Coolpix A, kamera saku DX pertama dari Nikon

Nikon akhirnya meluncurkan kamera saku Coolpix kelas atas dengan sensor besar, yang diberi nama Coolpix A. Kamera yang masih terlihat mungil ini ternyata mempunyai sensor besar seukuran APS-C (ukurannya sama seperti kamera DSLR Nikon DX, misal D7000). Meski agak terlambat dibanding pesaing, upaya bersejarah Nikon ini tetap menarik buat disimak.

Coolpix A dengan sensor APS-C

Rancang desain Coolpix A terinspirasi dari kamera saku Coolpix P300 series yang termasuk kamera saku premium Nikon dengan sensor kecil. Bentuknya terkesan formal, kotak tapi manis dengan pilihan warna hitam atau silver.  Kamera seharga 10 jutaan ini punya lensa 18,5mm (setara 28mm) dengan bukaan maksimal f/2.8 dan sensor 16 MP ukuran APS-C. Kesamaan desain Coolpix A dengan P300 series juga tampak dari ring disekitar lensa yang bisa diputar untuk mengatur bukaan atau manual fokus.

nikon-coolpix-a

Sebagai kamera top class dari Nikon Coolpix yang disiapkan untuk melawan merk lain yang lebih dulu ada (Canon G1X, Sony RX100, Fuji X100s dsb) maka Coolpix A ini pasti dilengkapi fitur fotografi lengkap seperti RAW file, virtual horizon dan flash hot shoe. Untuk kinerjanya bisa memotret sampai 4 foto per detik, dan bisa hingga ISO normal 6400. Bagi yang perlu jendela bidik optik harus membeli terpisah sebagai aksesori.

Nikon juga keluarkan Coolpix P330

Di kelas P300 series Nikon juga hadirkan produk baru penerus P310 yang kini diberi nama P330 (rupanya nama P320 dilewat) dengan perubahan utama dalam resolusi sensor yang turun dari 16 MP jadi 12 MP. Tapi turunnya resolusi ini malah diapresiasi banyak pihak karena memang best practice membuktikan kamera saku dengan sensor kecil lebih baik memakai resolusi 10-12 MP saja, daripada memaksakan pakai 16-20 MP. Apalagi ukuran sensor di P330 naik sedikit dari sebelumnya 1/2,3 inci jadi 1/1,7 inci sehingga secara teori hasil fotonya pasti ada perubahan ke arah yang lebih baik.

nikon-p330

Nikon Coolpix P330 dipersiapkan untuk melawan Canon S110 dengan banyak kemiripan spesifikasi, termasuk bukaan lensa yang besar di posisi wide dan pakai ring di lensa untuk mengganti setting. P330 juga bisa simpan file RAW dan kisaran harganya sekitar 3,5 jutaan. Sayangnya desain lensa zoom 24-120mm VR di P330 ini punya bukaan maksimal yang mengecil di posisi tele, yaitu persisnya adalah f/1.8-5.6. Lagipula seperti pada Canon S110, tidak dijumpai adanya flash hot shoe untuk memasang lampu kilat eksternal.

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

Inilah jajaran kamera saku underwater terbaru di 2013

Kamera saku untuk kebutuhan outdoor yang didesain tangguh dan tahan air pilihannya memang tidak terlalu banyak. Tiap merk paling hanya punya satu atau dua versi dan harganya juga lebih mahal. Tapi buat yang senang berpetualang, kamera saku tangguh lebih menarik untuk dipunyai karena tak perlu kuatir kameranya rusak kalau dipakai dalam kondisi ekstrim, hingga masuk ke air sekalipun. Di awal tahun ini berikut pilihan kamera outdoor waterproof yang bisa kami rangkum untuk anda.

Pentax WG-3 : bodi kekar, bukaan lensa besar

pentax-wg-3

Pentax WG-3 memakai sensor 16 MP dengan stabilizer, lensa 25-100mm f/2-4.9 yang membuatnya percaya diri dipakai di kondisi kurang cahaya. Kamera ini bisa dibilang tahan segalanya, seperti air (hingga 13 meter), debu dan suhu -10 derajat, bahkan saat dijatuhkan dari ketinggian 2 meter pun masih tidak apa-apa. Lupa menduduki kamera ini saat disimpan di saku belakang celana anda? Tak usah kuatir, kamera ini tahan tekanan dan tidak akan retak hanya karena kedudukan.

Untuk menebus semua kehebatannya, siapkan dana 3,5 jutaan rupiah. Versi lain ada WG-3 GPS yang sesuai namanya, sudah dibekali penerima GPS untuk geotagging.

Nikon Coolpix AW110 : siap menyelam sampai dalam

nikon-aw110

Nikon Coolpix AW110 punya sensor CMOS 16 MP dengan layar OLED dan lensa 28-140mm plus stabilizer VR. Selain dilengkapi GPS dan WiFi (yang mana sebuah penambahan fitur yang berguna) kamera ini juga mampu diajak menyelam sampai kedalamam 18 meter, dan tentu tahan jatuh hingga 2 meter, suhu dingin -10 derajat dan tahan debu.

