Sistem Auto Fokus (AF) pada kamera yang ditemukan di tahun 1980-an merupakan penemuan penting dalam dunia fotografi dan berdampak besar dalam membawa kemudahan bagi para juru foto. Tanpa Auto Fokus, kita harus mengatur fokus lensa supaya objek yang ingin kita foto benar-benar fokus dan tampak tajam. Kini saat Auto Fokus bukanlah sesuatu hal yang terdengar istimewa (kecuali di kamera ponsel), apakah anda sudah mengetahui seluk beluk fitur penting ini? Simak artikel kami selengkapnya seputar Auto Fokus.
Filter merupakan aksesori pelengkap yang bisa dipasang di depan lensa kamera khususnya DSLR. Meski tanpa filter pun sebuah kamera sudah bisa mendapat hasil foto yang baik, namun adakalanya pengguaan filter memang dibutuhkan. Terdapat berbagai jenis filter yang ada di pasaran untuk keperluan yang berbeda, mulai dari yang sekedar menangkal sinar ultra violet hingga filter keperluan khusus seperti infra red. Membeli filter pun perlu mengetahui ukuran diameter filter karena di pasaran pilihan diameter filter bervariasi, demikian juga kualitas optiknya (standar, multi coat, super).
Berapa panjang lensa zoom pada kamera saku anda? Tiga, empat, atau lima kali zoom optik? Apakah anda merasa kemampuan tele dari kamera anda masih kurang? Bayangkan bila anda memiliki sebuah kamera saku yang mungil namun memiliki lensa yang telenya hingga diatas 300mm, atau punya kekuatan zoom hingga 10x zoom optik. Berkat kemampuan manufaktur lensa modern, kini sebuah kamera saku bisa memiliki lensa yang sangat fleksibel yang mampu menjangkau area wide (sekitar 28mm) hingga ekstra tele (diatas 300mm).
Saat bicara akan kamera DSLR yang harganya terjangkau, tentu kita terbayang akan kamera DSLR berukuran kecil yang punya kinerja pas-pasan dan fitur seadanya. Sadar kalau persaingan DSLR di kelas pemula semakin ketat, Pentax perlu membuat kejutan pada penerus dari K-m (K-2000), produk DSLR basic dari Pentax yang ditujukan untuk mengisi segmen market kelas 6 jutaan. Hari ini Pentax mengumumkan kelahiran Pentax K-x, penerus dari Pentax K-m, sebuah DSLR mungil yang semestinya masih tergolong kelas basic namun ternyata punya fitur super lengkap dan kinerja tinggi.
Banjirnya produk DSLR pemula (entry level) telah membawa perubahan pada segmentasi pembeli kamera digital. Bila dahulu mereka yang punya DSLR kebanyakan adalah para fotografer yang sudah punya koleksi lensa lama, maka kini banyak pemilik DSLR (pemula) yang baru pertama kali bergabung di dunia DSLR. Bila anda sedang mempertimbangkan lensa lain selain lensa kit, atau saat anda hanya ingin membeli DSLR body only dan perlu mencari lensa ekonomis yang bisa diandalkan, berikut kami hadirkan beberapa jenis lensa ekonomis sebagai bahan pertimbangan anda.
Leica, produsen lensa ternama dunia yang bermarkas di Jerman, memperkenalkan dua kamera digital saku baru yang mengesankan. Yang pertama adalah Leica M9, produk rangefinder dengan sensor full frame dan kedua adalah Leica X1, kamera saku dengan sensor APS-C. Leica M9 merupakan kamera bersensor full frame terkecil di dunia, dengan lensa yang bisa dilepas (memakai M-mount) sementara Leica X1 lensanya fix dan fokalnya pun fix di 24mm (eqiv.36mm). Leica M9 akan dijual di kisaran harga diatas 70 juta, sementara Leica X1 ‘hanya’ dijual di kisaran harga 20 juta.
Sukses Olympus menghadirkan kamera saku bersensor Four Thirds yang bernama E-P1 (digital pen) rupanya membuat Panasonic juga harus meladeni rivalnya ini dengan produk sejenis. Bila sebelumnya format Micro Four Thirds diwujudkan oleh Panasonic dalam bentuk SLR-like (seperti G1 dan GH1), kini Panasonic menghadirkan kamera saku bersensor DSLR dengan nama Lumix GF1, sebuah kamera dengan kualitas sensor DSLR dengan lensa yang bisa dilepas, didukung oleh kinerja Venus HD engine dan punya fitur super lengkap seharga 9 juta plus lensa kit.
Kabar kalau Canon akan meneruskan EOS 50D dengan produk baru yang dilengkapi fitur HD movie kini terbukti sudah. Canon hari ini mengumumkan peluncuran EOS 7D (sempat diprediksi akan bernama EOS 60D) sebagai DSLR beresolusi 18 MP dengan fitur HD movie. Bila anda sempat menganggap kalau 7D itu adalah nama DSLR full frame, rupanya anda keliru. Canon (entah mengapa) justru memutuskan untuk memberi nama penerus EOS 50D ini dengan nama satu digit, bukannya melanjutkan tradisi dua digit seperti sebelumnya. Tidak seperti perubahan dari 40D ke 50D yang hanya berubah secara internal, kini perubahan dari 50D ke 7D bisa dibilang adalah perubahan luar dalam, yaitu penyempurnaan dalam hal desain bodi sekaligus spesifikasi teknis kamera.