<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>kamera gue</title>
	<atom:link href="http://kamera-gue.web.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kamera-gue.web.id</link>
	<description>-- kupas tuntas kamera digital --</description>
	<pubDate>Wed, 01 Sep 2010 13:43:01 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Mengapa shutter kamera DSLR punya batasan umur?</title>
		<link>http://kamera-gue.web.id/2010/09/01/mengapa-shutter-kamera-dslr-punya-batasan-umur/</link>
		<comments>http://kamera-gue.web.id/2010/09/01/mengapa-shutter-kamera-dslr-punya-batasan-umur/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2010 13:39:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin KG</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[featured]]></category>

		<category><![CDATA[kamera DSLR]]></category>

		<category><![CDATA[shutter]]></category>

		<category><![CDATA[shutter count]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamera-gue.web.id/?p=1181</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pertanyaan ini kerap muncul dalam perbincangan di forum atau diskusi pemula. Kamera digital yang nota bene tak lagi memakai film kerap dibayangkan sebagai sebuah kamera yang bisa dipakai terus menerus tanpa batas. Jepret sesukanya, lihat hasilnya, tidak suka ya tinggal hapus saja. Tanpa sadar jumlah foto yang sudah kita ambil mencapai ribuan hanya dalam waktu sebentar saja. Memang tidak ada salahnya apalagi demi alasan belajar fotografi, namun bila kita hanya memotret iseng saja, maka jangan gunakan kamera DSLR.</p>


Related posts:<ol><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/08/16/dslr-dan-shutter-count/' rel='bookmark' title='Permanent Link: DSLR dan shutter count'>DSLR dan shutter count</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/06/13/kenali-lebih-jauh-seputar-kamera-dslr/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kenali lebih jauh seputar kamera DSLR'>Kenali lebih jauh seputar kamera DSLR</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pertanyaan ini kerap muncul dalam perbincangan di forum atau diskusi pemula. Kamera digital yang nota bene tak lagi memakai film kerap dibayangkan sebagai sebuah kamera yang bisa dipakai terus menerus tanpa batas. Jepret sesukanya, lihat hasilnya, tidak suka ya tinggal hapus saja. Tanpa sadar jumlah foto yang sudah kita ambil mencapai ribuan hanya dalam waktu sebentar saja. Memang tidak ada salahnya apalagi demi alasan belajar fotografi, namun bila kita hanya memotret iseng saja, maka jangan gunakan kamera DSLR. Mengapa, karena kamera DSLR punya shutter unit yang umurnya terbatas.</p>
<p style="text-align: justify;">Jawaban dari judul diatas jelas, karena shutter pada kamera DSLR bagaimanapun juga adalah masih sama seperti pada kamera SLR film, berupa shutter mekanik yang meski sudah dikendalikan secara elektronik namun bekerja membuka-menutup secara vertikal setiap foto diambil. Gerakan shutter inilah yang menimbulkan suara khas dari kamera DSLR saat memotret. Banyak yang belum tahu kalau shutter itu bila terus menerus dipakai suatu saat akan rusak (macet atau tidak berfungsi). Kisah yang umum terjadi adalah saat seseorang baru membeli kamera DSLR dia begitu kegirangan memotret sesukanya dan tiba-tiba dia terkejut saat mengetahui kalau shutter kamera DSLR itu ada batasnya, lalu terbayang sudah berapa banyak foto yang  dihambur-hamburkannya di masa lalu.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/09/shutterunit.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1182" style="margin-left: 5px; margin-right: 5px; margin-top: 3px; margin-bottom: 3px;" title="shutterunit" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/09/shutterunit.jpg" alt="shutterunit" width="279" height="263" /></a>Usia shutter (diistilahkan dengan <em>Shutter Count</em>) memang tidak ada yang bisa memastikan. Pabrik hanya mendesain shutter unit dan melakukan pengujian hingga jumlah tertentu dan merilis hasilnya di spesifikasi kamera DSLR. Kamera kelas pemula dinyatakan lolos uji hingga 50.000 kali pemakaian, sementara kamera kelas diatasnya bisa mencapai 100.000 kali bahkan hingga 300.000 kali. Angka ini tidak mengikat, ada kamera pemula yang bisa melampaui angka 50.000 dan ada juga yang baru 25.000 sudah rusak. Untuk melihat sudah berapa kali sebuah kamera DSLR itu dipakai, lihat<em> shutter count </em>di data EXIF-nya.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang jadi pertanyaan selanjutnya adalah, mengapa shutter mekanik semacam ini masih diperlukan di kamera DSLR? Padahal kamera digital biasa mulai dari kamera ponsel sampai kamera <em>prosumer</em> memakai shutter elektronik dengan hanya mengandalkan sensor saja. Tak lain jawabannya adalah karena sensor pada kamera DSLR tidak bisa melakukan &#8216;gating&#8217; atau on-off tanpa bantuan shutter unit ini. Saat shutter masih tertutup, sensor mengalami kondisi &#8216;gelap&#8217; dan saat kita memotret shutter membuka sejenak (sesuai shutter speed yang diatur oleh kita atau kamera) lalu menutup lagi. Dari gelap pertama menuju gelap kedua itulah trigger bagi sensor untuk bekerja. Di masa depan shutter mekanik bisa saja sudah tidak digunakan, bila produsen berhasil mendesain alternatif lain yang lebih murah namun tetap handal.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/08/16/dslr-dan-shutter-count/' rel='bookmark' title='Permanent Link: DSLR dan shutter count'>DSLR dan shutter count</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/06/13/kenali-lebih-jauh-seputar-kamera-dslr/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kenali lebih jauh seputar kamera DSLR'>Kenali lebih jauh seputar kamera DSLR</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamera-gue.web.id/2010/09/01/mengapa-shutter-kamera-dslr-punya-batasan-umur/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Semua tentang kamera DSLR Canon EOS</title>
		<link>http://kamera-gue.web.id/2010/08/28/semua-tentang-kamera-dslr-canon-eos/</link>
		<comments>http://kamera-gue.web.id/2010/08/28/semua-tentang-kamera-dslr-canon-eos/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Aug 2010 07:24:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin KG</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[featured]]></category>

		<category><![CDATA[kamera DSLR]]></category>

		<category><![CDATA[Canon]]></category>

		<category><![CDATA[E-TTL]]></category>

		<category><![CDATA[EOS]]></category>

		<category><![CDATA[flash]]></category>

		<category><![CDATA[USM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamera-gue.web.id/?p=1137</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Bagi anda pecinta DSLR Canon, atau yang sedang merencanakan membeli sistem DSLR Canon, apakah anda sudah kenal seluk-beluk DSLR Canon? Bagaimana konsep EOS dan EF <i>mount</i>, seperti apa auto fokus di kamera Canon, apa beda lensa EF dan EF-S, seperti apa mode dial di kamera EOS dan masih banyak lagi. Kali ini kami buatkan sebuah artikel yang khusus membahas DSLR Canon EOS secara lengkap hanya untuk anda. </p>