Sama seperti Pentax diatas, harga Nikon ini juga di kisaran 3,5 jutaan. Bila ingin Nikon underwater yang terjangkau juga ada pilihan Nikon S31 seharga 1 jutaan yang cuma bisa menyelam hingga 4,5 meter saja.

Olympus Stylus Tough TG-830 iHS : harga dan kemampuan yang berimbang

olympus-tg-830-ihs

Untuk pilihan yang lebih terjangkau namun tak kalah mantapnya, ada Olympus Stylus Tough TG-830 iHS yang punya sensor 16 MP dengan stabilizer dan lensa 28-140mm. Kemampuan outdoornya diantaranya bisa dibawa menyelam hingga 10 meter, tahan jatuh dari ketinggian 2 meter, tahan suhu hingga -10 derajat dan tahan debu. Fitur bawaan diantaranya built-in GPS untuk geotagging. Harganya sekitar 2,8 jutaan. Untuk versi lebih terjangkau ada juga Stylus Tough TG-630 iHS 12 MP tanpa GPS, harga 2 jutaan.

Sony Cyber-shot DSC-TX30 dan TF1 : kamera-kamera outdoor yang stylish

sony-dsc-tx30

Sony Cyber-shot DSC-TX30 adalah kamera tahan air hingga 10 meter yang tertipis di dunia. Lensa Zeissnya bisa menjangkau dari 26-130mm dengan sensor 18 MP plus OIS. Layar OLED di belakang sangat lebar dan dioperasikan dengan sistem sentuh, entah apakah sistem ini efektif bila kita memakai sarung tangan. Fitur lainnya, kamera ini tahan jatuh dari ketinggian 1,5 meter dan tahan suhu dingin hingga -10 derajat.

sony-dsc-tf1

Sedangkan Cyber-shot TF1 dibuat untuk yang tidak perlu layar sentuh, namun tetap memiliki fitur khas kamera outdoor seperti tahan air hingga 10 meter. Sensor kamera ini pakai CCD 16 MP plus OIS, agak unik saat melihat kamera era sekarang yang masih pakai sensor CCD, maka tak heran kalau videonya hanya sampai HD 720p saja.

Harganya kedua kamera ini sekitar 2 jutaan rupiah.

Fujifilm Finepix XP60 : harga paling terjangkau

fuji-xp60

Fujifilm juga punya produk outdoor yaitu Finepix XP60, dengan sensor CMOS 16 MP plus stabilizer, lensa 28-140mm yang bukaannya relatif kecil. Ketangguhannya agak pas-pasan yaitu hanya bisa menyelam hingga 6 meter, lalu tahan jatuh dari ketinggian 1,5 meter. Kabar baiknya, kamera ini bisa memotret sampai 10 foto per detik untuk momen tak terduga.

Estimasi harga jualnya dibawah 2 juta.

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

Nikon hadirkan kamera ‘compact’ kelas atas : Coolpix P7700

Nikon kemarin mengumumkan kehadiran kamera prosumer kelas atas, Coolpix P7700 yang merupakan penyempurnaan dari seri sebelumnya yaitu P7100 (2011) dan P7000 (2010). Kamera compact sarat fitur yang berukuran  agak besar ini hadir cukup terlambat, karena saat ini persaingan sudah semakin keras dengan hadirnya berbagai kamera saku berlensa cepat maupun kamera mirrorless dengan lensa yang bisa dilepas. Lalu apakah P7700 masih akan diminati oleh para fotografer? Simak saja sederet fiturnya berikut ini.

p7700

Coolpix P7700 menjadi kamera tercanggih dan terbaik dari Nikon di kelas kamera compact, untuk lensa yang menyatu dengan bodi. Kamera ini semestinya masuk ke daftar kamera compact dengan harga selangit yang artikelnya kami susun bulan lalu. Meski di kelompok yang sama Canon sudah meluncurkan Canon G1X dengan sensor besar 1,5 inci, Nikon tidak meladeninya bahkan sensor yang dirumorkan akan berukuran 1 inci pun tidak terbukti. Nyatanya P7700 masih memakai sensor kecil 1/1.7 inci yang kerap dipakai kamera prosumer compact seperti Lumix LX7 atau Canon S100. Lalu apa keuntungan dari kecilnya sensor BSI CMOS 12 MP ini? Sensor kecil memudahkan desain lensa yang bisa membuka besar dan punya rentang zoom yang panjang, tak heran kalau P7700 punya lensa yang impresif yaitu Nikkor ED 28-200mm f/2-4 dengan stabilizer optik VR generasi kedua.

p7700-top

Kami menyukai desain bodinya yang tampak mantap digenggam, berbahan magnesium alloy dan dilengkapi berbagai tombol dan kendali eksternal di sana sini. Belum lagi ada tiga roda kendali layaknya kamera profesional, yaitu satu di depan atas (diputar dengan telunjuk), satu di belakang atas (diputar dengan jempol) dan ketiga adalah roda yang berfungsi juga sebagai tombol empat arah (juga diputar dengan jempol). Roda untuk kompensasi eksposur juga masih dipertahankan di P7700 ini, demikian juga dengan roda pengaturan cepat untuk berbagai setting seperti ISO, WB, QUAL, BKT, Picture Style dan My Menu (bahkan roda ini tidak dijumpai di DSLR Nikon).

