Mengapa lensa DSLR bisa dipasang di kamera mirrorless (dengan adapter)

Saat ini kamera mirrorless semakin berjaya, penggunanya semakin banyak. Ukuran yang lebih kecil dari DSLR dibarengi peningkatan fitur membuat mulai banyak yang tertarik mencobanya. Sebagian besar penggunanya tentu akan memakai lensa yang sesuai mount-nya, misal Sony Alpha dengan lensa-lensa E mount atau Olympus dengan lensa Micro 4/3 mount. Tapi ada juga sebagian pengguna mirrorless yang justru memasang lensa DSLR di kamera mirrorless mereka. Mengapa hal ini bisa dilakukan? Kita bahas sama-sama yuk..

Pertama kita mesti melihat dulu lensa DSLR seperti apa yang dipasang di kamera mirrorless. Sebagian besar ternyata adalah lensa lama, alias lensa manual, seperti Canon FD, Nikon AF atau bahkan lensa mount M42. Lensa-lensa ini bisa jadi koleksi lawas, atau didapat di pasar lensa bekas, yang kemudian dipakai di mirrorless. Walau ada juga lensa modern yang dipasang di mirrorless seperti lensa Canon EOS atau Nikon AF-S.

A6000 12-24mm

Apa alasan dibalik semua ini? Tentu jawabannya bisa beragam, misal ingin nostalgia dengan lensa lamanya, atau cari lensa yang terjangkau, atau memang lensa yang diinginkan belum tersedia sehingga terpaksa memasang lensa DSLR. Ingat kalau sistem mirrorless masih tergolong baru, pilihan lensa yang ada memang belum sebanyak sistem DSLR yang sudah berpuluh-puluh tahun ada.

m_FLANGE_2

Bagaimana penjelasan teknis dari fenomena ini? Untuk bisa memahami itu kita perlu tahu dulu desain lensa, bahwa setiap lensa dirancang untuk mengirim gambar ke sensor. Jarak dari belakang lensa ke sensor namanya flange back distance. Di sistem DSLR kira-kira jaraknya 4 cm, dan itu sudah sejak jaman SLR film begitu. Alasannya karena di DSLR ada cermin yang membuat sensor jadi harus agak mundur ke belakang, sehingga semua lensa harus dirancang untuk punya jarak flange back sekitar 4 cm. Di mirrorless yang tentunya tanpa cermin, jarak flange back ini bisa dibuat lebih pendek, sekitar 1-2 cm. Perancang lensa mirroless harus mendesain ulang rancangan lensa karena menyesuaikan flange back yang jauh lebih pendek.

flange DSLR

Selisih jarak ini yang membuka peluang memasang lensa DSLR di mirrorless, dengan adapter. Prinsip adapter memang hanya merubah desain mount, misal mount lensa Nikon supaya bisa masuk ke E-mount di bodi Sony Alpha/NEX. Tapi kegunaan penting lain dari adapter adalah menambah jarak flange back kamera yang tadinya pendek jadi panjang sehingga memungkinkan dipasang lensa DSLR. Bila tidak dipanjangkan, maka fokus dari lensa DSLR akan jatuh dibelakang sensor dan itu artinya kamera tidak akan bisa fokus.

flange mirr

Memasang adapter punya kompromi sendiri. Pertama adalah mayoritas adapter dibuat simpel tanpa chip atau kontak elektronik. Artinya jangan harap lensanya bisa auto fokus, maka itu adapter yang simpel memang dirancang untuk lensa-lensa lama yang manual fokus dan manual aperture. Di kamera pun harus pakai mode M, dan perlu pakai kamera yang ada opsi untuk bisa memotret tanpa lensa. Tidak ada bantuan light meter di kamera, kita harus andalkan histogram untuk akurasi eksposur dan memakai focus peaking (bila ada) untuk manual fokus.

Metabones-Canon-EF-Sony

Tapi untuk anda yang tidak suka cara lama, ada juga adapter yang canggih dengan kemampuan menterjemahkan perintah AF dari kamera (misal kamera Sony A) dan mengkode ulang perintahnya dan dikirimkan ke lensa (misal lensa Canon EOS) sehingga auto fokusnya berfungsi. Tapi adapter semacam ini harganya mahal, pilihannya lebih sedikit dan kadang AF-nya terasa lebih lambat. Ada juga adapter yang dibuat untuk antar sistem dalam satu merk, misal kamera mirrorless Canon EOS-M bisa dipasangkan dengan lensa Canon EF dan auto fokusnya tetap jalan, karena adapternya dibuat oleh Canon juga.

