Olympus mengumumkan kehadiran sekaligus tiga kamera PEN dimana dua kamera diantaranya adalah penyegaran atau upgrade rutin tahunan. Sambutlah E-P3 (penerus E-P2) sebagai flagship format Micro Four Thirds, lalu E-PL3 (penerus E-PL2) sebagai versi ‘lite’ dan E-PM1 yang ditujukan untuk menjadi kamera Micro Four Thirds termurah dalam sejarah. Baik E-P3, E-PL3 maupun E-PM1 dijual dengan paket lensa kit 14-42mm f/3.5-5.6 meski juga ada pilihan lensa fix 17mm f/2.8 yang mungil. Seperti apa kehebatan ketiganya? Simak disini..
Apakah anda merasa kamera mirrorless yang ada saat ini masih kurang kecil? Bila jawabannya adalah iya, maka sambutlah kejutan dari Pentax yang meluncurkan Pentax Q, sebuah sistem kamera lengkap dengan berbagai pilihan lensa, dengan ukuran dan sensor kecil. Alih-alih mengikuti tren dengan memakai sensor seukuran DSLR, Pentax Q justru mengadopsi ukuran sensor kamera saku yaitu 1/2.3 inci yang tergolong sangat kecil. Keputusan ini demi memungkinkan dibuatnya berbagai lensa yang kecil dan (semestinya) terjangkau.
Kamera DSLR yang biasa kita pakai umumnya memakai sensor ukuran APS-C atau yang lebih kecil dari sensor ukuran full frame 35mm. Sensor APS-C akan membawa dampak adanya crop factor terhadap lensa yang dipasang, sehingga rentang fokal lensa akan 1.5 kali lebih panjang. Hal ini bisa saja membingungkan apalagi untuk pemakai pemula yang belum paham cara memilih lensa. Untuk itu kami sajikan artikel yang semoga bisa membantu pembaca dalam memilih lensa yang tepat terkait dengan crop factor ini.
Kamera EVIL, atau Electronic Viewfinder Interchangeable Lenses adalah kamera modern dengan jendela bidik elektronik (bisa dengan cermin atau tanpa cermin) dan punya lensa yang bisa dilepas. Sony yang dikenal sebagai produsen kamera modern tentu punya banyak produk di kategori kamera EVIL, seperti seri NEX untuk kelas mirrorless dan seri SLT atau cermin semi tembus pandang (translucent mirror). Kali ini Sony hadirkan dua produk barunya sebagai langkah update berkala yaitu Sony NEX-C3 dan Sony Alpha A35.
Dana 6 jutaan sebenarnya sudah bisa digunakan untuk mendapatkan kamera berkualitas yang cukup mumpuni untuk dipakai sebagai sarana hobi maupun urusan yang lebih serius. Bila menengok di merk Canon atau Nikon, dana sebesar itu memang sudah bisa untuk membeli satu kamera DSLR kelas pemula yang tergolong lengkap seperti EOS 550D kit atau Nikon D5100 bodi only. Tapi siapa tahu anda bosan dengan merk yang itu-itu lagi, kenapa tidak kita coba bandingkan dengan merk lain yang sudah menawarkan format kamera baru bernama kamera mirrorless.
Banyak yang bilang memotret pakai kamera digital itu mudah, tidak perlu paham teori fotografi pun kita bisa mendapatkan foto yang bagus. Sebaliknya dulu jaman awal ada kamera film, pemakainya harus memahami eksposur dengan dimulai dari memilih jenis ASA film, kecepatan rana dan bukaan lensa. Pendapat demikian memang benar, tapi apakah kita selalu pasrah pada kamera kita setiap saat kita memotret? Tentu kita perlu memahami juga dasar eksposur sehingga bisa menentukan kapan waktunya memakai yang otomatis dan kapan kita harus mengambil alih pengaturan eksposur tersebut.
Satu lagi penyegaran di kelas kamera Micro Four Thirds dilakukan oleh Panasonic. Kini telah hadir penerus G2 yang bernama Lumix G3 dengan ukuran yang 25% lebih mungil dan harga lebih terjangkau daripada G2. Dengan demikian GH2 menjadi satu-satunya kamera Micro 4/3 yang berdimensi paling besar (mirip DSLR), lalu kamera Lumix GF2 menjadi kamera yang paling kecil (mirip kamera saku, tanpa viewfinder) dan Lumix G3 ini menjadi kamera yang ukurannya ada diantara GH2 dan GF2.
Perang antara Canon dan Nikon dalam dunia DSLR seakan tak ada habisnya. Keduanya sama-sama punya produk unggulan di tiap segmen, khususnya di kelas DSLR pemula yang paling besar market share-nya. Kali ini kami akan membahas mengenai pertarungan seimbang dua produk yang amat populer yaitu EOS 1100D dari kubu Canon melawan D3100 dari kubu Nikon. Keduanya meski masuk ke kategori DSLR pemula namun secara esensi sepertinya sudah berevolusi menjadi kamera lengkap nan terjangkau dengan harga jual di kisaran 5 jutaan rupiah.