Tagged: Nikon

Sigma 17-70mm vs Nikon

Nikon luncurkan lensa DX 16-80mm f/2.8-4, ini bedanya dengan lensa Sigma 17-70mm f/2.8-4 C

Hari ini Nikon mengumumkan kehadiran lensa DX kelas premium yaitu AF-S 16-80mm f/2.8-4E VR. Secara kebetulan, dari dulu Sigma sudah punya lensa yang mirip, yaitu Sigma DC 17-70mm f/2.8-4 yang di generasi ketiga (2012) telah disempurnakan dengan OS dan HSM serta mendapat logo C (contemporary). Lensa Sigma ini sudah lama kami rekomendasikan sebagai lensa pengganti dari lensa kit, tapi sejak Nikon 16-80mm ini hadir, apakah ini berarti Nikon mengambil alih kejayaan Sigma di kelas lensa all round ini?

nikon-d7200

Nikon D7200 : DSLR Nikon DX dengan fitur terlengkap

Akhirnya hadir juga penerus dari Nikon D7100 yang bernama Nikon D7200. Kehadiran produk ini lebih seperti menyempurnakan secara minor hal-hal yang masih terasa kurang di D7100 khususnya di kapasitas buffer, juga menambah fitur WiFi dan NFC. Hal-hal seperti tampilan fisik bodi, jenis dan resolusi sensor dan kinerja dasar relatif masih sama. Nikon D7200 memang bukan untuk menggantikan posisi D300s di posisi top kamera DX, tapi karena D400 belum juga muncul, bolehlah kami bilang D7200 adalah kamera DX terlengkap yang Nikon punya untuk saat ini.

d5500

Nikon D5500, DSLR pertama Nikon dengan layar sentuh

Better late than never. Saat layar sentuh sudah menjadi keniscayaan di dunia kamera digital, Nikon terlambat mengantisipasinya karena hanya menerapkan di lini Nikon 1 saja, belum menyentuh ke lini DSLR mereka. Baru hari ini lah, di ajang CES2015 Nikon mengumumkan DSLR pertamanya yang berlayar sentuh, yaitu Nikon D5500. Kamera ini merupakan penerus dari D5300 yang mempertahankan desain kecil dengan layar lipat engsel samping. Tetap memakai sensor 24 MP tanpa low pass filter, 39 titik AF dan Expeed 4, terjawablah prediksi banyak pihak yang meyakini tidak banyak perubahan yang bakal dilakukan Nikon di D5500 ini.

d750-dpn

Nikon D750, DSLR kelas menengah baru di kelompok Full Frame

Hadirnya Nikon D750 wajar kalau begitu dinantikan. Sensor 24 MP, kecepatan tembak 6,5 fps, 51 titik fokus (15 cross type) disiapkan untuk melacak aksi yang cepat, plus mampu mencari fokus di tempat yang gelap (-3 Ev) sudah terdengar menggoda. Tapi apakah yang ingin Nikon tonjolkan dan berbeda dari generasi sebelumnya pada kamera bodi monokok berbahan magnesium alloy dan fiber karbon ini? Yang pasti pertama terlihat beda adalah layar LCD 3,2 yang bisa dilipat ke atas dan ke bawah. Lalu dibenamkannya fitur Wifi juga jadi nilai tambah. Simak selengkapnya yuk..