p7700_back

Layar LCD lipat seperti jadi hal wajib di kamera masa kini, karena memudahkan untuk merekam video maupun memotret dengan sudut-sudut tidak umum. Nikon menghilangkan jendela bidik optik di P7700, suatu hal yang dikritik banyak orang meski fungsinya bisa dibilang tidak terlalu penting (berbeda dengan jendela bidik optik di DSLR). Nikon memberikan lampu kilat built-in yang bisa mengendalikan flash eksternal secara TTL, juga menyediakan hot shoe untuk aksesori flash maupun GPS.

Spesifikasi dasar P7700 :

  • sensor BSI-CMOS 12 MP, ukuran 1/1,7 inci
  • lensa 7,1 x zoom, 28-200mm f/2-4 dengan built-in ND filter
  • full manual mode, RAW
  • 8 foto per detik
  • ISO 80-3200, bisa diangkat ke 6400
  • full HD, bisa manual esksposur, stereo, bisa zoom optik
  • layar 3 inci, 900 ribu piksel, bukan layar sentuh

Kamera dengan harga hampir 5 juta ini mungkin hanya akan dibeli oleh sebagian kecil fotografer saja, baik itu sebagai hobi maupun sebagai cadangan untuk bekerja. Kamera ini juga mungkin cocok untuk anda yang :

  • tidak suka kamera dengan lensa yang bisa dilepas
  • perlu lensa zoom 7x dengan bukaan besar
  • perlu kamera yang ada manual mode, dengan banyak  tombol dan kendali eksternal layaknya DSLR
  • perlu kamera yang bisa bekerjasama dengan flash Nikon
  • jarang memakai ISO tinggi
  • tidak perlu lensa yang lebih wide dari 28mm
  • tidak mencari bokeh seperti DSLR

Note :

di hari yang sama dengan peluncuran P7700, Nikon juga memperkenalkan kamera saku pertama di dunia dengan OS Android (versi 2.3 Ginger Bread) dengan nama Coolpix S800c.

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

Produk ‘best buy’ rekomendasi kami

Kamera digital semakin murah, tapi fiturnya semakin canggih. Tapi kebanyakan  kamera canggih itu  harga mahal, dan kamera murah akan cenderung murahan. Buat anda yang bosan dengan kamera lama yang terlihat jadul, atau memang baru ingin beli kamera, kami susun daftar produk yang menurut kami adalah best buy. Pertimbangan kami adalah produk yang punya price vs performance yang berimbang, dan bisa saja produk yang kami ulas disini justru dibuat di tahun lalu (seperti biasa, produk lama harganya cenderung turun). Tidak ada titipan sponsor atau dukungan pada merk tertentu di artikel ini, murni sekedar panduan untuk pembaca saja dan kami tidak mendapat imbalan dari pihak manapun.

Kamera DSLR pemula ‘best buy’

550d

Canon EOS 550D jelas menjadi produk best buy di kelas DSLR pemula karena harga kamera buatan 2010 ini sekarang dijual 6 juta sudah termasuk lensa kit EF-S 18-55mm IS. Harganya masih jauh dibawah Nikon D5100 yang dikisaran 7 jutaan, dan berbeda 1 juta dengan EOS 1100D yang dijual 5 juta rupiah. Dengan EOS 550D, anda sudah bisa memiliki kamera DSLR pemula 18 MP yang fiturnya lengkap, mudah digunakan dan hasilnya bagus. Canon 550D pun sudah oke buat bikin klip video yang serius berkat pengaturan manual eksposur saat merekam video dan resolusi video 1080p 30 fps.

Kamera DSLR semi-profesional ‘best buy’

60d

Canon lagi-lagi jadi pilihan kami untuk segmen DSLR kelas menengah dengan produk Canon EOS 60D karena harganya ‘hanya’ 7,7 jutaan tanpa lensa. Bagi yang mencari kamera setingkat diatas kelas pemula, maka EOS 60D sanggup meladeni skill anda berkat kecepatan, tombol akses langsung dan layar LCD lipatnya. Kamera sekelasnya dengan ciri yang sama seperti viewfinder prisma, top status LCD dan dual dial biasanya dijual di kisaran 9 jutaan. Selain itu, dari 9 titik fokus yang dimilikinya, semuanya sudah cross type yang lebih sensitif.

Kamera Mirrorless saku ‘best buy’

lumix-dmc-gf3

Kamera mirrorless dengan lensa yang bisa dilepas, berukuran mungil namun sensornya besar, bakal jadi tren kamera mendatang. Sayangnya saat ini harganya masih mahal, selain itu pilihan lensanya masih sedikit. Bila anda mencari kamera ‘best buy’ di kelas mirrorless, kami pilihkan Panasonic Lumix GF3 dengan lensa 14-42mm (setara 28-84mm) yang dijual dibawah 6 juta rupiah. Kamera ini lebih murah dari Olympus Pen Mini ataupun Sony NEX -C3 namun dengan fitur yang kurang lebih sama. Lumix GF3 mungil tapi mendukung semua pengaturan manual (termasuk layar sentuh), sensornya besar (Four Thirds) 12 MP dan bisa full HD movie.

