Lensa-lensa favorit para fotografer

Dalam dunia fotografi serius baik sistem DSLR ataupun CSC (Compact System Camera) alias mirrorless, begitu banyak ditemui pilihan lensa yang tersedia. Banyak pilihan berarti mempermudah fotografer untuk mendapat hasil foto sesuai yang diinginkan. Bagi pemula, banyak pilihan justru bingung mau beli lensa yang mana. Ada baiknya kita meninjau lensa-lensa favorit fotografer, siapa tahu beberapa diantaranya membuat anda tertarik. Disini kami tidak menyebut merk, tapi hanya fokal lensa (eq. 35mm) dan bukaannya. Kalau perlu contoh barulah kami tulis merk-nya. Ada baiknya anda membaca artikel lama kami tentang memilih lensa yang sesuai ukuran sensor, seandainya anda bingung mengenai padanan lensa full frame dengan APS-C yang kerap disebut di tulisan kali ini.

Lensa fix

Lensa jenis fix, atau prime, tidak bisa di zoom, disukai banyak fotografer karena hasil foto yang baik. Beberapa lensa fix juga disukai karena ukurannya kecil dan murah. Lensa fix juga bisa jadi sangat mahal dan besar tergantung fokal lensanya.

Lensa 50mm

zeiss-loxia-50mm-f2

Inilah lensa favorit sepanjang masa. Fokal 50mm disukai oleh banyak fotografer di dunia karena menghasilkan perspektif normal seperti pandangan mata, tidak lebar dan tidak tele (dengan catatan lensa ini dipasang di bodi dengan sensor full frame 35mm). Bukaan maksimum lensa fix 50mm bervariasi, mayoritas ada yang f/1.8 dan f/1.4 walau ada juga yang f/2. Pemakai kamera sensor APS-C lebih tepat membeli lensa fix 30mm atau 35mm, sedangkan pemakai kamera micro four thirds semestinya memasang lensa 25mm.

Lensa 85mm

2x85

Lensa fix favorit untuk potret, tersedia dalam bukaan f/1.8 , f/1.4 hingga f/1.2. Untuk mendapatkan sudut gambar setara lensa 85mm, pemakai kamera sensor APS-C lebih tepat memakai lensa 58mm tapi lensa ini jarang ada, maka itu umumnya disiasati dengan lensa 50mm.

Lensa 100mm macro

tamron_90mm_macro_vc

Lensa fix dengan fokal tele 100mm yang bisa fokus dekat, variasi fokalnya berbeda sedikit antar merk. Di pasaran ada Tamron 90mm, Canon 100mm, Nikon 105mm tapi pada prinsipnya sama saja. Umumnya lensa seperti ini bukaannya f/2.8.

Lensa Zoom

Lensa zoom artinya punya variabel fokal, rentangnya dari fokal terpendek sampai terpanjang. Misal 18-55mm artinya bisa memotret dengan fokal berapapun antara 18mm hingga 55mm. Kerugian lensa zoom adalah bukaannya yang tidak bisa besar, kalaupun bisa besar umumnya ‘cuma’ f/2.8 dan itupun sudah mahal. Ada lensa zoom yang didesain di rentang wide, ada yang tele dan ada yang all round (dari wide hingga tele).

Lensa zoom wide : 14-24mm / 16-35mm

tokina-af-16-28-f28

Rentang fokal lebar favorit fotografer, opsi lain adalah 16-28mm atau 16-35mm, atau bahkan 17-40mm yang juga masih termasuk lebar, di kamera full frame. Bagi pemakai APS-C pakailah lensa zoom wide yang diawali dengan angka 9,10,11 atau 12mm. Misal 10-22mm, 11-16mm, 12-24mm dsb. Bahkan Panasonic membuat lensa Lumix G 7-14mm f/4 untuk kamera micro four thirds.

