10/</link>
		<comments>http://kamera-gue.web.id/2010/03/07/panasonic-luncurkan-lumix-dmc-g2-dan-g10/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Mar 2010 11:36:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin KG</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Headline]]></category>

		<category><![CDATA[AVCHD]]></category>

		<category><![CDATA[G10]]></category>

		<category><![CDATA[live-view]]></category>

		<category><![CDATA[Lumix]]></category>

		<category><![CDATA[Micro 4/3]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamera-gue.web.id/?p=814</guid>
		<description><![CDATA[Selang setahun setelah era Lumix G1/GH1, kini Panasonic meluncurkan kamera penerusnya yang bernama Lumix G2 dan G10. Keduanya hampir sama secara umum, namun G2 dibuat lebih canggih dengan menyediakan fasilitas layar sentuh termasuk untuk menentukan titik fokus. Berbeda dengan G2, Lumix G10 memiliki layar yang fix alias tidak bisa dilipat. Wajar karena Lumix G10 ditargetkan menjadi kamera Micro 4/3 murah yang dipelopori oleh Olympus E-PL1. Bagaimana perbedaan G2/G10 baru ini dibanding dengan G1/GH1? Simak selengkapnya disini.


Related posts:<ol><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/06/29/lumix-gh1-micro-four-thirds-plus-movie-hd/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Lumix GH1, Micro Four Thirds plus movie HD'>Lumix GH1, Micro Four Thirds plus movie HD</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/09/02/lumix-dmc-gf1-satu-lagi-kamera-saku-berformat-micro-four-thirds/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Lumix DMC-GF1, satu lagi kamera saku berformat Micro Four Thirds'>Lumix DMC-GF1, satu lagi kamera saku berformat Micro Four Thirds</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Masih ingat Lumix DMC-G1, kamera Micro 4/3 pertama dari Panasonic? Saat itu banyak orang yang terkagum-kagum karena akhirnya muncul alternatif lain dari DSLR, sebuah kamera tanpa cermin dan memakai jendela bidik LCD, meski sama-sama memakai sensor DSLR dan lensa yang juga bisa dilepas. Meski awalnya banyak yang mengeluhkan ukuran dari G1 yang masih kurang mungil, namun akhirnya jelas sudah bahwa Panasonic memang membuat dua versi produk kamera Micro 4/3 yaitu berjenis <strong>SLR like </strong>(seperti G1) dan jenis <em><strong>pocketable</strong></em> (seperti GF1).</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/03/lumix-g2.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-817" title="lumix-g2" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/03/lumix-g2-400x348.jpg" alt="lumix-g2" width="400" height="348" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/03/lumix-g2.jpg"></a>Kali ini Panasonic meluncurkan kamera penerus dari Lumix G1/GH1 yang bernama Lumix G2 dan G10. Keduanya hampir sama secara umum, namun G2 dibuat lebih canggih dengan menyediakan fasilitas layar sentuh termasuk untuk menentukan titik fokus. Berbeda dengan G2, Lumix G10 memiliki layar yang fix alias tidak bisa dilipat. Wajar karena Lumix G10 memang ditargetkan menjadi kamera Micro 4/3 murah yang dipelopori oleh Olympus E-PL1. Bagaimana perbedaan G2/G10 baru ini dibanding dengan G1/GH1?</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/03/lumix-g10.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-818" title="lumix-g10" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/03/lumix-g10-367x350.jpg" alt="lumix-g10" width="367" height="350" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/03/lumix-g10.jpg"></a>Sebelum menjawab pertanyaan di atas, baik G1, GH1, G10 dan G2, keempatnya memiliki kesamaan dalam bentuk dan desain secara umum. Sensor yang dipakai juga sama, yaitu Live MOS 4/3 beresolusi 12 MP. Sebagai kamera <em>mirrorless</em>, keempatnya mengandalkan sistem<em> live-view</em> memakai <em>electronic viewfinder</em> (EVF)<em> </em>atau lewat layar LCD yang berukuran 3 inci. Auto fokus mengandalkan sistem <em>contrast detect </em>yang untungnya lebih cepat dari kebanyakan kamera non DSLR lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Oke, sekarang apa perbedaan utama dari keempat kamera di atas? Inilah secara umum fitur keempatnya :</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Lumix G1 (Sep 2008) :</strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>ISO 3200</li>
<li>tanpa fitur movie</li>
<li>lensa kit 14-45mm</li>
<li>layar LCD lipat</li>
<li>EVF resolusi tinggi (1,44 juta piksel)</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>Lumix GH1 (Mar 2009) :</strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>ISO 3200</li>
<li>HD movie 1920 x 1080 (AVCHD)</li>
<li>lensa kit 14-140mm</li>
<li>layar LCD lipat</li>
<li>EVF resolusi tinggi (1,44 juta piksel)</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>Lumix G2 (Mar 2010)</strong> :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>ISO 6400</li>
<li>HD movie 1280 x 720 (AVCHD lite)</li>
<li>lensa kit 14-42mm</li>
<li>layar LCD lipat, <em>touchscreen</em></li>
<li>EVF resolusi tinggi (1,44 juta piksel)</li>
<li>mendukung SDXC card</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>Lumix G10 (Mar 2010) :</strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>ISO 6400</li>
<li>HD movie 1280 x 720 (M-JPEG)</li>
<li>lensa kit 14-42mm</li>
<li>layar LCD fix</li>
<li>resolusi EVF rendah (202 ribu piksel)</li>
<li>mendukung SDXC card</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Dari spesifikasi di atas tampak kalau G10 memang kurang menarik karena resolusi EVF yang rendah dan LCD yang tidak bisa dilipat-putar.  Apaalagi kompresi HD movie yang ditawarkan hanya memakai M-JPEG yang sangat haus memori. Pada G10 juga tidak tersedia tombol langsung untuk merekam video, yang terdapat di G2. Namun Panasonic menjanjikan harga G10 ini lebih terjangkau, dan tetap memiliki kinerja auto fokus yang sama, ISO 6400, serta kualitas hasil foto yang sama dengan G2.</p>
<p style="text-align: justify;">Lumix G2 sendiri menjadi kamera <em>flagship</em> saat ini dengan segala kelengkapan fitur dan spesifikasi tinggi, meski lucunya tidak lagi mendukung resolusi video HD 1920 x 1080 yang disediakan di GH1. Tentunya G2 akan dijual lebih mahal dari G10 dan juga tersedia dalam warna biru, merah dan hitam. Harga keduanya belum diumumkan, prediksi kami G10 akan dijual di kisaran 6 jutaan, sedang G2 di kisaran 9 jutaan.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/06/29/lumix-gh1-micro-four-thirds-plus-movie-hd/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Lumix GH1, Micro Four Thirds plus movie HD'>Lumix GH1, Micro Four Thirds plus movie HD</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/09/02/lumix-dmc-gf1-satu-lagi-kamera-saku-berformat-micro-four-thirds/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Lumix DMC-GF1, satu lagi kamera saku berformat Micro Four Thirds'>Lumix DMC-GF1, satu lagi kamera saku berformat Micro Four Thirds</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamera-gue.web.id/2010/03/07/panasonic-luncurkan-lumix-dmc-g2-dan-g10/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Focus 2010 di JCC Senayan</title>
		<link>http://kamera-gue.web.id/2010/02/26/focus-2010-di-jcc-senayan/</link>
		<comments>http://kamera-gue.web.id/2010/02/26/focus-2010-di-jcc-senayan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Feb 2010 14:17:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin KG</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Fotografi]]></category>

		<category><![CDATA[expo]]></category>

		<category><![CDATA[focus]]></category>

		<category><![CDATA[JCC]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamera-gue.web.id/?p=802</guid>
		<description><![CDATA[Ajang pameran fotografi digital tahunan FOCUS 2010 akan kembali digelar di Jakarta, tepatnya bertempat di JCC Senayan pada tanggal 3-7 Maret 2010. Pada tempat dan waktu yang sama juga akan digelar pameran Mega Bazaar Computer sehingga untuk anda yang akan mengunjungi acara ini cukup membayar sekali tiket masuk sudah bisa menghadiri dua pameran sekaligus. Bila ditinjau dari floorplan resmi situs Mega Bazaar, maka yang sudah memastikan tempat di acara FOCUS kali  diantaranya adalah Canon, Sony, Olympus dan Oktagon.