Related posts:<ol><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2010/01/02/daftar-lengkap-kamera-dslr-canon-dan-nikon/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Daftar lengkap kamera DSLR Canon dan Nikon'>Daftar lengkap kamera DSLR Canon dan Nikon</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2010/05/02/mau-pakai-lensa-nikon-di-dslr-canon-uji-singkat-novoflex-adapter/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mau pakai lensa Nikon di DSLR Canon? (Uji singkat Novoflex adapter)'>Mau pakai lensa Nikon di DSLR Canon? (Uji singkat Novoflex adapter)</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/07/07/lensa-canon-vs-lensa-nikon/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Lensa Canon vs Lensa Nikon'>Lensa Canon vs Lensa Nikon</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Bagi anda pecinta DSLR Canon, atau yang sedang merencanakan membeli sistem DSLR Canon, apakah anda sudah kenal seluk-beluk DSLR Canon? Bagaimana konsep EOS dan EF <em>mount</em>, seperti apa auto fokus di kamera Canon, apa beda lensa EF dan EF-S, dan masih banyak lagi. Kali ini kami buatkan sebuah artikel yang khusus membahas DSLR Canon EOS secara lengkap hanya untuk anda. Selamat membaca..</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Asal mula kamera EOS</strong></p>
<p style="text-align: justify;">EOS adalah singkatan dari<em> Electro Optical System </em>yang berarti sistem optik yang memiliki rangkaian elektronik. Canon pertama kali memperkenalkan kamera film EOS pada bulan Maret 1987 dengan meluncurkan EOS 650 dengan kemampuan auto fokus. Kamera EOS memiliki <em>mount </em> EF, sehingga Canon mendesain lensa khusus untuk<em> mount</em> EF dengan nama lensa Canon EF, dan semua lensa EF ini pasti kompatibel dengan kamera EOS.</p>
<p style="text-align: justify;">Kamera <a href="http://www.canon.com/eos-d/" target="_blank">EOS Digital</a> pertama dari Canon adalah EOS DSC 3 dengan sensor CCD 1,3 MP (kerjasama dengan Kodak) dan tahap penting dalam manufaktur EOS ada saat Canon akhirnya bisa memproduksi sendiri kamera EOS dengan meluncurkan EOS D30 pada tahun 2000 dengan sensor CMOS beresolusi 3 MP. Sebagai prosesor dari EOS Digital, digunakanlah prosesor dengan nama <em>Digic </em>yang kini sudah mencapai generasi ke empat.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/08/fd_mount.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1142" style="margin-left: 20px; margin-right: 20px;" title="fd_mount" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/08/fd_mount.jpg" alt="fd_mount" width="320" height="182" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/08/fd_mount.jpg"></a>Kamera Canon sebelum 1987 memiliki <em>mount FD</em> yang hanya cocok untuk lensa Canon FD. Lensa FD (lihat contoh di atas) hanya bisa manual fokus dan lensa FD ini tidak bisa dipasang di<em> mount</em> EOS karena berbeda bentuk dan ukuran. Hal ini berbeda dengan sistem Nikon dimana semua lensa Nikon sejak jaman dahulu masih bisa dipasang di DSLR Nikon terbaru.</p>
<p style="text-align: justify;">Transisi dari<em> mount FD</em> ke<em> mount EOS</em> menjadi saat-saat bersejarah Canon yang penuh kritik dan terkesan spekulatif. Namun akhirnya kini Canon berhasil menikmati hasilnya karena transisi berjalan sukses dan Canon menebusnya dengan memproduksi banyak lensa khusus <em>mount </em>EF untuk sistem EOS Digital yang berkualitas.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Lensa EF dan EF-S</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Lensa EF  (<em>electrofocus</em>) adalah lensa buatan Canon yang memiliki <em>mount</em> EF sehingga pasti kompatibel dengan kamera EOS. Lensa EF bisa dipasang di bodi SLR Canon EOS film (35mm) maupun di bodi EOS digital apapun, baik dengan sensor <em>full frame</em>, APS-H maupun APS-C. <a href="http://www.usa.canon.com/cusa/consumer/products/cameras/ef_lens_lineup" target="_blank">Lensa EF</a> kini memiliki banyak varian baik jenis <em>prime </em>(fix) ataupun zoom. Bahkan lensa kelas mewah dari Canon juga banyak diproduksi yaitu lensa dengan kode L-series (<em>luxury</em>) yang memiliki ciri ada gelang merah di ujungnya. Lensa L series ini memiliki kualitas optik yang prima dan kemampuan menahan gangguan cuaca berkat adanya <em>weathersealing </em>didalamnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/08/drebel.jpg"><img class="size-medium wp-image-1141 alignleft" style="margin-left: 4px; margin-right: 4px; margin-top: 3px; margin-bottom: 3px;" title="drebel" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/08/drebel-332x350.jpg" alt="drebel" width="186" height="196" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/08/drebel.jpg"></a>Pada tahun 2003 Canon meluncurkan DSLR EOS 300D (Digital Rebel) dengan lensa kit EF-S 18-55mm. Inilah pertama kalinya diperkenalkan lensa EF-S dalam sejarah Canon. Lensa EF-S memiliki diameter <em>image circle</em> yang lebih kecil dari lensa EF, didesain khusus untuk DSLR dengan sensor APS-C sehingga lensa EF-S tidak bisa dipakai untuk kamera EOS film 35mm. Adapun antara lensa EF dan EF-S pada dasarnya memiliki bentuk <em>mount</em> yang sama dan juga kontak elektronik yang sama, jadi kamera EOS Digital dengan sensor APS-C bisa saja dipasangi lensa EF (tidak harus lensa EF-S). Tapi lensa EF-S tidak semestinya dipasang di kamera EOS Digital dengan sensor yang lebih besar dari sensor APS-C karena meski bisa dipakai tapi akan menghasilkan lingkaran hitam di tepi gambar (<em>vignetting</em>) karena diameter lensa EF-S yang lebih kecil.</p>
<p style="text-align: justify;">Huruf &#8216;S&#8217; pada kode EF-S sendiri adalah singkatan dari <em>Short</em> (<em>back focus</em>), maksudnya lensa EF-S memiliki jarak yang lebih dekat antara lensa dengan sensor.</p>
<p style="text-align: justify;">Kini di pasaran tersedia banyak lensa EF dan juga EF-S. Bila anda berencana akan memiliki DSLR EOS dengan sensor <em>full frame </em>seperti EOS 5D mark II, maka carilah hanya lensa EF saja. Namun bila anda merasa cukup puas dengan DSLR EOS sensor APS-C seperti EOS 550D, EOS 60D atau EOS 7D, maka lensa EF-S bisa jadi pilihan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sistem auto fokus kamera EOS</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pada prinsipnya auto fokus (AF) di kamera EOS memakai motor AF yang ada di lensa, dengan kata lain semua lensa Canon EF memiliki motor AF didalamnya. Hal ini berbeda dengan Nikon yang memiliki motor AF di bodi kamera (meski tidak semua DSLR Nikon punya motor AF), dengan kata lain tidak semua lensa Nikon punya motor AF. Namun Canon tidak memperlakukan setiap lensanya dengan sama, dimana lensa murah dan lensa mahal diberikan motor AF yang berbeda jenis dan kualitasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Terdapat dua jenis motor di lensa Canon, yaitu :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>motor AFD (<em>arc-form drive</em>) atau<em> micromotor drive</em> -&gt; untuk lensa murah</li>
<li>motor USM (<em>ultrasonic motor</em>) -&gt; untuk lensa mahal</li>
</ul>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-1138" style="margin-top: 3px; margin-bottom: 3px; margin-left: 7px; margin-right: 7px;" title="usm-ring" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/08/usm-ring.jpg" alt="usm-ring" width="180" height="180" /></p>
<p style="text-align: justify;">Motor AFD merupakan motor mikro yang konvensional dan murah. Didalamnya terdapat koil magnet yang berputar bila dialiri tegangan listrik. Motor ini bersuara berisik saat sedang berputar dan kecepatannya pun sedang-sedang saja. Perhatikan kalau lensa Canon EF/EF-S yang tidak diberi label USM artinya motor di dalamnya memakai sistem AFD (bedakan dengan lensa Nikon AF-S yang pasti sudah memakai motor SWM).</p>
<p style="text-align: justify;">Motor USM merupakan tekolonogi baru yang menggerakkan motor dengan gelombang yang memberikan kecepatan lebih tinggi namun dengan suara yang lebih halus. Namun lagi-lagi Canon membagi lensa dengan teknologi USM ini kedalam dua kelompok, yaitu lensa USM untuk lensa mahal dan USM untuk lensa yang biasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Adapun dua jenis motor USM di lensa Canon, yaitu :</p>
<ul>
<li>USM berbasis ring untuk lensa mahal (lihat contoh gambar di atas)</li>
<li>USM berbasis <em>micromotor </em>untuk lensa yang lebih murah</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Perbedaan keduanya ada di prinsip kerja dan kemampuan manual fokus instan (FTM : <em>full-time manual</em>). Pada lensa USM berbasis ring, kita bisa langsung memutar ring manual fokus kapan saja kita mau. Jadi berpindah dari auto fokus ke manual fokus bisa dilakukan langsung tanpa memindah tuas AF ke MF. Bila memakai lensa non USM atau lensa USM murah (dengan <em>micromotor</em>), kita harus memindahkan tuas AF ke MF baru memutar ring manual fokus.</p>
<p style="text-align: justify;">Lensa dengan kode USM atau bukan tidak akan berpengaruh pada kualitas optik, karena USM hanya menandakan sistem kerja motor AF saja. Bila anda dalam keseharian sering memotret benda yang bergerak, atau ajang olah raga dan perlu kinerja tercepat dari sistem AF lensa Canon, maka pilihlah lensa dengan teknologi USM didalamnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Mode dial khas Canon</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Canon EOS Digital memiliki mode dial yang tidak banyak berbeda dengan kebanyakan kamera DSLR lain. Terdapat satu mode Auto, lima mode kreatif dan beberapa preset untuk kondisi yang spesifik <em>(basic zone</em> atau <em>scene mode</em>). Sekilas penjelasan tentang mode kreatif yaitu :</p>
<p><img class="alignright size-full wp-image-1171" title="eos-dial" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/08/eos-dial.png" alt="eos-dial" width="338" height="177" /></p>
<ul>
<li><strong>P</strong> (<em>Program</em>) : seperti mode Auto tapi kita bisa beralih dari beberapa kombinasi aperture dan shutter yang mungkin</li>
<li><strong>Tv</strong> (<em>Shutter Priority</em>) : kamera menentukan setting terbaik, sementara kita menentukan berapa kecepatan shutter yang akan digunakan</li>
<li><strong>Av</strong> (<em>Aperture Priority</em>) : kebalikan dari Tv, kita menentukan bukaan diafragma sementara kamera mengatur kecepatan shutter yang sesuai</li>
<li><strong>M</strong> (<em>Manual</em>) : kendali akan shutter dan aperture murni pada kita sebagai pemakai</li>
<li><strong>A-DEP</strong> (<em>Depth of Field/DoF Preview</em>) : kamera akan memakai bukaan terkecil (<em>stop down</em>) untuk <em>preview</em> DoF (karena mengurangi cahaya yang masuk maka tampilan di viewfinder akan menjadi agak gelap).</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>Lampu kilat</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Canon EOS memiliki sistem lampu kilat dengan teknologi E-TTL (<em>Electronic Through-The-Lens</em>). E-TTL sendiri merupakan proses pengukuran cahaya (metering) melalui lensa sehingga bisa ditentukan berapa intensitas lampu kilat yang terbaik untuk tiap kondisi pemotretan. Hal ini akan menghindarkan hasil foto yang terlalu gelap atau terlalu terang saat menggunakan lampu kilat, baik saat memotret memakai lampu <em>built-in</em> ataupun eksternal.</p>
<p style="text-align: justify;">Algoritma E-TTL Canon dilakukan berturut-turut yaitu :</p>
<ol>
<li>Saat tombol rana ditekan setengah, proses auto fokus dan metering (mengukur cahaya sekitar) dilakukan.</li>
<li>Lampu pre-flash akan menyala, pantulannya kembali diukur oleh kamera.</li>
<li>Dari situ kamera menghitung dan membandingkan dua hasil pengukuran sebelumnya.</li>
<li>Saat tombol ditekan penuh, cermin terangkat, shutter membuka dan lampu kilat menyala.</li>
<li>Shutter kembali menutup, cermin kembali turun dan hasil foto tampil di layar LCD.</li>
</ol>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-1172" title="580ex_ii" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/08/580ex_ii.jpg" alt="580ex_ii" width="175" height="125" /></p>
<p style="text-align: justify;">Untuk lampu kilat eksternal, Canon juga menggunakan teknologi <em>high speed sync</em> (FP mode) dan <em>wireless mode</em>. FP mode memungkinkan pemakaian lampu kilat eksternal dengan kecepatan shutter diatas kecepatan sync maksimum kamera, dengan cara lampu akan terus menyala dengan interval 50 kHz selama shutter terbuka. Hal ini cocok dipakai untuk melawan <em>backlight</em> meski konsekuensinya dapat menguras baterai lampu kilat. <a href="http://web.canon.jp/imaging/flashwork/ettl2/wireless/index.html" target="_blank">Wireless mode</a> memungkinkan pengaturan beberapa lampu kilat sekaligus secara nirkabel, dengan satu <em>commander </em>dan beberapa <em>slave</em>. Komunikasi antara sistem lampu kilat memakai gelombang <em>Radio Frequency</em> (RF).</p>
<p style="text-align: justify;">Produk lampu kilat terbaru yang pasti kompatibel dengan kamera EOS digital diantaranya :</p>
<ul>
<li>Speedlite <strong>580EX II</strong> (4 baterai AA - GN 58)</li>
<li>Speedlite <strong>430EX II </strong>(4 baterai AA - GN 43)</li>
<li>Speedlite <strong>270EX </strong>(2 baterai AA - GN 27)</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>Segmentasi produk</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kamera DSLR Canon EOS terkenal akan segmentasi produk (diversifikasi) yang jelas. Secara umum EOS Digital terbagi tiga kelompok yaitu kamera kelas pemula (juga diberi nama Digital Rebel), kelas menengah dan kelas pro.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="text-decoration: underline;">EOS kelas pemula</span> :</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/08/canon_eos550d.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-1175" style="margin-left: 5px; margin-right: 5px; margin-top: 2px; margin-bottom: 2px;" title="canon_eos550d" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/08/canon_eos550d.gif" alt="canon_eos550d" width="120" height="94" /></a>Inilah EOS yang biasa diincar oleh para pemula, untuk dokumentasi keluarga atau untuk sekedar menyalurkan hobi. Kamera EOS pemula ini berukuran kecil, berbahan plastik, memakai<em> pentamirror</em> untuk prismanya, tidak memiliki LCD di bagian atas, minim tombol dan kinerja <em>burst </em>yang pas-pasan.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Saat ini di pasaran ada tiga produk EOS Digital di kelas pemula yaitu :</p>
<ul>
<li><strong>EOS 1000D</strong> (10 MP, <em>live view</em>)</li>
<li><strong>EOS 500D</strong> (15 MP, HD movie)</li>
<li><strong></strong><strong>EOS 550D </strong>(18 MP, HD movie)</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><span style="text-decoration: underline;">EOS kelas menengah</span> :</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/08/canon_eos5dmkii.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-1173" style="margin-left: 5px; margin-right: 5px; margin-top: 2px; margin-bottom: 2px;" title="canon_eos5dmkii" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/08/canon_eos5dmkii.gif" alt="canon_eos5dmkii" width="120" height="108" /></a>Inilah EOS untuk para fotografer serius yang lebih dari sekedar hobi atau untuk mendukung profesimya. Kamera EOS kelas menengah punya bodi yang lebih kokoh (bisa fiber atau magnesium), sudah memakai <em>pentaprism</em> untuk prismanya, dilengkapi bermacam tombol akses langsung dan layar LCD tambahan di bagian atas. Fitur kamera kelas ini pun semakin lengkap dan punya ergonomi yang lebih nyaman.</p>
<p style="text-align: justify;">Pilihan produk EOS di kelas ini adalah :</p>
<ul>
<li><strong>EOS 60D </strong>(18 MP, HD movie dengan layar LCD lipat)</li>
<li><strong>EOS 7D</strong> (18 MP, HD movie, inilah kamera EOS tercanggih di kelompok sensor APS-C, sekaligus pengganti EOS 50D)</li>
<li><strong>EOS 5D mark II </strong>(sensor<em> full-frame </em>21 MP, HD movie)</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><span style="text-decoration: underline;">EOS kelas pro</span> :</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/08/canon_eos1dmkiv.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-1174" style="margin-left: 5px; margin-right: 5px; margin-top: 2px; margin-bottom: 2px;" title="canon_eos1dmkiv" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/08/canon_eos1dmkiv.gif" alt="canon_eos1dmkiv" width="128" height="130" /></a>Inilah EOS untuk fotografer profesional yang berkecimpung di dunia bisnis fotografi seperti studio, produksi iklan maupun jurnalis olahraga. Kemera EOS kelas pro ini punya bodi yang besar (sehingga tidak perlu lagi memasang <em>vertical grip</em>), kinerja tertinggi, titik AF yang berlimpah (45 titik)  dan punya sensor besar.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Dua produk elit Canon di kelas ini yaitu :</p>
<ul>
<li><strong>EOS 1D mark IV </strong>(sensor APS-H 16 MP, HD movie)</li>
<li><strong>EOS 1Ds mark III</strong> (sensor <em>full-frame </em>21 MP)</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"><span style="font-size: xx-small;"><strong><br />
</strong><strong> </strong></span></span></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2010/01/02/daftar-lengkap-kamera-dslr-canon-dan-nikon/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Daftar lengkap kamera DSLR Canon dan Nikon'>Daftar lengkap kamera DSLR Canon dan Nikon</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2010/05/02/mau-pakai-lensa-nikon-di-dslr-canon-uji-singkat-novoflex-adapter/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mau pakai lensa Nikon di DSLR Canon? (Uji singkat Novoflex adapter)'>Mau pakai lensa Nikon di DSLR Canon? (Uji singkat Novoflex adapter)</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/07/07/lensa-canon-vs-lensa-nikon/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Lensa Canon vs Lensa Nikon'>Lensa Canon vs Lensa Nikon</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamera-gue.web.id/2010/08/28/semua-tentang-kamera-dslr-canon-eos/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Canon EOS 60D hadir dengan layar LCD lipat</title>
		<link>http://kamera-gue.web.id/2010/08/26/canon-eos-60d-hadir-dengan-layar-lcd-lipat/</link>
		<comments>http://kamera-gue.web.id/2010/08/26/canon-eos-60d-hadir-dengan-layar-lcd-lipat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Aug 2010 05:18:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin KG</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Headline]]></category>

