Trio mirrorless full frame Sony Alpha : A7, A7R dan A7s

Minggu lalu kami berkesempatan hadir di acara peluncuran Sony Alpha A7s di daerah Senayan City Jakarta. Kemunculan A7s melengkapi dua Aplha mirrorless fullframe yang lebih dulu ada yaitu A7 dan A7R. Strategi Sony dalam membuat tiga varian ini karena menyesuaikan kebutuhan penggunanya yang beragam. Ketiganya sama-sama mengusung E-mount yang dipasangkan dengan lensa FE. Seperti apa perbedaan ketiganya?

sony-a7

Sony A7 : Perfection for all

Kamera ini cocok untuk mereka yang menginginkan mirrorless full-frame yang terjangkau dan berkinerja tinggi. Keunggulan A7 adalah auto fokusnya yang cepat berbasis deteksi fasa dan kontras, serta sensornya yang sudah mencapai 24 MP cukup untuk fotografi umum sampai cetak besar. Harga A7 sudah mengalami penurunan dan kini dijual cukup kompetitif $1500 bodi saja (bersaing dengan Canon 6D dan Nikon D610).

Sony A7R : Reality realized

Bagi yang menyukai foto sangat detail dan tajam, A7R bisa jadi jawaban tepat. Sensor 36 MP di A7R tidak diberi low pass filter sehingga detil dan ketajamannya maksimal. Kami pernah mengulas A7 dan A7R di artikel sebelumnya. Singkatnya, sensor di A7R mengingatkan kami pada Nikon D800E atau D810 yang juga baru saja diluncurkan. Harga A7R saat ini $2300 bodi saja.

Sony A7s : Sensitivity mastered

Inilah kamera terbaru dan termahal dari trio A7, dengan keunggulan di ISO tinggi hingga 409,600 sehingga memotret di tempat gelap pun tidak masalah. Selain itu A7s punya sederet fitur lain seperti silent shutter, video 4K dan sensor 12 MP dengan dynamic range 15 stop. Harga $2500 bodi saja saat peluncuran.

Sony Alpha A7-A7R-A7s

Untuk lensanya Sony mengembangkan format FE lens yang bisa dipasang di kamera E-mount, termasuk keluarga A7 ini. Lensa E lama seperti milik Sony NEX juga bisa dipasang di trio A7 tapi akan mengalami crop signifikan akibat vignetting. Beberapa lensa Sony FE yang sudah ada dan yang akan datang adalah :

  • Zeiss 24-70mm f/4 OSS
  • Sony G 70-200mm f/4 OSS
  • Zeiss 55mm f/1.8
  • Zeiss 35mm f/2.8
  • Sony G 16-35mm f/4 OSS (akan datang)
  • akan datang : berbagai lensa fix (100mm macro dan 85mm untuk potret)

Sony FE lens

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

Sistem kamera full frame mirrorless dari Sony : A7 dan A7R

Sony kembali menjadi headline dengan meluncurkan kamera mirrorless dengan sensor full frame, yaitu A7 dan A7R. Kedua kamera ini berbagi bentuk yang sama, hanya beda dalam hal sensor yaitu A7 memakai sensor 24 MP dengan low pass filter, sedangkan A7R memakai sensor 36 MP tanpa low pass filter. Jadilah kedua kamera kembar ini menjadi kamera terkecil untuk jenis kamera full frame dengan lensa yang bisa dilepas (interchangeable lenses). Sebelumnya Sony sudah membuat kamera DSLR full frame A99 namun dengan sistem cermin transparan. Simak informasi penting seputar kamera A7 dan A7R ini.

Bodi kecil, tapi bukan seri NEX

sony-a7r

Sony terkenal banyak berinovasi dalam membuat bermacam kamera. Dulu kita kenal kamera SLT yang punya cermin tembus pandang, lalu Sony membuat kamera mirrorless APS-C dengan nama Sony NEX. Selanjutnya, belum lama ini Sony membuat kamera mirip DSLR, dengan sensor APS-C tapi pada dasarnya tetap kamera mirrorless, uniknya dia tidak diberi nama NEX tapi Alpha A3000 yang harganya cuma 4 jutaan sudah plus lensa. Kini walau masih mirip dengan bodi-bodi kamera NEX, kamera full frame baru ini juga masuknya ke seri Alpha, bukan NEX. Bingung ya?