Kamera ‘main-main’ superzoom ‘best buy’

fuji-s4000

Kenapa kami bilang kamera main-main? Karena orang cenderung memakai kamera superzoom (kamera murah yang lensa zoomnya teramat panjang) bukan untuk kebutuhan serius tapi untuk iseng, mencoba membayangkan kameranya seperti teropong yang bisa melihat benda yang jaraknya sangat jauh, lalu memotretnya. hasil foto dengan zoom panjang bakal jelek, soft dan mudah blur bila kita tidak stabil saat memotret. Tapi buat mereka yang perlu kamera dengan lensa sampai 30x zoom, tidak usah bayar mahal karena ada Fuji Finepix S4000 dengan sensor CCD 14 MP dan lensa 24-720mm yang dijual sekitar 2,2 juta saja. Kamera ini bahkan tampak seperti kamera serius, lengkap dengan kendali manual PASM dan HD video 720p. Untuk sekedar have fun dan tampak keren, tak harus mahal kan?

Kamera saku serius ‘best buy’

nikon-p300

Tidak semua orang mau memakai kamera saku yang biasa-biasa saja. Mereka bisa jadi tengah mencari kamera serius yang bisa dimasukkan ke saku. Kamera serius artinya punya pengaturan yang lengkap, fitur manual dan biasanya harganya mahal. Sebutlah diantaranya Canon PowerShot G12, Lumix LX-5, atau Canon S100 yang dijual antara 3-4 jutaan. Namun Nikon punya andalan dengan Nikon Coolpix P300 yang dijual 2,2 juta saja. Kamera dengan lensa yang bisa membuka sampai f/1.8 pada 24mm ini juga bisa memotret sampai 8 gambar per detik dalam resolusi penuh 12 MP. Kami nobatkan Nikon P300 sebagai kamera saku serius ‘best buy’ untuk awal tahun ini.

Kamera saku biasa ‘best buy’

ixus-220

Kamera saku lawas tapi cukup layak dibeli adalah Canon Ixus 220 HS dengan sensor CMOS 12 MP yang bertipe High Sensitivity. Kamera mungil ini dijual di harga 1,6 jutaan dan bila dilihat dari desainnya bakal membuat orang tidak menyangka kalau kamera keren ini ternyata harganya murah. Meski kecil, kamera dengan berbagai pilihan warna ini bisa merekam video full HD dengan tata suara stereo dan kemampuan zoom optik saat merekam video. Apalagi lensa kamera ini adalah 24mm dengan bukaan besar f/2.7 yang lebih fleksibel dipakai di indoor tanpa flash. Untuk pemakaian sehari-hari atau dokumentasi keluarga, rasanya kamera tipis berbalut logam ini pantas mendapat predikat ‘best buy’ dari kami.

Memory card ‘best buy’

transcend-16gbSekarang jamannya merekam video. Satu detik video full HD dengan kompresi MPEG-4 itu menghasilkan data rate sebesar 24 mega bit (atau sekitar 3 MB per detik) sehingga perlu kartu memori yang bukan hanya kapasitasnya besar (diatas 4 giga byte) namun juga baca tulisnya cepat. Untuk itu kartu SD card jaman sekarang diberi kode kelas seperti kelas 4, kelas 6 dan kelas 10 yang artinya bisa menulis dengan kecepatan minimal 4 MB/s, 6 MB/s dan 10 MB/s. Namun untuk amannya, belilah SD card dengan kelas 6 dan lebih baik lagi yang kelas 10. Tentu saja semakin tinggi kelasnya maka akan semakin mahal, untuk itu kami rekomendasikan memakai Transcend 16 GB kelas 10 yang harganya 180 ribu. Merknya cukup ternama, kapasitas besar dan kecepatannya juga bagus (diklaim sampai 20 MB/s). Dengan spek yang sama, merk lain ada yang dijual diatas 200 ribu.

Itulah daftar produk kamera (sampai awal tahun 2012) rekomendasi kami dengan kategori best buy. Tentu saja kamera lain yang tidak masuk di daftar ini bukan berarti jelek, tapi dengan spesifikasi dan kelas yang sama kamera di daftar ini lebih murah. Rekomendasi lain ada juga Nikon D7000 (DSLR favorit saat ini), Canon S100 (kamera saku paling populer), Olympus E-P3 (kamera mirrorless sarat fitur)  dan Fuji HS30 (bridge camera/prosumer). Untuk memory card ada juga Sandisk Extreme 16 GB kelas 10 yang harganya dua kali lipat dari harga Transcend yang kami sebutkan di atas.