		<category><![CDATA[APS-C]]></category>

		<category><![CDATA[Canon]]></category>

		<category><![CDATA[EOS 60D]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamera-gue.web.id/?p=1159</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Prediksi akan kehadiran Canon EOS 60D terbukti sudah. Hari ini Canon meluncurkan DSLR penerus EOS 50D dengan resolusi 18 MP, fitur full HD movie yang bisa diatur manual serta creative filter. Canon EOS 60D memang ditargetkan untuk berada diantara EOS 550D (pemula) dan EOS 7D (semi-pro). Layar LCD pada EOS 60D juga amat istimewa karena memiliki resolusi amat tinggi diatas 1 juta piksel, resolusi VGA dengan aspek rasio 3:2, lebar diagonal 3 inci dan bisa dilipat putar. Dijual dengan atau tanpa lensa kit EF-S 18-135mm, EOS 60D ini akan masuk pasaran sekitar bulan depan.</p>


Related posts:<ol><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2010/02/09/canon-eos-550d-rebel-t2i-kini-dengan-resolusi-18-mp/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Canon EOS 550D (Rebel T2i), kini dengan resolusi 18 MP'>Canon EOS 550D (Rebel T2i), kini dengan resolusi 18 MP</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/09/01/canon-hadirkan-eos-7d-dan-lensa-zoom-baru/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Canon hadirkan EOS 7D dan lensa zoom baru'>Canon hadirkan EOS 7D dan lensa zoom baru</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2010/01/02/daftar-lengkap-kamera-dslr-canon-dan-nikon/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Daftar lengkap kamera DSLR Canon dan Nikon'>Daftar lengkap kamera DSLR Canon dan Nikon</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Prediksi akan kehadiran Canon EOS 60D terbukti sudah. Hari ini Canon meluncurkan DSLR penerus EOS 50D dengan resolusi 18 MP, fitur full HD movie yang bisa diatur manual serta creative filter. Layar LCD pada EOS 60D juga amat istimewa karena memiliki resolusi amat tinggi diatas 1 juta piksel, resolusi VGA dengan aspek rasio 3:2, lebar diagonal 3 inci dan bisa dilipat putar. Dijual dengan atau tanpa lensa kit EF-S 18-135mm, EOS 60D ini akan masuk pasaran sekitar bulan depan.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/08/60d.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1160" title="60d" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/08/60d-400x127.jpg" alt="60d" width="400" height="127" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Canon EOS 60D ternyata lebih kecil dan lebih ringan dari pendahulunya. Hal ini karena bahan material bodinya bukan lagi memakai magnesium alloy tapi sejenis bahan polikarbonat. Kalau ingin merasakan bodi magnesium maka EOS 7D lebih tepat dibilang sebagai penerus EOS 50D.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/08/60d-depan.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1166" style="margin-left: 100px; margin-right: 100px;" title="60d-depan" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/08/60d-depan-312x350.jpg" alt="60d-depan" width="254" height="285" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/08/60d-belakang.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1167" title="60d-belakang" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/08/60d-belakang-400x200.jpg" alt="60d-belakang" width="400" height="200" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Berikut spesifikasi EOS 60D :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>18 MP APS-C CMOS sensor (sama seperti EOS 7D)</li>
<li>Advanced creative features with Basic +</li>
<li>Vari-angle LCD (pertama dalam sejarah DSLR Canon)</li>
<li>Full HD movies with manual control</li>
<li>DIGIC 4</li>
<li>ISO 100-6400, bisa diangkat hingga ISO12800</li>
<li>5.3fps shooting for up to 58 JPEGs</li>
<li>shutter maksimum 1/8000 detik</li>
<li>9-point cross type AF System (sama seperti EOS 50D)</li>
<li>flash sync 1/250 detik</li>
<li>pentaprism dengan viewfinder coverage 96%</li>
<li>iFCL metering with 63-zone Dual-layer Sensor</li>
<li>Integrated Speedlite transmitter</li>
<li>In-camera RAW processing</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Canon EOS 60D memang ditargetkan untuk berada diantara EOS 550D (pemula) dan EOS 7D (semi-pro), sehingga kalau dibandingkan dengan EOS 50D justru ada beberapa penurunan spesifikasi atau pengurangan fitur. Sebutlah misalnya dengan meniadakan <em>joystick</em>, <em>AF micro adjustment</em> dan remote terminal. Canon mungkin menyiapkan EOS 60D untuk melawan calon penerus Nikon D90 (yang diprediksi akan dinamai D95 atau D7000). Maka itu Canon menjual EOS 60D cukup murah dengan harga jual 10 jutaan tanpa lensa, atau 13 jutaan dengan lensa EF-S 18-135mm IS.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2010/02/09/canon-eos-550d-rebel-t2i-kini-dengan-resolusi-18-mp/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Canon EOS 550D (Rebel T2i), kini dengan resolusi 18 MP'>Canon EOS 550D (Rebel T2i), kini dengan resolusi 18 MP</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/09/01/canon-hadirkan-eos-7d-dan-lensa-zoom-baru/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Canon hadirkan EOS 7D dan lensa zoom baru'>Canon hadirkan EOS 7D dan lensa zoom baru</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2010/01/02/daftar-lengkap-kamera-dslr-canon-dan-nikon/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Daftar lengkap kamera DSLR Canon dan Nikon'>Daftar lengkap kamera DSLR Canon dan Nikon</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamera-gue.web.id/2010/08/26/canon-eos-60d-hadir-dengan-layar-lcd-lipat/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sony SLT A55/A33, inikah DSLR modern yang sesungguhnya?</title>
		<link>http://kamera-gue.web.id/2010/08/25/sony-slt-a55a33-inikah-dslr-modern-yang-sesungguhnya/</link>
		<comments>http://kamera-gue.web.id/2010/08/25/sony-slt-a55a33-inikah-dslr-modern-yang-sesungguhnya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Aug 2010 15:05:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin KG</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[kamera DSLR]]></category>

		<category><![CDATA[A33]]></category>

		<category><![CDATA[A55]]></category>

		<category><![CDATA[alpha]]></category>

		<category><![CDATA[HD movie]]></category>

		<category><![CDATA[live-view]]></category>

		<category><![CDATA[pellicle]]></category>

		<category><![CDATA[SLT]]></category>

		<category><![CDATA[Sony]]></category>

		<category><![CDATA[translucent]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamera-gue.web.id/?p=1151</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Tak dipungkiri hal utama yang fenomenal dari <a href="http://kamera-gue.web.id/2010/08/24/sony-luncurkan-empat-kamera-dslr-baru/" target="_blank">peluncuran DSLR Sony</a> baru-baru ini adalah hadirnya kamera SLT (<em>Single Lens Translucent-mirror</em>) yaitu Alpha A55 dan A33. Keduanya memakai teknologi cermin yang semi-transparan yang pertama kalinya diperkenalkan di dunia kamera digital. Manfaat dari pemakaian cermin transparan ini terasa dalam auto fokus yang cepat saat <em>live-view</em> dan saat merekam video. Sebelumnya Sony masih menahan diri untuk tidak membenamkan fitur video pada kamera DSLR-nya.Inikah DSLR modern yang dijanjikan Sony?</p>


