Sony A6000 siap ‘ganggu’ DSLR menengah ke bawah

Bulan ini mulai ramai dibahas kamera mirrorless terbaru dari Sony yaitu Alpha A6000. Kamera yang menjadi kelahiran kembali NEX-6 (2012) ini dibekali beberapa fitur tambahan untuk memanjakan fotografer. Walau sebelumnya Sony sudah banyak berusaha membuat berbagai kamera mirrorless dari yang paling murah (NEX-3) sampai yang paling elit (A7) tapi bisa jadi inilah kamera yang bakal meraih perhatian praktisi fotografi. Bahkan kami memprediksi kehadiran Sony A6000 bisa mengganggu penjualan kamera DSLR kelas menengah (harga 11-13 jutaan) dan beberapa DSLR kelas bawah (pemula) yang dijual 8 jutaan. Mengapa bisa begitu?

Kita tahu kamera mirrorless menang dalam hal ukuran yang lebih kecil, dibanding dengan DSLR. Tapi dalam hal kemampuan berganti lensa, kamera mirrorless sama saja dengan DSLR karena ada mount dan sensornya pun umumnya berukuran cukup besar. Kalau bicara soal kinerja, fitur dan ukuran bodi kamera mirrorless sendiri berbeda-beda. Ada yang terlalu kecil hingga tidak punya jendela bidik (Panasonic GF6/GM1, Olympus Pen, Nikon 1, Sony NEX 3/5), namun ada yang lengkap seperti DSLR tapi terlalu mahal (seperti Olympus EM-1, Panasonic GH3, Fuji X-T1). Kamera mirrorless pun umumnya kalah dalam satu hal dibanding DSLR, yaitu urusan auto fokus.

Maka itu Sony A6000 berpeluang menjadi kamera alternatif DSLR kelas menengah ke bawah, karena fitur, kinerja dan harganya berimbang. Dengan harga 10 juta pas, sudah dapat lensa kit 16-50mm OSS. Di kelompok mirrorless, A6000 bisa jadi pesaing serius untuk kamera Olympus EM-10, Lumix GX7, Samsung NX30 dan Fuji X-E2. Kompetitor A6000 di kancah DSLR adalah kamera sekelas Nikon D7100 atau Canon EOS 70D. Bahkan kamera DSLR kelas bawah seperti Nikon D5300 kit 18-55mm (9 juta) dan Canon EOS 700D kit 18-135mm (9,5 juta) pun bakal tersaingi oleh A6000. Kenapa?

sony-a6000
Sony A6000 dengan lensa 16-50mm OSS

Pertama ukuran dan resolusi sensor A6000 sama, yaitu APS-C 24 MP (EOS 700D bahkan hanya 18 MP) sehingga kualitas hasil fotonya secara teori sama saja. Lalu auto fokus Sony A6000 sudah dibekali oleh 179 piksel deteksi fasa di sensornya sehingga bisa memfokus secepat kamera DSLR. Belum cukup sampai disitu, A6000 bisa memotret sampai 11 foto per detik, mengalahkan DSLR menengah manapun. Soal video bahkan A6000 lebih unggul karena AF deteksi fasa bisa diterapkan juga saat merekam video, plus fasilitas focus peaking dan zebra untuk yang melakukan manual fokus.

sony-a6000-6

Biasanya kamera mirrorless kalah dibanding DSLR karena tidak adanya jendela bidik, atau kurang lengkap dalam hal fitur lainnya. Tapi A6000 punya jendela bidik OLED yang jernih, lalu layaknya kamera untuk dipakai serius, ada dua roda dial dan hot shoe. Bayangkan, Nikon D5300 seharga 9 juta pun hanya punya satu roda dial, dan bahkan tidak punya tombol pintas ke fungsi ISO, WB, AF dsb. Sebagai bonus tambahan, ada fitur khas Sony seperti sweep panorama, juga ada in camera HDR dan WiFi plus NFC. Kesemua ini hadir dalam bodi yang ringas namun mantap digenggam karena grip yang besar dan material yang mewah.

Sony A6000 menu

Kekurangan kamera A6000 yang paling terasa adalah tidak adanya layar sentuh, walau layarnya bisa dilipat. Penggunaan layar sentuh saat ini merupakan kebutuhan karena memudahkan pemakaian juga bisa memilih titik fokus di layar. Selain itu masalah umum Sony adalah lambatnya lahir lensa-lensa baru yang ditunggu, serta visi jangka panjang yang kurang konsisten (seperti merubah nama NEX kembali jadi Alpha).

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

Sistem kamera full frame mirrorless dari Sony : A7 dan A7R

Sony kembali menjadi headline dengan meluncurkan kamera mirrorless dengan sensor full frame, yaitu A7 dan A7R. Kedua kamera ini berbagi bentuk yang sama, hanya beda dalam hal sensor yaitu A7 memakai sensor 24 MP dengan low pass filter, sedangkan A7R memakai sensor 36 MP tanpa low pass filter. Jadilah kedua kamera kembar ini menjadi kamera terkecil untuk jenis kamera full frame dengan lensa yang bisa dilepas (interchangeable lenses). Sebelumnya Sony sudah membuat kamera DSLR full frame A99 namun dengan sistem cermin transparan. Simak informasi penting seputar kamera A7 dan A7R ini.

Bodi kecil, tapi bukan seri NEX

sony-a7r

Sony terkenal banyak berinovasi dalam membuat bermacam kamera. Dulu kita kenal kamera SLT yang punya cermin tembus pandang, lalu Sony membuat kamera mirrorless APS-C dengan nama Sony NEX. Selanjutnya, belum lama ini Sony membuat kamera mirip DSLR, dengan sensor APS-C tapi pada dasarnya tetap kamera mirrorless, uniknya dia tidak diberi nama NEX tapi Alpha A3000 yang harganya cuma 4 jutaan sudah plus lensa. Kini walau masih mirip dengan bodi-bodi kamera NEX, kamera full frame baru ini juga masuknya ke seri Alpha, bukan NEX. Bingung ya?

