Hari ini Canon meluncurkan banyak produk baru di seri PowerShot. Diantaranya adalah penerus produk kelas prosumer (seri G), kelas premium compact (Ixus), kembalinya seri S (wideangle), dan dua produk kelas super zoom (SX), masing-masing super zoom prosumer dan super zoom compact. Sebagaimana tren yang sedang berlangsung di 2009 ini, semua kamera baru ini tidak lagi menawarkan resolusi yang lebih tinggi (bertahan di 10-12 MP) namun menawarkan sesuatu yang lebih dibutuhkan fotografer seperti lensa wide dan bukaan lensa yang lebih besar.
Dengan membeli kamera DSLR, seseorang akan mendapat kesempatan untuk belajar lebih banyak tentang fotografi, sekaligus mendapat jaminan akan foto-foto yang berkualitas dan terhindar dari kekecewaan saat memotret memakai ISO tinggi. Semua kenyamanan itu membuat kita asyik terus memotret dan tanpa sadar dalam waktu singkat kita sudah menghasilkan ribuan foto. Namun tahukah anda kalau setiap jepretan pada kamera DSLR akan tercatat, dinyatakan dalam istilah shutter count, menyatakan sudah berapa kali kamera ini dipakai untuk memotret semenjak pertama kali dibeli.
Anda yang sedang mencari lampu kilat berdaya besar untuk kamera DSLR kini punya satu lagi pilihan ekonomis yang menarik. Merk Nissin sudah lama jadi produsen lampu kilat alternatif yang kompatibel dengan DSLR merk Canon dan Nikon. Bagi anda yang perlu tenaga dan fitur lebih dari Nissin Di622, kini telah hadir Nissin Di866, produk paling elit dari Nissin yang ditargetkan jadi alternatif dari lampu kilat kelas atas seperti SB-800 atau 580EX.
Kamera saku perlu revolusi besar dalam teknologi sensor, bila ingin memberi hasil foto yang lebih baik di ISO tinggi. Sayangnya revolusi teknologi itu identik dengan biaya (riset) sedangkan harga kamera saku itu identik dengan harga murah, maka wajar kalau produsen hingga sepuluh tahun lebih sejak kamera saku diperkenalkan tidak pernah merubah teknologi sensor yang dipakai. Sony mencuri perhatian dunia ketika mengumumkan telah melakukan riset dalam hal teknologi sensor CMOS baru dengan kemampuan low light yang lebih baik. Sony meluncurkan DSC-WX1, kamera saku 10 MP yang mampu mengalahkan semua pesaingnya berkat inovasi sensor CMOS Exmor R berukuran 1/2.4 inci, lensa G dan sederet fitur kelas atas lainnya.
Nikon membuat terobosan yang tidak umum dengan membuat kamera saku Coolpix S1000pj dengan proyektor built-in. Konsep proyektor yang tertanam di kamera ini memungkinkan pemiliknya untuk memamerkan hasil foto maupun video yang diambil dari kamera beresolusi 12 MP ini dengan cara langsung menyorotkannya pada dinding tanpa perlu proyektor khusus. Meski secara spesifikasi teknis kamera ini tergolong biasa namun bonus proyektor ini membuatnya jadi istimewa, anda serasa memiliki proyektor genggam pribadi.
Noise pada fotografi digital tampaknya sudah jadi istilah yang akrab didengar namun tentu kehadirannya tidak dikehendaki. Noise berupa bintik-bintik pada foto yang umumnya akibat pemakaian ISO tinggi ini tampak mengganggu keindahan sebuah foto dan banyak orang yang berupaya untuk menghilangkannya. Meski pada kamera sudah tersedia fasilitas pengurang noise, tapi akan lebih lengkap bila kita bisa melakukannya memakai software pada komputer. Kali ini kami sajikan tips memakai software Neat Image untuk mengurangi noise sehingga foto anda akan jadi lebih indah.
Hari ini Nikon meluncurkan dua DSLR baru yaitu Nikon D3000 dan D300s. Meski nama keduanya mirip, tidak demikian dengan harga dan kastanya. Nikon D3000 adalah penerus D40-D60 dengan sensor CCD 10 MP dan tanpa fitur movie, sedangkan D300s adalah refresh dari D300 dengan penambahan fitur HD movie yang bisa auto fokus saat merekam video. Seperti apa keunggulan keduanya, simak sepuasnya di artikel kali ini.