Related posts:<ol><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2010/08/24/sony-luncurkan-empat-kamera-dslr-baru/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sony luncurkan empat kamera DSLR baru'>Sony luncurkan empat kamera DSLR baru</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/06/29/tiga-dslr-alpha-baru-dari-sony/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tiga DSLR Alpha baru dari Sony'>Tiga DSLR Alpha baru dari Sony</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2010/06/09/a290-dan-a390-duo-dslr-pemula-baru-dari-sony/' rel='bookmark' title='Permanent Link: A290 dan A390, duo DSLR pemula baru dari Sony'>A290 dan A390, duo DSLR pemula baru dari Sony</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Tak dipungkiri hal utama yang fenomenal dari <a href="http://kamera-gue.web.id/2010/08/24/sony-luncurkan-empat-kamera-dslr-baru/" target="_blank">peluncuran DSLR Sony</a> baru-baru ini adalah hadirnya kamera SLT (<em>Single Lens Translucent-mirror</em>) yaitu Alpha A55 dan A33. Keduanya memakai teknologi cermin yang semi-transparan yang pertama kalinya diperkenalkan di dunia kamera digital. Manfaat dari pemakaian cermin transparan ini terasa dalam auto fokus yang cepat saat <em>live-view</em> dan saat merekam video. Sebelumnya Sony masih menahan diri untuk tidak membenamkan fitur video pada kamera DSLR-nya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sony SLT A55/A33 bagaimanapun juga adalah kamera DSLR biasa dengan cermin dan sensor berukuran APS-C. <em>Mount</em> lensanya pun sama seperti DSLR Sony lainnya, pun juga dengan spesifikasi dasarnya. Bedanya adalah cermin di A55/A33 adalah berjenis <em>pellicle mirror</em> (semi transparan) yang dulu sempat digunakan oleh Canon di era SLR film namun kurang sukses. Kini Sony mencoba berinovasi dengan cermin unik ini, setelah sebelumnya telah berinovasi dengan sistem dua sensor untuk mewujudkan auto fokus yang cepat saat<em> live-view</em> yaitu berbasis deteksi fasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum membahas lebih jauh soal cermin transparan ini, sekilas kami ulas kembali deretan fitur A55/A33 yaitu memakai sensor CMOS berukuran APS-C, mampu memotret <em>burst</em> hingga 10 fps, auto fokus berbasis deteksi fasa (15 titik sensor AF) saat memotret dan merekam video (resolusi video HD 1080i) dan yang unik adalah digunakannya view finder elektronik dengan resolusi tinggi 1.4 juta piksel. Bila hendak mencari padanan dari kedua kamera SLT ini, tidak ada produsen DSLR manapun yang bisa menyamai kemampuan A55/A33 dalam <em>live-view</em>, auto fokus dan <em>burst</em> 10 fps dengan kisaran harga jual 8 jutaan saja.</p>
<p>Kutipan dari Sony pada siaran pers resminya :</p>
<blockquote><p>Sony’s first-ever digital cameras to employ Translucent Mirror Technology these new models showcase an innovative optical system that opens up dramatic new shooting possibilities. In contrast with conventional DSLR cameras, Translucent Mirror Technology uses a fixed, translucent mirror that ‘splits’ the optical pathway between the main image sensor and a separate phase-detection autofocus sensor. Translucent Mirror Technology overcomes other traditional limitations of DSLR models, with its simplified mechanical design shrinking camera size and complexity. Making the ?55 and ?33 a compelling choice for casual photographers who want to capture spontaneous family moments and travel scenes with less to carry.</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Dari kutipan di atas nampak kalau Sony merasa sudah melakukan inovasi besar dengan cermin ini sehingga DSLR lain akan dianggap konvensional (kalau boleh dibilang kuno) dan bisa jadi Sony merancang sistem ini untuk jadi standar DSLR di era mendatang. Bahkan metoda SLT ini mengancam kubu <em>mirrorless</em> yang jelas tidak memiliki keunggulan dalam hal auto fokus deteksi fasa yang cepat (apalagi harga SLT dan <em>mirrorless</em> bersaing ketat).</p>
<p><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/08/pelliclemirror.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1152" style="margin-left: 15px; margin-right: 15px;" title="pelliclemirror" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/08/pelliclemirror-400x297.jpg" alt="pelliclemirror" width="360" height="267" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/08/pelliclemirror.jpg"></a>Kini kita bahas seputar cerminnya. Lihat gambar ilustrasi di atas. Cermin transparan pada kamera Sony SLT &#8216;memecah&#8217; sinar yang masuk melalui lensa menjadi dua arah yaitu 70% memasuki sensor dan 30% menuju modul auto fokus (di bagian atas). Dalam hal ini konsekuensi pertama dari pemakaian cermin semacam ini adalah penurunan jumlah cahaya yang memasuki sensor sebanyak kurang lebih 0.3 Ev. Mungkin hal ini bukan masalah serius buat kebanyakan kita karena kamera modern punya hasil yang baik di ISO tinggi, tapi penurunan ini tetap harus dicatat dan diantisipasi dampaknya dikala kondisi kurang cahaya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sony mengklaim membuat inovasi dengan hadirnya duo A55/A33 ini, namun perubahan cukup radikal pada desain  &#8217;jeroan&#8217; kamera SLT ini akan membawa implikasi tersendiri (positif atau negatif - silahkan anda nilai sendiri) seperti :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>cermin tidak lagi bergerak naik turun saat memotret (meski bisa diangkat manual untuk membersihkan sensor)</li>
<li>tanpa gerakan cermin membuat kamera ini bisa bebas memotret cepat hingga 10 fps</li>
<li>modul AF pindah ke bagian atas kamera, sehingga hilanglah prisma untuk jendela bidik optik</li>
<li>ketiadaan prisma menjadikan dimensi kamera SLT lebih kecil dari kamera DSLR</li>
<li>pengganti jendela bidik optik adalah finder elektronik (LCD) seperti kamera <em>mirrorless</em></li>
<li> sensor CMOS  selalu bekerja setiap saat kamera akan dipakai memotret, plus <em>stabilizer </em>pada sensor yang bekerja membuat sensor bekerja keras</li>
<li>tanpa jendela bidik optik, sulit untuk memotret <em>panning</em> sambil melihat obyek yang akan difoto</li>
<li>tanpa cermin yang bergerak naik turun, semestinya kamera SLT bisa memotret tanpa suara, namun karena masih memakai shutter mekanik maka suara &#8216;cetrek&#8217; tetap terdengar saat memotret</li>
<li>hilangnya modul metering (<em>light meter built-in</em>), sebagai gantinya metering memakai sensor utama dengan 1200-<em>zone multi-segment </em>metering</li>
<li>Sony menganggap sistem SLT tidak butuh auto fokus berbasis deteksi kontras seperti <em>live-view</em> pada DSLR lainnya</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Memang sekarang kita belum bisa menduga seperti apa DSLR modern di masa mendatang, apakah tetap akan memiliki cermin biasa (warisan dari jaman dahulu) atau memakai cermin transparan (seperti Sony A55/A33 ini) atau justru meniadakan cermin (seperti kamera<em> mirrorless</em>, kamera micro 4/3 dsb). Apakah di masa mendatang DSLR itu masih memakai jendela bidik optik atau sudah memakai LCD? Apakah di masa depan shutter mekanik masih tetap dipertahankan? Kami masih menantikan itu semua, tapi satu hal yang pasti, fungsi kamera untuk fotografi tetap sama, tak peduli bagaimanapun desain kamera DSLR di masa mendatang.</p>
<p style="text-align: justify;">


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2010/08/24/sony-luncurkan-empat-kamera-dslr-baru/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sony luncurkan empat kamera DSLR baru'>Sony luncurkan empat kamera DSLR baru</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/06/29/tiga-dslr-alpha-baru-dari-sony/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tiga DSLR Alpha baru dari Sony'>Tiga DSLR Alpha baru dari Sony</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2010/06/09/a290-dan-a390-duo-dslr-pemula-baru-dari-sony/' rel='bookmark' title='Permanent Link: A290 dan A390, duo DSLR pemula baru dari Sony'>A290 dan A390, duo DSLR pemula baru dari Sony</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamera-gue.web.id/2010/08/25/sony-slt-a55a33-inikah-dslr-modern-yang-sesungguhnya/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sony luncurkan empat kamera DSLR baru</title>
		<link>http://kamera-gue.web.id/2010/08/24/sony-luncurkan-empat-kamera-dslr-baru/</link>
		<comments>http://kamera-gue.web.id/2010/08/24/sony-luncurkan-empat-kamera-dslr-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Aug 2010 04:57:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin KG</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[kamera DSLR]]></category>

		<category><![CDATA[alpha]]></category>

		<category><![CDATA[HD movie]]></category>

		<category><![CDATA[live-view]]></category>

		<category><![CDATA[pellix camera]]></category>

		<category><![CDATA[Sony]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamera-gue.web.id/?p=1130</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hari ini Sony kembali membuat gebrakan dengan meluncurkan sekaligus empat kamera DSLR baru, dimana dua diantaranya benar-benar baru secara konsep. Sambutlah dua DSLR pellicle (translucent) mirror yaitu SLT A33 dan SLT A55, serta dua DSLR klasik yaitu A580 dan A560. Keempat kamera ini sudah mampu merekam fitur 'must-have' yaitu HD movie recording dan khusus untuk A55 dan A33 keduanya sudah bisa auto fokus saat merekam video.</p>


Related posts:<ol><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/06/29/tiga-dslr-alpha-baru-dari-sony/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tiga DSLR Alpha baru dari Sony'>Tiga DSLR Alpha baru dari Sony</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2010/06/09/a290-dan-a390-duo-dslr-pemula-baru-dari-sony/' rel='bookmark' title='Permanent Link: A290 dan A390, duo DSLR pemula baru dari Sony'>A290 dan A390, duo DSLR pemula baru dari Sony</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2010/08/25/sony-slt-a55a33-inikah-dslr-modern-yang-sesungguhnya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sony SLT A55/A33, inikah DSLR modern yang sesungguhnya?'>Sony SLT A55/A33, inikah DSLR modern yang sesungguhnya?</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hari ini Sony kembali membuat gebrakan dengan meluncurkan sekaligus empat kamera DSLR baru, dimana dua diantaranya benar-benar baru secara konsep. Sambutlah dua DSLR pellix yaitu <strong>SLT A33 </strong>dan <strong>SLT A55</strong>, serta dua DSLR klasik yaitu <strong>A580</strong> dan <strong>A560</strong>. Keempat kamera ini sudah mampu merekam fitur &#8216;<em>must-have</em>&#8216; yaitu HD<em> movie recording</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/08/a55.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1131" title="a55" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/08/a55-400x327.jpg" alt="a55" width="400" height="327" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Apa itu DSLR <em>pellix</em> (<em>pellicle mirror</em>)? Istilah ini tak lain menyatakan penggunaan cermin (mirror) yang semi-transparan (<em>translucent</em>) sehingga pada saat yang sama, gambar yang diteruskan dari lensa bisa langsung mengenai sensor dan sekaligus bisa dipantulkan ke modul metering dan modul AF (pertama diperkenalkan oleh Canon di era 1990-an). Keuntungannya, kamera dengan cermin yang transparan bisa melakukan <em>live-view</em> (menampilkan gambar yang akan difoto atau direka video melalui layar LCD) sementara kamera tetap mengandalkan sistem auto fokus deteksi fasa melalui modul AF. Hal ini menghindarkan pemakaian auto fokus berbasis deteksi kontras saat<em> live-view</em> yang lambat seperti semua prinsip kerja <em>live-view </em>yang dipakai di DSLR merk lain.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/08/a55_mon2.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1133" title="a55_mon2" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/08/a55_mon2-400x317.jpg" alt="a55_mon2" width="400" height="317" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Kembali ke Sony, berikut adalah jajaran baru kamera DSLR mereka :</p>
<p style="text-align: justify;">Sony Alpha SLT A55 :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><em>Translucent mirror</em></li>
<li>16MP, APS-C</li>
<li>ISO 100-12800</li>
<li>15 titik AF</li>
<li>memakai EVF (<em>ElectronicView Finder</em>) 1.44 juta piksel</li>
<li>HD video 1080i 60fps AF</li>
<li>layar LCD 3 inci yang bisa dilipat</li>
<li>10 fps</li>
<li><em>built-in </em>GPS (versi A55V)</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Sony Alpha SLT A33 :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><em>Translucent mirror</em></li>
<li>14MP, APS-C</li>
<li>ISO 100-12800</li>
<li>15 titik AF</li>
<li>memakai EVF (<em>ElectronicView Finder</em>) 1.44 juta piksel</li>
<li>HD video 1080i 60fps AF</li>
<li>layar LCD 3 inci yang bisa dilipat</li>
<li>7 fps</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Sony Alpha A580 :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Penerus Alpha A550</li>
<li>16 MP, APS-C</li>
<li>ISO 100-12800</li>
<li>15 titik AF</li>
<li>live-view dengan sensor terpisah</li>
<li>HD video 1080i 60fps</li>
<li>layar LCD 3 inci yang bisa dilipat</li>
<li>7 fps</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Sony Alpha A560 :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Penerus Alpha A500</li>
<li>14 MP, APS-C</li>
<li>ISO 100-12800</li>
<li>15 titik AF</li>
<li>live-view dengan sensor terpisah</li>
<li>HD video 1080i 60fps</li>
<li>layar LCD 3 inci yang bisa dilipat</li>
<li>7 fps</li>
</ul>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/06/29/tiga-dslr-alpha-baru-dari-sony/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tiga DSLR Alpha baru dari Sony'>Tiga DSLR Alpha baru dari Sony</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2010/06/09/a290-dan-a390-duo-dslr-pemula-baru-dari-sony/' rel='bookmark' title='Permanent Link: A290 dan A390, duo DSLR pemula baru dari Sony'>A290 dan A390, duo DSLR pemula baru dari Sony</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2010/08/25/sony-slt-a55a33-inikah-dslr-modern-yang-sesungguhnya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sony SLT A55/A33, inikah DSLR modern yang sesungguhnya?'>Sony SLT A55/A33, inikah DSLR modern yang sesungguhnya?</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamera-gue.web.id/2010/08/24/sony-luncurkan-empat-kamera-dslr-baru/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Nikon luncurkan lensa DX 55-300mm VR</title>
		<link>http://kamera-gue.web.id/2010/08/19/nikon-luncurkan-lensa-dx-55-300mm-vr/</link>
		<comments>http://kamera-gue.web.id/2010/08/19/nikon-luncurkan-lensa-dx-55-300mm-vr/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2010 15:40:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin KG</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[kamera DSLR]]></category>