Lensa zoom standar bukaan konstan : 24-xx mm

sigma-24-105mm

Lensa zoom di kelompok ini bisa dibilang adalah lensa profesional serba bisa, mulai dipakai jalan-jalan sampai foto kerja (seperti liputan, wedding) juga oke. Dulu lensa favorit adalah lensa dengan awalan 28mm, kini eranya sudah beralih lebih lebar menjadi 24mm. Pilihannya :

  • lensa 24-70mm f/2.8 (padanan untuk APS-C adalah lensa 17-50mm f/2.8, untuk micro four thirds ada lensa pro 12-35mm f/2.8)
  • lensa 24-70mm f/4
  • lensa 24-105mm f/4 (padanan untuk APS-C adalah lensa 17-70mm f/4)
  • lensa 24-120mm f/4 padanan untuk APS-C adalah lensa 16-85mm atau yang setara)

Lensa tele zoom profesional : 70-200mm

70-200s

Lensa tele bukaan besar yang favorit untuk foto potret maupun obyek lain yang cukup jauh. Umumnya ada dua versi lensa ini yaitu yang bukaan f/2.8 (besar dan berat) dan versi hemat dengan f/4. Di APS-C lensa padanannya adalah lensa -lensa seperti 50-145mm atau 50-150mm. Untuk sistem MFT ada lensa Lumix G 35-100mm f/2.8.

Lensa zoom murah meriah : 70-300mm

lens-four-600

Bila lensa 70-200mm terasa mahal, maka lensa tele murah meriah 70-300mm adalah jawabannya. Di bodi full frame, lensa ini memberi jangkauan tele hingga 300mm dan di bodi APS-C bahkan fokal terjauhnya setara dengan 450mm. Alasan dari harganya yang murah adalah bukaannya kecil, dan variabel (makin mengecil saat di zoom). Untuk bisa mendapat rentang fokal setara 70-300mm di full frame, pemilik APS-C bisa memakai lensa 55-200mm atau 55-250mm dan pemakai MFT bisa membeli lensa 35-150mm atau 40-150mm.

Lensa sapu jagat

canon-ef-s-18-200mm-f35-56-is

Ini mungin lebih cocok sebagai lensa favorit traveler, bukan fotografer. Karena hasil foto dari lensa sapu jagat kurang begitu optimal, tapi menang di praktisnya karena bisa memotret wide hingga tele tanpa perlu berganti lensa. Sebagai contoh kami berikan lensa 28-300mm untuk full frame, dan padanan di APS-C adalah lensa 18-200mm. Bagi pemakai Olympus/Panasonic ada lensa Lumix G 14-140mm atau M.Zuiko 14-150mm.

Share dong, apa lensa favorit kalian?

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

Kamera saku canggih bersensor besar dari Ricoh GR

Pentax Ricoh baru saja meluncurkan kamera saku bersensor APS-C 16 MP dengan lensa fix, bernama Ricoh GR. Kamera yang lama dirumorkan ini akhirnya benar-benar hadir sebagai bukti konsistensi Ricoh membuat berbagai kamera berkualitas dengan lensa fix. Kamera ini akan menjadi pesaing langsung dari Nikon Coolpix A yang juga belum lama ini diumumkan. Kita akan tinjau fitur dan bentuk dari kamera seharga hampir 8 juta rupiah ini.

Fitur dan spesifikasi penting dari Ricoh GR :

  • sensor APS-C CMOS 16 MP tanpa low-pass filter
  • lensa dengan fokal 18.5mm (setara 28mm), bukaan maksimum f/2.8
  • rentang ISO 100-25,600
  • layar LCD ukuran 3 inci dengan kerapatan piksel ekstra tajam 1.2 juta titik
  • hingga 4fps continuous shooting
  • HD 1080p dengan pilihan frame rate 24, 25 atau 30fps
  • bisa menyimpan file RAW 12-bit
  • ada mode crop 35mm (resolusi turun jadi 10MP)
  • ada ND filter terpadu, 2 stop

ricoh-gr

Kelebihan dari kamera Ricoh GR adalah berpadunya kamera kecil (dan lensa yang kecil) dengan sensor besar dan kendali eksternal yang disukai fotografer. Bahkan gripnya pun terlihat begitu besar dan tentu mantap saat digenggam. Kamera ini bahkan menyediakan dual axis electronic level, sebuah fitur yang biasanya dijumpai di kamera DSLR kelas atas. Beberapa keistimewaan lain Ricoh GR :

  • fitur Interval Composite mode
  • flash hot shoe
  • banyak tombol dan tuas di sekeliling kamera
  • ada mode TAV (selain mode Av dan Tv)
  • bisa manual eksposur saat rekam video
  • respon kamera yang sangat cepat
  • bisa menyimpan 3 user setting di mode kamera
  • bisa mengatur tingkat pengurang noise di setiap nilai ISO
  • proses RAW ke JPG didalam kamera juga bisa
  • 9 blade diafragma

ricoh-gr-b

Mungkin kamera ini tidak akan meraih angka tinggi dalam penjualan, karena harganya dan juga lensa yang tidak bisa di zoom. Tapi bagi photography enthusiast, kamera seperti ini layak dimiliki sebagai kamera cadangan atau kamera jalan-jalan.

