Produk ‘best buy’ rekomendasi kami

Kamera digital semakin murah, tapi fiturnya semakin canggih. Tapi kebanyakan  kamera canggih itu  harga mahal, dan kamera murah akan cenderung murahan. Buat anda yang bosan dengan kamera lama yang terlihat jadul, atau memang baru ingin beli kamera, kami susun daftar produk yang menurut kami adalah best buy. Pertimbangan kami adalah produk yang punya price vs performance yang berimbang, dan bisa saja produk yang kami ulas disini justru dibuat di tahun lalu (seperti biasa, produk lama harganya cenderung turun). Tidak ada titipan sponsor atau dukungan pada merk tertentu di artikel ini, murni sekedar panduan untuk pembaca saja dan kami tidak mendapat imbalan dari pihak manapun.

Kamera DSLR pemula ‘best buy’

550d

Canon EOS 550D jelas menjadi produk best buy di kelas DSLR pemula karena harga kamera buatan 2010 ini sekarang dijual 6 juta sudah termasuk lensa kit EF-S 18-55mm IS. Harganya masih jauh dibawah Nikon D5100 yang dikisaran 7 jutaan, dan berbeda 1 juta dengan EOS 1100D yang dijual 5 juta rupiah. Dengan EOS 550D, anda sudah bisa memiliki kamera DSLR pemula 18 MP yang fiturnya lengkap, mudah digunakan dan hasilnya bagus. Canon 550D pun sudah oke buat bikin klip video yang serius berkat pengaturan manual eksposur saat merekam video dan resolusi video 1080p 30 fps.

Kamera DSLR semi-profesional ‘best buy’

60d

Canon lagi-lagi jadi pilihan kami untuk segmen DSLR kelas menengah dengan produk Canon EOS 60D karena harganya ‘hanya’ 7,7 jutaan tanpa lensa. Bagi yang mencari kamera setingkat diatas kelas pemula, maka EOS 60D sanggup meladeni skill anda berkat kecepatan, tombol akses langsung dan layar LCD lipatnya. Kamera sekelasnya dengan ciri yang sama seperti viewfinder prisma, top status LCD dan dual dial biasanya dijual di kisaran 9 jutaan. Selain itu, dari 9 titik fokus yang dimilikinya, semuanya sudah cross type yang lebih sensitif.

Kamera Mirrorless saku ‘best buy’

lumix-dmc-gf3

Kamera mirrorless dengan lensa yang bisa dilepas, berukuran mungil namun sensornya besar, bakal jadi tren kamera mendatang. Sayangnya saat ini harganya masih mahal, selain itu pilihan lensanya masih sedikit. Bila anda mencari kamera ‘best buy’ di kelas mirrorless, kami pilihkan Panasonic Lumix GF3 dengan lensa 14-42mm (setara 28-84mm) yang dijual dibawah 6 juta rupiah. Kamera ini lebih murah dari Olympus Pen Mini ataupun Sony NEX -C3 namun dengan fitur yang kurang lebih sama. Lumix GF3 mungil tapi mendukung semua pengaturan manual (termasuk layar sentuh), sensornya besar (Four Thirds) 12 MP dan bisa full HD movie.

Kamera ‘main-main’ superzoom ‘best buy’

fuji-s4000

Kenapa kami bilang kamera main-main? Karena orang cenderung memakai kamera superzoom (kamera murah yang lensa zoomnya teramat panjang) bukan untuk kebutuhan serius tapi untuk iseng, mencoba membayangkan kameranya seperti teropong yang bisa melihat benda yang jaraknya sangat jauh, lalu memotretnya. hasil foto dengan zoom panjang bakal jelek, soft dan mudah blur bila kita tidak stabil saat memotret. Tapi buat mereka yang perlu kamera dengan lensa sampai 30x zoom, tidak usah bayar mahal karena ada Fuji Finepix S4000 dengan sensor CCD 14 MP dan lensa 24-720mm yang dijual sekitar 2,2 juta saja. Kamera ini bahkan tampak seperti kamera serius, lengkap dengan kendali manual PASM dan HD video 720p. Untuk sekedar have fun dan tampak keren, tak harus mahal kan?

Kamera saku serius ‘best buy’

nikon-p300

Tidak semua orang mau memakai kamera saku yang biasa-biasa saja. Mereka bisa jadi tengah mencari kamera serius yang bisa dimasukkan ke saku. Kamera serius artinya punya pengaturan yang lengkap, fitur manual dan biasanya harganya mahal. Sebutlah diantaranya Canon PowerShot G12, Lumix LX-5, atau Canon S100 yang dijual antara 3-4 jutaan. Namun Nikon punya andalan dengan Nikon Coolpix P300 yang dijual 2,2 juta saja. Kamera dengan lensa yang bisa membuka sampai f/1.8 pada 24mm ini juga bisa memotret sampai 8 gambar per detik dalam resolusi penuh 12 MP. Kami nobatkan Nikon P300 sebagai kamera saku serius ‘best buy’ untuk awal tahun ini.