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

Inilah kamera-kamera baru pesaing kamera DSLR

Di awal September 2011 ini, Samsung dan Fuji secara bersamaan mengumumkan kehadiran kamera andalan mereka yaitu Samsung NX200 (penerus NX100) dan Fuji FinePix X10 (versi ‘murah’ dari X100). Kejutan ini memang semakin memeriahkan berita kehadiran kamera-kamera baru di paruh kedua tahun 2011 dimana sebelumnya sudah lebih dahulu hadir Nikon Coolpix P7100 (penerus P7000), Sony NEX 7 (flagship di seri NEX) dan Sony SLT A77 (penerus DSLR A700). Kesemua kamera ini ditujukan sebagai alternatif lain dari kamera tradisional DSLR yang memakai cermin dan prisma yang besar itu. Meski demikian, tidak semua kamera ini sama secara jenisnya, ada yang memiliki sensor kecil namun ada juga yang pakai sensor APS-C yang sama besarnya seperti sensor kamera DSLR.

Nikon Coolpix P7100

Kamera prosumer seharga 4 jutaan ini ditujukan untuk mereka yang serius dalam hal kendali dan pengaturan kamera saku, terbukti dengan banyaknya tombol dan tuas di seluruh bodi kamera Nikon P7100. Meski masih tergolong kelompok kamera saku namun ukuran P7100 lumayan besar dan berat sehingga tidak nyaman untuk dimasukkan ke saku. Kamera ini punya sensor CCD 10 MP berukuran sedikit lebih besar dari kebanyakan kamera saku lain  (1/1.7 inci), lensa 28-200mm f/2.8-5.6 dan kendali manual lengkap. Layar LCD 3 inci di kamera ini bisa dilipat untuk memudahkan komposisi. Nikon menargetkan P7100 sebagai kamera pendamping dari DSLR, atau sebagai kamera cadangan. Tapi dengan harga jualnya yang lumayan mahal, P7100 sudah bisa dianggap sebagai pesaing kamera DSLR pemula seperti EOS 1100D atau Nikon D3100.

Fuji FinePix X10

Inilah kamera saku dengan desain klasik namun sangat mewah asli buatan Jepang, sebagai generasi kedua kamera Fuji seri X (sebelumnya ada X100 dengan lensa fix dan sensor besar). Kali ini Fuji memberikan lensa jenis zoom dengan putaran manual yang dipadukan dengan switch on-off yang praktis, dengan rentang fokal 28-112mm f/2.0-2.8. Sensor di X10 memakai CMOS jenis EXR beresolusi 12 MP dengan ukuran lumayan lega yaitu 2/3 inci. Tersedia juga jendela bidik optik layaknya DSLR dengan cakupan 85%. Kamera ini juga mampu merekam video full HD, memotret hingga 10 gambar per detik dan terdapat stabilizer optik di lensanya. Seperti Nikon P7100, kamera Fuji X10 cocok sebagai pendamping kamera DSLR anda, apalagi bila anda tidak kuat membeli lensa DSLR dengan bukaan besar. Sayangnya harga jual X10 ini belum diumumkan.

Sony NEX-7

Bila kedua kamera di atas masih belum memuaskan anda karena hanya memakai sensor kecil, maka Sony NEX-7 mungkin bisa menggoda anda. Seri NEX dari Sony adalah seri kamera mungil dengan sensor besar serta memiliki lensa yang bisa dilepas, yang tergolong di kelas kamera mirrorless. Sebagai lensanya Sony menyediakan lensa khusus dengan E mount, meski lensa dengan A mount juga bisa digunakan dengan bantuan sebuah adapter. NEX-7 didedikasikan sebagai kamera mungil paling canggih yang pernah ada, dengan sensor 24 MP CMOS, berbalut magnesium alloy, memiliki jendela bidik elektronik, TRINAVI user interface (dua roda kendali di bagian atas dan satu di belakang) dan dijual seharga 13 jutaan dengan lensa kit. Sementara NEX-5N adalah kamera versi ekonomis dari NEX dengan sensor 16 MP, tanpa jendela bidik elektronik (harus beli terpisah) dan layar LCD 3 inci yang bisa diangkat, dijual lebih murah di harga 6 jutaan dengan lensa kit. Bila kamera mungil ini sudah memakai sensor APS-C, untuk apa lagi memakai DSLR? Hasil fotonya pasti akan sama baiknya.

Samsung NX200

Sebagai pesaing langsung dari NEX milik Sony, Samsung juga memiliki seri kamera mirrorless berkode NX (penamaan yang mirip, kebetulan?) yang kini sudah mencapai generasi ke dua yaitu Samsung NX200 dengan sensor APS-C 20 MP CMOS. Sebagai mount lensa, Samsung mendesain NX-mount dan tersedia lensa kit 18-55mm f/3.5-5.6 OIS dan dijual bersamaan dengan NX200, namun belum diketahui harganya. Target menyaingi Sony NEX membuat Samsung harus mempersenjatai NX200 dengan berbagai kelebihan seperti manual mode, RAW, 7 fps burst, full HD movie dan layar  Amoled 3 inci yang sayangnya tidak bisa dilipat. Desain grip dari Samsung NX200 cukup cembung dan tampak nyaman digenggam sama halnya seperti Sony NEX-7. Samsung pun tengah menyiapkan jajaran lensa buatan sendiri dengan NX-mount untuk waktu mendatang.