		<category><![CDATA[55-300mm]]></category>

		<category><![CDATA[lensa]]></category>

		<category><![CDATA[nikkor]]></category>

		<category><![CDATA[Nikon]]></category>

		<category><![CDATA[tele]]></category>

		<category><![CDATA[VR]]></category>

		<category><![CDATA[zoom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamera-gue.web.id/?p=1124</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Seiring dengan peluncuran DSLR Nikon D3100, Nikon juga meluncurkan empat lensa baru, tiga diantaranya berformat FX dan satu DX. Lensa DX yang diluncurkan kali ini masuk ke kelompok lensa tele-zoom murah meriah yang bernama AF-S DX 55-300mm f/4.5-5.6 ED VR. Rentang fokal yang ditawarkan memang cukup mengesankan dengan total zoom 5,5x zoom. Sebagai info, sebelumnya Nikon sudah punya lensa tele murah yang populer yaitu AF-S 55-200mm dan lensa tele FX yaitu AF-S 70-300mm. Bagaimana posisi lensa ini diantara dua lensa lain yang lebih dahulu ada?</p>


Related posts:<ol><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/07/07/lensa-canon-vs-lensa-nikon/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Lensa Canon vs Lensa Nikon'>Lensa Canon vs Lensa Nikon</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/10/01/rumor-lensa-nikon-af-s-16-35mm-dan-af-s-100-500mm/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Rumor lensa Nikon : AF-S 16-35mm dan AF-S 100-500mm'>Rumor lensa Nikon : AF-S 16-35mm dan AF-S 100-500mm</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/09/16/lensa-nikon-af-s-18-105mm-vr-review/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Review : lensa Nikon AF-S 18-105mm VR'>Review : lensa Nikon AF-S 18-105mm VR</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Seiring dengan peluncuran DSLR <a href="http://kamera-gue.web.id/2010/08/19/nikon-d3100-dslr-nikon-pertama-dengan-fitur-full-hd-movie/" target="_blank">Nikon D3100</a>, Nikon juga meluncurkan empat lensa baru, tiga diantaranya berformat FX dan satu DX. Lensa DX yang diluncurkan kali ini masuk ke kelompok lensa tele-zoom murah meriah yang bernama <a href="http://www.nikon.com/about/news/2010/0819_af-s_dx_nikkor55-300_02.htm" target="_blank">AF-S DX 55-300mm f/4.5-5.6 ED VR</a>. Rentang fokal yang ditawarkan memang cukup mengesankan dengan total zoom 5,5x zoom. Sebagai info, sebelumnya Nikon sudah punya lensa tele murah yang populer yaitu AF-S 55-200mm dan lensa tele FX yaitu AF-S 70-300mm. Bagaimana posisi lensa ini diantara dua lensa lain yang lebih dahulu ada, simak tinjauan kami selengkapnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Perbedaan antara AF-S 55-200mm dan AF-S 70-300mm cukup jelas. Selain berbeda harga (2 jutaan vs 4 jutaan), rentang fokal keduanya juga berbeda. Namun ingat kalau AF-S 55-200mm adalah lensa DX sedangkan AF-S 70-300mm adalah lensa FX. Bila lensa 55-200mm dipasang di kamera DX (seperti D40 sampai D300) maka fokal efektif lensa tersebut akan setara dengan 82.5-300mm sehingga hampir sama dengan lensa 70-300mm yang dipasang di kamera FX (misal D700 atau D3). Masalahnya adalah, banyak dari pemakai kamera Nikon DX yang ingin merasakan kemampuan tele zoom yang lebih dari 200mm, sehingga mereka &#8216;terpaksa&#8217; membeli lensa 70-300mm hanya demi bisa merasakan kemampuan tele 300mm (450mm eqiv.).  Padahal lensa AF-S 70-300mm ini selain punya dimensi yang panjang (14 cm) juga berat (740 gram) bandingkan dengan lensa AF-S 55-200mm (10 cm, 330 gram).</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/08/nikkor-55-300mm-f4_5-5_6.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1125" title="nikkor-55-300mm-f4_5-5_6" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/08/nikkor-55-300mm-f4_5-5_6-400x225.jpg" alt="nikkor-55-300mm-f4_5-5_6" width="400" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/08/nikkor-55-300mm-f4_5-5_6.jpg"></a>Hadirnya lensa Nikon AF-S 55-300mm VR ini menjadi solusi bagi anda yang mencari lensa DX dengan kemampuan tele yang lebih dari 200mm, tanpa memberatkan anda saat membawanya. Mengapa? Karena lensa ini hanya memiliki panjang 12cm dan berat 500 gram, benar-benar berada diantara lensa 55-200mm dan 70-300mm. Rahasia dibalik ukurannya yang mungil adalah digunakannya elemen lensa <em>High Refractive Index</em> (HRI) yang mampu menjaga dimensi lensa keseluruhan tetap ringkas.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/08/af-s-55-300-mtf.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-1126" title="af-s-55-300-mtf" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/08/af-s-55-300-mtf-400x207.png" alt="af-s-55-300-mtf" width="400" height="207" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/08/af-s-55-300-mtf.png"></a>Sepintas lensa 55-300mm ini tidak banyak berbeda dengan lensa 55-200mm, baik dalam segi desain maupun fitur. Keduanya tergolong lensa zoom lambat (bukaan kecil) yang tidak cocok dipakai dalam kondisi <em>low-light</em>, keduanya menempatkan ring fokus di bagian depan lensa yang menyulitkan untuk manual fokus dan keduanya memakai <em>mount</em> plastik yang kurang kuat. Tapi jangan kecewa dulu, karena hal-hal tadi memang wajar untuk lensa semurah ini. Sekarang kami paparkan hal-hal istimewa yang tak semestinya dijumpai di lensa yang murah ini :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>memiliki elemen lensa sebanyak 17 elemen yang tersusun atas 11 grup (2 diantaranya lensa ED dan 1 lensa HRI)</li>
<li>memakai teknologi VR generasi ke-II yang diklaim mampu bekerja hingga 4 stop</li>
<li>memakai 9 <em>blade</em> diafragma, bukaan maksimum f/4.5-5.6 dan minimum f/22-29</li>
<li>memakai motor SWM untuk auto fokus yang cepat dan halus</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Selain berbeda di rentang fokal, perbedaan lain antara lensa 55-200mm dengan 55-300mm diantaranya :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>bukaan maksimum (55-200mm sedikit lebih unggul dengan f/4)</li>
<li>55-200mm memakai diameter filter 52mm, 55-300mm memakai filter 58mm (70-300mm memakai 67mm)</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Satu hal yang agak disayangkan dari lensa 55-300mm ini menurut kami adalah harga perkenalan awal yang terlalu tinggi (4 jutaan) yang hampir sama dengan harga lensa 70-300mm saat ini. Padahal lensa 70-300mm punya banyak kelebihan dibanding lensa 55-300mm seperti :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>format FX</li>
<li><em>mount</em> logam</li>
<li>sistem <em>Inner Focus</em> (IF)</li>
<li>kualitas optik yang lebih baik</li>
<li>bisa <em>manual focus override</em></li>
<li>kinerja motor SWM yang lebih baik</li>
<li>mode VR ada <em>active</em> dan<em> normal</em></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Jadi bila anda punya dana 4 jutaan, saat ini sudah sangat perlu lensa tele zoom yang mampu menjangkau hingga 300mm (450mm eqiv.) dan tidak masalah dengan bobot lensa, saran kami tetaplah memilih lensa AF-S 70-300mm VR. Namun bila anda awalnya ingin membeli lensa AF-S 55-200mm namun merasa perlu rentang antara 200mm hingga 300mm, dan mencari lensa yang ringan dan praktis untuk dibawa bepergian, tunggu saja kehadiran lensa AF-S 55-300mm ini nanti di bulan September 2010. Namun bila anda tetap merasa lensa AF-S 55-200mm saja sudah mencukupi untuk kebutuhan fotografi anda, mengapa tidak? Lensa yang pernah <a title="AF-S 55-200mm VR" href="http://kamera-gue.web.id/2009/07/03/review-lensa-nikon-af-s-55-200mm-vr/" target="_blank">kami review</a> ini sangat murah dan punya optik yang baik dan masih tetap menjadi lensa populer hingga saat ini.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/07/07/lensa-canon-vs-lensa-nikon/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Lensa Canon vs Lensa Nikon'>Lensa Canon vs Lensa Nikon</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/10/01/rumor-lensa-nikon-af-s-16-35mm-dan-af-s-100-500mm/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Rumor lensa Nikon : AF-S 16-35mm dan AF-S 100-500mm'>Rumor lensa Nikon : AF-S 16-35mm dan AF-S 100-500mm</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/09/16/lensa-nikon-af-s-18-105mm-vr-review/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Review : lensa Nikon AF-S 18-105mm VR'>Review : lensa Nikon AF-S 18-105mm VR</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamera-gue.web.id/2010/08/19/nikon-luncurkan-lensa-dx-55-300mm-vr/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Nikon D3100, DSLR Nikon pertama dengan fitur full-HD movie</title>
		<link>http://kamera-gue.web.id/2010/08/19/nikon-d3100-dslr-nikon-pertama-dengan-fitur-full-hd-movie/</link>
		<comments>http://kamera-gue.web.id/2010/08/19/nikon-d3100-dslr-nikon-pertama-dengan-fitur-full-hd-movie/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2010 04:38:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin KG</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[kamera DSLR]]></category>

		<category><![CDATA[18-55mm]]></category>

		<category><![CDATA[AVCHD]]></category>

		<category><![CDATA[HD movie]]></category>

		<category><![CDATA[lens]]></category>

		<category><![CDATA[live-view]]></category>

		<category><![CDATA[Nikon D3100]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamera-gue.web.id/?p=1103</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hari ini Nikon resmi meluncurkan produk baru bernama D3100 yang diposisikan untuk mengisi segmen entry level yang sebelumnya ditempati oleh D3000. Hadir dengan bodi yang persis sama seperti D3000, produk anyar ini justru mengejutkan dengan menawarkan fitur movie recording yang sebelumnya hanya ada di DSLR Nikon kelas semi-pro. Tidak tanggung-tanggung, D3100 justru menjadi DSLR pertama Nikon yang sanggup merekam video dengan resolusi full High Definition atau 1920 x 1080 piksel.</p>