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

Mau pakai lensa Nikon di DSLR Canon? (Uji singkat Novoflex adapter)

Produsen kamera DSLR Canon dan Nikon memiliki mount sendiri untuk lensa mereka, yaitu F-mount untuk Nikon dan EF-mount untuk Canon. Bagi pemilik DSLR Canon, tidak ada cerita dia bisa memakai lensa Nikon atau sebaliknya (meski lensa Nikon bisa dipasang di DSLR Fujifilm karena Fuji mengadopsi F-mount untuk kameranya). Tapi kini untuk memakai lensa Nikon di kamera Canon bukan lagi hal yang sulit karena tersedia adapter mekanik berbentuk ring, salah satunya bermerk Novoflex yang kami uji secara singkat.

Novoflex merupakan produsen aksesori fotografi dan sudah membuat banyak adapter seperti untuk lensa four thirds dan lensa Leica. Namun bisa jadi produknya yang paling diminati adalah Novoflex EOS-NIK, alias untuk digunakan di DSLR Canon EOS, dengan lensa Nikon. Adapter buatan Novoflex ini berbentuk ring berbahan logam dan tertulis merk, tipe dan tempat pembuatannya (di Jerman). Pemakaiannya sangat mudah, adapter ini harus terlebih dahulu dipasang di lensa Nikon (atau bisa juga lensa third party dengan F-mount) dengan diputar di mount lensa sampai bunyi klik. Setelah itu, barulah lensa dipasang di kamera Canon layaknya memasang lensa Canon biasa. Untuk melepas adapter ini, pertama lensa harus dilepas dulu dari kamera, barulah adapter dilepas dari lensa (dengan menekan tuas kecil di adapter).

novo-package

Kami menguji adapter ini pada lensa AF-S 18-105mm tipe G dan kami rasakan adapter ini terpasang secara kokoh dan presisi tanpa ada kesan longgar atau goyang.

novo-af-s-181105

Sebagai bodi kamera kami gunakan Canon EOS 50D dan lensa Nikon yang sudah dipasangi adapter kami pasangkan ke kamera tersebut. Kami kagum akan presisinya adapter ini, terbukti setelah lensa terpasang di kamera, tidak ada kesan longgar sama sekali. Karena adapter Novoflex ini cukup tipis, sepintas tak ada yang tahu kalau antara bodi dan lensa ada sebuah adapter.

novo-50dnovo-50d2

Sebelum kami membahas soal pengujian adapter ini, ada beberapa catatan penting yang perlu disampaikan. Pertama yaitu Nikon dan Canon adalah dua merk yang berbeda dalam hal desain kamera, termasuk komunikasi data dari lensa dan kamera. Artinya, adapter ini tidak untuk menghubungkan pin kontak elektrik dari kedua musuh bebuyutan ini. Jadi lupakan soal auto fokus dan sistem stabilizer, tidak ada satu pun fitur itu yang bekerja. Bahkan konfirmasi fokus saat melakukan manual fokus pun tak ada, sepenuhnya mengandalkan mata saja.

Kedua, lensa modern sudah tidak dilengkapi dengan ring aperture, seperti lensa Nikon G. Proses penentuan bukaan lensa diatur sepenuhnya melalui kamera, dimana ada tuas kecil pada kamera yang terhubung ke lensa. Dengan dipasangnya adapter ini, kamera (Canon) tidak lagi bisa mengatur aperture lensa (Nikon) sehingga lensa yang tidak ada ring aperture terpaksa dipakai dalam bukaan terkecilnya (stop down). Untuk bisa mengatur diafragma dengan lensa Nikon G, tersedia adapter Novoflex yang dimodifikasi dengan penambahan tuas kendali diafragma.

Saat kamera EOS 50D dihidupkan, indikator pada layar menunjukkan F-00 yang menandakan kalau lensa tidak dikenali oleh kamera. Kami mencoba adapter ini dengan lensa G sehingga tidak lagi bisa mengontrol bukaan diafragma (alias memakai bukaan terkecil). Dengan memakai bukaan kecil, tampilan di viewfinder jadi gelap dan manual fokuspun jadi lebih sulit. Kami mencoba berbagai variasi mode seperti Av, Tv dan M. Meski metering tetap jalan, namun konsistensinya masih sering melenceng. Untuk kompensasinya, kami bermain ISO supaya mendapat eksposur yang diharapkan. Pada contoh foto berikut ini, kami memakai kecepatan shutter 1/40 detik dan ISO 1000 di siang hari (untuk mengimbangi kecilnya bukaan lensa, itupun masih terlihat under).

sample-novoflex

Jadi tidak mudah memang dalam mencoba memakai lensa Nikon G di DSLR Canon dengan memakai adapter ini. Tapi bagi anda yang punya lensa Nikon lawas seperti lensa AI atau AF dengan ring aperture, maka dengan adapter ini anda bisa berbuat banyak terutama dalam hal bermain eksposur. Hanya saja pemakaian lensa Nikon apapun tetaplah secara manual fokus saja.

