Sony luncurkan empat kamera DSLR baru

Hari ini Sony kembali membuat gebrakan dengan meluncurkan sekaligus empat kamera DSLR baru, dimana dua diantaranya benar-benar baru secara konsep. Sambutlah dua DSLR pellix yaitu SLT A33 dan SLT A55, serta dua DSLR klasik yaitu A580 dan A560. Keempat kamera ini sudah mampu merekam fitur ‘must-have‘ yaitu HD movie recording.

a55

Apa itu DSLR pellix (pellicle mirror)? Istilah ini tak lain menyatakan penggunaan cermin (mirror) yang semi-transparan (translucent) sehingga pada saat yang sama, gambar yang diteruskan dari lensa bisa langsung mengenai sensor dan sekaligus bisa dipantulkan ke modul metering dan modul AF (pertama diperkenalkan oleh Canon di era 1990-an). Keuntungannya, kamera dengan cermin yang transparan bisa melakukan live-view (menampilkan gambar yang akan difoto atau direka video melalui layar LCD) sementara kamera tetap mengandalkan sistem auto fokus deteksi fasa melalui modul AF. Hal ini menghindarkan pemakaian auto fokus berbasis deteksi kontras saat live-view yang lambat seperti semua prinsip kerja live-view yang dipakai di DSLR merk lain.

a55_mon2

Kembali ke Sony, berikut adalah jajaran baru kamera DSLR mereka :

Sony Alpha SLT A55 :

  • Translucent mirror
  • 16MP, APS-C
  • ISO 100-12800
  • 15 titik AF
  • memakai EVF (ElectronicView Finder) 1.44 juta piksel
  • HD video 1080i 60fps AF
  • layar LCD 3 inci yang bisa dilipat
  • 10 fps
  • built-in GPS (versi A55V)

Sony Alpha SLT A33 :

  • Translucent mirror
  • 14MP, APS-C
  • ISO 100-12800
  • 15 titik AF
  • memakai EVF (ElectronicView Finder) 1.44 juta piksel
  • HD video 1080i 60fps AF
  • layar LCD 3 inci yang bisa dilipat
  • 7 fps

Sony Alpha A580 :

  • Penerus Alpha A550
  • 16 MP, APS-C
  • ISO 100-12800
  • 15 titik AF
  • live-view dengan sensor terpisah
  • HD video 1080i 60fps
  • layar LCD 3 inci yang bisa dilipat
  • 7 fps

Sony Alpha A560 :

  • Penerus Alpha A500
  • 14 MP, APS-C
  • ISO 100-12800
  • 15 titik AF
  • live-view dengan sensor terpisah
  • HD video 1080i 60fps
  • layar LCD 3 inci yang bisa dilipat
  • 7 fps
Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

A290 dan A390, duo DSLR pemula baru dari Sony

Sony menunjukkan keseriusannya menggarap pasar DSLR pemula dengan sekaligus melakukan penyegaran produknya yaitu A230 dan A380 yang kini digantikan dengan A290 dan A390. Perbedaan keduanya ada di sistem live-view dan LCD lipat, sedang soal resolusi sensor keduanya sama-sama memakai sensor CCD 14 MP yang dilengkapi stabilizer dan anti debu. Perbedaan mendasar dari seri lama ada di desain gripnya yang kini tampak lebih nyaman (dan aman) untuk digenggam. Kedua produk ini ditargetkan untuk segmen fotografer pemula dengan mengandalkan kemudahan pemakaian, kesederhanaan bentuk namun kualitas foto yang prima.