Related posts:<ol><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/06/29/canon-eos-500d-dengan-fitur-full-hd-movie/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Canon EOS 500D dengan fitur full-HD movie'>Canon EOS 500D dengan fitur full-HD movie</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/06/29/nikon-d5000-dslr-terbaik-nikon-di-kelas-pemula/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Nikon D5000 : DSLR terbaik Nikon di kelas pemula'>Nikon D5000 : DSLR terbaik Nikon di kelas pemula</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2010/01/02/daftar-lengkap-kamera-dslr-canon-dan-nikon/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Daftar lengkap kamera DSLR Canon dan Nikon'>Daftar lengkap kamera DSLR Canon dan Nikon</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hari ini Nikon resmi meluncurkan produk baru bernama D3100 yang diposisikan untuk mengisi segmen <em>entry level</em> yang sebelumnya ditempati oleh D3000. Hadir dengan bodi yang persis sama seperti D3000, produk anyar ini justru mengejutkan dengan menawarkan fitur <em>movie recording</em> yang sebelumnya hanya ada di DSLR Nikon yang punya harga jual lebih tinggi. Tidak tanggung-tanggung, D3100 justru menjadi DSLR pertama Nikon yang sanggup merekam video dengan resolusi full <em>High Definition </em>atau 1920 x 1080 piksel, bahkan kamera sekelas D3S pun hanya menawarkan resolusi HD 1280 x 720 piksel saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal ini tentu kabar baik bagi mereka yang menantikan era <em>video recording</em> berkualitas yang terjangkau. Bila sebelumnya fitur movie hanya dijumpai di kamera sekelas Nikon D5000 atau Canon EOS 500D, maka DSLR murah kini juga menyediakn fitur serupa (sebelumnya dipelopori oleh Pentax K-x) dan Nikon D3100 menjadi produk DSLR murah kedua yang membolehkan pemakainya untuk berkreasi dengan merekam video. Hebatnya, fitur movie di D3100 ini sudah mendukung <em>continuous AF</em> sehingga tak perlu lagi mengatur ring manual fokus saat sedang merekam video.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" title="Nikon D3100" src="http://gaptek28.files.wordpress.com/2010/08/d3100.jpg" alt="" width="354" height="349" /></p>
<p style="text-align: justify;">Hadir dengan lensa kit AF-S 18-55mm VR, D3100 yang dijual di kisaran 7 jutaan juga menonjolkan sederet fitur hebat lainnya seperti ISO maksimum 12800 dan EXPEED 2 <em>engine processor</em>. Meski tidak ada perbedaan bentuk fisik (bodi) kamera antara D3000 dengan D3100, namun Nikon kali ini benar-benar melakukan perubahan pada &#8216;jeroannya&#8217;. Sensor di D3100 ini pun sudah memakai sensor CMOS beresolusi 14 MP (sebelumnya sensor CCD beresolusi 10 MP). D3100 masih menawarkan 11 titik AF yang fleksibel, plus dukungan layar LCD 3 inci beresolusi 230 ribu piksel. Bisa dibilang D3100 adalah  DSLR <em>entry-level </em>paling sarat fitur yang pernah dibuat oleh Nikon.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" title="D3100 tampak atas" src="http://gaptek28.files.wordpress.com/2010/08/d3100_top.jpg" alt="" width="342" height="415" /></p>
<p style="text-align: justify;">Melihat peningkatan yang pesat pada D3100 ini, ada dugaan Nikon akan menghentikan kelanjutan produk D5000 yang serba tanggung dalam hal fitur dan harga. Bisa jadi kedepannya Nikon hanya akan mengandalkan satu produk saja untuk mengisi segmen pemula (yaitu D3100 ini), sedangkan pada segmen semi-pro diprediksi Nikon juga akan melebur dua kelas yaitu D90 dan D300 (dirumorkan akan bernama D95). Kuat dugaan kebijakan ini diakibatkan oleh kondisi resesi ekonomi global yang memaksa produsen membuat segmentasi produk yang simpel dan jelas.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" title="D3100 back" src="http://gaptek28.files.wordpress.com/2010/08/d3100_back.jpg" alt="" width="351" height="263" /></p>
<p style="text-align: justify;">Sebagaimana layaknya DSLR pemula, Nikon D3100 juga tidak dipersenjatai dengan kendali eksternal yang rumit sehingga tetap tampil simpel dengan jumlah tombol yang seadanya. D3100 juga tidak memiliki motor AF di dalamnya sehingga bila dipasang lensa lama yang tidak memiliki motor, maka pengaturan fokusnya hanya bisa dilakukan secara manual. Soal kinerja juga tentunya dibuat sesuai dengan harganya, dengan kecepatan shutter maksimum 1/4000 detik dan <em>burst</em> 3 frame per detik saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Berikut spesifikasi lengkap dari Nikon D3100 :</p>
<ul>
<li>sensor CMOS 14 MP (23.2 x 15.5 mm)</li>
<li>live View</li>
<li>Continuous AF pada video mode/live view</li>
<li>LCD 3 inci  (tidak bisa dilipat-putar/swivel)</li>
<li>ISO 100 – 3200, bisa diangkat hingga 12800</li>
<li>flash sync 1/200 detik</li>
<li>11 titik AF (multi CAM 1000)</li>
<li>Quiet Shutter Release Mode</li>
<li>usia shutter 100.000 kali pakai</li>
<li>420-pixel RGB 3D Color Matrix II metering sensor</li>
<li>HD Video 1920 x 1080p 24 fps dan 1280 x 720p 30 fps/24 fps</li>
<li>AVCHD video codec (H.264), HDMI out</li>
<li>EXPEED2 processor</li>
<li>pengguna bisa menyimpan picture profiles</li>
<li>video editing didalam kamera</li>
<li><em>burst</em> 3 fps saja</li>
</ul>
<p><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/08/974770857_onxnn-m.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1118" title="974770857_onxnn-m" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/08/974770857_onxnn-m-400x147.jpg" alt="974770857_onxnn-m" width="400" height="147" /></a></p>
<p>Selain itu, Nikon juga memperkenalkan beberapa lensa baru seperti :</p>
<ul>
<li><span style="text-decoration: underline;">Lensa tele zoom</span> (DX) : Nikkor AF-S DX 55-300 f/4.5-5.6 G ED VR</li>
<li><span style="text-decoration: underline;">Lensa prime</span> (FX) : Nikkor AF-S 85 f/1.4 G (dengan Nano coating)</li>
<li><span style="text-decoration: underline;">Lensa all-round</span> (FX) : Nikkor AF-S 24-120 f/4 G ED VR (dengan Nano coating)</li>
<li><span style="text-decoration: underline;">Lensa super zoom</span> (FX) : Nikkor AF-S 28-300 f/3.5-5.6 G ED VR</li>
</ul>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/06/29/canon-eos-500d-dengan-fitur-full-hd-movie/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Canon EOS 500D dengan fitur full-HD movie'>Canon EOS 500D dengan fitur full-HD movie</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/06/29/nikon-d5000-dslr-terbaik-nikon-di-kelas-pemula/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Nikon D5000 : DSLR terbaik Nikon di kelas pemula'>Nikon D5000 : DSLR terbaik Nikon di kelas pemula</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2010/01/02/daftar-lengkap-kamera-dslr-canon-dan-nikon/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Daftar lengkap kamera DSLR Canon dan Nikon'>Daftar lengkap kamera DSLR Canon dan Nikon</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamera-gue.web.id/2010/08/19/nikon-d3100-dslr-nikon-pertama-dengan-fitur-full-hd-movie/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Lensa Tamron 70-300mm baru dengan stabilizer dan motor micro</title>
		<link>http://kamera-gue.web.id/2010/08/15/lensa-tamron-70-300mm-baru-dengan-stabilizer-dan-motor-micro/</link>
		<comments>http://kamera-gue.web.id/2010/08/15/lensa-tamron-70-300mm-baru-dengan-stabilizer-dan-motor-micro/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Aug 2010 13:10:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin KG</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[kamera DSLR]]></category>

		<category><![CDATA[70-300]]></category>

		<category><![CDATA[lens]]></category>

		<category><![CDATA[stabilizer]]></category>

		<category><![CDATA[Tamron]]></category>

		<category><![CDATA[tele]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamera-gue.web.id/?p=1105</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Lensa 70-300mm tergolong lensa tele-zoom yang populer. Tamron sebagai produsen lensa 3rd party yang sering membuat produk yang sukses di pasaran juga punya produk lensa dengan rentang 70-300mm ini. Namun Tamron yang kala itu bermaksud membuat lensa tele murah meriah, tidak membenamkan fitur stabilizer pada lensanya. Setelah sang kompetitor yaitu Sigma meluncurkan lensa 70-300mm dengan stabilizer, kini Tamron pun meluncurkan produk sejenis yang dilengkapi dengan stabilizer. Tamron juga melengkapi lensa ini dengan motor AF. Hebatnya, motor AF di lensa Tamron ini menggunakan sistem ultrasonic.</p>


Related posts:<ol><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2010/07/31/review-lensa-sigma-70-300mm-dg-os/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Review : Lensa Sigma 70-300mm DG OS'>Review : Lensa Sigma 70-300mm DG OS</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/07/03/alternatif-lensa-makro-ekonomis-dari-tamron/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Alternatif lensa makro ekonomis dari Tamron'>Alternatif lensa makro ekonomis dari Tamron</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/12/05/lebih-jauh-dengan-lensa-tele/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Lebih jauh dengan lensa tele'>Lebih jauh dengan lensa tele</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Lensa 70-300mm tergolong lensa tele-zoom yang populer. Tamron sebagai produsen lensa <em>3rd party </em>yang sering membuat produk yang sukses di pasaran juga punya produk lensa dengan rentang 70-300mm ini. Namun Tamron yang kala itu bermaksud membuat lensa tele murah meriah, tidak membenamkan fitur stabilizer pada lensanya. Setelah sang kompetitor yaitu Sigma meluncurkan lensa 70-300mm dengan stabilizer (yang baru saja kami <a href="http://kamera-gue.web.id/2010/07/31/review-lensa-sigma-70-300mm-dg-os/" target="_blank">review</a>), kini Tamron pun meluncurkan produk sejenis yang dilengkapi dengan stabilizer. Lebih lagi, Tamron juga melengkapi lensa ini dengan motor AF untuk menjamin kompatibilitas dengan DSLR Nikon <em>entry-level</em>. Hebatnya, motor AF di lensa Tamron ini menggunakan sistem ultrasonic (seperti USM milik Canon dan SWM milik Nikon) yang bersuara halus dan bekerja lebih cepat.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/08/tamron-70-300-vc.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1107" title="tamron-70-300-vc" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/08/tamron-70-300-vc-400x209.jpg" alt="tamron-70-300-vc" width="400" height="209" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/08/tamron-70-300-vc.jpg"></a>Nama lensa baru ini adalah <a href="http://www.tamron.eu/en/lenses/overview/single/product/sp70-300-f4-56-di-vc-usd-1.html?tx_keproducts_pi6[cam]=&amp;tx_keproducts_pi6[vc]=false&amp;tx_keproducts_pi6[sp]=false" target="_blank">Tamron SP 70-300mm f/4-5.6 Di VC USD</a> yang sementara baru tersedia untuk <em>mount</em> Nikon, rencana akan dilepas di kisaran harga 4 jutaan, atau sekitar 1 juta lebih murah dari lensa Nikon AF-S 70-300mm VR. Lensa ini memiliki 17 elemen yang tersusun dalam 12 grup, meski secara optik mungkin lensa Nikon masih lebih superior, namun secara fitur bisa dibilang semua kemampuan lensa Nikon bisa disamai oleh lensa Tamron ini.</p>
<div class="mceTemp" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_1106" class="wp-caption alignnone" style="width: 390px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/08/d2c0cf4467.jpg"><img class="size-full wp-image-1106" title="d2c0cf4467" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/08/d2c0cf4467.jpg" alt="Cara kerja VC" width="380" height="281" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Cara kerja VC (credit : Tamron)</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Beberapa fitur unggulan lensa ini diantaranya :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>memakai stabilizer optik (VC-<em>Vibration Compensation</em>) dengan tiga koil yang diklaim sanggup bekerja hingga 4 stop</li>
<li>memakai motor fokus bertipe USD (<em>Ultrasonic Silent Drive</em>) yang bukan hanya cepat dan bersuara halus dalam mengunci fokus, namun juga memungkinkan dilakukannya manual fokus langsung dengan memutar ring fokus tanpa memindah tuas AF-MF</li>
<li>memakai sistem <em>internal focusing </em>sehingga tidak ada elemen depan lensa yang berputar saat mencari fokus</li>
<li>bisa dipakai untuk DSLR APS-C maupun DSLR <em>full frame</em></li>
<li>memakai elemen lensa XLD (<span><em>Extra Low Dispersion</em>) untuk kontras dan ketajaman yang prima</span></li>
<li><span>tersedia jendela <em>focusing scale </em>untuk membantu mengukur jarak terhadap obyek yang difoto</span></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Tak dipungkiri satu fitur yang paling mengesankan dari lensa Tamron 70-300mm ini adalah motor USD. Inilah kali pertama Tamron melengkapi lensanya dengan motor ini, dan inilah yang membedakan Tamron 70-300mm dengan pesaingnya Sigma 70-300mm yang hanya dilengkapi dengan motor biasa. Dikutip dari web resmi Tamron, fitur USD bekerja seperti ini :</p>
<blockquote>
<p class="bodytext">Tamron’s <span><dfn class="a21tooltip">USD</dfn></span> works with high-frequency ultrasonic vibrations which are produced by a ring called a ‘stator’. Energy from the vibrations is used to rotate an attached metallic ring known as a ‘rotor’. Piezoelectric ceramic, an element that produces ultrasonic vibrations when voltage of a specific frequency is applied is arranged in a ring formation on the stator. This electrode configuration of piezoelectric ceramic causes two ultrasonic vibrations to occur in the stator.</p>
<p class="bodytext">By effectively combining these two ultrasonic vibrations, it is possible to convert the energy from the vibrations that produced simple motion into energy known as ‘deflective traveling waves’, which then moves around the circumference (rotation direction) of the ring.</p>
<p class="bodytext">With the <span><dfn class="a21tooltip">USD</dfn></span>, the friction between these deflective traveling waves created on the metallic surface of the stator and the surface of the rotor produce force, causing the rotor to rotate. The focusing ring of the lens, which is linked to the rotor, is thus moved, creating a fast and smooth auto-focus drive.</p>
</blockquote>
<p class="bodytext">Kami menantikan hadirnya produk ini di pasaran dan penasaran dengan kualitas optiknya dan kinerja fitur USD dan VC-nya. Tapi diatas kertas inilah lensa tele yang paling sarat fitur yang pernah dibuat oleh produsen lensa alternatif.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2010/07/31/review-lensa-sigma-70-300mm-dg-os/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Review : Lensa Sigma 70-300mm DG OS'>Review : Lensa Sigma 70-300mm DG OS</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/07/03/alternatif-lensa-makro-ekonomis-dari-tamron/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Alternatif lensa makro ekonomis dari Tamron'>Alternatif lensa makro ekonomis dari Tamron</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/12/05/lebih-jauh-dengan-lensa-tele/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Lebih jauh dengan lensa tele'>Lebih jauh dengan lensa tele</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamera-gue.web.id/2010/08/15/lensa-tamron-70-300mm-baru-dengan-stabilizer-dan-motor-micro/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Review : Lensa Sigma 70-300mm DG OS</title>
		<link>http://kamera-gue.web.id/2010/07/31/review-lensa-sigma-70-300mm-dg-os/</link>
		<comments>http://kamera-gue.web.id/2010/07/31/review-lensa-sigma-70-300mm-dg-os/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Jul 2010 05:07:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin KG</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[kamera DSLR]]></category>