Memakai E-mount

Sony memulai babak baru dalam sistem kamera saat meluncurkan E-mount, dimana format baru ini (yang awalnya untuk kamera NEX) membutuhkan lensa-lensa baru yang cocok dengan sensor APS-C dalam kamera mirrorless. Ironisnya, lensa-lensa E-mount ini tidak didesain untuk sensor full frame karena diameternya lebih kecil. Tapi faktanya Sony A7 dan A7R memakai E-mount, sehingga semua lensa Sony NEX bisa dipasang di kamera ini, tapi akan tampak ada vignetting. Opsi lain adalah fotonya akan mengalami crop otomatis sehingga resolusinya turun.

a7r-front-e-mount

Lalu bagaimana supaya sensor full frame ini tetap bisa dioptimalkan sepenuhnya? Jawabannya adalah Sony harus membuat lensa baru (lagi) yang memakai E-mount tapi untuk full frame. Ya, lensa khusus ini akan diberi nama lensa FE dan Sony menjanjikan akan membuat 5 lensa FE dalam waktu dekat. Lalu bagaimana dengan pemilik lensa A-mount (lensa DSLR)? Tetap saja perlu adapter khusus untuk bisa memasang lensa A-mount ke kamera ini.

Ada autofokus deteksi fasa, tapi hanya untuk A7 saja

Kedua kamera kembar ini dibedakan sensornya untuk menyesuaikan kebutuhan fotografi pembelinya. A7 dengan sensor 24 MP dan ada low pass filter lebih serbaguna, anggaplah seperti sensor Nikon D600. Sedangkan A7R dengan sensor 36 MP tanpa low pass filter didesain untuk yang perlu ketajaman ekstra, anggaplah seperti sensor Nikon D800E. Uniknya, sensor di kamera A7 sudah ditanam piksel pendeteksi fasa (sesuatu terobosan yang sedang populer di kamera mirrorless, seperti pada Olympus E-M1) sehingga singkat kata kamera A7 bisa auto fokus dengan cepat layaknya kamera DSLR. Faktanya, ada 117 piksel pendeteksi fasa di sensor kamera A7.

Tapi uniknya fitur ini tidak diberikan di kamera A7R sehingga untuk auto fokus hanya bisa melalui deteksi kontras (walau Sony mengklaim proses AF dengan deteksi kontras di kamera A7R berlangsung sangat cepat). Alasan dari teka-teki ini adalah ternyata berkaitan dengan dihilangkannya low pass filter, karena menurut Sony piksel pendeteksi fasa hanya bisa bekerja dengan low pass filter terpasang.

Lensa zoom Zeiss FE bukaan maksimalnya f/4

sony fe-lenses

Menjadi sistem kamera alternatif yang mungil, tentu jadi dilema saat lensanya dibuat terlalu besar. Maka itu lensa Zeiss FE jenis zoom yang bisa mengakomodir rentang 27-40mm dan 70-200mm ‘terpaksa’ diberi bukaan maksimal f/4 mungkin untuk menjaga ukurannya tetap kecil. Untungnya dengan f/4 di full frame masih bisa memberi bokeh yang baik dan juga untuk memberi foto yang sama terangnya dengan lensa f/2.8 di kamera APS-C, pemakai Sony A7/A7R dengan lensa f/4 bisa menaikkan ISO tanpa kuatir noise yang berlebihan (karena sensor full frame). Untuk bisa menikmati lensa f/2.8 ada pilihan lensa fix Zeiss FE 35mm, dan untuk menikmati bokeh yang super creamy, ada lensa Zeiss FE 55mm f/1.8 yang cukup mahal. Oh, untungnya ada lensa murmer Sony G FE 28-70mm f/3.5-5.6 OSS yang lebih cocok jadi lensa kit kamera ini.

Info tambahan :

  • harga 1700$ (A7) 2300$ (A7R) body only
  • jendela bidik OLED resolusi ekstra tinggi
  • tidak ada lampu kilat built-in

Untuk spesifikasi dan ulasan mengenai Sony A7 dan A7R bisa dibaca di infofotografi.com

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

Hal-hal menarik dibalik hadirnya kamera Sony A3000

Hari ini seperti yang sudah ramai dirumorkan, Sony meluncurkan kamera Sony A3000 dengan lensa kit 18-55mm OSS. Hadirnya A3000 ini menarik karena inilah kamera mirrorless Sony pertama yang bakal memakai desain seperti DSLR (walau agak lebih kecil). Selama ini Sony seperti kebingungan dalam membuat segmentasi produknya, saat menamatkan produksi kamera DSLR, lalu beralih ke kamera SLT (yang mirip DSLR tapi cerminnya transparan) dan kemudian membuat kamera mirrorless NEX yang cukup mahal.

sony_a3000

Sony A3000 tampil simpel dan minim tombol. Dalam beberapa fiturnya kamera ini menyamai kamera DSLR, seperti memiliki kemampuan ISO 100-16.000, bisa tukar lensa, fitur manual mode, flash hot shoe, HD video dan roda dial di bagian belakang. Apa saja hal-hal menarik dibalik kamera nan simpel ini?

sonyalpha3000 back

Kamera mirrorless, tapi bukan NEX

Ya, Sony A3000 bukanlah generasi NEX. Beda dalam hal desain dan harga. NEX itu konsepnya adalah pocketable sementara A3000 adalah miniatur DSLR. Kesamaan A3000 dan NEX adalah sama-sama memakai E-mount, yang lensanya relatif mungil dan baru. Bagi sebagian (kebanyakan) orang, menggenggam kamera yang berdesain ala DSLR lebih mantap, dan terkesan lebih serius.

Ada yang unik disini. Sony A3000 kira-kira diposisikan di bawah seri NEX. Padahal desain kamera mirrorless ala kamera DSLR ini, kalau di merk lain dijadikan kamera flagship atau top class mereka, misal Lumix GH3, Olympus OM-D dan Samsung NX20.