Kamera saku biasa ‘best buy’

ixus-220

Kamera saku lawas tapi cukup layak dibeli adalah Canon Ixus 220 HS dengan sensor CMOS 12 MP yang bertipe High Sensitivity. Kamera mungil ini dijual di harga 1,6 jutaan dan bila dilihat dari desainnya bakal membuat orang tidak menyangka kalau kamera keren ini ternyata harganya murah. Meski kecil, kamera dengan berbagai pilihan warna ini bisa merekam video full HD dengan tata suara stereo dan kemampuan zoom optik saat merekam video. Apalagi lensa kamera ini adalah 24mm dengan bukaan besar f/2.7 yang lebih fleksibel dipakai di indoor tanpa flash. Untuk pemakaian sehari-hari atau dokumentasi keluarga, rasanya kamera tipis berbalut logam ini pantas mendapat predikat ‘best buy’ dari kami.

Memory card ‘best buy’

transcend-16gbSekarang jamannya merekam video. Satu detik video full HD dengan kompresi MPEG-4 itu menghasilkan data rate sebesar 24 mega bit (atau sekitar 3 MB per detik) sehingga perlu kartu memori yang bukan hanya kapasitasnya besar (diatas 4 giga byte) namun juga baca tulisnya cepat. Untuk itu kartu SD card jaman sekarang diberi kode kelas seperti kelas 4, kelas 6 dan kelas 10 yang artinya bisa menulis dengan kecepatan minimal 4 MB/s, 6 MB/s dan 10 MB/s. Namun untuk amannya, belilah SD card dengan kelas 6 dan lebih baik lagi yang kelas 10. Tentu saja semakin tinggi kelasnya maka akan semakin mahal, untuk itu kami rekomendasikan memakai Transcend 16 GB kelas 10 yang harganya 180 ribu. Merknya cukup ternama, kapasitas besar dan kecepatannya juga bagus (diklaim sampai 20 MB/s). Dengan spek yang sama, merk lain ada yang dijual diatas 200 ribu.

Itulah daftar produk kamera (sampai awal tahun 2012) rekomendasi kami dengan kategori best buy. Tentu saja kamera lain yang tidak masuk di daftar ini bukan berarti jelek, tapi dengan spesifikasi dan kelas yang sama kamera di daftar ini lebih murah. Rekomendasi lain ada juga Nikon D7000 (DSLR favorit saat ini), Canon S100 (kamera saku paling populer), Olympus E-P3 (kamera mirrorless sarat fitur)  dan Fuji HS30 (bridge camera/prosumer). Untuk memory card ada juga Sandisk Extreme 16 GB kelas 10 yang harganya dua kali lipat dari harga Transcend yang kami sebutkan di atas.

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

Canon Ixus 300HS, lengkap dan cepat

Satu lagi kamera seri Ixus diluncurkan oleh Canon yaitu Powershot SD4000IS (Ixus 300HS) yang telah memakai sensor back illuminated CMOS dan mendukung fitur HD movie. Satu hal yang pasti bagi kamera apapun yang memakai sensor baru ini adalah kinerjanya yang amat cepat, termasuk Ixus baru ini. Dia mampu memotret hingga 8.4 fps dan mampu merekam video hingga 240 fps (pada resolusi terkecil). Namun selain sensornya yang cepat, ada satu lagi yang tak kalah cepat yaitu lensanya.

Mengapa? Karena lensa Ixus 300HS ini memiliki bukaan f/2.0 yang tergolong besar untuk kamera saku. Dengan bukaan sebesar ini maka lensa 28-105mm di Ixus 300HS ini sudah tergolong lensa cepat, meski pada posisi tele bukaan maksimumnya hanya f/5.3 saja. Setidaknya pada posisi wide kamera ini bisa diandalkan untuk kondisi low-light.

ixus-300hs

Kamera Ixus 300HS ini juga lengkap. Selain memiliki fitur stabilizer, ada juga fitur manual mode yang amat jarang dijumpai di kamera Ixus sebelumnya. Meski tanpa fitur RAW, minimal adanya manual mode ini bisa membantu kita dalam berkreasi dengan eksposur. Satu hal yang agak aneh adalah tata letak tombol di bagian belakang yang dikalahkan oleh besarnya layar LCD (3 inci widescreen) sehingga hanya menyisakan dua tombol dan satu kendali putar saja.

Ixus 300HS ini akan dijual di kisaran 3,5 jutaan dan ditargetkan untuk segmen premium (menengah ke atas).

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..