Kamera DSLR Sony memakai mount Alpha yang kompatibel dengan lensa Minolta lama, termasuk kedua kamera baru ini. Sebagai lensa kit disediakan Sony DT 18-55mm f/3.5-5.6 SAM. Karena ukuran sensornya yang berjenis APS-C, fokal lensa yang dipasang akan mengalami crop factor 1,5x sehingga fokal efektif lensa menjadi 27-82,5mm. Kedua kamera baru ini punya 9 titik AF, layar LCD berukuran 2,7 inci, ISO maksimal di ISO 3200, 40 segmen multi pattern metering, mendukung wireless flash dan mencatat kinerja burst yang pas-pasan di 2,5 fps. Kinerja lampu kilat internal juga lumayan dengan GN10 dan seperti DSLR Sony lainnya, flash hot shoe di A290/A390 ini juga ekslusif (tidak universal). Keduanya mengandalkan tenaga baterai Lithium yang sanggup dipakai hingga 500 kali jepret setiap kali diisi ulang. Dukungan memory kini bisa fleksibel dengan Memory Stick Duo atau SD/SDHC card.

dslr-a390

Sony A290 ditujukan untuk mereka yang dananya terbatas atau yang tidak memerlukan fitur live view. Namun bila dilihat lebih jauh, fitur live view di A390 begitu menggiurkan untuk dicoba karena memakai sensor terpisah sehingga kecepatan fokus pada saat live view sangat cepat. Belum lagi saat live view ada dukungan 1200 zone metering, tampilan histogram hingga preview yang aktual (termasuk white balance). Memotret memakai live view akan lebih nyaman karena layar LCD di A390 bisa dilipat ke atas (untuk memotret sambil jongkok) atau ke bawah (untuk memotret dengan mengangkat kamera di atas kepala). Satu-satunya kerugian dari live view ini adalah mengecilnya ukuran jendela bidik optik (A290 punya perbesaran 0,83x sedang A390 cuma 0,74x).

dslr-a390back

Sony belum mengumukan harga dari kedua kamera ini, prediksi kami di kisaran 4 juta (A290) dan 5 juta (A390).

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

Berburu DSLR 4 jutaan

Dengan dana 4 jutaan, sebuah kamera DSLR lengkap dengan lensa kit sudah bisa dimiliki. Buat anda yang sedang menimbang untuk mulai serius di dunia fotografi, daripada membeli kamera non DSLR dengan sensor kecil, kenapa tidak memilih DSLR saja? Dengan sensor besar, fokus cepat, kinerja tinggi dan kesempatan memiliki berbagai lensa dan aksesori, sebuah DSLR 4 jutaan pun sudah amat baik untuk mulai terjun di fotografi yang lebih serius. Kali ini kami hadirkan DSLR 4 jutaan yang bisa anda pilih di tengah tahun 2010 ini.

Canon EOS 1000D

Inilah kamera yang cukup berumur (pertama kali diluncurkan tahun 2008) namun penjualannya masih terus tinggi hingga sekarang. Saat ini harga jual 1000D sudah mencapai titik terendah dalam sejarah dengan 4,4 jutaan sudah termasuk lensa kit 18-55mm IS. Belum jelas kapan Canon akan merilis penerus 1000D, apalagi seri diatasnya yaitu 500D sudah dilanjutkan menjadi 550D.

Alasan utama banyak orang yang memilih 1000D adalah kelengkapan fitur termasuk live-view, 7 titik AF dan harganya yang jauh lebih murah daripada 500D. Lagipula, tidak semua orang perlu fitur video pada kamera DSLR.

canon-eos-1000d

Secara singkat, nilai plus dari 1000D :

  • fitur lengkap (termasuk live-view)
  • bisa auto fokus dengan semua lensa Canon (EF dan EF-S)
  • dukungan aksesori resmi untuk battery grip

Sedang minusnya :

  • tanpa spot metering
  • bodi kurang mantap
  • produk lawas, tergolong cukup berumur

Nikon D3000

D3000 adalah kamera DSLR penerus Nikon D40-D60 yang mencoba meramu teknologi D5000 dengan kesederhanaan ala D60. Hasilnya, sebuah kamera baru dengan 11 titik AF yang tergolong mewah untuk harganya yang ada di kisaran 4,4 jutaan (termasuk lensa kit 18-55mm VR) namun juga tergolong sederhana tanpa fitur live-view dan tanpa motor AF di bodi.