Punya jendela bidik

Kebanyakan kamera Sony NEX tidak dilengkapi dengan jendela bidik. Pemakainya harus mengandalkan layar LCD terus menerus selama memotret, yang mana lebih menguras baterai. Belum lagi kadang layar LCD sulit dilihat bila kita berada di bawah sinar matahari terik. Sony A3000 ini punya jendela bidik, tentunya adalah elektronik, dengan resolusi 768 ribu titik, lumayan daripada LCD utamanya yang hanya 230 ribu titik saja.

Lensa kit dengan OSS

Lensa kit 18-55mm f/3.5-5.6 adalah versi OSS yang menunjukkan kalau fitur stabilizer di kamera A3000 diserahkan ke lensa, karena pada bodi A3000 tidak ada fitur stabilizer di sensornya. Lensa kit ini sendiri memakai E-mount, sesuai desain dari kamera A3000 yang hanya menerima lensa dengan E-mount. Bagi yang ingin memasang lensa A-mount diperlukan sebuah adapter khusus.

Sensornya ukuran APS-C

Tentu saja, belum ada alasan buat Sony untuk tidak memakai sensor APS-C. Jadi soal kualitas hasil foto kamera ini tak perlu diragukan, tentu setara dengan Sony NEX, Sony SLT dan kamera lain dengan sensor APS-C. Resolusi pikselnya sendiri adalah 20 MP dengan crop factor 1,5x.

Harganya cukup murah

Jadi, kira-kira berapa harga kamera baru dengan sensor 20 MP APS-C dan berdesain laksana DSLR ini? Kabarnya harga jualnya akan di kisaran 4 jutaan sudah termasuk lensa, cukup murah untuk kamera yang mirip DSLR, sensor sama dengan DSLR dan fitur juga nyaris sama.

Lalu apa bedanya dengan kamera DSLR ‘betulan’?

Tidak ada prisma sehingga lupakan yang namanya jendela bidik optik di A3000. Tidak ada pula auto fokus berbasis deteksi fasa, dengan sejumlah titik fokus tertentu. Sebagai gantinya adalah auto fokus deteksi kontras dengan 25 area, yang kecepatannya sedikit kalah dibanding DSLR.

UPDATE :

Per Oktober 2013 Sony A3000 sudah tersedia di Tokocamzone seharga Rp. 4.450.000

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

Sony hadirkan kamera SLT A77, A65, NEX-7 dan NEX-5N

Sony baru saja meluncurkan empat kamera dengan sensor DSLR APS-C, dimana dua kamera merupakan model SLT (Alpha SLT-A77 dan A65) dan dua lagi merupakan generasi NEX sebagai kamera mirrorless kompak (NEX-7 dan NEX-5N). Kejutan besar yang utama disini adalah dipakainya sensor beresolusi ekstra padat 24 MP (kecuali NEX-5N memakai 16 MP). Selain itu Sony juga memperkenalkan lensa baru dengan A mount dan E mount, serta sebuah adapter unik yang menghubungkan bodi NEX dengan lensa A mount. Simak selengkapnya disini.

Sony SLT-A77

Sony perlu waktu empat tahun untuk membuat penerus A700 yang amat populer, namun kini dalam teknologi baru dengan cermin translucent dan jendela bidik elektronik. Sony menargetkan A77 sebagai kamera terbaik dan tercanggih di kelas sensor APS-C, dengan sensor 24 MP CMOS, burst 12 gambar per detik, 19 titik AF ( 11 diantaranya cross type) dan viewfinder paling tajam di dunia dengan 2,4 juta dot berteknologi OLED.

Bodi kamera ini terbalut magnesium alloy, memiliki dua kendali di depan dan belakang plus sebuah joystick untuk kendali menu yang lebih cepat, dengan layar LCD utama 3 inci yang bisa dilipat maupun diputar. Terdapat juga LCD tambahan di bagian atas kamera. Kamera A77 dan A65 dilengkapi dengan GPS untuk geotagging. Shutter unit teruji sampai 150 ribu kali jepret, dengan sync 1/250 detik untuk flash dan maksimum speed adalah 1/8000 detik.

Tampak atas dari kamera A77 terlihat roda mode dial di bagian kiri dan LCD tambahan di bagian kanan.

Sebagai lensa kit A77, tersedia Sony DT 16-50mm f/2.8 SSM dan lensa ini bisa dibeli terpisah seharga 6 jutaan. Harga A77 sendiri body only adalah 13 jutaan atau bila dengan lensa kit tadi menjadi 19 jutaan. Minat?

Sony SLT-A65

Di kelas pemula, Sony menawarkan A65 yang lebih simpel dibanding dengan A77, dan tentunya lebih terjangkau. Meski tergolong di kelas pemula, namun A65 tetap memiliki sensor yang sama dengan A77 yaitu 24 MP. Meski untuk modul AF-nya A65 cukup dengan 11 titik AF (3 diantaranya cross type) dan masih sangat cepat dengan 10 fps burst. Soal viewfinder pun A65 ini memiliki resolusi yang sama tajamnya dengan si kakak A77.

Bodi kamera A65 memang hanya terbuat dari plastik yang membuat harganya cukup terjangkau. Layar LCD 3 inci di A65 bisa dilipat. Shutter maksimum adalah 1/4000 detik dan sync flash 1/160 detik saja.

Sebagai lensa kit A65, ada Sony DT 18-55mm f/3.5-5.6 dan harga jual A65 dengan lensa kit adalah 9 jutaan.

Kemampuan rekam video A77 dan A65 memiliki kesamaan dengan full HD 60 frame per detik progressive, continuous AF dan audio stereo. Terdapat juga tombol langsung untuk merekam video, colokan eksternal mic dan fitur manual eksposur bisa digunakan saat merekam video. Hasil rekaman video bisa ditampung di memory card modern SDXC karena A77 dan A65 sudah kompatibel dengan SDXC maupun Memory Stick. Terakhir, keduanya memiliki sensor dengan stabilizer Steady Shot yang berguna saat memotret maupun merekam video.