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

Lima kamera saku super murah di 2011

Dana yang terbatas bukan halangan untuk memiliki sebuah kamera saku idaman. Kemajuan jaman telah membawa dampak positif buat konsumen. Kali ini kami sajikan lima kamera saku buatan tahun 2011, yang dahulu bila kita membeli kamera dengan spesifikasi serupa harganya bisa mencapai 1,5 jutaan, namun kini kamera-kamera ini dijual super murah, antara 600-800 ribuan rupiah saja. Anda yang mungkin baru ingin terjun ke dunia fotografi yang lebih baik dari sekedar memotret memakai kamera ponsel, ada baiknya untuk memiliki satu diantara kelima kamera berikut ini.

Casio Exilim EX-ZS5 (800 ribuan)

Inilah kamera keren dari Casio yang terkenal dengan ketipisannya berkat memakai baterai Lithium dan desain lensa yang unik. Kamera dengan sensor 14 MP ini sudah dilengkapi dengan lensa yang sanggup menjangkau area wide 26mm hingga tele 130mm, alias 5x zoom optikal. Untuk urusan merekam video, kamera ini mampu merekam video berformat MJPEG dengan resolusi 848 x 480 piksel yang tergolong baik. Kamera ini  memiliki layar LCD cukup besar yaitu 2,7 inci.

casio_ex-zs5

Plus : wide 26mm, bodi tipis, WVGA movide, super macro mode

Minus : tidak ada

Nikon Coolpix L23 (700 ribuan)

Meski murah, desain Nikon L23 yang mungil dan sexy ini tidak mengesankan kamera murahan. Meski tampak kalah dibanding pesain dalam urusan resolusi sensor, sejatinya resolusi kamera ini sudah mencukupi yaitu dengan sensor 10 MP. Urusan lensa, Nikon L23 ini tidak kalah dengan Casio EX-ZS5, yaitu memiliki rentang 28-140mm atau 5x zoom optikal. Kemampuan merekam video Nikon L23 cukuplah dengan resolusi VGA atau 640 x 480 piksel, dengan layar LCD berukuran 2,7 inci dan ditenagai dengan dua baterai AA.

nikon-coolpix-l23

Plus : lensa wide 28mm

Minus : sensor berukuran kecil (1/2.9 inci)

Canon Powershot A800 (700 ribuan)

Canon lebih dahulu dikenal sebagai produsen kamera saku termurah dengan produk Powershot seri A, hingga saat ini kehadiran A800 masih menjadi pilihan Canon di kelas termurah. Mengusung sensor yang sama dengan Nikon L23, Canon A800 juga merasa cukup pede dengan sensor 10 MP, dengan didukung lensa Canon 37-112mm atau 3,3 x zoom optik yang tidak terlalu wide. Kemampuan rekam video juga cukup dengan resolusi VGA dan layar LCD berukuran 2,5 inci serta ditenagai dua baterai AA.

canon-a800

Plus : super macro mode

Minus : lensa kurang wide

Olympus T-100 (600 ribuan)

Di awal tahun 2011 Olympus meluncurkan kamera saku termurahnya yaitu T-100 dengan desain tipis dan minimalis berkat pemakaian baterai Lithium. Sensor di T-100 cukup lumayan dengan resolusi 12 MP, dibekali lensa 36-108mm alias 3x zoom optik yang tergolong standar. Kemampuan rekam video T-100 juga hanya resolusi VGA saja, serta layar T-100 cukup kecil dengan 2,4 inci.

olympus-t-100

Plus : fitur AF tracking

Minus : layar kurang lega

Kodak EasyShare C1530 (600 ribuan)

Kodak yang kini semakin kurang populer masih terus mencoba bertahan di tengah persaingan kamera digital dengan mengandalkan berbagai produk di segmen bawah. Kali ini sebagai perwakilan kami hadirkan Kodak C1530 yang sudah memakai sensor 14 MP ini punya lensa dengan rentang 32-96mm atau 3x zoom optik yang lumayan cukup wide meski agak kurang tele. Kodak 1530 sudah bisa merekam video resolusi VGA, dilengkapi dengan layar LCD 3 inci dan ditenagai dua buah baterai AA.

kodakc1530

Plus : layar besar, fitur share

Minus : desain agak jelek

Kesimpulan

Kelima kamera diatas memang sulit dipercaya, dijual dengan rentang harga 600-800 ribuan saja. Meski demikian kelimanya memang hanya menjadi kamera termurah di tiap merk yang ditujukan untuk pembeli dengan dana terbatas. Ada beberapa keterbatasan yang mesti disandang oleh kamera murah, sebutlah misalnya hanya memiliki fitur auto saja, tidak ada fitur image stabilizer atau HD movie yang biasa dijumpai di kamera berharga diatas 1 jutaan. Namun untuk urusan fotografi kelima kamera di atas sudah mampu menyajikan gambar yang tajam dengan resolusi tinggi (antara 10-14 MP) dan beberapa bahkan punya lensa yang wide. Rekomendasi kami adalah Casio Exilim EX-ZS5 dengan sensor 14 MP, lensa wide 26mm dan WVGA movie mode yang hampir mendekati resolusi HD.

