Lumix FX75 : lensa cepat dan lebar, plus layar sentuh

Satu lagi kamera saku baru dari Panasonic yang bernama Lumix DMC-FX75 dengan resolusi sensor 14 MP. Seri FX sendiri merupakan seri klasik dari kamera saku Lumix yang terus berkembang dan tetap dipertahankan meski kini Panasonic sudah membuat banyak varian kamera saku seperti seri TZ, seri FS, seri FH dan seri LS. Disaat tren saat ini bergeser ke arah lensa ultra wide dan ekstra besar (dalam hal bukaan diafragma) maka Lumix satu ini juga tak ketinggalan dalam mengikuti tren tersebut. Jadilah kamera saku ini memiliki lensa bukaan f/2.2 dengan rentang fokal 24-120mm (5x zoom) yang didesain secara cermat oleh Leica.

lumix-fx75

Banyak perbedaan yang bisa didapat dengan lensa ultra wide 24mm apalagi yang mampu membuka hingga f/2.2 seperti Lumix FX75 ini. Pertama tentunya adalah perspektif dan picture angle yang lebar sebagai hasil dari lensa wide 24mm, dan kedua adalah kemampuan untuk memakai shutter yang lebih cepat dengan bukaan besar f/2.2. Sayangnya saat di posisi tele bukaan maksimum lensa di Lumix ini cuma mampu mencapai f/5.9 saja. Untuk membantu menghindari getaran tangan saat memotret, Lumix FX75 juga sudah dilengkapi dengan sistem stabilizer Power OIS yang diklaim lebih efektif daripada sistem Mega-OIS lama. Layar pada Lumix FX75 sudah memakai sistem touch screen dengan ukuran LCD 3 inci yang lega. Tapi sebagai konsekuensinya, deretan tombol di bagian kanan belakang kamera jadi dibuat minimalis bahkan tidak ada lagi tombol 4-arah seperti pada kebanyakan kamera digital.

Kamera ini juga mampu merekam HD video 720p 30 fps yang memakai kompresi AVCHD lite. Kabar baiknya, pemakaian optical zoom saat merekam video dimungkinkan. Kamera yang tidak dilengkapi kendali manual ini memang ditujukan untuk pemakaian sehari-hari dengan hanya mengandalkan mode Intelligent Auto (iA). Seperti biasa, Lumix seri FX selalu memakai baterai jenis Lithium sehingga membuat kamera seri ini berukuran tipis. Belum ada kabar soal harga jualnya, prediksi kami akan dijual di kisaran 2,5 sampai 3 jutaan.

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

Panasonic luncurkan Lumix DMC-G2 dan G10

Masih ingat Lumix DMC-G1, kamera Micro 4/3 pertama dari Panasonic? Saat itu banyak orang yang terkagum-kagum karena akhirnya muncul alternatif lain dari DSLR, sebuah kamera tanpa cermin dan memakai jendela bidik LCD, meski sama-sama memakai sensor DSLR dan lensa yang juga bisa dilepas. Meski awalnya banyak yang mengeluhkan ukuran dari G1 yang masih kurang mungil, namun akhirnya jelas sudah bahwa Panasonic memang membuat dua versi produk kamera Micro 4/3 yaitu berjenis SLR like (seperti G1) dan jenis pocketable (seperti GF1).

lumix-g2

Kali ini Panasonic meluncurkan kamera penerus dari Lumix G1/GH1 yang bernama Lumix G2 dan G10. Keduanya hampir sama secara umum, namun G2 dibuat lebih canggih dengan menyediakan fasilitas layar sentuh termasuk untuk menentukan titik fokus. Berbeda dengan G2, Lumix G10 memiliki layar yang fix alias tidak bisa dilipat. Wajar karena Lumix G10 memang ditargetkan menjadi kamera Micro 4/3 murah yang dipelopori oleh Olympus E-PL1. Bagaimana perbedaan G2/G10 baru ini dibanding dengan G1/GH1?

lumix-g10

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, baik G1, GH1, G10 dan G2, keempatnya memiliki kesamaan dalam bentuk dan desain secara umum. Sensor yang dipakai juga sama, yaitu Live MOS 4/3 beresolusi 12 MP. Sebagai kamera mirrorless, keempatnya mengandalkan sistem live-view memakai electronic viewfinder (EVF) atau lewat layar LCD yang berukuran 3 inci. Auto fokus mengandalkan sistem contrast detect yang untungnya lebih cepat dari kebanyakan kamera non DSLR lainnya.