Sony NEX-7 dan NEX-5N

Inilah seri kamera mungil dengan sensor besar serta memiliki lensa yang bisa dilepas, yang biasa disebut kamera mirrorless. Sebagai lensanya Sony menyediakan lensa khusus dengan E mount, meski lensa dengan A mount juga bisa digunakan dengan bantuan sebuah adapter. NEX-7 didedikasikan sebagai kamera mungil paling canggih yang pernah ada, dengan sensor 24 MP CMOS, berbalut magnesium alloy, memiliki jendela bidik elektronik dengan ketajaman yang sama seperti A77/A65, TRINAVI user interface (dua roda kendali di bagian atas dan satu di belakang) dan dijual seharga 13 jutaan dengan lensa kit. Sementara adiknya NEX-5N adalah kamera mungil dengan sensor 16 MP, tanpa jendela bidik elektronik (harus beli terpisah) dan layar LCD 3 inci yang bisa diangkat, dijual lebih murah di harga 6 jutaan dengan lensa kit.

Sebagai lensa kit dari NEX-7 dan NEX-5N adalah 18-55mm f/3.5-5.6 OSS dengan E mount, namun Sony menawarkan beberapa lensa E mount baru (yang sudah dilengkapi stabilizer OSS)  untuk pemilik kamera NEX diantaranya :

  • lensa tele 55-210mm f/4.5-6.3 (3 jutaan)
  • lensa Zeiss 50mm f/1.8 (3 jutaan)
  • lensa Zeiss 24mm f/1.8 (9 jutaan)

Sedangkan adapter baru LA-EA2 memungkinkan auto fokus yang cepat karena terdapat translucent mirror di dalam adapter, membuat harganya melambung hampir mencapai 4 juta rupiah untuk adapter saja !

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

Kamera EVIL Sony terbaru : NEX-C3 dan Alpha A35

Kamera EVIL, atau Electronic Viewfinder Interchangeable Lenses adalah kamera modern dengan jendela bidik elektronik (bisa dengan cermin atau tanpa cermin) dan punya lensa yang bisa dilepas. Sony yang dikenal sebagai produsen kamera modern tentu punya banyak produk di kategori kamera EVIL, seperti seri NEX untuk kelas mirrorless dan seri SLT atau cermin semi tembus pandang (translucent mirror). Kali ini Sony hadirkan dua produk barunya sebagai langkah update berkala yaitu Sony NEX-C3 dan Sony Alpha A35.

nex-c3

Sebenarnya di kelas mirrorless Sony sudah punya seri NEX yang memakai sensor APS-C yaitu NEX-3 dan NEX-5, sedang di kelas translucent mirror yang juga bersensor APS-C, Sony sudah punya duo A33 dan A55. hadirnya kamera mungil NEX-C3 ini merupakan update untuk menggantikan NEX-3 yang hadir satu tahun silam dan kamera A35 ditujukan untuk menggantikan A33. Belum ada kabar mengenai rumor tentang A77 ataupun penerus NEX-5. Perbedaan paling signifikan antara produk baru NEX-C3 dengan pendahulunya adalah naiknya resolusi dari 14 MP ke 16 MP dan penambahan efek gambar (picture effects).  Dari segi spesifikasi hampir tidak banyak perbedaan berarti seperti ISO (200-12800), HD 720 dan ukuran LCD yang selebar 3 inci. Sedangkan A35 kini memakai sensor 16 MP (sama seperti A55) namun dengan spesifikasi yang mirip A33 seperti full HD movie dan burst 7 fps. Baik NEX-C3 maupun A35 dijual di kisaran harga 6 jutaan dan sudah dilengkapi lensa kit.

slt-a35

Sekedar mengingatkan, meski seri NEX dan seri SLT sama-sama tergolong kamera dengan lensa yang bisa dilepas pasang (interchangeable) dan sama-sama memakai sensor APS-C namun keduanya punya perbedaan mendasar dalam proses auto fokus, dimana kamera NEX sebagai kubu mirrorless (seperti kubu Micro Four Thirds) hanya mengandalkan auto fokus berbasis deteksi kontras seperti kamera digital pada umumnya. Sedangkan seri SLT dirancang untuk bisa auto fokus memakai deteksi fasa setiap saat, baik saat mengambil foto maupun video. Seri SLT tetap memiliki cermin sehingga ukuran dan bentuk kamera SLT masih agak mirip kamera SLR.

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

DSLR buyer’s guide 2010

Tahun 2010 menjadi tahun banjir kamera DSLR baru yang semakin canggih dan sarat fitur. Tren yang berkembang saat ini, DSLR modern sudah dilengkapi dengan fitur movie, ISO yang lebih tinggi dan prosesor kamera yang lebih baik. Semua merk DSLR sudah meluncurkan produk unggulannya di tahun 2010 ini, simak seperti apa kehebatan masing-masing produk dan rekomendasi kami terhadap produk tersebut.

>>> CANON

Canon adalah produsen peralatan foto, audio dan video yang konsisten dalam membuat produk baru dan kuat dalam urusan marketing. Sebagai hasilnya, Canon berhasil membangun ‘brand image’ yang kuat apalagi disaat dunia fotografi semakin berkonvergensi dengan dunia video seperti sekarang. Di dunia DSLR, Canon dengan format EOS masih menjadi merk dengan jajaran produk kamera dan lensa terlengkap saat ini. Di tahun 2010 Canon meluncurkan dua DSLR yang penting yaitu :

EOS 60D : kamera modern untuk kelas menengah

EOS 60D bila dilihat dari namanya merupakan kamera yang seharusnya mewarisi segala kebaikan yang ada di 50D sebagai kamera semi-pro. Namun Canon membuat bingung fansnya saat 60D justru dalam beberapa hal fiturnya justru dibawah 50D. Tapi terlepas dari namanya, EOS 60D adalah kamera yang sangat baik dan dilengkapi berbagai fitur modern, ditujukan bagi mereka yang serius menekuni hobi fotografi. EOS 60D kadang dinobatkan sebagai Super Rebel karena fiturnya diatas 550D namun dibawah 50D apalagi 7D.