Alasan utama orang memilih D3000 adalah karena harganya yang sudah semakin murah (lebih murah dari D40 jaman dulu), namun kualitas khas Nikon tetap bisa dinikmati (seperti akurasi metering, legenda TTL flash, ergonomi yang nyaman dsb). Meski D3000 ini tidak sehebat D5000 yang punya fitur video dan live-view (kedua fitur tadi semakin nyaman berkat dipakainya sistem LCD lipat), toh harga D5000 juga terpaut 2 jutaan sehingga segmentasi  keduanya jelas.

nikon_d3000

Secara singkat, nilai plus D3000 :

  • produk baru
  • 11 titik AF
  • ergonomi terbaik dibanding pesaing sekelas
  • metering akurat
  • LCD lega (3 inci)

Sedang minusnya :

  • noise di ISO 800 ke atas
  • tanpa motor AF di bodi (hanya bisa auto fokus dengan lensa Nikon AF-S)
  • tanpa live-view
  • tanpa bracketing

Sony Alpha A230

Seri penerus A200 ini kini dijual di kisaran 4,2 jutaan alias DSLR termurah yang ada untuk saat ini. Dengan harga semurah ini anda sudah bisa memiliki sebuah kamera DSLR dengan lensa kit 18-55mm, plus adanya stabilizer di bodi kamera. Selain stabilizer, keunggulan lain A230 ada di layar LCDnya yang cukup lega dengan diagonal 2.7 inci. Alpha A230 cukup baik dalam spesifikasi namun juga dikritik untuk desain bodinya yang justru lebih bagus sang pendahulu A200 (utamanya dalam hal ergonomi).

sony_a230

Secara singkat, nilai plus A230 :

  • paling murah
  • ada stabilizer (sensor shift)
  • ada wireless flash commander

Sedang minusnya :

  • ergonomi jelek
  • beberapa tombol penting yang ada di A200 ditiadakan
  • tanpa live-view

Kesimpulan

Dari ketiga pilihan di atas, memang tidak ada satu pemenang mutlak. Tiap orang punya selera sendiri, pertimbangan sendiri bahkan fanatisme sendiri. Ketiganya punya bandrol harga yang sama, pilihan tentu dijatuhkan pada seberapa kita memerlukan fitur yang ditawarkan para produsen. Misal anda perlunya kamera dengan stabilizer di bodi, sehingga lensa apapun yang dipasang bisa merasakan manfaatnya, maka pilihan tentu lebih kepada Sony A230. Bila anda perlu live-view, maka pilihannya tentu 1000D.

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

Alpha A850, A550 dan A500 : bukti keseriusan Sony di dunia DSLR

Hari ini Sony meluncurkan sekaligus tiga produk DSLR baru sebagai bukti keseriusan mereka untuk fokus di dunia digital imaging. Sambutlah DSLR full frame ekonomis, Alpha 850 seharga 20 jutaan dan DSLR kelas menengah A550/A500 dengan harga dibawah 10 juta. Alpha A850 merupakan DSLR kelas profesional yang umumnya dipakai di studio, sementaraA500 ini termasuk kelas baru yang mengisi kekosongan antara A200/A300 dan A700. Seperti yang sudah diduga, jajaran kamera baru ini tetap tidak memiliki fitur HD movie karena Sony belum siap dalam mendesain auto fokus terbaik dalam mode video (lagipula fitur movie belum tentu diperlukan oleh para fotografer).

Sony A850 (credit : stevesdigicams)
Sony A850 (credit : stevesdigicams)

Berita baik bagi pecinta DSLR full frame. Bila harga Sony A900 (atau DSLR full frame merk lain) masih dirasa terlalu tinggi, maka A850 ini hadir menawarkan resolusi ekstra tinggi 24 MP dengan harga 20 jutaan saja. Tentu A850 ini kalah dalam kecepatan burst dan viewfinder coverage dibanding A900, tapi keduanya sama dalam urusan sensor (Exmor) dan prosesor (dual Bionz) sehingga menjamin kualitas hasil foto yang sama baiknya. Sebagai info, format full frame dengan resolusi 24 MP telah mulai menjadi alternatif murah untuk profesional yang selama ini mengandalkan digital-back (medium format), dengan kualitas yang hampir menyamai perangkat kamera ratusan juta itu. Sebagai lensa kitnya, Sony menawarkan lensa SAM 28-75mm f/2.8 bukaan konstan, meski untuk DSLR full frame tentu lebih mantap memakai lensa Zeiss.