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Ajang pameran fotografi digital tahunan FOCUS 2010 akan kembali digelar di Jakarta, tepatnya bertempat di JCC Senayan pada tanggal 3-7 Maret 2010. Pada tempat dan waktu yang sama juga akan digelar pameran Mega Bazaar Computer sehingga untuk anda yang akan mengunjungi acara ini cukup membayar sekali tiket masuk sudah bisa menghadiri dua pameran sekaligus. Bila ditinjau dari<em> </em><a href="http://www.megabazaarcomputer.com/floorplan/floorplan_jakarta.pdf" target="_blank"><em>floorplan</em> resmi situs Mega Bazaar</a>, tampak peserta yang sudah memastikan tempat di acara FOCUS kali  diantaranya adalah Canon, Sony, Olympus dan Oktagon.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/02/debindo_fokus.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-808" title="debindo_fokus" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/02/debindo_fokus.jpg" alt="debindo_fokus" width="468" height="60" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/02/debindo_fokus.jpg"></a>Dari sebuah <a href="http://www.fotografer.net/isi/forum/topik.php?id=3194251067" target="_blank">forum</a>, dikabarkan kalau akan ada layanan <em>free sensor cleaning</em> bahkan gratis perbaikan DSLR dari Datascript, tentunya untuk merk Canon saja. Kalaupun ada biaya tentu adalah biaya <em>spare part</em> saja, sedang biaya perbaikan yang berkisar 550 ribu rupiah akan digratiskan di ajang Focus 2010 kali ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu di ajang Focus kali ini akan diadakan seminar dengan jadwal sebagai berikut :</p>
<p style="text-align: justify;">3 Maret 2010 , 17.00 - 20.00 , Room 2 :<br />
Workshop &#8220;HDR in-camera untuk Fotografi Produk&#8221; oleh ALEX HARTAWAN</p>
<p>4 Maret 2010, 17.00 - 20.00 , Room 2 :<br />
Seminar &#8220;Fashion , Glamour &amp; Beauty Photography&#8221; oleh SAMUEL SUNANTO</p>
<p>5 Maret 2010, 17.00 - 20.00 , Room 2 :<br />
Seminar &#8220;Pre-Wedding Photography, Haram ? &#8221; oleh SAELAN WANGSA</p>


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamera-gue.web.id/2010/02/26/focus-2010-di-jcc-senayan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kamera Sigma dengan sensor Foveon kembali hadir</title>
		<link>http://kamera-gue.web.id/2010/02/22/kamera-sigma-dengan-sensor-foveon-kembali-hadir/</link>
		<comments>http://kamera-gue.web.id/2010/02/22/kamera-sigma-dengan-sensor-foveon-kembali-hadir/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 14:31:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin KG</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[kamera DSLR]]></category>

		<category><![CDATA[APO]]></category>

		<category><![CDATA[DP1]]></category>

		<category><![CDATA[DP2]]></category>

		<category><![CDATA[Foveon]]></category>

		<category><![CDATA[hot-shoe]]></category>

		<category><![CDATA[prime]]></category>

		<category><![CDATA[RAW]]></category>

		<category><![CDATA[SD15]]></category>

		<category><![CDATA[Sigma]]></category>

		<category><![CDATA[tele lens]]></category>

		<category><![CDATA[wide]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamera-gue.web.id/?p=792</guid>
		<description><![CDATA[Di ajang Photo Marketing Association (PMA) 2010 kali ini, kejutan besar justru datang dari Sigma. Selain merilis banyak lensa baru atau menyempurnakan lensa lama, Sigma juga menghadirkan tiga kamera bersensor Foveon. Sensor Foveon memiliki karakteristik khas dengan tiga lapis filter warna RGB yang menjamin keindahan warna seperti aslinya. Ketiga kamera itu adalah Sigma SD15 (DSLR), Sigma DP2s dan Sigma DP1x (kamera saku). Ingin tahu seperti apa ketiganya? Simak selengkapnya disini.


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Di ajang <em>Photo Marketing Association</em> (PMA) 2010 kali ini, kejutan besar justru datang dari Sigma. Selain merilis banyak lensa baru atau menyempurnakan lensa lama, Sigma juga menghadirkan tiga kamera bersensor Foveon. Sensor Foveon memiliki karakteristik khas dengan tiga lapis filter warna RGB yang menjamin keindahan warna seperti aslinya. Ketiga kamera itu adalah <a href="http://www.sigma-sd.com/SD15/" target="_blank">Sigma SD15</a> (DSLR), <a href="http://www.sigma-dp.com/DP2s/main.html" target="_blank">Sigma DP2s</a> dan Sigma DP1x (kamera saku). Ingin tahu seperti apa ketiganya? Kami ulas semuanya untuk anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Sensor Foveon X3 adalah sensor dengan tiga lapis filter warna berjenis CMOS dengan ukuran yang sama seperti sensor DSLR APS-C, sehingga <em>crop factor</em> yang dihasilkan juga sama. Sensor Foveon X3 ini memiliki resolusi 14 MP total, artinya resolusi ini adalah penggabungan dari 3 layer warna RGB yang ditumpuk, sehingga resolusi aktual foto sesungguhnya adalah 2652 x 1768 piksel (atau kurang dari 5 MP). Karena di tiap pikselnya sensor ini memiliki filter RGB tersendiri, maka tidak dikenal interpolasi warna yang selama ini dijumpai di sensor konvensional. Hasilnya, warna mampu direproduksi seindah aslinya, tidak pucat karena teknik interpolasi. Apalagi dengan memakai format RAW, menghasilkan foto dengan warna warni indah bisa diwujudkan lebih mudah lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketiga kamera Sigma baru ini merupakan penerus dari seri sebelumnya, kini dengan memakai layar LCD berukuran 3 inci yang sedang jadi tren di tahun ini. Inilah ketiga kamera Sigma baru di tahun 2010 :</p>
<h3 style="text-align: justify;">Sigma SD15</h3>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/02/sigma-sd15.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-793" title="sigma-sd15" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/02/sigma-sd15.jpg" alt="sigma-sd15" width="292" height="320" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/02/sigma-sd15.jpg"></a>Kamera DSLR yang diperkenalkan tahun 2008 ini akhirnya siap untuk diproduksi masal tahun ini. Berbekal sensor Foveon X3 14 MP, kamera ini siap bersaing dengan merk lain dengan sederet fitur menawan. Sejak tahun 2002, Sigma telah meluncurkan beberapa produk DSLR seri SD seperti SD9, SD 10 dan SD14. Kamera dengan<em> mounting</em> lensa Sigma SA ini memang cuma punya 5 titik AF, tapi kalau ditinjau dari fitur lainnya sudah tergolong lumayan, seperti sensor metering dengan 77 segmen dan finder berjenis prisma. Untuk adu spesifikasi dengan merk lain mungkin Sigma SD15 ini masih kalah, tapi inilah kamera DSLR satu-satunya dengan sensor Foveon yang ada di pasaran.</p>
<h3 style="text-align: justify;">Sigma DP2s</h3>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/02/sigma-dp2s.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-794" title="sigma-dp2s" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/02/sigma-dp2s-400x231.jpg" alt="sigma-dp2s" width="320" height="185" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/02/sigma-dp2s.jpg"></a>Kamera saku yang lensanya tidak bisa di-zoom ini mungkin tidak membuat kebanyakan orang tertarik. Desainnya yang kotak berwarna hitam dengan lensa fix 24mm memang tidak akan mencatat rekor dalam penjualan. Tapi secara esensi, kamera ini menjadi idaman para profesional yang mencari kualitas hasil foto terbaik yang bisa diberikan oleh sebuah kamera saku. Dibalik ukurannya yang kecil, tersimpan sensor Foveon X3 14 MP yang sama seperti yang dipakai Sigma SD15. Karena sensor ini berukuran setara dengan sensor DLSR APS-C, maka lensa fix <strong>24mm</strong> di kamera ini akan setara dengan fokal 41mm dengan bukaan<strong> f/2.8</strong> yang cepat, sehingga cocok untuk dipakai foto potret atau<em> low light</em>. Tersedia RAW file format dan<em> flash hot shoe</em> untuk mendukung kerja para profesional. Urusan kecepatan fokus yang jadi kekurangan Sigma DP2 sudah disempurnakan di Sigma DP2s ini.</p>
<h3 style="text-align: justify;">Sigma DP1x</h3>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/02/sigma-dp1x.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-795" title="sigma-dp1x" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/02/sigma-dp1x-400x290.jpg" alt="sigma-dp1x" width="280" height="203" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/02/sigma-dp1x.jpg"></a>Kamera ini merupakan penerus Sigma DP1s yang lensanya juga fix, hanya berbeda di fokal lensa saja dengan DP2. Bila DP2 memakai lensa 24mm yang setara dengan 41mm, disini digunakan lensa yang lebih wide yaitu<strong> 16mm </strong>(setara 28mm) namun bukaan maksimalnya lebih kecil yaitu <strong>f/4</strong>. Sigma DP1x juga memakai sensor Foveon X3 14 MP berukuran APS-C, RAW dan <em>flash hot shoe</em><strong> </strong>serta ditunjang dengan kinerja auto fokus yang telah disempurnakan. Kamera ini cocok untuk dipakai untuk para profesional saat memotret<em> landscape</em> dan interior, namun lensanya yang hanya bisa membuka di f/4 kurang cocok dipakai untuk urusan kecepatan tinggi, apalagi tidak tersedia fitur <em>stabilizer</em> pada kamera Sigma DP apapun.</p>
<p style="text-align: justify;">
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 478px"><img class="   " title="Sigma DP2 sample" src="http://gaptek28.files.wordpress.com/2010/02/sigmadp2-sample.jpg" alt="Contoh hasil foto Sig,aa DP2 dengan sensor Foveon" width="468" height="371" /><p class="wp-caption-text">Contoh hasil foto Sigma DP2 dengan sensor Foveon</p></div>
<h3>Lensa Sigma</h3>
<p>Selain meluncurkan tiga kamera, di ajang PMA 2010 Sigma juga meluncurkan banyak lensa baru dengan <em>mount</em> Nikon, Canon, Pentax, Sony dan Sigma, yaitu :</p>
<p style="text-align: justify;">Lensa untuk DSLR<em> Full Frame</em> (berkode DG) :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Sigma APO 70-200mm f/2.8 EX DG<strong> </strong><span style="font-family: mceinline;"><strong>OS</strong></span> HSM (lensa tele profesional cepat kini dengan<em> stabilizer</em> OS)</li>
<li>Sigma APO 50-500mm f/4.5-6.3 DG<span style="font-family: mceinline;"> <strong>OS</strong></span> HSM (lensa super tele juga kini dilengkapi OS)</li>
<li>Sigma 85mm f/1.4 EX DG HSM (lensa<em> prime </em>kelas elit)</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Lensa untuk DSLR<em> crop</em> / APS-C (berkode DC) :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Sigma 8-16mm f/4.5-5.6 DC HSM (lensa paling wide yang pernah ada untuk APS-C)</li>
<li>Sigma 17-50mm f/2.8 EX DC <strong>OS </strong>HSM (lensa profesional normal untuk APS-C, kini dengan OS)</li>
</ul>