60d-depan

Fitur EOS 60D diantaranya :

  • sensor CMOS 18 MP, APS-C
  • 9 titik AF
  • pentaprisma
  • max speed 1/8000 detik
  • burst 5.3 fps
  • HD movie 1080p

Dengan harga jual 10 jutaan body only, EOS 60D kami rekomendasikan untuk anda yang mengejar resolusi tertinggi yang pernah dibuat di keping sensor APS-C sekaligus kinerja tinggi dari sebuah kamera DSLR. Anda yang menyukai kamera dengan layar lipat juga akan menyukai LCD lipat di 60D yang beresolusi 1 juta piksel ini.

EOS 550D : kamera pemula yang semakin baik

EOS 550D adalah kamera Rebel (kelas pemula) yang terbaik dan tercanggih dari Canon, yang sedikit menyempurnakan pendahulunya EOS 500D. Meski seri Rebel terus disempurnakan, generasi ini masih memiliki kesamaan bentuk dan fitur seperti bodi yang kecil berbahan plastik, memakai pentamirror dan kecepatan burst yang terbatas.

canon-eos-550d

Dengan harga 7,5 juta termasuk lensa kit 18-55mm IS, inilah fitur yang akan anda dapatkan :

  • sensor CMOS 18 MP, APS-C
  • 9 titik AF
  • ISO 12800
  • burst 3.7 fps
  • HD movie 1080p

Kami rekomendasikan EOS 550D ini untuk fotografer pemula, atau anda yang perlu kamera dengan sensor resolusi ekstra tinggi namun tidak mengejar kinerja yang serba cepat layaknya EOS 60D. Namun jangan salah, meski kamera ini untuk pemula namun fiturnya sudah hampir menyamai kamera yang kelasnya ada diatasnya.

>>> NIKON

Nikon merupakan legenda fotografi yang terus menghasilkan produk yang berkualitas dan menjadi pesaing dari Canon sejak dulu. Nikon dikenal akan kualitas optik pada semua lensanya, juga mampu membuat kamera dengan bentuk dan ergonomi yang mantap. Di dunia DSLR Nikon juga dikagumi akan kehandalan metering dan auto fokusnya. Mount lensa Nikon F yang tetap dipertahankan sejak 50 tahun lalu membuat semua kamera DSLR Nikon terbaru tetap bisa dipasangi lensa Nikon apa saja (meski belum tentu semuanya bisa auto fokus). Di tahun 2010 Nikon membuat dua gebrakan penting dengan meluncurkan D7000 dan D3100 :

D7000 : DSLR Nikon semi-pro terbaik dalam sejarah

Nikon D7000 boleh dibilang adalah produk DSLR kelas semi-pro terbaik yang pernah dibuat oleh Nikon. Melanjutkan sukses D90, kini Nikon meramu D7000 dengan memadukan sebagian fitur D90 dan sebagian fitur dari D300 yang tergolong kamera profesional. Jadilah D7000 ini kamera yang bakal meraih popularitas seperti D90 di tahun lalu.

d7000_18_105

Beberapa fitur dari kamera seharga 12 juta (body only) atau 15 juta kit 18-105mm VR diantarnya :

  • sensor CMOS 16 MP, APS-C
  • 39 titik AF
  • pentaprisma
  • 2016 titik metering
  • burst 5.3 fps
  • HD movie 1080p
  • wireless flash

Kami merekomendasikan D7000 untuk anda yang awalnya berencana membeli DSLR Nikon kelas menengah D90 atau bahkan kelas pro seperti D300. Anda yang punya koleksi lensa Nikon lama juga akan tetap bisa merasakan kemudahan dengan adanya dukungan lensa lama di D7000 ini.

D3100 : akan mengulang sukses D40 sebagai DSLR pemula populer

Nikon D3100 adalah DSLR pemula paling mengesankan yang pernah dibuat oleh Nikon, dengan merubah banyak hal yang ada pada pendahulunya D3000. Selain merubah sensor dari CCD 10 MP ke CMOS 14 MP, D3100 juga akhirnya membenamkan fitur full HD movie yang mampu auto fokus saat merekam video. Namun sebagaimana layaknya DSLR pemula Nikon lain, D3100 juga tidak dilengkapi dengan motor fokus sehingga terpaksa tidak bisa auto fokus bila dipasangi lensa Nikon lawas.

d3100_tb1

Nikon D3100 memiliki fitur unggulan seperti :

  • sensor CMOS 14 MP, APS-C
  • 11 titik AF
  • ISO 12800
  • burst 3 fps
  • HD movie 1080p

Kami merekomendasikan Nikon D3100 untuk para pemula yang sedang memulai hobi fotografi, atau anda yang belum pernah memiliki lensa Nikon lawas, atau anda yang mencari kamera DSLR yang bisa merekam full HD movie dengan harga terjangkau. D3100 dijual seharga 6,5 juta dengan lensa kit 18-55mm VR.

>>> SONY

Sony adalah nama baru di dunia DSLR yang serius menantang pemain lama dengan modal kehebatan mereka dalam manufaktur mikrochip dan kematangan pengalaman dalam dunia audio video. Dengan modal kuat, Sony terus menekan pasar dan berharap bisa masuk 3 besar di tahun mendatang. Tak heran karena Sony sebetulnya mengakuisisi Konica Minolta yang berpengalaman dalam dunia SLR film. Tak seperti Nikon dan Canon, Sony membenamkan fitur stabilizer di bodi, artinya semua lensa Alpha mount yang dipasang bisa mendapat manfaat dari stabilizer ini. Bahkan Sony menjadi produsen pertama dan  satu-satunya yang mampu membuat sistem stabilizer pada sensor full frame saat tahun lalu meluncurkan A850/A900. Di 2010 Sony seperti biasa meluncurkan produk secara berpasangan, yaitu A55/A33 dan A580/A560 :

