Ambisius. Itulah kesan kami terhadap Samsung WB700, kamera saku yang baru saja diperkenalkan Samsung pada tanggal 28 Desember 2010 silam. Meski sepintas tampak mirip seperti kamera saku lainnya, tapi lensa yang dimilikinya memiliki kemampuan zoom optik 18x (24-432mm) yang belum pernah dijumpai di kamera saku lain. Samsung bahkan memaksakan kemampuan sensor melampaui batas fisika dengan memakai sensor CCD beresolusi 16 MP pada keping seluas 1/2.33″.Bila tertarik, tunggu produk berdesain agak retro ini di tahun 2011 yang rencananya akan dijual di kisaran harga 3 jutaan.
Penyuka strobist punya satu lagi pilihan radio trigger untuk berkreasi dengan lampu flashnya. Adalah Pixel Enterprise Limited yang meramaikan dunia strobist dengan produknya TR-331 (untuk Nikon) dan TR-332 (untuk Canon) yang memungkinkan kamera dan lampu kilat bisa berkomunikasi secara wireless, dengan tetap mendukung fungsi TTL-nya. Dengan demikian anda yang sudah punya lampu kilat seperti SB-800, Nissin Di622 atau 430EX II tetap bisa mengatur setting flash secara wireless. Apalagi harga produk ini juga lumayan terjangkau di kisaran 800 ribuan.
Untuk urusan lensa superzoom buat DSLR, Tamron memang jagonya. Saat yang lain membuat lensa sapu jagad dengan kekuatan zoom optik sekitar 11x, maka Tamron sudah membuat yang 15x yaitu dengan lensa 18-270mm f/3.5-6.3 yang kalau dikonversikan ke 35mm maka setara dengan 28-419mm dengan ukuran yang kecil dan ringan. Tamron bahkan melengkapi lensa ini dengan stabilizer optik bernama VC (Vibration Compensation) sehingga saat memotret dengan fokal panjang tak perlu kuatir akan blur.
Tidak banyak yang menyadari kalau memiliki DSLR sejatinya adalah sebuah komitmen jangka panjang untuk membangun sebuah sistem kamera. Kebanyakan pembeli hanya berangkat dari niat untuk mendapat foto yang lebih baik dari kamera saku, atau tergiur oleh murahnya harga kamera DSLR belakangan ini. Tentu saja bagi pemula yang belum pernah memiliki lensa apapun, pilihan paling logis adalah memilih DSLR dengan lensa kit.
Anda yang suka menyelam tentu ingin untuk bisa mengambil foto bawah laut yang menawan. Tapi sayangnya tidak ada kamera yang bisa dibawa menyelam tanpa diberi pelindung khusus yang tahan air. Aksesori semacam ini biasanya dibuat khusus untuk merk dan tipe kamera tertentu, dan tidak kompatibel untuk kamera yang berbeda. Untungnya kini ada aksesori underwater case yang bersifat universal, alias bisa dipakai untuk hampir semua kamera saku di pasaran.
Perhatikan saat memakai lensa zoom, betapa banyaknya orang yang tidak peduli pada berapa fokal lensa yang sedang dipakainya. Padahal kalau anda serius ingin mendalami fotografi, memahami lensa dari sisi fokal dan picture angle saja masih kurang lengkap. Ada satu dampak nyata dalam fotografi terkait fokal lensa yaitu perspektif (dan efek sampingnya yang dinamakan distorsi). Inilah yang sering diabaikan, dilupakan bahkan tidak diketahui sebagian dari kita dalam memakai lensa zoom. Simak penjelasan kami seputar fokal dan perspektif kali ini.
Sedikit kejutan di bulan November ini saat Panasonic meluncurkan kamera saku berformat Micro Four Thirds bernama Lumix DMC-GF2 sebagai penerus GF1 yang diperkenalkan setahun lalu. Kamera dengan sensor besar dan lensa yang bisa dilepas ini semakin memikat dengan layar sentuh, teknologi Intelligent Resolution dan tombol iA tersendiri. Uniknya, penerus GF1 ini justru lebih mungil dari sebelumnya dan ukurannya semakin mendekati kamera saku premium seperti Lumix LX5.
Tahun 2010 menjadi tahun banjirnya kamera DSLR baru yang semakin canggih dan sarat fitur. Tren yang berkembang saat ini, DSLR modern sudah dilengkapi dengan fitur movie, ISO yang lebih tinggi dan prosesor kamera yang lebih baik. Semua merk DSLR sudah meluncurkan produk unggulannya di tahun 2010 ini, baik Canon, Nikon, Sony, Pentax maupun Olympus. Simak seperti apa kehebatan masing-masing produk dan bagaimana rekomendasi kami terhadap produk tersebut selengkapnya.