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamera-gue.web.id/2010/02/22/kamera-sigma-dengan-sensor-foveon-kembali-hadir/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Cara mudah membuat foto lebih indah</title>
		<link>http://kamera-gue.web.id/2010/02/18/cara-mudah-membuat-foto-lebih-indah/</link>
		<comments>http://kamera-gue.web.id/2010/02/18/cara-mudah-membuat-foto-lebih-indah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Feb 2010 05:24:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin KG</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<category><![CDATA[Fotografi]]></category>

		<category><![CDATA[AF]]></category>

		<category><![CDATA[blur]]></category>

		<category><![CDATA[Ev]]></category>

		<category><![CDATA[flash]]></category>

		<category><![CDATA[komposisi]]></category>

		<category><![CDATA[lighting]]></category>

		<category><![CDATA[POI]]></category>

		<category><![CDATA[rule of thirds]]></category>

		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamera-gue.web.id/?p=779</guid>
		<description><![CDATA[Apapun kamera yang kita pakai, tiap kita memotret tentu harapannya adalah menghasilkan foto yang indah. Terkadang yang terjadi justru kekecewaan karena hasil  foto kita kurang memuaskan, padahal di saat yang sama orang lain bisa membuat foto yang lebih baik. Bisa jadi kita lupa akan hal-hal sepele namun penting yang menentukan bagus tidaknya hasil sebuah foto. Kami sampaikan disini cara-cara mudah yang perlu selalu diingat guna mendapat foto yang indah.


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Apapun kamera yang kita pakai, tiap kita memotret tentu harapannya adalah menghasilkan foto yang indah. Terkadang yang terjadi justru kekecewaan karena hasil  foto kita kurang memuaskan, padahal di saat yang sama orang lain bisa membuat foto yang lebih baik. Bisa jadi kita lupa akan hal-hal sepele namun penting yang menentukan bagus tidaknya hasil sebuah foto. Kami sampaikan disini cara-cara mudah yang perlu selalu diingat guna mendapat foto yang indah.</p>
<p style="text-align: justify;">Inilah cara mudah yang bisa diterapkan oleh siapa saja (termasuk pemula sekalipun) untuk mendapat foto yang lebih indah :</p>
<h3 style="text-align: justify;">Perhatikan komposisi</h3>
<p style="text-align: justify;">Memotret dengan kamera ponsel sekalipun, titik berat pada komposisi akan membuat hasil foto yang berbeda dan bisa tampak indah. Sebaliknya, bila memakai kamera mahal yang canggih sekalipun tapi tidak mengindahkan komposisi akan menghasilkan foto yang tidak bisa &#8216;bicara&#8217;.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/02/sawah.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-782" title="sawah" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/02/sawah.jpg" alt="sawah" width="400" height="266" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Komposisi berarti kejelian menempatkan objek pada bidang foto, bagaimana kita berpikir mencari <em>point-of-interest </em>untuk tiap foto, membuat kesan kedalaman dengan bermain<em> framing </em>hingga mengikuti aturan <em>rule-of-thirds</em>. Bila foto sudah terlanjur diambil namun ternyata komposisinya kurang enak dilihat, kita bisa selamatkan dengan melakukan <em>cropping </em>untuk membuang bidang yang tidak perlu.</p>
<h3 style="text-align: justify;">Perhatikan pencahayaan</h3>
<p style="text-align: justify;">Selalu, sebelum kita memotret, perhatikan dengan seksama <a href="http://kamera-gue.web.id/2009/08/23/basic-lighting-dalam-fotografi-digital/" target="_blank">cahaya sekitar</a>. Kenali<strong> sumber cahaya </strong>utamanya (matahari, lampu neon, lampu pijar atau lainnya), estimasi <strong>tingkat keterangannya</strong> (intensitas cahayanya) lalu <strong>arah datangnya cahaya</strong> (<em>side light</em>,<em> back light</em> dsb). dari sini kita bisa menentukan apakah cukup mengandalkan <em>auto WB</em> pada kamera atau perlu dilakukan WB manual.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/02/siluet.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-783" title="siluet" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/02/siluet.jpg" alt="siluet" width="400" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Pada saat cahaya kurang, kita juga perlu mengukur kemampuan kamera kita (berapa <em>shutter speed</em> minimum, berapa bukaan lensa maksimum, berapa ISO tinggi yang masih layak/<em>noise </em>rendah) sehingga foto yang diambil tidak under-eksposur. Perhatikan juga bila cahaya datang dari arah belakang objek akan menghasilkan<em> siluet</em> sehingga perlu diputuskan apakah objek harus pindah posisi, atau kita kompensasi dengan menambah lampu kilat.</p>
<h3 style="text-align: justify;">Perhatikan latar belakang</h3>
<p style="text-align: justify;">Ada kalanya yang paling ingin ditonjolkan dari sebuah foto adalah latar belakangnya. Berpose di depan Candi Borobudur atau gunung Bromo tentu maksudnya ingin menceritakan kalau &#8217;saya pernah kesana&#8217;. Untuk itu aturlah latar bisa tampak jelas, sementara objek tetap proporsional.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi kadang kita justru si objek adalah fokus utama dalam sebuah foto, sementara latar belakang bisa diabaikan. Untuk itu pilihlah latar yang tidak mengganggu fokus orang yang melihat foto kita. latar yang terlalu ramai dan penuh warna bisa membuat orang justru sibuk mengamati latar daripada objek foto. Bila kamera anda mampu membuat latar menjadi <em>blur/out-of- focus</em>, maka <a href="http://gaptek28.wordpress.com/2008/12/14/mau-bikin-blur-background-foto-ini-dia-tipsnya/" target="_blank">lakukanlah</a>.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/02/bunga.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-784" title="bunga" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/02/bunga.jpg" alt="bunga" width="400" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Perlu diingat juga kalau tiap posisi fokal lensa yang berbeda mampu memberi <a href="http://www.infofotografi.com/blog/2009/12/komposisi-perspektif/" target="_blank">perspektif </a>yang berbeda terhadap objek dan latar. Saat anda memakai lensa zoom dan akan memotret objek yang relatif terhadap latar, aturlah posisi anda, posisi fokal lensa, posisi objek dan posisi latar agar memberi perspektif yang diinginkan.</p>
<h3 style="text-align: justify;">Perhatikan kamera anda</h3>
<p style="text-align: justify;">Terakhir, diluar faktor eksternal diatas, ujung-ujungnya juga kembali pada kamera sebagai alat yang menentukan hasil foto. Banyak orang kecewa setelah melihat hasil foto yang diambilnya, tanpa memperhatikan apakah dia sudah melakukan yang terbaik saat memotret. Cek kembali <a href="http://kamera-gue.web.id/2009/10/31/basic-setting-kamera-yang-wajib-untuk-dipahami/" target="_blank">setting kamera</a> anda saat akan memotret :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>jangan goyang saat memotret, sedikit saja <em>handshake </em>akan membuat foto <em>blur</em>, apalagi saat<em> shutter speed </em>rendah (dibawah 1/30 detik) atau saat memakai lensa tele (diatas 100mm)</li>
<li>pastikan <a href="http://kamera-gue.web.id/2009/09/25/sepuluh-hal-yang-perlu-anda-ketahui-seputar-auto-fokus/" target="_blank">auto fokus</a> mengunci pada objek yang dituju, bukan salah memfokus pada latar belakang atau objek lainnya</li>
<li>periksa<em> histogram</em> sebelum memotret, bila under atau over bisa dikompensasi dengan <a href="http://gaptek28.wordpress.com/2008/11/03/lebih-jauh-dengan-exposure-compensation/" target="_blank">Exposure Compensation</a> (Ev) ke arah plus atau minus</li>
<li>tentukan apakah anda perlu <a href="http://kamera-gue.web.id/2009/12/29/kapan-perlu-memakai-lampu-kilat/" target="_blank">memakai lampu kilat</a> atau tidak, bahkan di siang hari sekalipun</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Tentu saja apa yang diuraikan di atas hanyalah hal-hal yang bersifat mendasar, masih banyak faktor teknis atau non teknis yang mempengaruhi kualitas hasil foto. Tapi umumnya hal-hal sederhana ini kadang terlupakan saat memotret dan kita berpotensi kehilangan hasil foto terbaik yang semestinya bisa kita dapatkan.</p>