Alpha A55/A33 : cepat berkat inovasi cermin semi-transparan

Inilah DSLR modern sesungguhnya yang dengan cerdas mengatasi dilema adanya cermin dalam DSLR. Daripada mengikuti desain konvensional yang cerminnya naik turun, A55/A33 memakai cermin fix yang semi transparan, sehingga auto fokus bisa tetap memakai phase detect saat mode live-view bahkan saat merekam video. Keuntungan lain adalah dimungkinkannya memakai kecepatan burst tinggi tanpa harus mendesain mekanik cermin yang rumit. Sebagai catatan, kamera semacam ini tidak lagi memiliki jendela bidik optik. Sebagai gantinya ada jendela bidik elektronik dengan LCD.

sony-a55v

Berikut fitur dari A55/A33 :

  • Translucent mirror
  • 16 MP (A55) dan 14 MP (A33), APS-C
  • ISO 12800
  • 15 titik AF
  • memakai EVF (ElectronicView Finder) 1.44 juta piksel
  • HD video 1080i 60fps AF
  • layar LCD 3 inci yang bisa dilipat
  • 10 fps

Kami rekomendasikan A55/A33 untuk anda yang suka mencoba hal-hal baru dalam fotografi, atau yang menghendaki kinerja cepat dari kamera yang relatif murah. Kapan lagi ada DSLR seharga kurang dari 8 juta yang bisa memotret burst 10 fps?

Alpha A580/A560 : live-view cepat dengan sensor terpisah

Alpha A580 dan A560 adalah penerus Alpha A550/A500 yang sukses dengan sistem live-view memakai sensor terpisah. Keuntungannya, kita bisa merasakan live-view dengan metoda phase detect yang cepat, cukup dengan menggeser tuas modus live-view. Meski A580/A560 bisa dikategorikan kamera DSLR kelas menengah, namun ditinjau dari segi harga keduanya masih tergolong kelas pemula.

sony_a580

Berikut fitur dari A580/A560 :

  • 16 MP (A580) dan 14 MP (A560), APS-C
  • ISO 12800
  • 15 titik AF
  • live-view dengan sensor terpisah
  • HD video 1080i 60fps
  • layar LCD 3 inci yang bisa dilipat
  • 7 fps

Di tahun lalu Sony sudah meluncurkan berbagai DSLR murah seperti seri A200, A300 hingga A400 namun dengan harga jual A560 yang ada di kisaran 7 jutaan, rasanya A560 sudah menjadi pilihan terbaik untuk pemula hingga menengah. Kami rekomendasikan A580/A560 bagi mereka pecinta Sony yang tidak menyukai jendela bidik elektronik pada A55/A33, atau bagi siapapun yang mencari kamera DSLR Sony terbaik di kelas pemula.

>>> PENTAX

Pentax merupakan pemain lama yang cukup kedodoran dalam mengejar kompetisi di kancah DSLR meski kerap membuat kejutan dengan produknya yang bisa mencuri perhatian para fotografer. Pentax dikenal memiliki jajaran lensa prime yang unik dan berkualitas tinggi. Semua kamera DSLR Pentax memiliki stabilizer di bodi, artinya semua lensa yang dipasang bisa mendapat manfaat dari stabilizer ini.  Satu produk Pentax yang cukup populer di tahun lalu adalah Pentax K-x, kamera DSLR pemula pertama yang dilengkapi dengan fitur video HD. Kini Pentax menjajal peruntungannya bersaing di tengah ketatnya kompetisi DSLR dengan dua produk unggulan yaitu Pentax K-5 dan K-r :

K-5 : kamera flagship dari Pentax

Laksana sebuah tank, Pentax K-5 sebagai DSLR tercanggih dari Pentax, sanggup meladeni pemakainya di segala kondisi. Bodinya kokoh, dilengkapi seal kedap air untuk pemakaian di kala hujan dan lembab. Pentax K-5 merupakan penerus dari K-7 dan kini memiliki kecepatan burst luar biasa dengan 7 fps.

pentax_k5_18-135

Fitur K-5 diantaranya :

  • sensor CMOS 16 MP, APS-C
  • 11 titik AF
  • 77 segmen metering
  • pentaprisma
  • burst 7 fps
  • HD movie 1080p 25fps

Inilah DSLR Pentax dengan resolusi tertinggi yaitu 16 MP dan juga tercepat yaitu 7 fps. Bila anda mencari kamera terbaik yang pernah diproduksi oleh Pentax, jangan ragu memilih K-5 ini. Harga jualnya cukup fantastis dan setara dengan EOS 7D di kisaran 15 juta body only, sepadan dengan bodi kokohnya dan fitur terbaiknya.

K-r : kamera pemula yang semakin cepat

Pentax K-r ditujukan untuk meneruskan sukses Pentax K-x (dan sebelumnya K-m) sebagai DSLR pemula. Meski masih memakai sensor beresolusi yang sama seperti K-x yaitu 12 MP, kini Pentax K-r sudah mengatasi kendala di K-x yang tidak bisa menampilkan lampu indikator titik fokus di jendela bidik. Peningkatan besar yang digaungkan Pentax pada K-r adalah kecepatan burst yang luar biasa, yaitu 6 fps dan menurut catatan kami inilah burst tertinggi di kelas DSLR pemula (yang umumnya hanya 3 fps). Selain itu inilah DSLR pemula yang bisa memotret dengan shutter ekstra cepat 1/6000 detik, mendekati kemampuan DSLR menengah yang bisa 1/8000 detik.

pentax-k-r

Berikut spesifikasi Pentax K-r :

  • sensor CMOS, 12 MP
  • cepat dengan 6 fps
  • HD movie 720p 24 fps
  • 11 titik AF (bisa menyala)
  • 16 segmen metering
  • in camera HDR

Kami rekomendasikan Pentax K-r bagi siapa saja yang mencari kamera lengkap, cepat dan terjangkau. Jangan ragu soal kualitas kamera Pentax dan lensanya, meski di tanah air peminatnya tidak terlalu banyak. Harga jualnya relatif sama seperti DSLR pemula merk Canon maupun Nikon di kisaran 7 jutaan lengkap dengan lensa kit 18-55mm.