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

Coolpix A, kamera saku DX pertama dari Nikon

Nikon akhirnya meluncurkan kamera saku Coolpix kelas atas dengan sensor besar, yang diberi nama Coolpix A. Kamera yang masih terlihat mungil ini ternyata mempunyai sensor besar seukuran APS-C (ukurannya sama seperti kamera DSLR Nikon DX, misal D7000). Meski agak terlambat dibanding pesaing, upaya bersejarah Nikon ini tetap menarik buat disimak.

Coolpix A dengan sensor APS-C

Rancang desain Coolpix A terinspirasi dari kamera saku Coolpix P300 series yang termasuk kamera saku premium Nikon dengan sensor kecil. Bentuknya terkesan formal, kotak tapi manis dengan pilihan warna hitam atau silver.  Kamera seharga 10 jutaan ini punya lensa 18,5mm (setara 28mm) dengan bukaan maksimal f/2.8 dan sensor 16 MP ukuran APS-C. Kesamaan desain Coolpix A dengan P300 series juga tampak dari ring disekitar lensa yang bisa diputar untuk mengatur bukaan atau manual fokus.

nikon-coolpix-a

Sebagai kamera top class dari Nikon Coolpix yang disiapkan untuk melawan merk lain yang lebih dulu ada (Canon G1X, Sony RX100, Fuji X100s dsb) maka Coolpix A ini pasti dilengkapi fitur fotografi lengkap seperti RAW file, virtual horizon dan flash hot shoe. Untuk kinerjanya bisa memotret sampai 4 foto per detik, dan bisa hingga ISO normal 6400. Bagi yang perlu jendela bidik optik harus membeli terpisah sebagai aksesori.

Nikon juga keluarkan Coolpix P330

Di kelas P300 series Nikon juga hadirkan produk baru penerus P310 yang kini diberi nama P330 (rupanya nama P320 dilewat) dengan perubahan utama dalam resolusi sensor yang turun dari 16 MP jadi 12 MP. Tapi turunnya resolusi ini malah diapresiasi banyak pihak karena memang best practice membuktikan kamera saku dengan sensor kecil lebih baik memakai resolusi 10-12 MP saja, daripada memaksakan pakai 16-20 MP. Apalagi ukuran sensor di P330 naik sedikit dari sebelumnya 1/2,3 inci jadi 1/1,7 inci sehingga secara teori hasil fotonya pasti ada perubahan ke arah yang lebih baik.

nikon-p330

Nikon Coolpix P330 dipersiapkan untuk melawan Canon S110 dengan banyak kemiripan spesifikasi, termasuk bukaan lensa yang besar di posisi wide dan pakai ring di lensa untuk mengganti setting. P330 juga bisa simpan file RAW dan kisaran harganya sekitar 3,5 jutaan. Sayangnya desain lensa zoom 24-120mm VR di P330 ini punya bukaan maksimal yang mengecil di posisi tele, yaitu persisnya adalah f/1.8-5.6. Lagipula seperti pada Canon S110, tidak dijumpai adanya flash hot shoe untuk memasang lampu kilat eksternal.