		<category><![CDATA[review]]></category>

		<category><![CDATA[70-300]]></category>

		<category><![CDATA[lens]]></category>

		<category><![CDATA[Sigma]]></category>

		<category><![CDATA[stabilizer]]></category>

		<category><![CDATA[tele lens]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamera-gue.web.id/?p=1031</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Inilah review kami terhadap lensa tele buatan Sigma yang punya nama lengkap Sigma 70-300mm f/4-5.6 DG OS. Rentang fokal 70-300mm identik dengan rentang tele populer yang disukai para pencari lensa tele dan Sigma sudah membuat beberapa versi lensa 70-300mm dan inilah versi terbaru mereka, cocok dipakai oleh pemilik DSLR crop sensor ataupun full-frame. Pada produk yang kami coba (Nikon-mount) telah dilengkapi dengan motor fokus untuk menjamin kompatibilitas auto fokus dengan DSLR Nikon entry level semisal D5000/D3000.</p>


Related posts:<ol><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2010/08/15/lensa-tamron-70-300mm-baru-dengan-stabilizer-dan-motor-micro/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Lensa Tamron 70-300mm baru dengan stabilizer dan motor micro'>Lensa Tamron 70-300mm baru dengan stabilizer dan motor micro</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/07/03/review-lensa-nikon-af-s-55-200mm-vr/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Review : lensa Nikon AF-S 55-200mm VR'>Review : lensa Nikon AF-S 55-200mm VR</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/12/05/sigma-17-70mm-f28-4-os-hsm-lensa-zoom-normal-untuk-semua/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sigma 17-70mm f/2.8-4 OS HSM, lensa zoom normal untuk semua'>Sigma 17-70mm f/2.8-4 OS HSM, lensa zoom normal untuk semua</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Inilah review kami terhadap lensa tele buatan Sigma yang punya nama lengkap Sigma 70-300mm f/4-5.6 DG OS yang kehadirannya diumumkan September tahun silam. Rentang fokal 70-300mm memang identik dengan rentang tele populer yang disukai para pencari lensa tele. Sigma sendiri sudah membuat beberapa versi lensa 70-300mm dan inilah versi terbaru mereka, cocok dipakai oleh pemilik DSLR<em> crop sensor </em>ataupun<em> full-frame</em>.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone size-full wp-image-1036" title="sigma_70_300_os" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/07/sigma_70_300_os.jpg" alt="sigma_70_300_os" width="337" height="208" /></p>
<p style="text-align: justify;">Saat ini jajaran lensa tele 70-300mm yang dimiliki Sigma cukup banyak disesuaikan dengan kebutuhan pembelinya, diantaranya :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Sigma 70-300mm : paling murah</li>
<li>Sigma 70-300mm APO : lebih mahal, dengan ekstra lensa ED</li>
<li>Sigma 70-300mm OS : paling mahal, dengan <em>stabilizer</em></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Sigma melakukan langkah yang tepat dengan membenamkan fitur<em> stabilizer</em> OS pada lensa 70-300mm OS ini, meski untuk itu harga jual lensa ini terpaksa naik hampir dua kali lipatnya.  Sayangnya lensa ini tidak lagi memiliki fitur makro seperti lensa non OS sehingga hilanglah kemampuan lensa ini dalam mengunci fokus pada benda yang berada dekat dengan kamera.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada produk yang kami coba (<em>Nikon-mount</em>) telah dilengkapi dengan motor fokus untuk menjamin kompatibilitas dengan DSLR Nikon <em>entry level </em>semisal D5000/D3000. Namun motor pada lensa ini bukan motor HSM khas Sigma melainkan motor biasa (seperti pada lensa Canon non USM) yang bersuara keras dan tidak terlalu cepat dalam mencari fokus. Kami mencoba auto fokus lensa ini di kamera Nikon D40 dan tidak ada masalah dengan sistem auto fokus di lensa ini, kamera dan lensa berkomunikasi dengan baik tanpa masalah.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/07/d40-sigma-70-300mm.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1092" title="d40-sigma-70-300mm" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/07/d40-sigma-70-300mm-399x312.jpg" alt="d40-sigma-70-300mm" width="399" height="312" /></a></p>
<h3 style="text-align: justify;">Kesan pertama</h3>
<p style="text-align: justify;">Lensa Sigma 70-300mm memiliki desain yang tergolong standar dengan kualitas rancang bangun yang cukup baik. Terdapat dua putaran di lensa ini yaitu untuk zoom dan untuk manual fokus. Putaran zoom terasa seret dan agak berat, sementara putaran manual fokus lebih terasa ringan. Sayangnya elemen depan lensa ini yang punya diameter filter 62mm ikut berputar saat mencari fokus.  Ada dua tuas di sisi kiri lensa yaitu On-Off sistem<em> stabilizer</em> OS dan tuas AF-M untuk auto fokus - manual fokus. Semua lensa Sigma memakai <em>mount</em> berbahan logam, tak terkecuali lensa ini juga memakai <em>mount</em> logam yang kokoh dan kuat.</p>
<h3 style="text-align: justify;">Elemen optik dan fokus</h3>
<p style="text-align: justify;">Susunan optik Sigma 70-300mm terdiri dari 16 elemen dalam 11 grup, memiliki <em>9 blades</em> diafragma dengan bukaan maksimal f/4 (di 70mm) dan f/5.6 (di 300mm) dan bukaan minimum f/32. Lensa berbobot 600 gram ini hanya mampu mengunci fokus ke obyek yang berada 1,5 meter di depannya, akibat dihilangkannya fitur makro yang dijumpai di lensa Sigma 70-300mm versi sebelumnya. Dalam paket penjualannya disertakan juga <em>lens hood</em> untuk mencegah<em> flare</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Rentang fokal lensa Sigma ini adalah 70-300mm yang setara dengan 105-450mm pada kamera APS-C. Pada posisi fokal 70mm, lensa ini berada di dimensi terpendeknya yaitu 12 cm dan lensa ini akan semakin memanjang saat dizoom dan terukur panjangnya menjadi 18 cm saat di zoom ke posisi 300mm. Panjang lensa ini masih bisa bertambah sedikit bila ring manual fokus diputar. Ring fokus sendiri berfungsi bila kita ingin memakai manual fokus, dan tuas AF-M dipindah ke posisi M. Putaran manual fokus cukup presisi dan nyaman, sayangnya elemen lensa di depan harus maju mundur dan ikut berputar. Lampu konfirmasi fokus di viewfinder (titik berwarna hijau) akan menyala bila fokus terbaik telah didapat saat proses manual fokus.</p>
<p style="text-align: justify;">Lensa ini memiliki bukaan aperture maksimal f/4 pada posisi 70mm, lalu berturut-turut mengecil menjadi f/4.8 pada posisi 100mm, f/5 pada posisi 135mm, f/5.3 pada posisi 200mm dan f/5.6 pada posisi 300mm. Bukaan terkecil dari lensa ini adalah f/32 dimana pastinya telah terjadi efek difraksi yang nyata bila kita memakai bukaan sangat kecil.</p>
<h3 style="text-align: justify;">Zoom power</h3>
<p style="text-align: justify;">Pengujian pertama yang kami lakukan adalah melihat <em>picture angle </em>pada posisi fokal ekstrim 70mm dan 300mm, inilah hasilnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://gaptek28.files.wordpress.com/2010/07/dsc_8002.jpg"><img class="alignnone" title="Posisi fokal 70mm" src="http://gaptek28.files.wordpress.com/2010/07/dsc_8002.jpg" alt="" width="400" height="266" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://gaptek28.files.wordpress.com/2010/07/dsc_8003.jpg"><img class="alignnone" title="Posisi fokal 300mm" src="http://gaptek28.files.wordpress.com/2010/07/dsc_8003.jpg" alt="" width="400" height="266" /></a></p>
<h3 style="text-align: justify;">Ketajaman dan Difraksi</h3>
<p style="text-align: justify;">Selanjutnya kami menguji ketajaman dan efek difraksi yang terjadi untuk beberapa macam bukaan lensa (fokal lensa 200mm) mulai f/5.3 hingga f/32 dan inilah hasilnya. Seperti yang telah kami duga, ketajaman lensa ini pada fokal 200mm masih sangat baik, dan perbedaan ketajaman antara f/5.3 dan f/8 hampir sulit dibedakan. Mulai f/16 didapat latar yang semakin jelas dan mulai muncul kesan penurunan ketajaman akibat bukaan kecil. Pada f/22 danf/32 obyek yang difoto sudah semakin <em>blur</em> namun latar justru semakin tampak jelas.</p>
<p style="text-align: justify;">Ini gambar aslinya :</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><a href="http://gaptek28.files.wordpress.com/2010/07/dsc_8040-e1280572436389.jpg"><img class="alignnone" title="Tes ketajaman dan difraksi" src="http://gaptek28.files.wordpress.com/2010/07/dsc_8040-e1280572436389.jpg" alt="" width="266" height="400" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Dan ini hasil <em>crop</em> untuk berbagai bukaan diafragma :</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/07/crop1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1081" title="crop1" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/07/crop1-400x297.jpg" alt="crop1" width="400" height="297" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/07/crop2.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1082" title="crop2" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/07/crop2-400x299.jpg" alt="crop2" width="400" height="299" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/07/crop2.jpg"></a><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/07/crop3.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1083" title="crop3" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/07/crop3-400x300.jpg" alt="crop3" width="400" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/07/crop3.jpg"></a><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/07/crop4.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1084" title="crop4" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/07/crop4-400x300.jpg" alt="crop4" width="400" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/07/crop4.jpg"></a><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/07/crop5.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1085" title="crop5" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/07/crop5-400x300.jpg" alt="crop5" width="400" height="300" /></a></p>
<h3 style="text-align: justify;">Optical Stabilizer test</h3>
<p style="text-align: justify;">Satu hal yang paling membuat penasaran banyak pihak adalah kemampuan OS dari lensa ini (yang diklaim mampu hingga 4 stop). Pengujian kami lakukan pada posisi fokal 200mm dan kecepatan 1/40 detik dengan mengambil dua gambar (satu OS posisi off, satu posisi on). Dalam kondisi tanpa<em> stabilizer</em>, diperlukan setidaknya kecepatan 1/200 detik bila memakai fokal 200mm. Maka kami anggap menguji kinerja <em>stabilizer </em>lensa ini dengan kecepatan 1/40 detik masih cukup fair, karena sudah 2 stop lebih rendah dari 1/200 detik. Foto sebelah kiri adalah hasil yang didapat dengan OS off, tampak<em> blur</em> akibat getaran tangan. Sedangkan foto sebelah kanan tampak tajam berkat fitur OS on.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/07/os-test.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1091" title="os-test" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/07/os-test-400x301.jpg" alt="os-test" width="400" height="301" /></a></p>
<h3 style="text-align: justify;">Bokeh test</h3>
<p style="text-align: justify;">Lensa tele memiliki keindahan <em>bokeh</em> yang mendekati lensa <em>prime </em>meski tentu untuk itu perlu memakai fokal terjauh dan bukaan terbesar. Kami coba mencari tahu <em>bokeh</em> yang dihasilkan pada fokal 300mm dan f/5.6 dan inilah hasilnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/07/bokeh.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1086" title="bokeh" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/07/bokeh-233x350.jpg" alt="bokeh" width="233" height="350" /></a></p>
<h3 style="text-align: justify;">Fringing test</h3>
<p style="text-align: justify;"><em>Purple fringing</em> adalah hal yang umum terjadi saat kamera menangkap obyek dengan perbedaan kontras tinggi terutama pada posisi fokal terpendeknya, dan lensa ini pun tak luput dari masalah serupa. Muncul kesan warna keunguan pada batas tepi daun dan hal ini bisa diminimalisir dengan memakai fokal yang lebih panjang atau bukaan lebih kecil.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/07/fringing.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1087" title="fringing" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/07/fringing-400x266.jpg" alt="fringing" width="400" height="266" /></a></p>
<h3 style="text-align: justify;">Kesimpulan</h3>
<p style="text-align: justify;">Lensa <em>third party</em> seperti lensa Sigma ini merupakan pilihan kedua apabila lensa semerk seperti Canon atau Nikon dirasa diluar dari budget, memang secara optik dan kualitas bodi memang tidak bisa sebaik lensa aslinya. Namun lensa Sigma 70-300mm OS ini punya bandrol harga yang berbeda tipis dengan misalnya Nikon AF-S 70-300mm VR yang membuatnya terasa terlalu mahal. Bila anda memerlukan lensa 70-300mm yang terjangkau, lensa Sigma non OS (seperti Sigma APO) bisa dibeli dengan harga 2 jutaan, adapun kualitas optik antara Sigma non OS dan Sigma OS kami yakin relatif sama.</p>
<p style="text-align: justify;">Lensa Sigma 70-300mm OS ini secara umum memiliki performa optik yang baik, ketajaman yang baik (terutama di fokal 70mm hingga 200mm) dan relatif aman dari masalah lensa seperti <em>flare </em>dan <em>purple fringing</em>. Karakter warna yang dihasilkan cukup natural dengan kontras yang memuaskan. Lensa ini juga memiliki fitur wajib lensa tele yaitu<em> stabilizer</em> optik yang efektif setidaknnya untuk 2 stop. Ada dua hal yang kami sayangkan pada lensa ini, pertama tidak digunakannya motor HSM untuk auto fokus, kedua adalah dihilangkannya fitur makro yang sangat berguna.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan harga 4 jutaan anda bisa memiliki lensa ini, atau anda bisa menabung lagi untuk membeli lensa Canon 75-300mm IS USM/Nikon 70-300mm VR yang lebih baik, atau menunggu hadirnya <a href="http://www.tamron.com/news/35mm/70300vc_60th_2010.asp" target="_blank">Tamron 70-300mm</a> dengan VC (<em>stabilizer</em> optik) dan motor USD (<em>Ultrasonic Silent Drive</em>) yang secara umum sekelas dengan Sigma 70-300mm ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Utuk contoh hasil foto lainnya bisa dilihat disini (klik untuk resolusi asli 6 MP) :</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" title="Fokal 122mm" src="http://gaptek28.files.wordpress.com/2010/07/dsc_8033.jpg" alt="" width="400" height="266" /></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" title="Fokal 70mm" src="http://gaptek28.files.wordpress.com/2010/07/dsc_8006.jpg" alt="" width="400" height="266" /></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" title="Fokal 70mm" src="http://gaptek28.files.wordpress.com/2010/07/dsc_8028.jpg" alt="" width="400" height="266" /></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" title="Fokal 300mm" src="http://gaptek28.files.wordpress.com/2010/07/dsc_8031.jpg" alt="" width="400" height="266" /></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2010/08/15/lensa-tamron-70-300mm-baru-dengan-stabilizer-dan-motor-micro/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Lensa Tamron 70-300mm baru dengan stabilizer dan motor micro'>Lensa Tamron 70-300mm baru dengan stabilizer dan motor micro</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/07/03/review-lensa-nikon-af-s-55-200mm-vr/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Review : lensa Nikon AF-S 55-200mm VR'>Review : lensa Nikon AF-S 55-200mm VR</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/12/05/sigma-17-70mm-f28-4-os-hsm-lensa-zoom-normal-untuk-semua/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sigma 17-70mm f/2.8-4 OS HSM, lensa zoom normal untuk semua'>Sigma 17-70mm f/2.8-4 OS HSM, lensa zoom normal untuk semua</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamera-gue.web.id/2010/07/31/review-lensa-sigma-70-300mm-dg-os/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Flash Yongnuo YN560 kini dengan fitur zoom head</title>
		<link>http://kamera-gue.web.id/2010/07/29/flash-yongnuo-yn560-kini-dengan-fitur-zoom-head/</link>
		<comments>http://kamera-gue.web.id/2010/07/29/flash-yongnuo-yn560-kini-dengan-fitur-zoom-head/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jul 2010 14:34:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin KG</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[aksesori]]></category>