Fitur utama A850 adalah :

  • sensor full frame, 24 MP
  • 9 titik AF utama dan 10 titik AF bantuan
  • sensor shift steady shot (tidak mudah lho, mendesain sistem stabilizer pada sensor sebesar ini)
  • LCD ukuran 3 inci resolusi tinggi
  • top status LCD

Kekurangan dari A850 setidaknya :

  • burst cuma 3 fps (namun pada resolusi maksimal 24 MP)
  • tanpa built-in flash (namun merk lain pun umumnya tanpa built-in flash)
  • tanpa live-view

Adapun A550/A500 menjadi produk menengah yang menarik terlebih karena produk A350/A380 yang tergolong kelas entry level tidak cukup mumpuni untuk bersaing dengan merk lain di kelas menengah yang sama-sama memakai sensor APS-C seperti Nikon D90 dan Canon 500D (Sony pun perlu meng-update A700-nya untuk bersaing dengan Nikon D300 dan Canon 50D). Sony A550 (14 MP) dan A500 (12 MP) juga hadir dengan live view khas Sony dan layar LCD lipat 3 inci, meski resolusi layar pada A550 jauh lebih tajam. Lagi-lagi, Sony tidak menawarkan fitur HD movie pada seluruh jajaran DSLRnya, termasuk di produk anyarnya ini. A550 dijual 9 jutaan dan A500 dijual 7 jutaan dengan lensa kit 18-55mm.

Sony A550 (credit : stevesdigicams)
Sony A550 (credit : stevesdigicams)

Fitur utama A550/A500 adalah :

  • sensor CMOS Exmor (APS-C), 1.5x crop factor
  • 9 titik AF dan auto fokus tercepat saat live view
  • steady shot
  • LCD lipat ukuran 3 inci resolusi tinggi
  • burst 7 fps (speed priority)

Kekurangan dari A550/A500 setidaknya :

  • tanpa top status LCD
  • AF assist lamp mengandalkan lampu kilat

Selain itu Sony juga meluncurkan lensa fix baru DT 30mm f/2.8 SAM macro khusus untuk sensor APS-C.

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

Tiga DSLR Alpha baru dari Sony

Sony kembali meluncurkan DSLR baru mereka, yang berturut-turut menggantikan produk lama :

  • Alpha A230 ($ 550, 10 MP) – menggantikan A200
  • Alpha A330 ($ 650, 10 MP, live view, tilt LCD) – menggantikan A300
  • Alpha A380 ($ 850, 14 MP, live view, tilt LCD) – menggantikan A350

sony-a380-292x300

Ketiga kamera ini punya desain yang lebih modern dan lebih kecil dari pendahulunya, meski masih mengusung sistem stabilizer pada bodi yang membuat fitur ini berfungsi pada semua lensa yang dipakai. Entah kenapa Sony tidak menerapkan fitur movie pada seri Alpha, meski memang tidak semua fotografer memerlukannya. Live view pada A330 dan A380 masih mengandalkan teknik yang sama seperti sebelumnya dengan sensor khusus terpisah yang membuatnya bekerja secara real time dan cepat. Ketiga kamera Sony baru ini bukan pekerja cepat karena hanya mampu continuous shooting hingga 2,5 fps (bahkan turun jadi 2 fps di mode live view).

Belum ada info apakah beberapa kekurangan pada seri sebelumnya seperti ketiadaan histogram saat live view telah disempurnakan di seri baru ini.

Selain meluncurkan ketiga DSLR diatas, Sony juga meluncurkan empat lensa baru (dengan motor micro SAM di dalam lensa) dan satu lampu kilat eksternal :

  • SAM 18-55mm f/3.5-5.6 standard zoom lens – $200
  • SAM 55-200mm f/4-5.6 telephoto zoom lens – $230
  • SAM 50mm f/1.8 prime – $150
  • SAM DT 30mm F2.8 macro – $ ???
  • HVL-F20AM flash – $130
Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..