Pertanyaan yang simpel. Anda mungkin kesal karena judul diatas terkesan terlalu mudah untuk dijawab. Tapi tunggu dulu. Meski tampaknya sederhana, namun ternyata penggunaan lampu kilat yang tidak tepat justru masih sering dilakukan oleh sebagian dari kita. Bila anda ingin menghasilkan foto yang lebih baik, ketahuilah saat yang tepat untuk menggunakan lampu kilat. Untuk itu simak info seputar lampu kilat dan tips yang kami sajikan kali ini.
Modal cuma punya lampu kilat tapi ingin punya hasil foto layaknya studio foto? Tak perlu pusing membayangkan biaya investasi peralatan studio lighting yang mahal, cukup tambahkan aksesori untuk lampu kilat ini yang bisa membuat kita serasa memiliki peralatan studio lighting instan. Adalah Tronic, produsen aksesori fotografi studio, yang menghadirkan satu tas berisi aksesori flash mungil namun isinya cukup lengkap. Tertarik ingin tahu apa saja isinya? Simak selengkapnya tulisan ini.
Kamera DSLR memiliki layar LCD untuk menampilkan hasil foto dan status setting dasar kamera. Pada generasi selanjutnya, berkat teknologi live view maka layar LCD ini pun berfungsi sebagai preview saat akan memotret. Namun sayangnya kebanyakan kamera DSLR masih memakai layar sistem fix alias tidak bisa dilipat, padahal layar lipat ini berguna buat memotret dalam angle sulit. Bagi yang ingin mencoba aksesori baru berupa layar LCD lipat, kini tersedia Aputure Gigtube yang bisa dipasang di flash hot shoe kamera DSLR.
Merk lampu kilat Yongnuo mungkin terdengar asing di telinga kita, meski di pasaran banyak dijumpai merk lampu kilat lain yang tidak semerk dengan kamera, semisal merk Nissin, Sunpak atau Tronic. Bila di kesempatan lalu kami menguji lampu kilat profesional merk Nissin, kali ini kami ingin menguji lampu kilat murah meriah yaitu Yongnuo YN460 dan YN465. Keduanya hampir sama secara spesifikasi, kecuali YN465 sudah mendukung mode TTL sementara YN460 sepenuhnya dioperasikan secara manual.
Bila anda memulai dunia DSLR dengan kamera plus lensa kit, bisa jadi anda merasa penasaran untuk mencari lensa lain yang kualitasnya lebih baik. Masalahnya, ternyata bukan hal yang mudah untuk mendapatkan lensa yang kita idamkan. Begitu banyak pilihan, ditambah berbagai istilah yang membingungkan, hingga deviasi harga yang sangat lebar, membuat niat mencari lensa idaman bisa menjadi ciut. Tapi jangan kuatir, kami hadirkan artikel ini untuk membantu anda mengenali cara untuk menilai kualitas lensa.
Filter Neutral Density (ND) biasa digunakan untuk mengurangi intensitas sinar yang masuk ke lensa untuk seluruh panjang gelombang. Dengan menambah filter ND, kita bisa memotret dengan shutter lebih lambat disaat cahaya sekitar masih cukup terang. Di pasaran umumnya dijual berbagai filter ND dengan ketebalan yang berbeda-beda, misal ND2, ND4 hingga ND1000 (semakin tinggi semakin gelap). Hal ini menyulitkan saat kita perlu memiliki lebih dari satu macam filter ND, sehingga untuk itu Fader ND yang akan kita bahas kali ini mungkin bisa jadi solusi jitu.