Hal-hal menarik dibalik hadirnya kamera Sony A3000

Hari ini seperti yang sudah ramai dirumorkan, Sony meluncurkan kamera Sony A3000 dengan lensa kit 18-55mm OSS. Hadirnya A3000 ini menarik karena inilah kamera mirrorless Sony pertama yang bakal memakai desain seperti DSLR (walau agak lebih kecil). Selama ini Sony seperti kebingungan dalam membuat segmentasi produknya, saat menamatkan produksi kamera DSLR, lalu beralih ke kamera SLT (yang mirip DSLR tapi cerminnya transparan) dan kemudian membuat kamera mirrorless NEX yang cukup mahal.

sony_a3000

Sony A3000 tampil simpel dan minim tombol. Dalam beberapa fiturnya kamera ini menyamai kamera DSLR, seperti memiliki kemampuan ISO 100-16.000, bisa tukar lensa, fitur manual mode, flash hot shoe, HD video dan roda dial di bagian belakang. Apa saja hal-hal menarik dibalik kamera nan simpel ini?

sonyalpha3000 back

Kamera mirrorless, tapi bukan NEX

Ya, Sony A3000 bukanlah generasi NEX. Beda dalam hal desain dan harga. NEX itu konsepnya adalah pocketable sementara A3000 adalah miniatur DSLR. Kesamaan A3000 dan NEX adalah sama-sama memakai E-mount, yang lensanya relatif mungil dan baru. Bagi sebagian (kebanyakan) orang, menggenggam kamera yang berdesain ala DSLR lebih mantap, dan terkesan lebih serius.

Ada yang unik disini. Sony A3000 kira-kira diposisikan di bawah seri NEX. Padahal desain kamera mirrorless ala kamera DSLR ini, kalau di merk lain dijadikan kamera flagship atau top class mereka, misal Lumix GH3, Olympus OM-D dan Samsung NX20.

Punya jendela bidik

Kebanyakan kamera Sony NEX tidak dilengkapi dengan jendela bidik. Pemakainya harus mengandalkan layar LCD terus menerus selama memotret, yang mana lebih menguras baterai. Belum lagi kadang layar LCD sulit dilihat bila kita berada di bawah sinar matahari terik. Sony A3000 ini punya jendela bidik, tentunya adalah elektronik, dengan resolusi 768 ribu titik, lumayan daripada LCD utamanya yang hanya 230 ribu titik saja.

Lensa kit dengan OSS

Lensa kit 18-55mm f/3.5-5.6 adalah versi OSS yang menunjukkan kalau fitur stabilizer di kamera A3000 diserahkan ke lensa, karena pada bodi A3000 tidak ada fitur stabilizer di sensornya. Lensa kit ini sendiri memakai E-mount, sesuai desain dari kamera A3000 yang hanya menerima lensa dengan E-mount. Bagi yang ingin memasang lensa A-mount diperlukan sebuah adapter khusus.

Sensornya ukuran APS-C

Tentu saja, belum ada alasan buat Sony untuk tidak memakai sensor APS-C. Jadi soal kualitas hasil foto kamera ini tak perlu diragukan, tentu setara dengan Sony NEX, Sony SLT dan kamera lain dengan sensor APS-C. Resolusi pikselnya sendiri adalah 20 MP dengan crop factor 1,5x.

Harganya cukup murah

Jadi, kira-kira berapa harga kamera baru dengan sensor 20 MP APS-C dan berdesain laksana DSLR ini? Kabarnya harga jualnya akan di kisaran 4 jutaan sudah termasuk lensa, cukup murah untuk kamera yang mirip DSLR, sensor sama dengan DSLR dan fitur juga nyaris sama.

Lalu apa bedanya dengan kamera DSLR ‘betulan’?

Tidak ada prisma sehingga lupakan yang namanya jendela bidik optik di A3000. Tidak ada pula auto fokus berbasis deteksi fasa, dengan sejumlah titik fokus tertentu. Sebagai gantinya adalah auto fokus deteksi kontras dengan 25 area, yang kecepatannya sedikit kalah dibanding DSLR.

UPDATE :

Per Oktober 2013 Sony A3000 sudah tersedia di Tokocamzone seharga Rp. 4.450.000

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..