>>> OLYMPUS

Olympus adalah produsen yang menggagas konsep DSLR yang murni bukan dari modifikasi kamera SLR film, untuk itu mereka membuat konsep Four Thirds dengan crop factor 2x. Format ini sendiri kini dikabarkan semakin tidak jelas sejak Olympus juga mengurusi format micro Four Thirds. Olympus memiliki jajaran lensa Zuiko yang lengkap namun agak mahal apalagi untuk lensa widenya. Di tahun ini Olympus hanya memproduksi satu DSLR yaitu E-5.

E-5 : kamera profesional yang agak terlambat hadir

Sebagai kamera kelas pro, E-5 masih mempertahankan semua hal baik yang ada di E-3 terutama ketangguhan bodi berbahan magnesium alloy yang kokoh plus weathersealed. Kamera yang shutternya mampu dipakai hingga 150 ribu kali jepret ini diklaim memiliki kecepatan auto fokus tercepat di dunia meski ‘hanya’ didukung oleh modul AF yang memiliki 11 titik (semuanya cross type). Inilah kamera tercanggih dengan sensor Four Thirds (crop factor 2x) yang ditunggu-tunggu pecinta Olympus, sayang kehadirannya agak terlambat karena pesaing sudah lebih dulu memperkenalkan produk mereka.

oly-e-5

Berikut spesifikasi lengkapnya :

  • 12.3 MP Live MOS sensor (4/3 crop factor 2x)
  • Sensor-shift Image Stabilizer (IS)
  • LCD 3 inci yang bisa dilipat
  • pentaprisma
  • 11 titik AF
  • ISO 6400
  • HD movie 720p, 30fps
  • wireless flash

Sebagai pendamping E-5, tersedia lensa Zuiko Digital 12-60mm f/2.8-4.0 SWD.

Itulah daftar DSLR yang dibuat di tahun 2010 ini, berikut rekomendasi kami. Semua kamera sama baiknya, anda tidak perlu menanyakan mana yang lebih bagus. Anda cukup menentukan fitur apa yang anda butuhkan, berapa dana yang anda sediakan dan kebutuhan lensa ke depan akan lebih ke jenis lensa apa.

Berikut tabel perbandingan yang kami susun sebagai rangkuman artikel di atas, kalau hurufnya terlalu kecil tabel dibawah ini bisa diklik untuk melihat dalam ukuran aslinya.

clipboard-1

Bila anda suka artikel ini dan hendak membantu kami dalam operasional pemeliharaan website (biaya internet, hosting, domain dsb) pertimbangkan membeli produk fotografi melalui kami yang telah didukung oleh sponsor situs ini, yaitu Tokocamzone. Dengan membeli melalui kami, anda sudah ikut membantu kami untuk terus membantu pembaca lainnya dengan membuat artikel bermutu.

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

Sony SLT A55/A33, inikah DSLR modern yang sesungguhnya?

Tak dipungkiri hal utama yang fenomenal dari peluncuran DSLR Sony baru-baru ini adalah hadirnya kamera SLT (Single Lens Translucent-mirror) yaitu Alpha A55 dan A33. Keduanya memakai teknologi cermin yang semi-transparan yang pertama kalinya diperkenalkan di dunia kamera digital. Manfaat dari pemakaian cermin transparan ini terasa dalam auto fokus yang cepat saat live-view dan saat merekam video. Sebelumnya Sony masih menahan diri untuk tidak membenamkan fitur video pada kamera DSLR-nya.

Sony SLT A55/A33 bagaimanapun juga adalah kamera DSLR biasa dengan cermin dan sensor berukuran APS-C. Mount lensanya pun sama seperti DSLR Sony lainnya, pun juga dengan spesifikasi dasarnya. Bedanya adalah cermin di A55/A33 adalah berjenis pellicle mirror (semi transparan) yang dulu sempat digunakan oleh Canon di era SLR film namun kurang sukses. Kini Sony mencoba berinovasi dengan cermin unik ini, setelah sebelumnya telah berinovasi dengan sistem dua sensor untuk mewujudkan auto fokus yang cepat saat live-view yaitu berbasis deteksi fasa.

Sebelum membahas lebih jauh soal cermin transparan ini, sekilas kami ulas kembali deretan fitur A55/A33 yaitu memakai sensor CMOS berukuran APS-C, mampu memotret burst hingga 10 fps, auto fokus berbasis deteksi fasa (15 titik sensor AF) saat memotret dan merekam video (resolusi video HD 1080i) dan yang unik adalah digunakannya view finder elektronik dengan resolusi tinggi 1.4 juta piksel. Bila hendak mencari padanan dari kedua kamera SLT ini, tidak ada produsen DSLR manapun yang bisa menyamai kemampuan A55/A33 dalam live-view, auto fokus dan burst 10 fps dengan kisaran harga jual 8 jutaan saja.

Kutipan dari Sony pada siaran pers resminya :

Sony’s first-ever digital cameras to employ Translucent Mirror Technology these new models showcase an innovative optical system that opens up dramatic new shooting possibilities. In contrast with conventional DSLR cameras, Translucent Mirror Technology uses a fixed, translucent mirror that ‘splits’ the optical pathway between the main image sensor and a separate phase-detection autofocus sensor. Translucent Mirror Technology overcomes other traditional limitations of DSLR models, with its simplified mechanical design shrinking camera size and complexity. Making the ?55 and ?33 a compelling choice for casual photographers who want to capture spontaneous family moments and travel scenes with less to carry.