Oke, sekarang apa perbedaan utama dari keempat kamera di atas? Inilah secara umum fitur keempatnya :

Lumix G1 (Sep 2008) :

  • ISO 3200
  • tanpa fitur movie
  • lensa kit 14-45mm
  • layar LCD lipat
  • EVF resolusi tinggi (1,44 juta piksel)

Lumix GH1 (Mar 2009) :

  • ISO 3200
  • HD movie 1920 x 1080 (AVCHD)
  • lensa kit 14-140mm
  • layar LCD lipat
  • EVF resolusi tinggi (1,44 juta piksel)

Lumix G2 (Mar 2010) :

  • ISO 6400
  • HD movie 1280 x 720 (AVCHD lite)
  • lensa kit 14-42mm
  • layar LCD lipat, touchscreen
  • EVF resolusi tinggi (1,44 juta piksel)
  • mendukung SDXC card

Lumix G10 (Mar 2010) :

  • ISO 6400
  • HD movie 1280 x 720 (M-JPEG)
  • lensa kit 14-42mm
  • layar LCD fix
  • resolusi EVF rendah (202 ribu piksel)
  • mendukung SDXC card

Dari spesifikasi di atas tampak kalau G10 memang kurang menarik karena resolusi EVF yang rendah dan LCD yang tidak bisa dilipat-putar.  Apaalagi kompresi HD movie yang ditawarkan hanya memakai M-JPEG yang sangat haus memori. Pada G10 juga tidak tersedia tombol langsung untuk merekam video, yang terdapat di G2. Namun Panasonic menjanjikan harga G10 ini lebih terjangkau, dan tetap memiliki kinerja auto fokus yang sama, ISO 6400, serta kualitas hasil foto yang sama dengan G2.

Lumix G2 sendiri menjadi kamera flagship saat ini dengan segala kelengkapan fitur dan spesifikasi tinggi, meski lucunya tidak lagi mendukung resolusi video HD 1920 x 1080 yang disediakan di GH1. Tentunya G2 akan dijual lebih mahal dari G10 dan juga tersedia dalam warna biru, merah dan hitam. Harga keduanya belum diumumkan, prediksi kami G10 akan dijual di kisaran 6 jutaan, sedang G2 di kisaran 9 jutaan.

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

Panduan lengkap memilih kamera saku superzoom

Berapa panjang lensa zoom pada kamera saku anda? Tiga, empat, atau lima kali zoom optik? Apakah anda merasa kemampuan tele dari kamera anda masih kurang? Bayangkan bila anda memiliki sebuah kamera saku yang mungil namun memiliki lensa yang panjang. Berkat kemampuan manufaktur lensa modern, kini sebuah kamera saku bisa memiliki lensa yang sangat fleksibel yang mampu menjangkau area wide (sekitar 28mm) hingga ekstra tele (diatas 300mm) atau bisa dibilang lensa superzoom (10x zoom optikal, bahkan lebih).

Pada awalnya, kamera saku memiliki lensa zoom yang umumnya amat standar, berkisar dari 35-105mm (setara dengan 3x zoom optik). Guna menjauh dari tekanan ponsel berkamera yang semakin canggih, lambat laun produsen kamera mulai menambah jangkauan baik dalam urusan wide hingga tele, hingga mulai ada kamera yang mampu menjangkau misalnya 35-200mm (setara dengan 5x zoom optik) bahkan ada yang punya lensa 28-200mm (setara dengan 7x zoom optik). Dengan semakin lebarnya rentang fokal lensa kamera saku tentu akan semakin memudahkan pemakainya untuk bermain berbagai komposisi dan perspektif, dari wideangle hingga telephoto.

Ilustrasi fokal wide (28mm) dan tele (300mm) credit : Ricoh
Ilustrasi fokal lensa wide (28mm) dan lensa tele (300mm), source : Ricoh

Kini tren di tahun 2009 semakin menunjukkan fakta yang menggembirakan. Banyak kamera saku generasi baru yang memiliki lensa sangat panjang, dengan perbesaran optik sekitar 10x hingga 12x zoom. Namun tanpa mengenali lebih jauh seputar fitur dan lensanya, bukan tidak mungkin kita akan kebingungan dalam memilihnya. Bila anda berhasrat untuk memiliki kamera saku semacam ini, inilah panduan lengkap memilih kamera saku superzoom, sekaligus kami sajikan memakai sistem rating, urut dari peringkat pertama hingga terakhir menurut evaluasi kami :

# 1 :Panasonic Lumix DMC-TZ7 (4 jutaan)

Lumix TZ7
Lumix TZ7

Kamera seri TZ (Traveller Zoom) dari Lumix ini menjadi kamera saku favorit banyak orang, sejak kehadiran seri pertama TZ1 hingga TZ7 yang memang memiliki keistimewaan dalam lensa Leicanya yang tajam. Lumix TZ7 dengan sensor 10 MP, punya lensa amat fleksibel dengan 25-300mm f/3.3-4.9 atau 12x zoom optik, yang sangat ideal untuk foto landscape dan tamasya. Sayangnya tidak ada fitur manual P/A/S/M pada kamera ini, sebagai gantinya tersedia fitur intelligent Auto (iA) yang akan menentukan setting terbaik untuk tiap kondisi. Sebagai bonus, tersedia fitur HD movie AVCHD untuk merekam perjalanan wisata anda. Rentang lensa Leica DC vario Elmar 25-300mm yang luar biasa efektif ini tak tertandingi oleh merk lain, sehingga menjadikannya berada di peringkat pertama dari rekomendasi kami.