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamera-gue.web.id/2010/02/18/cara-mudah-membuat-foto-lebih-indah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Canon EOS 550D (Rebel T2i), kini dengan resolusi 18 MP</title>
		<link>http://kamera-gue.web.id/2010/02/09/canon-eos-550d-rebel-t2i-kini-dengan-resolusi-18-mp/</link>
		<comments>http://kamera-gue.web.id/2010/02/09/canon-eos-550d-rebel-t2i-kini-dengan-resolusi-18-mp/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 14:37:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin KG</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[kamera DSLR]]></category>

		<category><![CDATA[APS-C]]></category>

		<category><![CDATA[Canon]]></category>

		<category><![CDATA[EOS 550D]]></category>

		<category><![CDATA[HD movie]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamera-gue.web.id/?p=762</guid>
		<description><![CDATA[Canon kembali melakukan upgrade dari DSLR populer mereka EOS 500D, dengan meluncurkan EOS 550D (Digital Rebel T2i) dengan perubahan utama pada sensornya. Bila pada 500D Canon memakai sensor CMOS 15 MP, maka kali ini Canon memakai sensor CMOS 18 MP dengan teknologi gapless micro lens (pertama diperkenalkan pada EOS 50D). Sensor berteknologi ini punya kemampuan menangkap cahaya yang lebih baik sehingga meski keping sensor ini punya pixel density yang rapat namun tidak mengorbankan kualitasnya. Simak selengkapnya apa saja kelebihan DSLR seharga 9 jutaan ini.


Related posts:<ol><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/06/29/canon-eos-500d-dengan-fitur-full-hd-movie/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Canon EOS 500D dengan fitur full-HD movie'>Canon EOS 500D dengan fitur full-HD movie</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2010/01/02/daftar-lengkap-kamera-dslr-canon-dan-nikon/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Daftar lengkap kamera DSLR Canon dan Nikon'>Daftar lengkap kamera DSLR Canon dan Nikon</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/10/31/dslr-kelas-pro-baru-nikon-d3s-dan-canon-eos-1d-mark-iv/' rel='bookmark' title='Permanent Link: DSLR kelas pro baru : Nikon D3S dan Canon EOS 1D mark IV'>DSLR kelas pro baru : Nikon D3S dan Canon EOS 1D mark IV</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Canon kembali melakukan upgrade dari DSLR populer mereka EOS 500D, dengan meluncurkan <strong>EOS 550D</strong> (Digital Rebel T2i) dengan perubahan utama pada sensornya. Bila pada 500D Canon memakai sensor CMOS 15 MP, maka kali ini Canon memakai sensor CMOS 18 MP dengan teknologi<em> gapless micro lens</em> (pertama diperkenalkan pada EOS 50D). Sensor berteknologi ini punya kemampuan menangkap cahaya yang lebih baik sehingga meski keping sensor ini punya <em>pixel density</em> yang rapat namun diyakini tidak akan mengorbankan kualitasnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/02/canon-eos-550d.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-763" title="canon-eos-550d" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/02/canon-eos-550d.jpg" alt="canon-eos-550d" width="290" height="223" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/02/canon-eos-550d.jpg"></a>Secara fisik, tidak ada perubahan berarti dari 500D ke 550D. Di bagian depan keduanya nyaris sama kecuali posisi logo EOS yang berpindah di posisi atas. Di bagian belakang terlihat layar LCD 3 inci  beresolusi 1 juta piksel yang lebih lebar berkat pemakaian format aspek rasio 3:2 (bukan 4:3). EOS 550D ini bisa dibilang laksana miniatur dari EOS 7D, bukan cuma karena kesamaan sensornya, tapi karena punya modul metering modern (63 zone metering iFCL), rentang ISO yang sama (100-6400) dan kemampuan merekam video beresolusi full HD movie 1080i dengan 30 fps. Keduanya pun memakai prosesor Digic IV yang bertenaga.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/02/canon-eos-550db.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-764" title="canon-eos-550db" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/02/canon-eos-550db.jpg" alt="canon-eos-550db" width="290" height="222" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/02/canon-eos-550db.jpg"></a>Tapi tentu saja tidak semua kelebihan EOS 7D diadopsi disini. EOS 550D ini bagaimanapun tetaplah sama seperti 500D dengan &#8216;hanya&#8217; 9 titik AF, viewfinder cermin (bukan prisma) dan kecepatan<em> burst</em> yang cukup lambat (3.7 fps). Belum lagi secara desain dan material bodi, EOS 550D tidak segagah dan sekokoh kakaknya 7D. Bodi EOS 550 masih tergolong kecil terutama di gripnya, sementara bahan material bodi adalah plastik (bukan magnesium alloy). Sisi positifnya, bagi anda yang tidak memerlukan segala kehebatan dari EOS 7D (seperti kecepatan <em>burst </em>hingga 8 fps, atau jumlah titik AF sebanyak 19 titik, atau material bodi ekstra kokoh plus <em>weather sealed</em>) anda bisa memilih EOS 550D ini saja cukup dengan harga 9 juta termasuk lensa kit EF-S 18-55mm IS.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="text-decoration: underline;">Tambahan</span> : Dua DSLR Canon baru di kelas APS-C sudah diluncurkan, yaitu <strong>EOS 7D</strong> untuk kelas semi-pro dan<strong> EOS 550D </strong>untuk kelas pemula. Tapi mengingat EOS 550D ini sudah sangat canggih untuk ukuran pemula, kami bertanya-tanya apakah Canon akan juga membuat penerus DSLR pemula sesungguhnya, yaitu<strong> EOS 1000D</strong>. Kita tunggu saja..</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/06/29/canon-eos-500d-dengan-fitur-full-hd-movie/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Canon EOS 500D dengan fitur full-HD movie'>Canon EOS 500D dengan fitur full-HD movie</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2010/01/02/daftar-lengkap-kamera-dslr-canon-dan-nikon/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Daftar lengkap kamera DSLR Canon dan Nikon'>Daftar lengkap kamera DSLR Canon dan Nikon</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/10/31/dslr-kelas-pro-baru-nikon-d3s-dan-canon-eos-1d-mark-iv/' rel='bookmark' title='Permanent Link: DSLR kelas pro baru : Nikon D3S dan Canon EOS 1D mark IV'>DSLR kelas pro baru : Nikon D3S dan Canon EOS 1D mark IV</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamera-gue.web.id/2010/02/09/canon-eos-550d-rebel-t2i-kini-dengan-resolusi-18-mp/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Lensa wide baru dari Nikon untuk DSLR format FX</title>
		<link>http://kamera-gue.web.id/2010/02/09/lensa-wide-baru-dari-nikon-untuk-dslr-format-fx/</link>
		<comments>http://kamera-gue.web.id/2010/02/09/lensa-wide-baru-dari-nikon-untuk-dslr-format-fx/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 13:48:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin KG</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[kamera DSLR]]></category>

		<category><![CDATA[16-35mm f/4]]></category>

		<category><![CDATA[24mm f/1.4]]></category>

		<category><![CDATA[full-frame]]></category>

		<category><![CDATA[FX]]></category>

		<category><![CDATA[Nikon]]></category>

		<category><![CDATA[prime]]></category>

		<category><![CDATA[zoom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamera-gue.web.id/?p=757</guid>
		<description><![CDATA[Setelah lama dirumorkan, Nikon akhirnya merilis dua lensa kelas premium anyar berformat FX. Artinya, lensa ini memiliki diameter lebih besar sehingga bisa dipakai di kamera SLR film maupun DSLR full-frame. Lensa pertama yang dirilis adalah lensa fix 24mm yang punya bukaan besar (f/1.4) sementara lensa kedua adalah lensa zoom 16-35mm dengan bukaan konstan f/4. Tentu saja dilihat dari fokal lensa tadi, terbayang sudah kalau pecinta landscape akan bergembira dengan hadirnya dua lensa wide kelas atas ini.