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

Lensa makro 180mm f/2.8 dari Sigma

Sigma menorehkan sejarah dengan membuat lensa makro pertama dan satu-satunya di dunia dengan fokal fix 180mm dan bukaan maksimum f/2.8 yang sudah dilengkapi dengan stabilizer optik. Setelah diumumkan awal tahun ini, kini Sigma merilis harga resmi untuk lensa APO Macro 180mm f/2.8 EX DG OS HSM yaitu sekitar 16 juta rupiah. Meski bukan termasuk lensa zoom, lensa ini tersusun atas banyak elemen lensa, yaitu 19 elemen dalam 14 grup. Lensa semacam ini akan sangat disukai pecinta makro (1:1) maupun yang perlu lensa telefoto.

sigma-180mm_f28_os_macro

Sedikit gambaran spek lensa besar ini, diantaranya memakai 9 bilah diafragma, bukaan minimum f/22, kompatibel dengan DSLR full frame, diameter filter 86mm dan panjang keseluruhan adalah 20 cm. Lensa ini juga kompatibel dengan teleconverter 1,4x dan 2x bila ingin menambah kemampuan telenya. Belum ada info mount apa saja yang sudah didukung lensa ini, tapi kemungkinan baru mount Canon EF dan Nikon AF yang lebih dulu didukung.

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

Lensa Nikon 50mm f/1.8 kini dengan kode AF-S

Nikon boleh dibilang sangat terlambat dalam melakukan penambahan motor SWM di lensa populernya yaitu 50mm f/1.8 atau biasa disebut dengan lensa fix normal. Fokal 50mm sangat populer untuk foto potret, sedang f/1.8 sudah jadi favorit untuk dipakai di low light dan harganya jauh lebih murah daripada f/1.4. Tapi apapun itu, akhirnya Nikon mendapat apresiasi saat meluncurkan lensa AF-S 50mm f/1.8G yang secara desain mirip dengan AF-S 35mm f/1.8.

nikon-50mm-af-s

Meski bentuknya mirip, AF-S 50mm f/1.8 ini adalah lensa FX sedang AF-S 35mm f/1.8 adalah lensa DX. Artinya ini akan jadi kabar baik buat pemakai DSLR Nikon FX (full frame) maupun pemakai DSLR Nikon DX (APS-C) yang di kemudian hari berencana akan beralih ke format FX. Sebagai info, di format DX lensa ini akan setara dengan fokal 75mm yang sudah cenderung disebut dengan lensa tele.

Lensa AF-S 50mm f/1.8 ini memiliki 7 elemen dalam 6 grup, dengan satu elemen aspherik. Bukaan terkecil lensa ini adalah f/16 dengan kemampuan fokus terdekat di kisaran setengah meter. Cukup mengejutkan, lensa ini memiliki diameter filter 58mm karena produk sebelumnya (AF 50mm f/1.8D) memakai diameter filter 52mm (yang sudah punya filter 52mm harus beli filter lagi).

Terdapat ring manual fokus di bagian depan lensa ini yang bisa langsung diputar kapan saja untuk beralih dari mode auto fokus ke manual fokus. Bobot lensa ini cukup ringan yaitu 185 gram saja. Harga belum diketahui, mungkin di kisaran 3 jutaan rupiah.

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

Samsung siapkan lensa-lensa baru untuk kamera mirrorless NX

Untuk mendukung jajaran kamera mirrorless Samsung NX, Samsung harus terus membuat berbagai lensa yang kompatibel sehingga penjualan kamera seri NX bisa menyamai kamera sejenis dari kubu Micro 4/3. Sebelumnya Samsung sudah cukup baik dalam membuat lensa wajib yaitu lensa fix (30mm), lensa kit (18-55mm) dan lensa tele ekonomis (50-200mm). Cukup? Tentu saja belum. Maka itu Samsung mengumumkan kehadiran lima lensa baru yang akan tersedia akhir tahun ini.

2011nxlenslineup

Kelima lensa baru ini merupakan perwakilan dari lensa favorit (bila ditinjau dari rentang fokalnya) dan semestinya akan disambut positif oleh para pemakai maupun calon pemilik Samsung NX.

Samsung 85mm f/1.4 SSA iFn

Inilah lensa fix atau prime yang cocok untuk potret, lengkap dengan motor fokus SSA (Super Sonic Actuator) dan memiliki bukaan besar f/1.4 hingga f/22.

Samsung 60mm f/2.8 SSA iFn OIS Macro

Lensa fix ini memiliki fokal 60mm dengan bukaan yang lebih kecil yaitu f/2.8 namun selain memiliki motor fokus SSA juga memiliki fitur OIS (stabilizer) dan fasilitas makro.

