Kali ini Canon meluncurkan penerus SX100IS yang bernama Powershot SX200IS, dengan resolusi 12 MP dan lensa zoom 12x optikal. Sekaligus menjadi pesaing Lumix TZ6/TZ7, Canon SX200IS ini dikemas dalam bodi yang ramping dan anggun, disertai lensa wide 28mm dan bukaan lensa yang cenderung lambat f/3.4-5.3. Kamera ini memakai layar LCD 3 inci, prosesor Digic 4 dan kemampuan movie HD 720p dengan codec H.264 yang efisien.
Olympus baru saja meluncurkan penerus dari E-520 yang bernama E-620 dengan resolusi 12 MP. Olympus E-620 menjadi produk DSLR terbaru dari Olympus yang belum lama berselang juga telah meluncurkan E-30 yang masuk kelas menengah. Baik E-620 maupun E-30 merupakan kamera DSLR Olympus yang dianggap paling sukses dalam implementasi teknologi dan dalam hal kelengkapan fitur. Bahkan E-620 tidak hanya sekedar menjadi penerus E-520, namun jauh memperbaiki kekurangan yang ada di E-520.
Kabar baik bagi pecinta format baru Micro Four Thirds. Kamera Lumix G1 yang tidak dilengkapi fitur movie akhirnya disempurnakan dengan versi baru bernama Lumix GH1 plus lensa kit baru 10x zoom 14-140mm f/4-5.8 (ya, lumayan lambat). Tidak tanggung-tanggung, fitur movie pada Lumix GH1 ini benar-benar impresif dengan kompresi AVCHD H.264, plus resolusi 1920 x 1080 piksel 24 fps. Kehebatan movie ini masih ditambah dengan stereo audio recording, tombol khusus movie dan fitur manual untuk movie.
Canon mengumumkan kehadiran penerus seri DSLR entry level yaitu Canon EOS 500D yang mengusung resolusi 15 MP. Tidak banyak perubahan mendasar dibanding produk sebelumnya, EOS 450D, kecuali adanya fitur ‘wajib’ DSLR masa kini yaitu full HD movie. Kamera yang mampu menjangkau ISO hingga 3200 ini masih tetap mengusung jumlah titik AF yang sama yaitu 9 titik AF dengan satu center cross point. Spesifikasi lain adalah prosesor Digic 4, 3 inci LCD, kemampuan burst 3,4 fps dan live view.
Pemakai DSLR Nikon dan Canon punya satu lagi alternatif lensa all around yang terjangkau. Tokina baru saja mengumumkan kehadiran lensa baru dengan nama Tokina 16.5-135mm f/3.5-5.6 DX yang khusus didesain untuk kamera bersensor APS-C. Pada DSLR Nikon DX, fokal lensa ini akan setara dengan 25-200mm sehingga mencukupi untuk keperluan wideangle hingga medium tele.
Menyusul jejak Canon yang meluncurkan EOS 500D, selang sehari kemudian Nikon juga meluncurkan DSLR entry level baru bernama D5000. Produk anyar ini merupakan penerus dari D60 yang mengikuti tren DSLR modern yaitu menyertakan fitur HD movie 720p - 24 fps dan tentunya live view. Namun demikian bukan hanya penambahan fitur movie ini saja yang membuat D5000 ini demikian spesial, tapi karena Nikon telah memberi banyak peningkatan fitur dan spesifikasi dari D60 ke D5000, dengan banderol harga yang masih bisa dibilang terjangkau untuk ukuran kamera DSLR pemula yaitu sekitar 8 jutaan.