Bila anda menginginkan salah satu dari lima kamera di atas, anda juga bisa membelinya melalui kami, dijamin aman dan tetap murah.

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

Nikon Coolpix P300, kamera mungil dengan lensa f/1.8

Kamera saku dengan lensa yang punya bukaan besar tergolong jarang, kalaupun ada harganya sangat mahal. Hal ini karena biaya produksi lensa bukaan besar lebih tinggi dari lensa pada umumnya. Tercatat sudah ada beberapa merk yang lebih dahulu membuat kamera semacam ini, sebutlah misalnya Lumix LX-5, Canon S95, Samsung TL500 dan Olympus XZ-1. Sadar kalau agak terlambat, Nikon akhirnya memutuskan bergabung di kancah ini dengan meluncurkan kamera Coolpix P300 dengan lensa f/1.8 yang mengesankan. Simak ulasan kami selengkapnya.

p300_a

Sebagai pembuka, inilah spesifikasi dasar dari Nikon Coolpix P300 :

  • sensor CMOS resolusi 12 MP ukuran 1/2.3″
  • teknologi back-illuminated sensor
  • prosesor Expeed C2
  • ISO 3200, burst 7 fps
  • lensa Nikkor 24 – 100 mm f/1.8-4.9 (4,2x  zoom optik)
  • VR Optical
  • LCD 3 inci, resolusi 920 ribu piksel
  • Manual mode lengkap, tapi tanpa RAW
  • HD 1920 x 1080 (30 fps),suara stereo, bisa zoom optik saat merekam video
  • HDMI output

p300_b

Dilihat dari bentuknya, P300 tampil manis dengan bahan logam dan ukurannya cukup kecil dengan ergonomi dan tata letak tombol yang baik. Ada dua kendali manual di kamera ini, yaitu satu di bagian atas (berbentuk putaran dekat tombol shutter) dan satu lagi di belakang berbentuk roda yang mengelilingi tombol OK. Tidak ada ring di lensa layaknya Canon S95 ataupun Olympus XZ-1 disini. Lampu kilat tampil tersembunyi dan akan menonjol keluar bila dibutuhkan. Terdapat tombol langsung untuk merekam video di bagian belakang.

p300_c

Tentang lensa cepat / bukaan besar

Kita tinjau dulu dari kebutuhan lensa bukaan besar dalam fotografi. Prinsipnya setiap lensa punya diafragma yang punya diameter tertentu, bisa dibuat lebih besar (untuk memasukkan lebih banyak cahaya) atau dibuat mengecil. Tentunya ada nilai bukaan maksimal (dan minimal) untuk setiap lensa, dan ini dinyatakan dalam f-numberLensa yang punya bukaan besar biasa disebut lensa cepat, artinya bisa memakai kecepatan shutter tinggi. Umumnya bukaan maksimal lensa di pasaran berkisar antara f/2.8 hingga f/3.5 dimana f/2.8 punya bukaan yang lebih besar daripada f/3.5. Nah, kedua kamera ini punya lensa dengan bukaan f/2.0 yang secara teknis artinya sanggup memasukkan cahaya 2x lebih banyak daripada f/2.8. Jadi lensa f/2.0 identik dengan lensa cepat, berguna saat ingin memakai kecepatan shutter tinggi atau saat memotret di tempat low light (yang pastinya kecepatan shutter akan turun dengan drastis).

Peta persaingan

Hasrat memproduksi kamera saku yang bisa diandalkan di daerah low light bisa diwujudkan dengan dua hal, pertama mendesain lensa bukaan besar dan memakai sensor yang lebih besar dengan resolusi yang tidak terlalu tinggi. Nikon P300 ini hadir dengan lensa 24-100 mm f/1.8-4.9 yang memang tampil mengesankan dalam rentang fokal (terutama kemampuan wide 24mm) serta bukaan yang besar (f/1.8 di posisi wide) namun agak mengecewakan saat tele dengan bukaan hanya f/4.9 saja. Mengherankan saat hadir belakangan, Nikon justru tidak mencontoh pesaing dengan lensa yang lebih baik (Lumix LX-5 itu f/2.0-3.3 dan Olympus XZ-1 itu f/1.8-2.5) namun tampaknya hanya ingin bersaing dengan Canon S95 yang lensanya f/2.0-4.9 saja.