Related posts:<ol><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/07/03/nikon-af-s-35mm-f18-lensa-prime-dx-pertama/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Nikon AF-S 35mm f/1.8, lensa prime DX pertama dari Nikon'>Nikon AF-S 35mm f/1.8, lensa prime DX pertama dari Nikon</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/10/01/rumor-lensa-nikon-af-s-16-35mm-dan-af-s-100-500mm/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Rumor lensa Nikon : AF-S 16-35mm dan AF-S 100-500mm'>Rumor lensa Nikon : AF-S 16-35mm dan AF-S 100-500mm</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/07/07/lensa-canon-vs-lensa-nikon/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Lensa Canon vs Lensa Nikon'>Lensa Canon vs Lensa Nikon</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Setelah lama dirumorkan, Nikon akhirnya merilis dua lensa kelas premium anyar berformat FX. Artinya, lensa ini memiliki diameter lebih besar sehingga bisa dipakai di kamera SLR film maupun DSLR<em> full-frame</em>. Lensa pertama yang dirilis adalah lensa fix <strong>24mm</strong> yang punya bukaan besar (f/1.4) sementara lensa kedua adalah lensa zoom 1<strong>6-35mm</strong> dengan bukaan konstan f/4. Tentu saja dilihat dari fokal lensa tadi, terbayang sudah kalau pecinta<em> landscap</em>e akan bergembira dengan hadirnya dua lensa wide kelas atas ini.</p>
<p style="text-align: justify;">
<div class="mceTemp" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_758" class="wp-caption alignnone" style="width: 290px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/02/nikon-af-s-24mm.jpg"><img class="size-full wp-image-758" title="nikon-af-s-24mm" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/02/nikon-af-s-24mm.jpg" alt="Nikon AF-S 24mm f/1.4G ED" width="280" height="211" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Nikon AF-S 24mm f/1.4G ED</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Lensa fix <strong>AF-S 24mm f/1.4G ED</strong> memiliki diameter filter 77mm, dilapisi <em>coating Nano</em> untuk mengurangi pantulan dan flare, dan bila dipakai di format DX maka akan setara dengan 36mm. Lensa seharga 20 juta ini menggantikan lensa fix lawas Nikon 28mm f/1.4 yang diakui ketajamannya. Bila kita ingat setahun yang lalu, Canon sudah lebih dulu meluncurkan lensa yang persis sama yaitu 24mm f/1.4L II seharga 17 juta.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<div class="mceTemp" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_759" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/02/nikon-af-s-16-35.jpg"><img class="size-full wp-image-759" title="nikon-af-s-16-35" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/02/nikon-af-s-16-35.jpg" alt="Nikon AF-S 16-35mm f/4 G ED VR" width="300" height="173" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Nikon AF-S 16-35mm f/4G ED VR</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Lensa zoom <strong>AF-S 16-35mm f/4G ED VR</strong> merupakan produk baru yang tidak bisa dibandingkan dengan lensa Nikon lama. Hal ini karena disini Nikon memakai desain aperture konstan f/4 yang sebelumnya dipakai di lensa AF-S 12-24mm. Lensa legendaris Nikon lama, 18-35mm f/2.8 punya rentang fokal yang mirip dengan lensa AF-S 16-35mm f/4 VR ini, meski tentu secara kecepatan lensa bukan padanan seimbang. Kekuatan utama lensa ini ada di sistem VR-nya, pertama untuk lensa wide berformat FX. Meski punya bukaan maksimum f/4, namun lensa ini tidak lantas tampak kecil. Fisiknya hampir sama besar seperti lensa 24-70mm f/2.8, diameter filter 77mm, bobotnya 680 gram dan akan dijual di kisaran harga 12 jutaan. Bagi anda pemilik DSLR Nikon DX bila ingin memiliki lensa ini maka fokalnya akan setara dengan 24-52mm yang agak tanggung untuk wide dan tentu kurang untuk tele.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/07/03/nikon-af-s-35mm-f18-lensa-prime-dx-pertama/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Nikon AF-S 35mm f/1.8, lensa prime DX pertama dari Nikon'>Nikon AF-S 35mm f/1.8, lensa prime DX pertama dari Nikon</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/10/01/rumor-lensa-nikon-af-s-16-35mm-dan-af-s-100-500mm/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Rumor lensa Nikon : AF-S 16-35mm dan AF-S 100-500mm'>Rumor lensa Nikon : AF-S 16-35mm dan AF-S 100-500mm</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/07/07/lensa-canon-vs-lensa-nikon/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Lensa Canon vs Lensa Nikon'>Lensa Canon vs Lensa Nikon</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamera-gue.web.id/2010/02/09/lensa-wide-baru-dari-nikon-untuk-dslr-format-fx/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Fuji dan Olympus tembus batas lensa zoom 30x</title>
		<link>http://kamera-gue.web.id/2010/02/03/fuji-dan-olympus-tembus-batas-lensa-zoom-30x/</link>
		<comments>http://kamera-gue.web.id/2010/02/03/fuji-dan-olympus-tembus-batas-lensa-zoom-30x/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 06:23:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin KG</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[kamera digital]]></category>

		<category><![CDATA[CCD]]></category>

		<category><![CDATA[CMOS]]></category>

		<category><![CDATA[finepix]]></category>

		<category><![CDATA[Fuji]]></category>

		<category><![CDATA[HD movie]]></category>

		<category><![CDATA[HS10]]></category>

		<category><![CDATA[Olympus]]></category>

		<category><![CDATA[prosumer]]></category>

		<category><![CDATA[SD card]]></category>

		<category><![CDATA[SP-800UZ]]></category>

		<category><![CDATA[superzoom]]></category>

		<category><![CDATA[zoom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamera-gue.web.id/?p=746</guid>
		<description><![CDATA[Fuji dan Olympus merupakan dua nama produsen kamera yang rajin membuat sensasi dengan memproduksi kamera berlensa super-super zoom dalam ukuran yang masih tergolong kompak. Tak lama mulailah perlombaan untuk menambah kemampun zoom lensa mulai 12x, 15x, 18x, 24x hingga 26x zoom. Kini keduanya memperkenalkan kamera baru dengan lensa 30x zoom optik, alias pertama kali dalam sejarah. Bagaimana kehebatan dari keduanya?