Samsung 16mm f/2.4 iFn

Inilah lensa wide yang setara dengan 24mm dalam ukuran sangat kecil (pancake lens) yang punya bukaan f/2.4 yang cocok untuk landscape dan arsitektur.

Samsung 20mm f/2.8 iFn

Inilah pilihan lain untuk lensa wide yang setara dengan 30mm yang juga dalam bentuk pancake lens yang punya bukaan f/2.8 yang cocok untuk urusan jurnalistik.

Samsung 18-200mm f/3.5-6.5 OIS iFn

Inilah lensa superzoom yang dioptimalkan untuk merekam video sehingga tidak perlu kuatir suara motor fokus akan ikut terekam dalam rekaman video, berkat adanya Voice Coil Motor.

Samsung 16-80mm f/3.5-4.5 OIS iFn

Sama seperti lensa superzoom di atas, Samsung 16-80mm juga didesain untuk bisa dipakai merekam video. Bedanya, lensa ini lebih wide dengan 16mm namun hanya memiliki tele terjauh 80mm. Secara optik lensa dengan rentang lebih pendek seperti lensa ini akan memberikan kualitas optik yang lebih baik dari lensa panjang seperti 18-200mm.

Samsung 20-50mm f/3.5-5.6 iFn

Inilah lensa dengan rentang normal yang dari rentang memang overlap dengan lensa kit, namun ditujukan lebih kepada mereka yang mencari lensa berukuran sangat kecil, lebih kecil dari lensa kit 18-55mm.

samsung18-200_60

Sebagai info, fitur iFn sendiri adalah fasilitas baru yang diperkenalkan oleh Samsung untuk memudahkan pengaturan berbagai setting kamera melalui putaran yang ada di lensa.

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

Fokal lensa, Picture angle dan Perspektif

Perhatikan saat memakai lensa zoom, betapa banyaknya orang yang tidak peduli pada berapa fokal lensa yang sedang dipakainya. Dia hanya memakai lensa pada posisi paling wide, lalu bila dirasa kurang dekat dia melakukan zooming sehingga obyek tampak mendekat. Jangan heran kalau foto yang dihasilkan oleh orang semacam ini juga biasa-biasa saja, bahkan bisa nampak tidak alami karena distorsi lensa. Jangan-jangan kita juga seperti itu, bahkan kita belum mengetahui apa kaitan antara fokal lensa, bidang gambar dan persepektif? Jangan kuatir, artikel ini mencoba menjelaskannya untuk anda.

Fokal lensa

Sudah menjadi hal yang umum apabila sebuah kamera memiliki lensa zoom yang panjang fokalnya bisa berubah-ubah.  Fokal lensa sendiri berhubungan langsung dengan picture angle (sudut gambar) dimana fokal yang pendek biasa disebut dengan wideangle, sehingga biasa disebut lensa wide, sedang fokal panjang biasa disebut telephoto, sehingga biasa disebut lensa tele. Kita tahu kalau keuntungan dari lensa wide adalah kemampuan membuat foto dengan bidang gambar yang lebar, terkesan luas dan punya sudut gambar yang besar, sedang lensa tele punya keuntungan akibat sudut gambarnya yang sempit sehingga bisa mengambil foto yang berada jauh menjadi  tampak dekat.

Selain lensa zoom, kita mungkin pernah mencoba lensa fix atau lensa dengan fokal yang tetap. Banyak lensa fix yang cukup populer semisal lensa 50mm, atau lensa fix yang wide seperti 28mm, atau lensa fix yang tele seperti 105mm. Lensa fix punya keuntungan dalam kualitas optik, biaya produksi yang lebih murah serta ukuran yang lebih kecil. Tapi memotret memakai lensa fix agak lebih repot dibanding memakai lensa zoom karena kita hanya punya satu picture angle yang tetap. Bila obyek yang akan difoto terlalu dekat maka kitalah yang harus mundur, bila obyek yang difoto masih tampak terlalu jauh maka kita harus melangkah mendekati obyek.

Picture angle

angle_of_view

Picture angle atau sudut gambar hanyalah istilah yang mewakili luasnya area bidang yang bisa diambil oleh kamera atau lensa. Semakin luas bidang gambar maka semakin lebar sudut gambarnya. Lensa wide akan menghasilkan gambar dengan sudut lebar. Sebaliknya semakin sempit bidang gambar maka semakin sempit sudut gambarnya. Sudut sendiri seperti biasa dinyatakan dalam derajat.