Memakai E-mount

Sony memulai babak baru dalam sistem kamera saat meluncurkan E-mount, dimana format baru ini (yang awalnya untuk kamera NEX) membutuhkan lensa-lensa baru yang cocok dengan sensor APS-C dalam kamera mirrorless. Ironisnya, lensa-lensa E-mount ini tidak didesain untuk sensor full frame karena diameternya lebih kecil. Tapi faktanya Sony A7 dan A7R memakai E-mount, sehingga semua lensa Sony NEX bisa dipasang di kamera ini, tapi akan tampak ada vignetting. Opsi lain adalah fotonya akan mengalami crop otomatis sehingga resolusinya turun.

a7r-front-e-mount

Lalu bagaimana supaya sensor full frame ini tetap bisa dioptimalkan sepenuhnya? Jawabannya adalah Sony harus membuat lensa baru (lagi) yang memakai E-mount tapi untuk full frame. Ya, lensa khusus ini akan diberi nama lensa FE dan Sony menjanjikan akan membuat 5 lensa FE dalam waktu dekat. Lalu bagaimana dengan pemilik lensa A-mount (lensa DSLR)? Tetap saja perlu adapter khusus untuk bisa memasang lensa A-mount ke kamera ini.

Ada autofokus deteksi fasa, tapi hanya untuk A7 saja

Kedua kamera kembar ini dibedakan sensornya untuk menyesuaikan kebutuhan fotografi pembelinya. A7 dengan sensor 24 MP dan ada low pass filter lebih serbaguna, anggaplah seperti sensor Nikon D600. Sedangkan A7R dengan sensor 36 MP tanpa low pass filter didesain untuk yang perlu ketajaman ekstra, anggaplah seperti sensor Nikon D800E. Uniknya, sensor di kamera A7 sudah ditanam piksel pendeteksi fasa (sesuatu terobosan yang sedang populer di kamera mirrorless, seperti pada Olympus E-M1) sehingga singkat kata kamera A7 bisa auto fokus dengan cepat layaknya kamera DSLR. Faktanya, ada 117 piksel pendeteksi fasa di sensor kamera A7.

Tapi uniknya fitur ini tidak diberikan di kamera A7R sehingga untuk auto fokus hanya bisa melalui deteksi kontras (walau Sony mengklaim proses AF dengan deteksi kontras di kamera A7R berlangsung sangat cepat). Alasan dari teka-teki ini adalah ternyata berkaitan dengan dihilangkannya low pass filter, karena menurut Sony piksel pendeteksi fasa hanya bisa bekerja dengan low pass filter terpasang.

Lensa zoom Zeiss FE bukaan maksimalnya f/4

sony fe-lenses

Menjadi sistem kamera alternatif yang mungil, tentu jadi dilema saat lensanya dibuat terlalu besar. Maka itu lensa Zeiss FE jenis zoom yang bisa mengakomodir rentang 27-40mm dan 70-200mm ‘terpaksa’ diberi bukaan maksimal f/4 mungkin untuk menjaga ukurannya tetap kecil. Untungnya dengan f/4 di full frame masih bisa memberi bokeh yang baik dan juga untuk memberi foto yang sama terangnya dengan lensa f/2.8 di kamera APS-C, pemakai Sony A7/A7R dengan lensa f/4 bisa menaikkan ISO tanpa kuatir noise yang berlebihan (karena sensor full frame). Untuk bisa menikmati lensa f/2.8 ada pilihan lensa fix Zeiss FE 35mm, dan untuk menikmati bokeh yang super creamy, ada lensa Zeiss FE 55mm f/1.8 yang cukup mahal. Oh, untungnya ada lensa murmer Sony G FE 28-70mm f/3.5-5.6 OSS yang lebih cocok jadi lensa kit kamera ini.

Info tambahan :

  • harga 1700$ (A7) 2300$ (A7R) body only
  • jendela bidik OLED resolusi ekstra tinggi
  • tidak ada lampu kilat built-in

Untuk spesifikasi dan ulasan mengenai Sony A7 dan A7R bisa dibaca di infofotografi.com

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..