Related posts:<ol><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/07/18/buyer-guide-delapan-kamera-prosumer-super-zoom-baru/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Buyer guide : Delapan kamera prosumer super zoom baru'>Buyer guide : Delapan kamera prosumer super zoom baru</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/07/03/fuji-f200exr-si-kamera-saku-serba-bisa/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Fuji F200EXR, si kamera saku serba bisa'>Fuji F200EXR, si kamera saku serba bisa</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/11/10/ricoh-gxr-dengan-sensor-dan-lensa-terpisah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ricoh GXR dengan sensor dan lensa terpisah'>Ricoh GXR dengan sensor dan lensa terpisah</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Fuji dan Olympus merupakan dua nama produsen kamera yang rajin membuat sensasi dengan memproduksi kamera berlensa super-super zoom dalam ukuran yang masih tergolong kompak. Masih ingat bagaimana sebuah kamera berlensa 10x zoom terdengar begitu mengagumkan? Tak lama mulailah perlombaan untuk menambah kemampun zoom lensa mulai 12x, 15x, 18x, 24x hingga 26x zoom. Kini keduanya memperkenalkan kamera baru dengan lensa 30x zoom optik, alias pertama kali dalam sejarah. Fuji meluncurkan <strong>FinePix HS10 </strong>dan Olympus meluncurkan <strong>SP-800UZ</strong>. Bagaimana kehebatan keduanya?</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/02/fuji-hs10.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-750" title="fuji-hs10" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/02/fuji-hs10.jpg" alt="fuji-hs10" width="240" height="208" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Inilah<em> headline</em> dari <strong>Fuji FinePix HS10</strong> :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>sensor BSI CMOS 10 MP (terdengar aneh?)</li>
<li>lensa 24-720mm f/2.8-5.6, zoom diputar manual</li>
<li>HD 1080i</li>
<li>LCD 3 inci, <em>tiltable</em></li>
<li><em>sensor shift stabilizer</em></li>
<li>flash hot shoe</li>
<li>baterai 4xAA</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/02/oly-sp800uz.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-751" title="oly-sp800uz" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/02/oly-sp800uz.jpg" alt="oly-sp800uz" width="225" height="177" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Dan inilah<em> headline</em> dari <strong>Olympus SP800UZ</strong> :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>sensor CCD 14 MP</li>
<li>lensa 28-840mm f/2.8-5.6</li>
<li>HD 720p</li>
<li>LCD 3 inci</li>
<li><em>sensor shift stabilizer</em></li>
<li>baterai Lithium</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Kami secara umum berpendapat, apa yang dilakukan keduanya memang demi meraih penjualan yang tinggi. Fantastisnya kemampuan zoom lensa pada kamera ini memang akan menggoda banyak orang untuk membelinya, khususnya ingin merasakan seperti apa fokal ekstrim dikisaran 700mm itu. Bagi para fotografer serius yang lebih memahami kendala di fokal tele ekstrim mungkin tidak terlalu antusias akan kamera ini. Utamanya tentu karena untuk mendapat gambar yang tajam tanpa <em>blur </em>di kisaran fokal tele misal 500mm, kita perlu memakai <em>shutter </em>setidaknya 1/500 detik. Sudah pasti kecepatan setinggi itu hanya bisa didapat pada kondisi ideal, outdoor dan matahari cukup terik. Hal lain yang meragukan adalah masalah lensa yang mungkin terjadi, seperti distorsi, konsistensi ketajaman dsb karena lensa zoom ini dianggap terlalu panjang.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi kami secara fair mengacungkan jempol untuk Fuji HS10 (seterusnya kami akan tulis Fuji) yang membuat banyak kemajuan dalam mebuat kamera <em>prosumer</em>. Sebaliknya, kami menganggap Olympus SP800UZ (seterusnya kami akan tulis Olympus) hanya sekedar me &#8216;<em>refresh</em>&#8216;<em> lineup </em>superzoom mereka. Fuji membuat revolusi sementara Olympus hanya melakukan evolusi. Mengapa? Inilah pendapat kami :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Fuji memakai sensor baru dan pertama kali dalam sejarah Fuji, sensor <strong>CMOS</strong>. Tak sekedar CMOS, sensor ini berteknologi <em>Back Side Illuminated Sensor</em> (BSI-CMOS) yang punya sensitivitas 2x sensor CMOS biasa. Padahal Fuji sudah punya sensor CCD-EXR sendiri yang diakui secara teknis, namun kali ini revolusi besar yang terjadi adalah pemakaian BSI CMOS 1/2.3 inci yang untungnya hanya beresolusi 10 MP saja. Sementara Olympus justru semakin menambah runyam masalah dengan memaksakan memakai sensor <strong>CCD </strong>berukuran 1/2.3 inci yang dijejali 14 juta piksel. Secara teknologi sensor, Fuji diyakini akan menghasilkan foto yang rendah noise, sementara Olympus bakal mengalami masalah dengan noise.</li>
<li>Fuji mendesain<strong> lensa 30x</strong> dengan cerdas. Lensa Fujinon ini memiliki fokal yang jauh lebih efektif dengan <strong>24mm</strong> di posisi wide hingga <strong>720mm </strong>di posisi tele. Olympus justru memilih memakai fokal <strong>28mm </strong>di posisi wide dan berakhir di <strong>840mm</strong>. Bagi kebanyakan pecinta <em>landscape</em>, perbedaan 24mm dan 28mm itu banyak. Tapi bagi pecinta <em>tele</em>, perbedaan 720mm dan 840mm itu tidak terasa. Lensa Fuji pun didesain memakai sistem <strong>zoom mekanik</strong> seperti lensa SLR, sementara Olympus memakai sistem motor yang boros baterai.</li>
<li>Kedua merk ini tergolong terlambat dalam menerapkan fitur <strong>HD movie</strong>. Tapi hebatnya, dengan sensor CMOS, Fuji bisa membuat fitur HD movie beresolusi <strong>1920&#215;1080</strong> (full HD) sementara Olympus hanya mampu mencapai resolusi HD <strong>1280&#215;720</strong>. Keduanya sudah meninggalkan format <em>memory card</em> xD yang lambat dan mahal itu, kini beralih ke SD/SDHC yang lebih universal.</li>
<li>Fuji dengan bijak mempertahankan <strong>EVF</strong> (jendela bidik LCD) sementara Olympus justru meniadakan EVF. Bahkan layar LCD utama Fuji bisa dilipat, lumayan daripada Olympus yang benar-benar <em>fix</em>. Layar LCD keduanya berukuran <strong>3 inci </strong>dengan resolusi pas-pasan 230 ribu piksel.</li>
<li>Fuji menyasar segmen kamera <em>prosumer</em> pengganti DSLR, sementara Olympus hanya menyasar segmen kamera <em>superzoom for fun</em>. Ini terlihat dari desain bodi dan fitur lainnya. Fuji memiliki<em> flash hot-shoe</em>, ergonomi yang lebih baik,<em> thread </em>lensa 58mm (untuk filter), putaran mode eksposur (P/A/S/M), tombol cepat untuk ISO, AF dsb, tombol <em>AE lock </em>hingga RAW file format. Sungguh lengkap dan serasa memakai DSLR.</li>
</ul>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/07/18/buyer-guide-delapan-kamera-prosumer-super-zoom-baru/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Buyer guide : Delapan kamera prosumer super zoom baru'>Buyer guide : Delapan kamera prosumer super zoom baru</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/07/03/fuji-f200exr-si-kamera-saku-serba-bisa/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Fuji F200EXR, si kamera saku serba bisa'>Fuji F200EXR, si kamera saku serba bisa</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/11/10/ricoh-gxr-dengan-sensor-dan-lensa-terpisah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ricoh GXR dengan sensor dan lensa terpisah'>Ricoh GXR dengan sensor dan lensa terpisah</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamera-gue.web.id/2010/02/03/fuji-dan-olympus-tembus-batas-lensa-zoom-30x/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Antara sensor CCD dan CMOS</title>
		<link>http://kamera-gue.web.id/2010/02/01/antara-sensor-ccd-dan-cmos/</link>
		<comments>http://kamera-gue.web.id/2010/02/01/antara-sensor-ccd-dan-cmos/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 16:50:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin KG</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<category><![CDATA[Fotografi]]></category>

		<category><![CDATA[CCD]]></category>

		<category><![CDATA[CCD vs CMOS]]></category>

		<category><![CDATA[CMOS]]></category>

		<category><![CDATA[sensor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamera-gue.web.id/?p=734</guid>
		<description><![CDATA[Satu hal yang kerap membuat bimbang tatkala seseorang hendak membeli kamera digital adalah jenis atau teknologi sensor yang digunakan, yaitu antara CCD ataukah CMOS. Kebingungan ini semakin parah saat kita mendapat informasi yang keliru soal perbedaan keduanya, atau terlanjur meyakini kalau satu lebih baik dari lainnya. Sebelum membahas lebih lanjut, kami sampaikan dulu kalau saat ini baik CCD maupun CMOS mampu memberikan hasil foto yang sama baiknya. Perbedaan utama keduanya hanyalah masalah teknologi.


Related posts:<ol><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/11/10/ricoh-gxr-dengan-sensor-dan-lensa-terpisah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ricoh GXR dengan sensor dan lensa terpisah'>Ricoh GXR dengan sensor dan lensa terpisah</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Satu hal yang kerap membuat bimbang tatkala seseorang hendak membeli kamera digital adalah jenis atau teknologi sensor yang digunakan, yaitu antara CCD ataukah CMOS. Kebingungan ini semakin parah saat kita mendapat informasi yang keliru soal perbedaan keduanya, atau terlanjur meyakini kalau satu lebih baik dari lainnya. Sebelum membahas lebih lanjut, kami sampaikan dulu kalau saat ini baik CCD maupun CMOS mampu memberikan hasil foto yang sama baiknya. Perbedaan utama keduanya hanyalah masalah teknologi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sensor CCD</strong> (<em>charge coupled device</em>) maupun <strong>Sensor </strong><strong>CMOS</strong> (<em>complementary metal oxide semiconductor</em>) hanyalah bagian dari kamera digital berbentuk sekeping chip untuk menangkap cahaya, menggantikan fungsi film pada era kamera film. Pada kepingan ini terdapat jutaan piksel yang sensitif terhadap cahaya (foton) dan energi cahaya yang diterima mampu dirubah dalam bentuk sinyal tegangan. Perbedaan teknis keduanya adalah dalam bagaimana tiap piksel itu memproses cahaya yang ditangkapnya. Piksel pada sensor CCD merubah cahaya menjadi elektron dan output dari sensor CCD memberikan hasil berupa tegangan, alias benar-benar piranti analog. Maka itu pada kamera bersensor CCD, proses <em>analog-to-digital conversion</em> (ADC) dilakukan diluar chip sensor.  Sebaliknya, tiap piksel pada sensor CMOS mampu menghasilkan tegangan keluaran sendiri (berkat transistor yang ada pada setiap piksel) sehingga memungkinkan membuat chip CMOS yang terintegrasi dengan rangkaian ADC.</p>
<p style="text-align: justify;">
<div class="mceTemp" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_735" class="wp-caption alignnone" style="width: 410px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/02/ccd.gif"><img class="size-medium wp-image-735" title="ccd" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/02/ccd-400x281.gif" alt="Prinsip kerja sistem CCD" width="400" height="281" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Prinsip kerja sistem CCD</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">
<div class="mceTemp" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_736" class="wp-caption alignnone" style="width: 410px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/02/cmos.gif"><img class="size-medium wp-image-736" title="cmos" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/02/cmos-400x241.gif" alt="Prinsip kerja sistem CMOS" width="400" height="241" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Prinsip kerja sistem CMOS</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Baik sensor CCD maupun sensor CMOS, keduanya sudah cukup lama dikembangkan meski pada awalnya kualitas CMOS memang kalah dibanding dengan CCD. Maka itu CCD awalnya lebih diutamakan untuk dipakai pada kamera digital sementara CMOS hanya ditujukan untuk dipakai di kamera ponsel. Lambat laun riset telah berhasil meningkatkan kualitas sensor CMOS dengan harapan bisa menyamai kualitas sensor CCD. Kini sensor CCD sendiri justru mulai dikembangkan untuk kamera ponsel, sebaliknya sensor CMOS yang semakin disempurnakan mulai diterapkan di kamera digital. Persilangan ini menandakan sudah tidak lagi ada perbedaan berarti dalam hal kualitas gambar antara keduanya. Kini pada kamera DSLR kelas menengah dan atas saat ini sudah memakai sensor CMOS, sementara DSLR ekonomis masih memakai CCD. Sebagian besar kamera non DSLR masih memakai sensor CCD.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Lebih lanjut mengenai perbedaan keduanya, inilah plus minus sensor CCD dan CMOS saat ini :</p>
<h3 style="text-align: justify;">Sensor CCD</h3>
<p style="text-align: justify;"><strong>Plus :</strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>matang secara teknologi</li>
<li>desain sensor sederhana (lebih murah)</li>
<li>sensitivitas tinggi (termasuk <em>dynamic range</em>)</li>
<li>tiap piksel punya kinerja yang sama (<em>uniform</em>)</li>
</ul>
<p><strong>Minus :</strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>desain sistem keseluruhan (CCD plus ADC) jadi lebih rumit dan boros daya</li>
<li>kecepatan proses keseluruhan lebih lambat dibanding CMOS</li>
<li>sensitif terhadap<em> smearing</em> atau <em>blooming </em>(kebocoran piksel) saat menangkap cahaya terang</li>
</ul>
<h3 style="text-align: justify;">Sensor CMOS</h3>
<p style="text-align: justify;"><strong>Plus :</strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>praktis, keping sensor sudah termasuk rangkaian ADC (<em>camera on a chip</em>)</li>
<li>hemat daya berkat integrasi sistem</li>
<li>kecepatan proses responsif  (berkat <em>parralel readout structure</em>)</li>
<li>tiap piksel punya transistor sendiri sehingga terhindar dari masalah <em>smearing</em> atau <em>blooming</em></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>Minus :</strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>proses pematangan teknologi (untuk menyamai kualitas CCD perlu biaya besar)</li>
<li>piksel dengan transistor didalamnya menurunkan sensitivitas piksel (area penerima cahaya menjadi berkurang)</li>
<li>piksel yang mampu mengeluarkan tegangan sendiri kurang baik dalam hal keseragaman kinerja (<em>uniformity</em>)</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Jadi, baik sensor CCD maupun CMOS memang berbeda total secara desain. CCD punya keunggulan dalam hal sensitivitas meski berpotensi terganggu saat berhadapan dengan cahaya terang. CMOS unggul dalam hal kecepatan hingga lebih cocok dipakai di kamera dengan fps (<em>burst</em>) tinggi. Namun keduanya sudah didesain untuk sanggup memberikan hasil foto yang berkualitas tinggi, jadi fokuskan saja pilihan pada hal-hal lain seperti memilih lensa yang berkualitas dan melatih teknik memotret yang baik.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/11/10/ricoh-gxr-dengan-sensor-dan-lensa-terpisah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ricoh GXR dengan sensor dan lensa terpisah'>Ricoh GXR dengan sensor dan lensa terpisah</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamera-gue.web.id/2010/02/01/antara-sensor-ccd-dan-cmos/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Samsung HZ35W, kamera superzoom canggih dengan GPS</title>
		<link>http://kamera-gue.web.id/2010/01/23/samsung-hz35w-kamera-superzoom-canggih-dengan-gps/</link>
		<comments>http://kamera-gue.web.id/2010/01/23/samsung-hz35w-kamera-superzoom-canggih-dengan-gps/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jan 2010 06:41:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin KG</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[kamera digital]]></category>