# 2 : Fuji FinePix F70 EXR (3 jutaan)

Fuji F70 EXR
Fuji F70 EXR

Inilah kamera saku kedua dari Fuji yang memakai sensor baru Super CCD EXR (setelah F200 EXR) yang kini memakai sensor 10 MP. F70 EXR menjadi kamera saku pertama Fuji yang punya lensa panjang, atau 27-270mm f/3.3-5.6 atau 10x zoom optik. Terlepas dari lensanya yang mantap, sensor pada kamera ini pun sangat efektif untuk berbagai keperluan pemotretan, yaitu memotret foto resolusi tinggi 10 MP (EXR mode : HR), atau foto low-light dengan noise rendah pada 5 MP (EXR mode : SN) atau foto dengan jangkauan dinamis yang lebar pada resolusi 5 MP (EXR mode : DR). Sayangnya, tidak ada fitur P/A/S/M ataupun HD movie mode di kamera ini. Gabungan dari lensa dan sensor yang efektif menjadikan kamera ini berada di tempat kedua daftar kami.

# 3 : Canon Powershot SX200 IS (3,8 jutaan)

Canon SX200 IS
Canon SX200 IS

Sebagai pesaing langsung dari Lumix TZ series, Canon menghadirkan kamera saku premium dengan nama SX200 IS dengan sensor 12 MP. Lensa Canon yang jadi andalan kali ini memiliki fokal 28-336mm f/3.4-5.3 atau 12x zoom optik. Anda mungkin kurang cocok dengan desain lampu kilatnya yang harus sering dibuka tutup. Sebagai bonus, Canon menyediakan fitur kendali manual P/A/S/M dan HD movie mode. Serba lengkap, termasuk manual mode dan HD movie membuatnya berada di tiga besar daftar kami.

# 4 : Samsung HZ15W (3 jutaan)

samsung HZ15W
Samsung HZ15W

Keseriusan Samsung dalam bermain di dunia digital imaging tampak dari si hitam HZ15W ini. Kamera bersensor 12 MP dan memiliki lensa sangat wide 24-240mm f/3.3-5.8 ini punya rentang fokal yang impresif dari 24mm, meski dalam urusan tele kalah panjang dibanding pesaing karena hanya berakhir di 240mm (atau 10x zoom). Tersedia fitur manual P/A/S/M dan HD movie H.264 untuk liburan anda yang seru. Kehebatan lensa Schneider 24mm dan HD movie menjadikan produsen Korea ini ada di tempat keempat daftar kami.

# 5 : Casio Exilim EX-H10 (4 jutaan)

Casio EX-H10
Casio EX-H10

Casio mencoba peruntungannya di jajaran kamera saku berlensa panjang dengan menghadirkan Exilim EX-H10 dengan sensor 12 MP dan lensa sangat wide 24-240mm f/3.2-5.7 atau 10x zoom optik (rentang yang persis sama seperti Samsung HZ15W di atas). Bila anda menyukai lensa ultra wide 24mm, Casio ini juga layak dipilih karena bakal mendukung hobi landscape anda. Sebagai bonus, tersedia juga fitur HD movie sebagai tanda bahwa kamera ini tergolong kamera saku kelas menengah ke atas. Karena tanpa fitur manual dan harganya yang mahal, maka Casio ini kalah satu tempat dari Samsung alias berada di posisi lima.

# 6 : Ricoh CX2 (3,8 jutaan)

Ricoh CX2
Ricoh CX2

Jangan meremehkan sensornya yang cuma 9 MP pada kamera keren ini, karena sensor jenis CMOS yang dipakai pada Ricoh CX2 ini sanggup bekerja cepat hingga 5 fps pada resolusi penuh. Lensa Ricoh CX2 pun amat efektif dengan rentang 28-300mm f/3.5-5.6 atau 10.7x zoom optik. Ricoh dari dulu punya fitur andalan pre-AF yang terus mencari fokus sebelum tombol rana ditekan. Meski memakai sensor CMOS, namun sayangnya CX2 belum dilengkapi fitur P/A/S/M dan HD movie, sehingga membuat Ricoh CX2 ini harus berada di tempat ke enam daftar kami.

