Canon EOS 80D resmi diumumkan, apa bedanya dengan 70D?

Saat masih banyak yang mencari Canon 60D di pasaran, dan saat masih banyak yang merasa 70D adalah kamera yang tergolong baru (walau sudah hampir 3 tahun sejak pertama kali dia diumumkan), Canon kini resmi meluncurkan EOS 80D untuk meneruskan tugas 70D mengisi segmen enthusiast/semi pro. Dari segmentasi 80D tetap diposisikan untuk menjadi versi lebih canggih dari Canon Rebel (760D dsb) namun lebih dibawah DSLR kelas pro sensor APS-C yaitu 7D mark II. Apa bedanya EOS 80D ini dengan pendahulunya 70D (yang admin juga pakai sendiri)?

Banyak pihak setuju bahwa Canon EOS 70D adalah kamera yang sangat menarik dari sisi fitur dan harga, juga menjadi contoh evolusi signifikan dari produk sebelumnya yaitu 60D. Di era 70D lah akhirnya DSLR bisa oke juga saat auto fokus untuk live view. Maka itu perubahan apa lagi yang akan diberikan oleh Canon bila saatnya nanti 80D keluar? Nah kini EOS 80D sudah resmi keluar, dan tentunya (seharusnya) meneruskan hal-hal baik di 70D dan meningkatkan kekurangan yang ada di 70D.

canon80dhead

Salah satu titik lemah 70D adalah pada titik fokusnya yang ‘hanya’ 19 titik, walau untuk banyak kebutuhan 19 titik ini sudah cukup, tapi kompetisi khususnya dengan Canon terasa sekali kurangnya karena kamera Nikon pakai 39 titik hingga 51 titik fokus untuk DSLR menengah mereka. Maka wajar kalau 80D akhirnya memberikan modul AF baru dengan 45 titik fokus, walau sedikit kalah jumlah dibanding 51 titik tapi menang di jumlah cross type-nya. Karena 45 titik fokus di 80D semuanya cross type, bahkan titik tengahnya bisa fokus saat gelap hingga -3 Ev.

Hal lain yang sudah bisa diprediksi adalah dipakainya sensor baru 24 MP yang awalnya dikenalkan di 750D/760D. Tapi sensornya tidak persis sama karena di 80D sistem hybrid AF-nya memakai dual pixel AF sedang di 750D memakai hybrid CMOS AF. Dengan sensor 24 MP ini Canon ingin setara dengan Nikon D7200 atau Sony A6300, meningkat dari sebelumnya 20 MP di 70D. Performa ISO di 80D juga ditingkatkan kini bisa mencapai ISO 16.000 berkat prosesor DIGIC6.

canon80drear

Bodi kamera 80D nyaris kembar identik dengan 70D, sedikit sekali bedanya bila dilihat dari luar, namun setelah dicek seksama baru ada sedikit perbedaan khususnya di roda dial, port samping dan tuas live view/movie. Kami belum tahu apakah ada penambahan kekuatan weathersealing dari 70D ke 80D ini, tapi anggaplah keduanya sama-sama dirancang tahan cuaca (hujan, debu dsb). Di dalamnya ada peningkatan seperti jendela bidik lebih besar dengan cakupan 100% lalu juga diberikan modul GPS, WiFi dan NFC. Di mode dial kini ada dual custom slot (C1 dan C2), serta ada berbagai fitur baru seperti untuk membuat timelapse. Colokan mic di samping kiri kini ditemani oleh colokan headphone yang merupakan kabar baik, walau dari sisi videografi secara umum tidak ada kabar baik yang signifikan selain kini bisa merekam dengan 2x frame rate normal. Lupakan dulu soal fitur 4K di kamera seharga $1500 ini ya, mungkin generasi yang berikutnya lagi baru ada.

Hal lain yang menarik dan ditingkatkan dari 80D ini sepertinya terinspirasi dari 760D seperti adanya HDR movie, anti flickr mode dll. Tapi yang jelas sama dengan 760D adalah kemampuan menembak + fokus kontinu saat di mode live view, sesuatu yang semestinya dengan update firmware saja bisa dilakukan di 70D.

Dari uraian diatas memang boleh saja admin berpendapat kalau peningkatan yang diberikan Canon tidak banyak, bahkan sangat boleh kalau semestinya diberi nama EOS 70D mark II saja. Bagi yang punya 70D tidak terlalu banyak alasan untuk upgrade kecuali sangat membutuhkan 45 titik fokus, tapi pemilik 60D atau Rebel series lain yang pakai 9 titik AF boleh mempertimbangkan kamera ini, anda akan menikmati resolusi tinggi 24 MP, auto fokus handal, live view cepat dan layar sentuh yang menyenangkan.

 

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..