kamera digital

[13 Sep 2009 | One Comment | 1,456 views]
Leica M9 dan X1, si kecil bersensor besar

Leica, produsen lensa ternama dunia yang bermarkas di Jerman, memperkenalkan dua kamera digital saku baru yang mengesankan. Yang pertama adalah Leica M9, produk rangefinder dengan sensor full frame dan kedua adalah Leica X1, kamera saku dengan sensor APS-C. Leica M9 merupakan kamera bersensor full frame terkecil di dunia, dengan lensa yang bisa dilepas (memakai M-mount) sementara Leica X1 lensanya fix dan fokalnya pun fix di 24mm (eqiv.36mm). Leica M9 akan dijual di kisaran harga diatas 70 juta, sementara Leica X1 ‘hanya’ dijual di kisaran harga 20 juta.

kamera digital

[2 Sep 2009 | 2 Comments | 2,179 views]
Lumix DMC-GF1, satu lagi kamera saku berformat Micro Four Thirds

Sukses Olympus menghadirkan kamera saku bersensor Four Thirds yang bernama E-P1 (digital pen) rupanya membuat Panasonic juga harus meladeni rivalnya ini dengan produk sejenis. Bila sebelumnya format Micro Four Thirds diwujudkan oleh Panasonic dalam bentuk SLR-like (seperti G1 dan GH1), kini Panasonic menghadirkan kamera saku bersensor DSLR dengan nama Lumix GF1, sebuah kamera dengan kualitas sensor DSLR dengan lensa yang bisa dilepas, didukung oleh kinerja Venus HD engine dan punya fitur super lengkap seharga 9 juta plus lensa kit.

kamera DSLR

[1 Sep 2009 | 2 Comments | 2,611 views]
Canon hadirkan EOS 7D dan lensa zoom baru

Kabar kalau Canon akan meneruskan EOS 50D dengan produk baru yang dilengkapi fitur HD movie kini terbukti sudah. Canon hari ini mengumumkan peluncuran EOS 7D (sempat diprediksi akan bernama EOS 60D) sebagai DSLR beresolusi 18 MP dengan fitur HD movie. Bila anda sempat menganggap kalau 7D itu adalah nama DSLR full frame, rupanya anda keliru. Canon (entah mengapa) justru memutuskan untuk memberi nama penerus EOS 50D ini dengan nama satu digit, bukannya melanjutkan tradisi dua digit seperti sebelumnya. Tidak seperti perubahan dari 40D ke 50D yang hanya berubah secara internal, kini perubahan dari 50D ke 7D bisa dibilang adalah perubahan luar dalam, yaitu penyempurnaan dalam hal desain bodi sekaligus spesifikasi teknis kamera.

kamera DSLR

[1 Sep 2009 | 3 Comments | 1,796 views]
Alpha A850, A550 dan A500 : bukti keseriusan Sony di dunia DSLR

Hari ini Sony meluncurkan sekaligus tiga produk DSLR baru sebagai bukti keseriusan mereka untuk fokus di dunia digital imaging. Sambutlah DSLR full frame ekonomis, Alpha 850 seharga 20 jutaan dan DSLR kelas menengah A550/A500 dengan harga dibawah 10 juta. Alpha A850 merupakan DSLR kelas profesional yang umumnya dipakai di studio, sementaraA500 ini termasuk kelas baru yang mengisi kekosongan antara A200/A300 dan A700.

fotografi

[23 Aug 2009 | 4 Comments | 5,167 views]
Basic lighting dalam fotografi digital

Esensi fotografi adalah bermain dengan cahaya. Dasar fotografi untuk mengatur cahaya dinamakan eksposure. Komponennya cuma tiga : shutter speed (kecepatan rana), aperture (bukaan diafragma) dan sensitivitas sensor (ISO). Namun pengaturan ketiga komponen inipun tak bisa lepas dari pemahaman dasar akan pencahayaan (lighting), karena cahaya adalah hal pokok yang akan diatur oleh komponen eksposur. Kali ini kami ingin mengulas mengenai teori dasar pencahayaan sebagai bekal untuk memudahkan mendapat eksposur yang tepat.

kamera digital

[20 Aug 2009 | 3 Comments | 3,301 views]
Banjir kamera baru Canon PowerShot

Hari ini Canon meluncurkan banyak produk baru di seri PowerShot. Diantaranya adalah penerus produk kelas prosumer (seri G), kelas premium compact (Ixus), kembalinya seri S (wideangle), dan dua produk kelas super zoom (SX), masing-masing super zoom prosumer dan super zoom compact. Sebagaimana tren yang sedang berlangsung di 2009 ini, semua kamera baru ini tidak lagi menawarkan resolusi yang lebih tinggi (bertahan di 10-12 MP) namun menawarkan sesuatu yang lebih dibutuhkan fotografer seperti lensa wide dan bukaan lensa yang lebih besar.

kamera DSLR

[16 Aug 2009 | One Comment | 1,860 views]
DSLR dan shutter count

Dengan membeli kamera DSLR, seseorang akan mendapat kesempatan untuk belajar lebih banyak tentang fotografi, sekaligus mendapat jaminan akan foto-foto yang berkualitas dan terhindar dari kekecewaan saat memotret memakai ISO tinggi. Semua kenyamanan itu membuat kita asyik terus memotret dan tanpa sadar dalam waktu singkat kita sudah menghasilkan ribuan foto. Namun tahukah anda kalau setiap jepretan pada kamera DSLR akan tercatat, dinyatakan dalam istilah shutter count, menyatakan sudah berapa kali kamera ini dipakai untuk memotret semenjak pertama kali dibeli.