Review singkat kamera mirrorless Sony Alpha A6000

Sony Alpha A6000 adalah salah satu contoh kamera mirrorless yang sukses, dengan meraih banyak impresi positif dari fotografer dan juga pembuat review kamera. Kami sebelumnya lebih dahulu menulis review tentang Sony A5100, yang banyak kemiripan dengan A6000 khususnya dalam performa auto fokus dan ISO. Untuk itu di review A6000 kami tidak lagi menguji hal-hal tersebut melainkan hanya mengulas secara umum fisik dan menu kameranya saja.

Beberapa fakta dan data Sony A6000 :

  • Sensor CMOS 24 MP APS-C
  • 11 fps kontinu
  • ISO up to 25600
  • jendela bidik EVF 1.44 juta dot
  • layar LCD 3 inci bisa dilipat atas bawah
  • Autofokus 179 phase detect, 25 area contrast detect
  • built-in flash dan hot shoe

Tinjauan bodi :

IMG_0189

Sony A6000 memiliki bodi yang termasuk kompak, berbahan logam dan tidak terlalu besar. Bagian gripnya terasa enak digenggam. Kamera berbobot 285 gram ini punya kendali bak kamera kelas menengah dengan dua roda dial dan aneka tombol langsung (ISO, AEL, C1 dan C2). Di bagian atas ada mode kamera, lampu kilat dan hot shoe. Jendela bidik elektronik yang menjadi kekuatan utama kamera ini, berada pas di pojok kiri atas dan punya tampilan jernih dan detail.

IMG_0190

Kelebihan utama Sony A6000 adalah kinerja yang melampaui banyak kamera DSLR, seperti auto fokus yang hybrid AF ini disertai dengan kecepatan foto berturut-turut yang sangat cepat yaitu 11 foto per detik dengan autofokus kontinu. Di tempat dengan cahaya cukup, auto fokus deteksi fasa bisa diandalkan untuk kecepatan dan akurasi fokus. Ada juga aksesori adapter yang membuat lensa apa saja bisa dipasang di A6000, biasanya orang suka pasang lensa manual fokus dan itu memerlukan kamera yang ada bantuan focus peaking. Di A6000 focus peaking akan membantu saat pemakainya melakukan manual fokus.

IMG_0192

Pengoperasian Sony A6000 menurut kami ada plus minusnya. Plusnya misal ada dua tombol Custom (C1 dan C2) yang bisa difungsikan sebagai jalan pintas ke macam-macam fitur. Lalu adanya dua roda juga memudahkan dalam mengganti setting dengan cepat. Minusnya, roda mode kamera ‘tenggelam’ dalam bodi (tidak menonjol ke atas) sehingga sulit diputar dengan dua jari, terasa keras dan berat. Lalu tanpa ada sistem layar sentuh, merubah titik/area fokus menjadi hal yang agak repot.

IMG_0194

Sistem menu dari Sony A6000 juga dirombak total dari NEX. Sistem menu lebih menyerupai gaya Sony Alpha, mengikuti perubahan namanya. Sistem menu kamera ini terkesan lebih teratur dengan sistem kategori dan menu per-halaman dibandingkan dengan sistem menu NEX yang menggulung tanpa akhir. Hanya saja bagi yang belum terbiasa akan merasa menu di A6000 terlalu banyak dan terpencar-pencar.

Pengaturan kualitas gambar :

P1070969

Pilihan format video yang berlimpah :

P1070971

Kustomisasi auto fokus cukup banyak :

P1070973

Ada fitur focus peaking juga :

P1070979

Tombol Fn bisa dikonfigurasi untuk menampilkan setting sesuka kita :

P1070982

Demikian juga tombol C1, C2 (delete), AEL, tombol tengah, kiri, kanan dan bawah :

P1070983

Ada 4 pilihan focus area : Auto (Wide), Zone, Center dan Flexible Spot.

P1070988

P1070989

Sony A6000 cocok untuk mereka yang mencari kamera sarat fitur, terjangkau tapi tidak terlalu besar dan berat. Secara spesifik kamera ini juga cocok untuk penggemar fotografi jalanan (street photography), fotografi aksi/olahraga dan dokumentasi acara-acara keluarga.

Plus :

  • auto fokus cepat, akurat setara DSLR
  • kualitas foto 24 MP yang baik
  • ada Play Memories Apps
  • menembak kontinu sangat cepat
  • bodi logam, jendela bidik elektronik, LCD lipat
  • WiFi dan NFC

Minus :

  • tidak touchscreen
  • Auto ISO basic
  • roda mode kamera sulit diputar
  • tidak dapat charger (mengisi daya via USB)

Beberapa contoh foto :

Sawarna, lensa 16-70mm f/4 :

The Breeze BSD, lensa 16mm f/2.8 pancake :

sample DSC00210 16 pancake

Lensa FE 28mm f/2 :

sample DSC00395 28fe

Sunda Kelapa, lensa 16-70mm f/4 :

sample DSC01095

 

 

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..