Sebuah lensa zoom, misal 28-105mm, dengan mudah kita mengatakan kalau lensa ini mampu dipakai untuk mengambil foto dengan fokal wide 28mm hingga tele 105mm. Namun kita juga bisa mengatakan kalau lensa ini memiliki sudut gambar yang bisa dirubah mulai dari sudut lebar (sekitar 65 derajat) hingga sudut yang sempit (sekitar 19 derajat). Memiliki satu lensa zoom seperti ini dirasa praktis dan mampu menggantikan beberapa lensa fix seperti 28mm, 35mm, 50mm, 85mm dan 105mm. Inilah alasan mengapa lensa zoom begitu populer, meski secara kualitas optik masih kalah dibanding dengan lensa fix.

Perspektif

Kalau anda serius ingin mendalami fotografi, memahami lensa dari sisi fokal dan picture angle saja masih kurang lengkap. Ada satu dampak nyata dalam fotografi terkait fokal lensa yaitu perspektif (dan efek sampingnya yang dinamakan distorsi). Perspektif adalah bagaimana kesan yang dihasilkan oleh obyek dan latar relatif terhadap jaraknya ke kamera. Inilah yang sering diabaikan, dilupakan bahkan tidak diketahui sebagian dari kita dalam memakai lensa zoom (pemakai lensa fix biasanya sudah mengerti soal perspektif).

focal_lengthCoba perhatikan gambar di sebelah kanan. Ketiga foto ini nampak sama, ada botol merah sebagai obyek utama, ada botol biru sebagai latar dan sepintas komposisinya nampak hampir sama. Lalu apa  yang membedakan ketiga foto disebelah ini? Fokal lensanya? Betul. Foto yang atas diambil memakai fokal 18mm, yang tengah memakai 34mm dan yang bawah 55mm. Tapi ada satu perbedaan utama yang nampak sebagai akibat dari pemakaian fokal yang berbeda itu, jawabannya adalah perspektif.

Apakah anda menyadari kalau ketiga foto disebelah ini diambil dengan jarak yang berbeda antara obyek terhadap kamera? Foto pertama memaksa kamera untuk berada sangat dekat dengan obyek, foto kedua membuat kamera bergeser agak mundur menjauhi obyek dan foto ketiga adalah foto dimana obyek dan kamera berada di jarak yang terjauh. Ketiganya memberikan perspektif yang berbeda.

Perhatikan, dengan memakai 18mm maka obyek akan relatif nampak lebih besar dari latar (botol biru nampak sangat kecil) sehingga bisa memicu kesalahpahaman akan kenyataan sebenarnya. Lagipula dengan memakai lensa lebar akan menghasilkan distorsi (lihat botol merah tampak miring). Dengan fokal 34mm mulai didapat perspektif yang lebih baik dan distorsi yang semakin kecil. Pada fokal 55mm didapatlah perspektif yang alami dan tanpa distorsi. Inilah mengapa lensa fix 50mm atau 55mm begitu populer, karena memiliki perspektif normal dan tanpa distorsi.

Jadi intinya adalah, lensa zoom dibuat untuk kemudahan kita dalam berganti sudut gambar, guna mendapatkan perspektif yang sesuai keinginan kita. Lensa zoom bukan untuk membuat orang malas bergerak sehingga lebih suka memakai zoom untuk mendekatkan yang jauh saja. Sebelum memotret, pikirkan dulu obyek apa yang akan kita foto (pemandangan, human interest atau benda yang jauh) lalu tentukan fokal berapa yang akan kita pakai, dan antisipasilah perspektif yang akan terbentuk nantinya. Jangan segan untuk maju mundur untuk bereksplorasi dengan perspektif, anda bisa memotret orang dengan jarak dekat memakai fokal yang wide untuk mendapat perspektif yang unik atau bisa saja memotret orang dari jarak jauh dengan fokal tele untuk mendapat perspektif normal, terserah anda. Satu lagi contoh mengenai berbagai fokal lensa dan perspektif yang dihasilkan :

perspektif




Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..