		<category><![CDATA[Amoled]]></category>

		<category><![CDATA[geotagging]]></category>

		<category><![CDATA[GPS]]></category>

		<category><![CDATA[HD movie]]></category>

		<category><![CDATA[HZ35W]]></category>

		<category><![CDATA[Samsung]]></category>

		<category><![CDATA[Schneider]]></category>

		<category><![CDATA[stabilizer]]></category>

		<category><![CDATA[superzoom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamera-gue.web.id/?p=719</guid>
		<description><![CDATA[Lagi-lagi Samsung bikin kejutan. Bila kemarin Samsung meluncurkan kamera format baru bernama Samsung NX (dan memutuskan berhenti memproduksi kamera DSLR), kini Samsung meluncurkan kamera saku superzoom baru yang fenomenal bernama HZ35W. Kamera ini sekaligus jadi produk unggulan alias produk flagship dan berani diadu dengan merk lain semisal Lumix atau Canon. Bagaimana tidak, dalam kemasan kamera saku yang mungil, HZ35W (dan kembarannya HZ30W) punya lensa super panjang (15x zoom optik) dan super wide (24mm eqiv.) yang siap dipakai untuk memotret landscape sampai memotret tele. 


Related posts:<ol><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/09/23/panduan-lengkap-memilih-kamera-saku-superzoom/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Panduan lengkap memilih kamera saku superzoom'>Panduan lengkap memilih kamera saku superzoom</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2010/01/05/akhirnya-samsung-nx10-diluncurkan-plus-3-pilihan-lensa/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Akhirnya Samsung NX10 diluncurkan, plus 3 pilihan lensa'>Akhirnya Samsung NX10 diluncurkan, plus 3 pilihan lensa</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/09/02/lumix-dmc-gf1-satu-lagi-kamera-saku-berformat-micro-four-thirds/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Lumix DMC-GF1, satu lagi kamera saku berformat Micro Four Thirds'>Lumix DMC-GF1, satu lagi kamera saku berformat Micro Four Thirds</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Lagi-lagi Samsung bikin kejutan. Bila kemarin Samsung meluncurkan kamera format baru bernama Samsung NX (dan memutuskan berhenti memproduksi kamera DSLR), kini Samsung meluncurkan kamera saku superzoom baru yang fenomenal bernama <strong>HZ35W</strong>. Kamera ini sekaligus jadi produk unggulan alias produk<em> flagship</em> dan berani diadu dengan merk lain semisal Lumix atau Canon. Bagaimana tidak, dalam kemasan kamera saku yang mungil, HZ35W (dan kembarannya HZ30W) punya lensa super panjang (15x zoom optik, pertama di dunia) dan super wide (24mm eqiv.) yang siap dipakai untuk memotret <em>landscape</em> sampai memotret tele. Seperti apakah kehebatan HZ35W ini? Inilah jawabannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kamera saku memang semakin terjepit oleh produk kamera ponsel. Mereka akhirnya berevolusi menjadi kamera mini dengan zoom maksi sehingga tetap menarik untuk dibeli. Punya kamera saku dengan lensa zoom yang panjang tentu menjadi faktor &#8216;fun&#8217; tersendiri bagi pemiliknya (meski belum tentu perlu-perlu amat). Bukan hal yang mudah mendesain lensa panjang dalam sebuah kamera mungil, meski perlahan Lumix dan Canon mulai menembus batas psikologis 10x zoom, diikuti merk lain semisal Olympus dan Kodak, lalu Samsung HZ series ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/01/samsung-hz35w.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-721" title="samsung-hz35w" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/01/samsung-hz35w-400x266.jpg" alt="samsung-hz35w" width="400" height="266" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/01/samsung-hz35w.jpg"></a>Tak dipungkiri kalau selling point dari HZ35W adalah kehebatan lensanya. Lensa <em>Schneider Kreuznach </em>pada HZ35W memiliki rentang fokal yang sangat efektif, bermula dari <strong>24mm</strong> (bukaan maks. f/3.2) hingga <strong>360mm</strong> (bukaan maks. f/5.8) alias 15x total zoom optik. Ini adalah peningkatan ekstrim dari sang kakak, HZ15W yang &#8216;hanya&#8217; memiliki lensa 10x zoom. Lensa<em> Schneider</em> terkenal akan kualitas optiknya, dan dipakai di kamera Kodak dan Samsung kelas atas (kamera kelas bawah Kodak memakai lena &#8216;Ektanar Lens&#8217;, sementara Samsung memakai &#8216;Samsung Lens&#8217; saja).</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/01/samsung-hz35w-top.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-722" title="samsung-hz35w-top" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/01/samsung-hz35w-top-400x226.jpg" alt="samsung-hz35w-top" width="400" height="226" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/01/samsung-hz35w-top.jpg"></a>Tidak cukup dengan membanggakan lensanya, Samsung membekali HZ35W dengan fitur modern seperti sensor 12 MP, P/A/S/M manual mode, stabilizer optik, LCD 3 inci berjenis Amoled yang terang dan HD movie 720p, 30 fps, MPEG-4 H.264 format. Untuk merekam video telah tersedia tombol khusus berwarna merah sehingga merekam video bisa dilakukan secara cepat.</p>
<p style="text-align: justify;">Satu lagi hal yang mengejutkan dari Samsung HZ35W adalah adanya fitur <em>geotagging</em> berkat penerima satelit GPS terintegrasi pada kamera mungil ini. Meski belum populer, teknologi <em>geotangging</em> pada foto bermanfaat saat kita perlu mengetahui dimana persisnya sebuah foto itu diambil. Kamera akan merekam data <em>latitude</em> dan <em>longitude</em> pada data EXIF foto dan menampilkan juga pada peta yang ada tanpa bantuan komputer.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/09/23/panduan-lengkap-memilih-kamera-saku-superzoom/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Panduan lengkap memilih kamera saku superzoom'>Panduan lengkap memilih kamera saku superzoom</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2010/01/05/akhirnya-samsung-nx10-diluncurkan-plus-3-pilihan-lensa/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Akhirnya Samsung NX10 diluncurkan, plus 3 pilihan lensa'>Akhirnya Samsung NX10 diluncurkan, plus 3 pilihan lensa</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/09/02/lumix-dmc-gf1-satu-lagi-kamera-saku-berformat-micro-four-thirds/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Lumix DMC-GF1, satu lagi kamera saku berformat Micro Four Thirds'>Lumix DMC-GF1, satu lagi kamera saku berformat Micro Four Thirds</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamera-gue.web.id/2010/01/23/samsung-hz35w-kamera-superzoom-canggih-dengan-gps/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Canon 15-85mm/Nikon 16-85mm vs Sigma 17-70mm</title>
		<link>http://kamera-gue.web.id/2010/01/20/canon-15-85mmnikon-16-85mm-vs-sigma-17-70mm/</link>
		<comments>http://kamera-gue.web.id/2010/01/20/canon-15-85mmnikon-16-85mm-vs-sigma-17-70mm/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 00:05:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin KG</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[kamera DSLR]]></category>