Canon S95 vs Nikon P300 vs Olympus XZ-1
Canon S95 vs Nikon P300 vs Olympus XZ-1

Bila dalam urusan lensa memang Nikon P300 tampil sekelas, bahkan lebih baik dari Canon S95. Namun dalam ukuran sensor, P300 ini justru mengecewakan dengan memakai sensor kecil dengan resolusi tinggi. Untuk bisa diandalkan di low light, produsen lain membuat kamera dengan sensor agak besar dengan ukuran 1/1.6 inci, sedangkan P300 justru memilih sensor ukuran 1/2.3 inci yang lebih rentan noise di ISO tinggi. Hal ini semakin runyam saat Nikon justru mencoba memakai resolusi 12 MP padahal pesaing sudah menemukan titik rasio ideal antara ukuran sensor dan resolusi, yaitu 10 MP untuk sensor 1/1.6 inci.

Jadi Nikon Coolpix P300 memang tampaknya bukan untuk menyaingi rajanya lensa cepat seperti Lumix LX5 atau Olympus XZ-1. Bahkan untuk bisa menandingi Canon S95  juga berat karena Canon punya sederet keistimewaan seperti sensor lebih besar, ring di lensa dan adanya file RAW format. Jadilah P300 ini serba tanggung, hasrat ingin tampil sekelas dengan pesaingnya namun ditinjau dari isinya ternyata tak berbeda dengan kamera saku biasa. Bisa dibilang P300 justru mirip dengan Canon Ixus 300HS yang lensanya 28-105 mm f/2.0-5.3 dan sensor ukuran 1/2.3 inci. Lebih uniknya lagi, harga jual Nikon P300 memang dipatok dikisaran 3 jutaan saja, jauh lebih murah dari Canon S95 apalagi Lumix LX5 dan Olympus XZ-1. Jangan-jangan Nikon sengaja menyasar segmen pembeli yang ingin punya kamera seperti Canon S95 namun dengan harga yang lebih murah. Mungkin di kesempatan lain Nikon akan membuat Coolpix lain dengan lensa cepat di posisi wide maupun tele, sensor lebih besar dan fitur lebih lengkap sehingga benar-benar bisa bersaing dengan pemain besar lainnya.

Sebagai kesimpulan, inilah plus minus Nikon P300 :

Plus :

  • fokal lensa bermula di 24mm f/1.8
  • full HD movie, stereo
  • layar LCD tajam dan detail
  • punya dua kendali putar
  • burst cepat
  • harga cukup terjangkau

Minus (dibanding kamera lensa cepat lainnya) :

  • bukaan lensa kecil saat tele (f/4.9)
  • sensor 35% lebih kecil
  • resolusi 12 MP terlalu tinggi untuk mendapat foto rendah noise
  • tidak ada RAW file
  • tidak ada flash hot shoe
Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

Nikon Coolpix P500 pecahkan rekor superzoom dengan lensa 36x zoom

Persaingan antar merk kamera memang seakan tak ada habisnya. Bila dulu kekuatan zoom lensa pada sebuah kamera hanya berkisar antara 3-10x zoom, maka kini sudah tak aneh lagi kalau ada lensa yang bisa punya kekuatan zoom hingga 30x. Nikon kali ini bahkan memecahkan rekor sebagai kamera dengan lensa zoom terpanjang di dunia dengan 36x zoom atau lensa 22.5-810 mm dengan meluncurkan kamera Coolpix P500.

p500a

Kamera penerus P100 ini kini memakai sensor CMOS 12 MP dan mengusung fitur HD movie yang mewah, lengkap dengan audio stereo dan kemampuan zoom saat merekam video. Dengan bentuknya yang tak banyak berbeda dengan kamera superzoom lainnya, tersimpan rahasia Nikon yang mampu mengemas lensa 36x zoom dalam dimensi yang kompak. Kkamera yang bobotnya tidak sampai 500 gram ini mampu menampung lensa Nikkor ED 22.5-810 mm f/3.4-5.7 yang sangat efektif untuk landscape dengan wideangle-nya di 22.5 mm dan mampu menjangkau sangat jauh dengan telephoto hingga 810 mm.

p500b

Anda mungkin bertanya-tanya untuk apa lensa dengan kemampuan tele sejauh itu, mengingat dalam pemakaian sehari-hari fokal lensa 200 mm saja sudah sangat memadai untuk urusan tele biasa. Tapi itulah kompetisi, setidaknya Nikon di atas kertas sudah menorehkan sejarah sebagai kamera dengan lensa zoom sangat panjang.

p500c

Terlepas dari lensanya, fitur lain yang ditawarkan cukup baik dan layak untuk dinobatkan sebagai kamera all round yang ekonomis namun sarat fitur. Kamera dengan harga di bawah 4 juta ini sudah memiliki fitur seperti :

  • sensor CMOS teknologi back-illuminated
  • layar LCD lipat ukuran 3 inci dengan resolusi tinggi 920 ribu piksel
  • kendali manual lengkap
  • burst 5 fps
  • Full HD video (1920 x 1080) 30 fps
  • HDR, Night Landscape, dan Advanced Night Portrait untuk foto malam

Tak dipungkiri hadirnya Coolpix P500 akan meramaikan pasaran kamera superzoom dan mungkin merk lain akan membuat produk sejenis dan persaingan ini akan berdampak positif untuk menekan harga jual. Kita tunggu saja..

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..