Bila berminat, adapter Novoflex ini bisa dibeli seharga Rp. 2.350.000.

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

Alternatif 2x tele-converter dan adapter untuk Canon G10/G11

Canon G10 (dan G11) merupakan salah satu kamera saku kelas pro dari keluarga PowerShot yang banyak dijadikan sebagai kamera pendamping kamera utama para profesional. Canon G10 menyempurnakan generasi sebelumnya G9/G7 yang mana perbedaan utamanya adalah dalam hal fokal lensa. Pada lensa G10/G11 fokal efektif yang dimiliki bergeser ke arah wide dengan 28mm hingga 140mm sehingga pecinta wide angle akan lebih menyukai G10/G11 ketimbang G9/G7. Namun bagaimana dengan mereka pemilik G10/G11 yang memerlukan fokal lensa lebih dari 210mm? Untuk itu tersedia aksesori tele-conversion lens yang akan membuat fokal lensa jadi lebih panjang.

Canon G10 plus 1.4x T-con dan adapter
Canon G10 plus 1.4x T-con dan adapter

Tentu saja Canon sudah menyediakan aksesori resmi untuk keperluan ini. Adalah TC-DC58D, sebuah tele-converter 1,4x yang akan menjadikan fokal lensa G10/G11 menjadi 39-200mm sehingga di posis tele fokalnya hampir menyamai sang kakak G9 yang berakhir di 210mm. Anda bisa lihat, dengan menambah tele-lens converter seharga 1,2 juta rupiah ini, bahkan fokal hasil konversi ini baru mencapai 200mm alias masih kurang jauh untuk beberapa kasus fotografi. Di beberapa situs luar negeri kerap dijumpai review dari pembeli yang kecewa karena kemampuan tele lensa ini masih kurang jauh dan tidak sepadan dengan biaya yang sudah dikeluarkan. Untuk itu beberapa produsen aksesori kamera alternatif mulai menawarkan produk serupa dengan kemampuan yang lebih dari aksesori resmi Canon.

Salah satu produk alternatif yang menarik adalah Pixco TC-58E20 dengan kemampuan konversi tele 2x dan diameter 58mm. Produk yang dijual dibawah 700 ribu ini memiliki keunggulan utama dalam hal kemampuan 2x tele conversion sehingga akan membuat fokal G10/G11 menjadi 56-280mm yang tergolong sudah mencukupi untuk urusan tele. Kualitas optik lensa ini tergolong baik dengan multi-coating untuk mencegah flare, dan urusan vignetting masih dalam batas wajar terutama di posisi tele. Lensa ini memiliki thread ring 58mm yang terbuat dari bahan titanium yang kuat sehingga menjamin keamanan saat pemakaian. Dalam paket penjualannya disertakan sebuah front-cap, rear-cap dan soft pouch berwarna hitam.

Pixco 2x T-con 58mm
Pixco TC-58E20 (2x T-con 58mm)

Layaknya aksesori optik lainnya, sebelum memasang lensa Pixco ini (ataupun lens converter merk lainnya) kita memerlukan adapter (tube) yang dipasang di bagian ring lensa. Pada bodi kamera terdapat ring lensa yang bisa dilepas sehingga nampak adanya dudukan untuk memasang adapter ini. Untuk aksesori adapter asli Canon tersedia produk yang bernama LA-DC58K dengan bahan plastik, dengan banderol harga cukup tinggi sekitar 350 ribu. Untuk itu banyak produsen aksesori yang ikut membuat adapter dengan desain yang mirip namun dijual dengan harga lebih murah.

fusen-adapter
Fusen adapter 58mm untuk G10/G11

Salah satu adapter yang cocok untuk Canon G10/G11 dan harganya terjangkau adalah Fusen dengan thread ring filter 58mm dengan material almunium berkualitas baik. Fusen adapter ini memiliki panjang 55mm dan memiliki  diameter thread standar 58mm. Dengan memasang adapter Fusen ini pada kamera Canon G10/G11, kita bisa menambahkan tele-lens Pixco ataupun aksesori lain seperti filter CPL, UV atau ND asalkan punya diameter 58mm. Hanya saja perlu diingat karena menambah adapter di depan kamera, maka penggunaan lampu kilat akan sedikit terhalang. Untuk itu perlu memakai lampu kilat eksternal baik dipasang di hot-shoe maupun off-shoe (wireless trigger).

Kombinasi Pixco 2x tele lens dan Fusen adapter memberikan kesempatan pada pemakai Canon G10/G11 untuk menjangkau rentang tele hingga 280mm pada resolusi penuh dengan total biaya kurang dari 900 ribu rupiah. Bila dibandingkan dengan kombinasi aksesori asli Canon (1.4x tele plus adapter) yang hampir mencapai 2 juta rupiah, maka perbedaannya cukup signifikan. Pilih yang mana, tentu terserah anda..

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..