Banjir kamera baru Canon PowerShot

Hari ini Canon meluncurkan banyak produk baru di seri PowerShot. Diantaranya adalah penerus produk kelas prosumer (seri G), kelas premium compact (Ixus), kembalinya seri S (wideangle), dan dua produk kelas super zoom (SX), masing-masing super zoom prosumer dan super zoom compact. Sebagaimana tren yang sedang berlangsung di 2009 ini, semua kamera baru ini tidak lagi menawarkan resolusi yang lebih tinggi (bertahan di 10-12 MP) namun menawarkan sesuatu yang lebih dibutuhkan fotografer seperti lensa wide, bukaan lensa yang lebih besar atau resolusi LCD yang lebih tinggi.

Berikut jajaran lengkap produk baru Canon PowerShot :

Canon G11

Canon G11 (credit : DCRP)
Canon G11 (credit : DCRP)

Produk kamera saku seri-G merupakan kelas prosumer Canon yang paling elit dan high-end. Setelah mendapat kritikan pedas pada produk G7, G9 dan G10, akhirnya Canon kembali memasang LCD lipatnya di produk G11 kali ini, atau kembali melanjutkan tradisi yang terakhir dijumpai di Canon G6. Selain layar lipat berukuran 2,8 inci  ini, Canon juga ‘mengakui kesalahannya’ dengan kembali menurunkan resolusi ke 10 MP (dari sebelumnya 14.7 MP) sehingga pixel density pada sensor CCD-nya yang berukuran 1/1.7 inci lebih rasional. Inilah upgrade yang tidak umum, dengan resolusi yang diturunkan hampir 5 MP, suatu keputusan yang berani (dan tepat) dari Canon. Urusan lensa masih sama seperti pada G10 yaitu memakai 5x zoom (28-140mm). Kamera seharga 5 juta ini juga masih mempertahankan fitur lain seperti finder optik, manual P/A/S/M, flash hotshoe dan (sayangnya) masih tanpa HD movie. Uhh…

Canon Ixus 200 dan Ixus 120

Ixus baru (credit : DCRP)
Ixus 200 dan Ixus 120 (credit : DCRP)

Canon Ixus 200 (atau SD980) menawarkan dua kenyamanan sekaligus : lensa sangat wide 24mm dan kendali layar LCD sentuh berukuran 3 inci. Lensa 24-120mm pada kamera saku memang menggoda, khususnya bila anda pecinta wideangle. Sedangkan Canon Ixus 120 (atau SD940) menawarkan rentang lensa yang lebih umum yaitu 28-112mm dan layar LCD 2,7 inci. Kedua kamera sudah memiliki stabilizer IS, resolusi 12 MP dan kemampuan HD video. Seperti Ixus lainnya, kedua Ixus baru ini pun memakai baterai Lithium.

Canon S90

Canon S90 (credit : DCRP)
Canon S90 (credit : DCRP)

Di masa lalu, kamera berlensa wide amat jarang dijumpai dan kalaupun ada harganya masih amat tinggi. Salah satu produsen yang pernah mencoba membuat kamera wide adalah Canon dengan seri S-nya. Sayangnya seri-S ini sempat terhenti (mungkin) karena Canon lebih fokus membuat seri lain yang juga berlensa wide (seperti Ixus , SX dan G). Empat tahun berselang, kini Canon kembali membuat penerus seri-S yang bernama S90, dengan kekuatan utama adalah bukaan diafragma 1 stop lebih besar dari para pesaing, yaitu f/2.0 ! Dengan bukaan sebesar ini maka S90 menjadi kamera dengan lensa wide tercepat saat ini (dua kali lebih cepat dari f/2.8), meski hanya memiliki rentang fokal 28-105mm f/2.0-4.9 (kami bingung mana yang lebih baik antara lensa Canon S90 ini atau Sony WX1 yang punya rentang 24-120mm f/2.4-5.9). Tapi jujur kami sangat menyukai fitur di kamera ini dengan adanya kendali manual pada ring lensa, layar LCD 3 inci, dan manual P/A/S/M. Kalaupun ada kekurangannya hanyalah ketiadaan fitur HD movie, cukuplah video dengan resolusi VGA saja.

Canon SX20 IS dan SX120 IS

Canon SX20 IS (credit : DCRP)
Canon SX20 IS (credit : DCRP)

Inilah penerus seri super zoom yang hanya sedikit memperbaiki seri yang lama. Canon SX20 IS menambahkan fitur HD movie yang absen di produk sebelumnya (SX10 IS) dan Canon SX120 IS. Canon kali ini menambah resolusi menjadi 12 MP pada sensor CCD SX20 IS, meski tetap mempertahankan fitur LCD lipat 2,5 inci dan  lensa 20x zoom. Pada SX120 IS, Canon tidak banyak merubah produk lamanya selain menambah ukuran layarnya menjadi 3 inci. Soal resolusi dan lensa tampaknya masih sama, 10 MP dan 10x zoom. Baik SX20 IS dan SX 120 IS, keduanya ditenagai baterai AA.

Suka artikel di atas? Like dan Share yuk..