# 7 : Olympus Stylus 9000 (3,4 jutaan)

Stylus 9000
Stylus 9000

Olympus bergabung di kompetisi kamera saku berlensa panjang dengan produknya Stylus 9000 dengan sensor 12 MP dan lensa wide zoom, 28-280mm f/3.2-5.9 atau 10x zoom (rentang lensa 28-280mm seperti ini mengingatkan kita pada Lumix TZ2 dan TZ3 di masa lalu). Selain dari lensa dan desainnya yang keren, Olympus ini tergolong biasa saja karena tidak ada fitur manual P/A/S/M ataupun HD movie, sehingga cukuplah berada di tempat ke tujuh daftar kami.

# 8 : Kodak Z950 (3 jutaan)

Kodak Z950
Kodak Z950

Kodak mungkin bukanlah merk pertama yang terbersit di benak anda saat membayangkan kamera digital, tapi mungkin saja kali ini akan berbeda karena Kodak telah mendesain sebuah kamera saku Z950 yang punya sensor 12 MP dan lensa zoom Schneider 35-350mm f/3.5-4.8 atau 10x zoom. Memang rentang fokalnya yang bermula dari 35mm tergolong kurang wide namun kamera ini tergolong cukup lengkap dengan adanya fitur manul P/A/S/M dan HD movie MPEG-4. Namun dengan lensa yang wide-nya cuma 35mm, sulit bagi Kodak ini untuk berada di posisi elit daftar kami sehingga hanya mampu menempati peringkat ke delapan saja.

# 9 : Canon Powershot SX120 IS (3 jutaan)

Canon SX120 IS
Canon SX120 IS

Sebagai posisi buncit, Canon menghadirkan satu lagi kamera saku berlensa panjang yang lebih ekonomis dari SX200 IS, yaitu SX120 IS. Bedanya, kali ini sang adik tidak memakai lensa wide 28mm, karena rentang lensanya adalah 36-360mm f/2.8-4.3 atau 10x zoom, yang tergolong cukup cepat (punya diafragma besar). Hadir dengan sensor 10 MP, kamera saku gemuk berbaterai AA ini untungnya masih memiliki fitur manual, meski tanpa fitur HD movie. Tanpa lensa wide dan tanpa HD movie, dan desainnya yang bongsor, membuat kamera ini harus berada di posisi sembilan pada daftar kami (meski tak dipungkiri inilah satu-satunya kamera di daftar ini yang memiliki lensa f/2.8).

Itulah sembilan kamera saku mungil berlensa panjang yang bisa anda pertimbangkan, yang kami susun peringkatnya berdasarkan pertimbangan fitur dan spesifikasi. Untuk memastikan apakah kamera tersebut memenuhi ekspektasi anda, akan lebih baik bila anda mengevaluasi sampel fotonya yang bisa diunduh dari situs resmi masing-masing kamera.

Sebagai bonus, bila ukuran bukan jadi masalah, kami tambahkan sembilan daftar di atas dengan dua kamera lain yang juga punya lensa panjang untuk bahan perbandingan :

Nikon Coolpix L100 (2,7 jutaan)

Coolpix L100
Coolpix L100

Kekuatan kamera 10 MP ini adalah lensanya yang ekstra panjang, 15x zoom optik. Lensa Nikon 28-420mm f/3.5-5.4 ini sudah menyamai rentang lensa prosumer, meski kamera Nikon L100 ini masih tergolong kamera saku. Inilah kamera dengan harga termurah sekaligus  punya lensa terpanjang dalam daftar kali ini. Dengan harga yang terjangkau, jangan harap ada fitur manual P/A/S/M ataupun HD movie. Bahkan ketiadaan viewfinder elektronik menandakan kalau kamera ini masih tergolong kamera saku kelas basic.

Sony Cybershot H20 (3 jutaan)

Sony H20
Sony H20

Sebagai pesaing dari Nikon L100, Sony juga menelurkan kamera saku berukuran ‘tanggung’ yang bernama Cybershot H20. Kamera bersensor 10 MP ini punya lensa yang jauh dari sebutan wide lens, yaitu Carl Zeiss 38-380mm f/3.5-4.4 atau 10x zoom optik. Meski sama-sama tanpa viewfinder elektronik ataupun manual mode, H20 masih memiliki fitur HD movie MPEG-4.

Sebagai kesimpulan, dari daftar kamera saku superzoom diatas, rekomendasi kami :

  • Kamera superzoom terbaik adalah : Lumix TZ7 dan Canon SX200 IS.
  • Kamera yang menjadi best-buy terbaik : Fuji F70 EXR dan Samsung HZ15W.
  • Kamera value/ekonomis terbaik : Nikon L100.
Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..