		<category><![CDATA[Canon]]></category>

		<category><![CDATA[HSM]]></category>

		<category><![CDATA[lens]]></category>

		<category><![CDATA[Nikon]]></category>

		<category><![CDATA[normal]]></category>

		<category><![CDATA[Sigma]]></category>

		<category><![CDATA[stabilizer]]></category>

		<category><![CDATA[SWM]]></category>

		<category><![CDATA[USM]]></category>

		<category><![CDATA[zoom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamera-gue.web.id/?p=713</guid>
		<description><![CDATA[Lensa idaman banyak orang adalah lensa yang memiliki kualitas optik baik, memiliki rentang fokal efektif (dari wide hingga tele), berfitur lengkap (stabilizer, motor micro) dan harganya terjangkau. Dalam dunia fotografi, lensa zoom yang harganya terjangkau itu identik dengan lensa dengan bukaan variabel, alias lensa lambat. Keuntungannya, lensa lambat memiliki desain yang lebih kecil dan bobot lebih ringan untuk kenyamanan dalam bepergian. Bila anda mencari lensa zoom normal berkualitas baik sebagai pengganti lensa kit, pertimbangkan ketiga pilihan kami kali ini.


Related posts:<ol><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/12/05/sigma-17-70mm-f28-4-os-hsm-lensa-zoom-normal-untuk-semua/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sigma 17-70mm f/2.8-4 OS HSM, lensa zoom normal untuk semua'>Sigma 17-70mm f/2.8-4 OS HSM, lensa zoom normal untuk semua</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/07/07/lensa-canon-vs-lensa-nikon/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Lensa Canon vs Lensa Nikon'>Lensa Canon vs Lensa Nikon</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/09/14/pilihan-lensa-ekonomis-untuk-dslr-pemula/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pilihan lensa ekonomis untuk DSLR pemula'>Pilihan lensa ekonomis untuk DSLR pemula</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Lensa idaman banyak orang adalah lensa yang memiliki kualitas optik baik, memiliki rentang fokal efektif (dari wide hingga tele), berfitur lengkap (stabilizer, motor micro) dan harganya terjangkau. Dalam dunia fotografi, lensa zoom yang harganya terjangkau itu identik dengan lensa dengan bukaan variabel, alias lensa lambat. Keuntungannya, lensa lambat memiliki desain yang lebih kecil dan bobot lebih ringan untuk kenyamanan dalam bepergian. Bila anda mencari lensa zoom normal berkualitas baik sebagai pengganti lensa kit, pertimbangkan ketiga pilihan kami kali ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Kami pernah mengulas tentang lensa <a href="http://kamera-gue.web.id/2009/12/05/sigma-17-70mm-f28-4-os-hsm-lensa-zoom-normal-untuk-semua/" target="_blank">Sigma 17-70mm generasi II</a> alias versi 17-70mm yang telah dilengkapi dengan OS dan HSM. Bukaan diafragma lensa ini mengagumkan dengan f maksimal f/2.8 di posisi 17mm dan f/4.0 di posisi wide. Meski masih tergolong lambat di posisi tele, namun kemampuan memasukkan cahaya dari bukaan f/4.0 ini masih lebih baik dari f/5.6 apalagi f/6.3. Sigma 17-70mm memiliki <em>mount </em>yang kompatibel untuk Canon dan Nikon.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu lensa zoom normal favorit untuk pengganti lensa kit adalah lensa dengan fokal <strong>16-85mm</strong> (untuk Nikon) atau <strong>15-85mm</strong> (untuk Canon). Kedua lensa ini tergolong baru, sama-sama lambat (f/3.5-5.6) dan secara umum memiliki optik yang baik dan fitur lengkap. Kedua lensa ini bukan tergolong lensa profesional dan hanya ditujukan untuk dipakai di DSLR sensor APS-C.</p>
<h3><strong>Inilah <em>head-to head </em>antara Canon 15-85mm dan Nikon 16-85mm melawan Sigma 17-70mm</strong></h3>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/01/battle-of-3-lenses.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-714" title="battle-of-3-lenses" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/01/battle-of-3-lenses-400x244.jpg" alt="battle-of-3-lenses" width="400" height="244" /></a></p>
<h3>Nama lengkap :</h3>
<p style="text-align: justify;">
<ul>
<li><strong>Canon</strong> : EF-S 15-85mm f/3.5-5.6 IS USM</li>
<li><strong>Nikon</strong> : AF-S 16-85mm f/3.5-5.6 DX VR</li>
<li><strong>Sigma</strong> : 17-70mm f/2.8-4.0 DC OS HSM</li>
</ul>
<h3>Rentang fokal :</h3>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Canon dan Nikon unggul di rentang fokal dengan rentang setara <strong>24-130mm</strong> (5x zoom) yang lebih bermanfaat dalam urusan <em>wide angle</em>.</li>
<li>Sigma dengan fokal 17-70mm memang hanya setara dengan<strong> 26-105mm</strong> alias 4x zoom saja.</li>
</ul>
<h3>Bukaan diaframa :</h3>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Canon dan Nikon memakai desain aperture yang hanya mampu membuka maksimal di <strong>f/3.5</strong> pada posisi wide dan mengecil hingga <strong>f/5.6 </strong>di posisi tele.</li>
<li>Sigma membolehkan kita memakai<strong> f/2.8 </strong>di posisi wide dan masih membuka dengan cukup besar di <strong>f/4 </strong>pada posisi tele. Untuk kondisi <em>low light</em> atau untuk mengejar speed tinggi, bukaan f/4 ini masih cukup berguna.</li>
<li>Ketiganya memiliki 7<em> leaf </em>diafragma berjenis bulat.</li>
</ul>
<h3>Desain :</h3>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Canon berbobot 575 gram, Nikon 486 gram dengan material plastik, <em>mounting</em> logam dan diameter filter 67 mm (Nikon) dan 72 mm (Canon).</li>
<li>Sigma berbobot 535 gram, juga dengan material plastik, <em>mounting</em> logam namun memiliki diameter filter 72 mm.</li>
</ul>
<h3>Optik :</h3>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Canon : 17 elemen, 12 grup, 1 ED, 3 aspherical.</li>
<li>Nikon : 17 elemen, 11 grup, 2 ED, 3 aspherical.</li>
<li>Sigma : 17 elemen, 13 grup, 1 ED, 3 aspherical.</li>
</ul>
<h3>Fitur :</h3>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Ketiganya dilengkapi stabilizer optik yaitu <strong>IS </strong>(Canon),<strong> VR</strong> (Nikon) atau <strong>OS</strong> (Sigma)</li>
<li>Ketiganya juga dilengkapi motor fokus mikro di dalam lensa yang bernama <strong>USM</strong> (Canon), <strong>SWM</strong> (Nikon) atau <strong>HSM</strong> (Sigma)</li>
<li>Canon dan Nikon dilengkapi <em>distance scale </em>yang berada dibalik kaca, sedang Sigma lebih simpel dengan tulisan skala di ujung lensa.</li>
</ul>
<h3>Kompatibilitas :</h3>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Ketiganya bukan untuk <em>full frame</em> karena berlogo <strong>EF-S</strong> (Canon), <strong>DX </strong>(Nikon) dan <strong>DC</strong> (Sigma)</li>
</ul>
<h3>Makro :</h3>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Canon : jarak terdekat ke obyek <strong>35 cm</strong></li>
<li>Nikon : jarak terdekat ke obyek <strong>38 cm</strong>, dengan rasio 1 : 4.6</li>
<li>Sigma : jarak terdekat ke obyek <strong>22 cm</strong>, dengan rasio 1 : 2.7 (cocok untuk makro)</li>
</ul>
<h3>Harga :</h3>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Canon EF-S 15-85mm f/3.5-5.6 IS USM : <strong>6,6 juta</strong></li>
<li>Nikon AF-S 16-85mm f/3.5-5.6 DX VR : <strong>6,1 juta</strong></li>
<li>Sigma 17-70mm f/2.8-4.0 DC OS HSM : <strong>4,3 juta</strong></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/12/05/sigma-17-70mm-f28-4-os-hsm-lensa-zoom-normal-untuk-semua/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sigma 17-70mm f/2.8-4 OS HSM, lensa zoom normal untuk semua'>Sigma 17-70mm f/2.8-4 OS HSM, lensa zoom normal untuk semua</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/07/07/lensa-canon-vs-lensa-nikon/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Lensa Canon vs Lensa Nikon'>Lensa Canon vs Lensa Nikon</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/09/14/pilihan-lensa-ekonomis-untuk-dslr-pemula/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pilihan lensa ekonomis untuk DSLR pemula'>Pilihan lensa ekonomis untuk DSLR pemula</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamera-gue.web.id/2010/01/20/canon-15-85mmnikon-16-85mm-vs-sigma-17-70mm/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