		<category><![CDATA[flash]]></category>

		<category><![CDATA[YN560]]></category>

		<category><![CDATA[Yongnuo]]></category>

		<category><![CDATA[zoom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamera-gue.web.id/?p=1074</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Anda tentu masih ingat akan laampu kilat ekonomis yang populer di kalangan strobist, yaitu lampu kilat merk Yongnuo dengan beberapa tipenya seperti YN460 dan YN460 II. Kini Yongnuo meluncurkan YN560, lampu kilat pertamanya dengan fitur zoom head dengan rentang 24-105mm dan sederet pembaruan lainnya. Untuk pertama kalinya Yongnuo menyediakan port untuk PC sync dan juga daya eksternal, serasa flash profesional meski harga hanya 600 ribuan. Bagus, murah dan fiturnya lengkap membuatnya jadi favorit seperti dulu saat era YN460. </p>


Related posts:<ol><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/12/13/review-yongnuo-yn460-dan-yn465-flash-speedlite/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Review : Yongnuo YN460 dan YN465 flash speedlite'>Review : Yongnuo YN460 dan YN465 flash speedlite</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2010/05/03/yongnuo-rf-602-wireless-flash-trigger-plus-remote-shutter/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Yongnuo RF-602 wireless flash trigger plus remote shutter'>Yongnuo RF-602 wireless flash trigger plus remote shutter</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/11/17/bermacam-produk-off-shoe-untuk-pecinta-strobist/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bermacam produk off-shoe untuk pecinta strobist'>Bermacam produk off-shoe untuk pecinta strobist</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Anda tentu masih ingat akan lampu kilat ekonomis yang populer di kalangan <em>strobist</em>, yaitu lampu kilat merk Yongnuo dengan beberapa tipenya seperti YN460 dan YN460 II. Kini Yongnuo meluncurkan <a href="http://www.hkyongnuo.com/e-detail.php?ID=275" target="_blank">YN560</a>, lampu kilat pertamanya dengan fitur<em> zoom head </em>dengan rentang 24-105mm dan sederet pembaruan lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone size-medium wp-image-1076" title="yongnuo-yn560" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/07/yongnuo-yn560-350x350.jpg" alt="yongnuo-yn560" width="280" height="280" /></p>
<p style="text-align: justify;">YN560 bagaimanapun juga masih merupakan lampu kilat untuk semua<em> hot-shoe </em>kamera (kecuali Sony), sehingga tentunya tidak ada fitur TTL di produk lampu ini. Artinya, masih seperti YN460, produk ini perlu diatur daya pancarnya secara manual dan bukan melalui komunikasi data dari kamera ke lampu. Bila pengaturan tidak tepat, maka hasil foto akan kurang terang atau bahkan terlalu terang. Tapi jangan kecil hati dulu, dengan sedikit berlatih hal ini bukanlah sesuatu yang sulit.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/07/yn460-560.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1077" title="yn460-560" src="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/07/yn460-560.jpg" alt="yn460-560" width="345" height="436" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kamera-gue.web.id/wp-content/uploads/2010/07/yn460-560.jpg"></a>Perbedaan YN560 dibanding pendahulunya (lihat gambar di atas) lebih kepada perombakan total dengan bentuk baru yang lebih cantik dan sedikit lebih besar. Urusan <em>Guide Number</em> (GN) YN560 ini pun kini lebih besar dengan GN58 yang setara dengan flash premium merk Canon atau Nikon. Untuk pertama kalinya Yongnuo menyediakan port untuk <em>PC sync </em>dan juga daya eksternal, serasa flash profesional meski harga hanya 600 ribuan.</p>
<p style="text-align: justify;">Fitur lainnya dari YN560 diantaranya :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>bisa ditrigger <em>wireless sync </em>dengan lampu kilat lain</li>
<li><em>zoom head </em>dengan menekan tombol zoom</li>
<li>cukup 3 detik untuk recycle kapasitor</li>
<li>pengaturan daya manual presisi mulai dari 1/1 hingga 1/128</li>
<li>standar : bisa geleng dan angguk, ada diffuser dan <em>bounce card</em></li>
<li>kompatibel dengan radio trigger apapun</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Bagi pemilik kamera apapun dengan dudukan lampu kilat eksternal, atau bagi yang ingin berkreasi dengan lampu kilat<em> off-shoe </em>(tidak dipasang di kamera), YN560 ini rasanya sangat layak untuk jadi pilihan saat ini. Bagus, murah dan fiturnya lengkap membuatnya jadi favorit seperti dulu saat era YN460. Namun bagi mereka yang menyukai flash dengan fitur TTL, maka sebaiknya memakai produk YN465 (untuk Nikon) atau YN467 (untuk Canon).</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/12/13/review-yongnuo-yn460-dan-yn465-flash-speedlite/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Review : Yongnuo YN460 dan YN465 flash speedlite'>Review : Yongnuo YN460 dan YN465 flash speedlite</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2010/05/03/yongnuo-rf-602-wireless-flash-trigger-plus-remote-shutter/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Yongnuo RF-602 wireless flash trigger plus remote shutter'>Yongnuo RF-602 wireless flash trigger plus remote shutter</a></li><li><a href='http://kamera-gue.web.id/2009/11/17/bermacam-produk-off-shoe-untuk-pecinta-strobist/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bermacam produk off-shoe untuk pecinta strobist'>Bermacam produk off-shoe untuk pecinta strobist</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamera-gue.web.id/2010/07/29/flash-yongnuo-yn560-kini-dengan-fitur-zoom-head/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