Dari kutipan di atas nampak kalau Sony merasa sudah melakukan inovasi besar dengan cermin ini sehingga DSLR lain akan dianggap konvensional (kalau boleh dibilang kuno) dan bisa jadi Sony merancang sistem ini untuk jadi standar DSLR di era mendatang. Bahkan metoda SLT ini mengancam kubu mirrorless yang jelas tidak memiliki keunggulan dalam hal auto fokus deteksi fasa yang cepat (apalagi harga SLT dan mirrorless bersaing ketat).

pelliclemirror

Kini kita bahas seputar cerminnya. Lihat gambar ilustrasi di atas. Cermin transparan pada kamera Sony SLT ‘memecah’ sinar yang masuk melalui lensa menjadi dua arah yaitu 70% memasuki sensor dan 30% menuju modul auto fokus (di bagian atas). Dalam hal ini konsekuensi pertama dari pemakaian cermin semacam ini adalah penurunan jumlah cahaya yang memasuki sensor sebanyak kurang lebih 0.3 Ev. Mungkin hal ini bukan masalah serius buat kebanyakan kita karena kamera modern punya hasil yang baik di ISO tinggi, tapi penurunan ini tetap harus dicatat dan diantisipasi dampaknya dikala kondisi kurang cahaya.

Sony mengklaim membuat inovasi dengan hadirnya duo A55/A33 ini, namun perubahan cukup radikal pada desain  ‘jeroan’ kamera SLT ini akan membawa implikasi tersendiri (positif atau negatif – silahkan anda nilai sendiri) seperti :

  • cermin tidak lagi bergerak naik turun saat memotret (meski bisa diangkat manual untuk membersihkan sensor)
  • tanpa gerakan cermin membuat kamera ini bisa bebas memotret cepat hingga 10 fps
  • modul AF pindah ke bagian atas kamera, sehingga hilanglah prisma untuk jendela bidik optik
  • ketiadaan prisma menjadikan dimensi kamera SLT lebih kecil dari kamera DSLR
  • pengganti jendela bidik optik adalah finder elektronik (LCD) seperti kamera mirrorless
  • sensor CMOS  selalu bekerja setiap saat kamera akan dipakai memotret, plus stabilizer pada sensor yang bekerja membuat sensor bekerja keras
  • tanpa jendela bidik optik, sulit untuk memotret panning sambil melihat obyek yang akan difoto
  • tanpa cermin yang bergerak naik turun, semestinya kamera SLT bisa memotret tanpa suara, namun karena masih memakai shutter mekanik maka suara ‘cetrek’ tetap terdengar saat memotret
  • hilangnya modul metering (light meter built-in), sebagai gantinya metering memakai sensor utama dengan 1200-zone multi-segment metering
  • Sony menganggap sistem SLT tidak butuh auto fokus berbasis deteksi kontras seperti live-view pada DSLR lainnya

Memang sekarang kita belum bisa menduga seperti apa DSLR modern di masa mendatang, apakah tetap akan memiliki cermin biasa (warisan dari jaman dahulu) atau memakai cermin transparan (seperti Sony A55/A33 ini) atau justru meniadakan cermin (seperti kamera mirrorless, kamera micro 4/3 dsb). Apakah di masa mendatang DSLR itu masih memakai jendela bidik optik atau sudah memakai LCD? Apakah di masa depan shutter mekanik masih tetap dipertahankan? Kami masih menantikan itu semua, tapi satu hal yang pasti, fungsi kamera untuk fotografi tetap sama, tak peduli bagaimanapun desain kamera DSLR di masa mendatang.

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

Sony luncurkan empat kamera DSLR baru

Hari ini Sony kembali membuat gebrakan dengan meluncurkan sekaligus empat kamera DSLR baru, dimana dua diantaranya benar-benar baru secara konsep. Sambutlah dua DSLR pellix yaitu SLT A33 dan SLT A55, serta dua DSLR klasik yaitu A580 dan A560. Keempat kamera ini sudah mampu merekam fitur ‘must-have‘ yaitu HD movie recording.

a55

Apa itu DSLR pellix (pellicle mirror)? Istilah ini tak lain menyatakan penggunaan cermin (mirror) yang semi-transparan (translucent) sehingga pada saat yang sama, gambar yang diteruskan dari lensa bisa langsung mengenai sensor dan sekaligus bisa dipantulkan ke modul metering dan modul AF (pertama diperkenalkan oleh Canon di era 1990-an). Keuntungannya, kamera dengan cermin yang transparan bisa melakukan live-view (menampilkan gambar yang akan difoto atau direka video melalui layar LCD) sementara kamera tetap mengandalkan sistem auto fokus deteksi fasa melalui modul AF. Hal ini menghindarkan pemakaian auto fokus berbasis deteksi kontras saat live-view yang lambat seperti semua prinsip kerja live-view yang dipakai di DSLR merk lain.

a55_mon2

Kembali ke Sony, berikut adalah jajaran baru kamera DSLR mereka :

Sony Alpha SLT A55 :

  • Translucent mirror
  • 16MP, APS-C
  • ISO 100-12800
  • 15 titik AF
  • memakai EVF (ElectronicView Finder) 1.44 juta piksel
  • HD video 1080i 60fps AF
  • layar LCD 3 inci yang bisa dilipat
  • 10 fps
  • built-in GPS (versi A55V)

Sony Alpha SLT A33 :

  • Translucent mirror
  • 14MP, APS-C
  • ISO 100-12800
  • 15 titik AF
  • memakai EVF (ElectronicView Finder) 1.44 juta piksel
  • HD video 1080i 60fps AF
  • layar LCD 3 inci yang bisa dilipat
  • 7 fps

Sony Alpha A580 :

  • Penerus Alpha A550
  • 16 MP, APS-C
  • ISO 100-12800
  • 15 titik AF
  • live-view dengan sensor terpisah
  • HD video 1080i 60fps
  • layar LCD 3 inci yang bisa dilipat
  • 7 fps

Sony Alpha A560 :

  • Penerus Alpha A500
  • 14 MP, APS-C
  • ISO 100-12800
  • 15 titik AF
  • live-view dengan sensor terpisah
  • HD video 1080i 60fps
  • layar LCD 3 inci yang bisa dilipat
  • 7 fps
Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..